Hadits Etos Kerja


 Hadits Etos Kerja

By: Muhammad Fathurrohman

صحيح البخاري – (ج 5 / ص 248)

1338 – حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَعَنْ وُهَيْبٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا

Terjemah hadits /ترجمة الحديث :

Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah, dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-baiknya sedekah itu adalah dari punggung orang kaya dan barang siapa yang minta dijaga maka Allah akan menjaganya dan barang siapa yang minta kaya maka Allah akan memberinya kecukupan.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /الفوائد من الحديث :

  1. Pemberi lebih baik dari pada penerima, maka dari itu orang dilarang meminta-minta walaupun itu sangat darurat. Namun budaya sekarang adalah orang suka meminta-minta.
  2. Mulai sedekah dari orang yang ditanggungnya yaitu keluarga yang menjadi tanggungannya, yang wajib diberikan nafaqah kepadanya. Maka seseorang itu harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
  3. Sebaik-baik sedekah adalah dari punggungnya orang kaya. Maksudnya dari orang kaya apabila bersedekah hal itu menunjukkan kesyukurannya.
  4. Apabila orang yang beriman dan minta untuk dijadikan kaya dan dia jugaberusaha sungguh-sungguh maka Allah akan mewujudkan keinginannya itu.

صحيح البخاري – (ج 5 / ص 249)

1339 – حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَذَكَرَ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ وَالْمَسْأَلَةَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى فَالْيَدُ الْعُلْيَا هِيَ الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى هِيَ السَّائِلَةُ

Terjemah hadits /ترجمة الحديث :

Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah, tangan diatas pemberi tangan dibawah penerima.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /الفوائد من الحديث :

  1. Keterangan hadits ini hampir sama dengan hadits diatasnya maka harap dirujuk kesana.

صحيح البخاري – (ج 7 / ص 237)

1932 – حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ

Terjemah hadits /ترجمة الحديث :

Kerja seseorang memikul kayu bakar dipunggungnya lebih baik dari pada ia meminta kepada seorang baik diberi atau tidak.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /الفوائد من الحديث :

“ Islam tidak mengajarkan untuk meminta-minta, tapi islam mengajarkan agar manusia itu bekerja mencari rizki yang halal walaupun pekerjaan itu hina.

“ Hinanya pekerjaan tidak dipandang melalui jenis pekerjaan itu tetapi dipandang dari segi rizki yang dihasilkan.

“ Meminta minta itu merupakan hal yang hina baik itu diberi ataupun ditolak.

إِباحة الأخذ لمن أعطى من غير مسألة ولا إشراف

حديث عُمَرَ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُعْطِينِي الْعَطَاءَ فَأَقُولُ: أَعْطِهِ مَنْ هُوَ أَفْقَرُ إِلَيْهِ مِنِّي، فَقَالَ: خُذْهُ، إِذَا جَاءَكَ مِنْ هذَا الْمَالِ شَيْءٌ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ وَلاَ سَائِلٍ فَخُذْهُ، وَمَا لاَ، فَلاَ تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ

أخرجه البخاري في: 24 كتاب الزكاة: 51 باب من أعطاه الله شيئًا من غير مسألة ولا إشراف نفس

Terjemah hadits /ترجمة الحديث :

Nabi memberikanku sesuatu kemudian aku berkata: berikanlah padanya dia lebih butuh dari pada aku, Nabi b erkata: ambillah, ketika sesuatu dari sebagian harta ini datang padamu, dan kamu bukan orang yang hina dan orang yang minta maka ambillah, dan jangan itu, maka janganlah kamu mengikutkan nafsumu.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /الفوائد من الحديث :

“ Hadits ini memberikan kepahaman bahwa terdapat kebolehan menerima pemberian orang lain ketika kita tidak meminta hal itu. Karena itu hak kita dan rezki kita.

“ Namun jika meminta itu yang dibenci oleh agama karena islam tidak mengajarkan umatnya untuk meminta-minta.

صحيح البخاري – (ج 5 / ص 330)

1385 – حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِي يَطُوفُ عَلَى النَّاسِ تَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ وَاللُّقْمَتَانِ وَالتَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ وَلَكِنْ الْمِسْكِينُ الَّذِي لَا يَجِدُ غِنًى يُغْنِيهِ وَلَا يُفْطَنُ بِهِ فَيُتَصَدَّقُ عَلَيْهِ وَلَا يَقُومُ فَيَسْأَلُ النَّاسَ

Terjemah hadits /ترجمة الحديث :

Bukan orang miskin orang yang setiap hari berputar-putar diatas manusia untuk mencari sesuap atau dua suap nasi dan satu butir atau dua butirkurma, tetapi miskin adalah orang yang tidak menemukan kekayaan yang dicukupkan padanya dan ia tidak menerimanya maka ia menjadi penerima sedekah dan tidak merupakan orang menempati tempatnya kemudian ia meminta pada manusia.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /الفوائد من الحديث :

“ Orang miskin adalah orang yang selalu butuh dan selalu kurang dengan apa yang ia miliki, dan tetap merasa ia masih ingin minta pada manusia.

“ Orang yang setiap hari bekerja untuk sesuap nasi bukan termasuk orang yang miskin, karena ia lebih baik dari padaorang yang minta-minta. Sednagkan orang yang kaya yang kurang puas dengan kekayaannya ia akan tetap merasa menjadi orang miskin.

اللؤلؤ والمرجان فيما اتفق عليه الشيخان – (ج 1 / ص 295)

كراهة المسألة للناس

حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

أخرجه البخاري في: 34 كتاب الزكاة: 52 باب من سأل الناس تكثرًا

Terjemah hadits /ترجمة الحديث :

Tidak hentin-hentinya laki-laki meminta-minta pada manusia sehingga pda hari kiamat akan ditimpakan kepadanya yaitu tidak ada secuil daging pada wajahnya.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /الفوائد من الحديث :

“ Seorang yang pekerjaannya hanya meminta-minta itu sungguh sangat jelek sekali, sampaisampai Allah melarangnya. Dan hukumannya berupa tidak ada daging pada wajahnya atau pun yang lain. Yang ada hanya tulang belulang saja.

“ Maka dari itu seorang itu harus berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhannya walaupun pekerjaannya hina tapi itu lebih baik baginya.

صحيح مسلم – (ج 13 / ص 142)

4816 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Terjemah hadits /ترجمة الحديث :

Mu’min yang kuat itu lebih baik dari pada mu;min yang lemah dan dalam semua kebaikan terimalah yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan pada Allah, jangalah bermalas-malasan, ketika kamu mendapat sesuatu jangan berkata apabila saya begini  maka begini dan begini tetapi katakanlah semua itu telah dipastikan oleh Allah dan sesuai dengan kehendak Allah dan ketidaksadaran akan hal itu akan membuka kreatifitas setan.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /الفوائد من الحديث :

“ Mu’min yang kuat disini adalah yang giat bekerja tanpa pamrih dan hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya dengan niat karena Allah.

“ Mu’min yang lemah adalah mu;min yang hanya meminta-minta belas kasihan orang lain.

“ Perintah untuk jangan bermalas-malasan

“ Katakanlah bahwa semua itu datang dari Allah dan bukan usahamu sendiri.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 554 other followers

%d bloggers like this: