Hadits Realitas Keimanan Dalam Kehidupan Sosial


Hadits Realitas Keimanan Dalam Kehidupan Sosial

By: Muhammad Fathurrohman

حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ وَإِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ وَقَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ هُوَ ابْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ دَاوُدَ عَنْ عَامِرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (البخاري: 9)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Nabi Muhammad SAW bersabda: Orang islam yang sempurna adalah orang yang apabila orang-orang muslim (di dekatnya) selamat dari lisannya dan tangannya (kekuasaannya), dan orang yang hijrah yaitu orang yang hijrah dari sesuatu yang dilarang Allah.

Kandungan Hadits

  1. Keselamatan orang-orang yang berada didekatnya dijadikan tolok ukur keimanan seseorang, karena mereka yang setiap hari bersama-sama orang tersebut dan merasakan perbuatan orang tersebut. Hal ini sangat praktis jika diterapkan di masyarakat. Pada prinsipnya seseorang tersebut perlu introspeksi jika orang-orang yang ada didekatnya merasa tidak nyaman. Introspeksi tersebut dimulai dari menjaga perkataannya dan perbuatannya.
  2. Perkataan dapat membawa malapetaka bagi masyarakat dan orang yang berkata tersebut. Maka dari suatu perkataan harus dijaga agar tidak menimbulkan madharat bagi orang lain. Menjaga perkataan dimulai dari menjaga hati. Maka hendaklah seseorang tidak banyak berbicara yang tidak berguna walaupun itu diperbolehkan.
  3. Orang yang berhijrah adalah orang yang mampu menjaga diri dari hal-hal yang dilarang Allah, baik itu berupa dosa kecil maupun dosa besar. Arti hijrah disini bukan pindah tempat akan tetapi kemampuan hifdz nafsi ‘amma nahaa allahu.
  4. Sementara itu hadits ini juga mengandung agar umat islam selalu menebarkan kasih sayang dimanapun mereka berada. Karena sifat dari seorang muslim yaitu seperti sifatnya lebah yang mampu memberikan manfaat kepada yang lainnya.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيٍّ الْمَنْجُوفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ الْحَسَنِ وَمُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا فَإِنَّه يَرْجِعُ مِنْ الْأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ تَابَعَهُ عُثْمَانُ الْمُؤَذِّنُ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ(البخاري:45)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah; Nabi SAW  bersabda: barang siapa yang mengikutkan janazah orang muslim dengan iman dan mengharap pahala dari Allah dan dia juga menyolatkannya dan selesai dari menguburnya, maka ia kembali dengan membawa pahala 2 kirath, setiap satu kirath sama dengan gunung uhud. Dan orang yang menyolatkannya kemudian kembali sebelum dikuburkan, maka ia kembali dengan membawa pahala 1 kirath (Bukhary:45)

Kandungan Hadits

  1. Hadits ini sangat praktis bahwa orang dianjurkan melayat yang itu semua merupakan implementasi dari keimanan seseorang dan merupakan haq muslim satu terhadap lainnya. Bahkan Allah menjanjikan pahala yang besar agar para umat islam menjaga solidaritas dengan sesamanya.
  2. Pada prinsipnya janazah itu berhak dilayat selama 3 hari diatas itu, maka melayat sudah tidak disunnahkan lagi, dan jenazah tersebut haruslah muslim, karena disitu terdapat perintah menyolati, dan yang berhak disholati itu hanya muslim, orang kafir tidak boleh bahkan haram.
  3. Hadits juga menyatakan tentang pemeliharaan sillaturahmi dengan sesama umat islam. Bahwa sesama umat islam harus bersatu untuk mengahadapi tantangan modernitas.

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ(مسلم:51)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Rasulullah SAW bersabda: Iman itu ada 70 atau 60 lebih percabangan, yang paling utama perkataan Laa ilaha illa allah, paling rendahnya yaitu menyingkirkan sesuatu yang menyakitkan dari jalan, dan malu adalah cabang dari iman. (muslim: 51)

Kandungan Hadits

  1. Iman yang paling tinggi adalah mengucapkan kalimah tayyibah atau tauhid dengan ikhlas dihatinya. Maksudnya dengan perkataan tersebut orang harus konsequenssi, yaitu harus menjaga diri dari sesuatu yang diharamkan Allah. Aplikasi  dari perkataan tersebut dapat mencakup situs horizontal dan vertikal.
  2. Paling rendahnya adalah menyingkirkan duri. Karena itu termasuk perbuatan yang mendatangkan manfaat bagi lingkungan atau masyarakat umum. Jadi seseorang dalam mewujudkan keimanannya tidak hanya berinteraksi dengan Allah saja tetapi juga dengan sesama manusia yaitu dengan melakukan perbuatan yang berguna bagi manusia. Karena sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi orang lain.
  3. malu merupakan percabangan dari iman karena dengan malu seseorang akan menjaga diri dari perbuatan-perbuatan jelek. Malu ada 2 yaitu secara vertikal dan horizontal. Background malu adalah iman. Orang yang imannya kuat maka ia semakin malu kepada sesama manusia dan kepada Allah. Malu untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحِ بْنِ الْمُهَاجِرِ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ(مسلم:56)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abdullah bin Amr, sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, Mana islam yang paling bagus itu? Nabi bersabda: pemberianmu makanan dan pengucapanmu salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal (Muslim:56)

Kandungan Hadits

  1. Orang islam yang paling jempol yaitu yang selalu memberikan sedekah kepada sesama. Akan tetapi sedekah disini dibatasi kepada sesuatu yang disenanginya. Bukan sesuatu yang merupakan sisa baginya. Lafadh makanan disini bersifat umum yakni segala apa yang diberikan kepada orang lain. Akan tetapi makanan lebih dikhususkan karena makanan biasanya paling dibutuhkan oleh manusia.
  2. Salam disini mengindikasikan bahwa seseorang muslim yang beriman dituntut harus ramah kepada orang lain. Baik orang tersebut dikenal maupun tidak dikenal oleh orang yang mengucapkan salam. Ini merupakan bukti bahwa islam mengajarkan interaksi sosial yang baik kepada sesama manusia baik itu dikenal maupun tidak (siapa saja). Mengucapkan salam  hukumnya sunnah bagi orang yang mengucapkan dan wajib bagi orang yang menjawab.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ جَمِيعًا عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ(مسلم:66)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari tipuannya (permusuhannya) (Muslim:66)

Kandungan Hadits

  1. Bahasa disini sangat praktis, bahwa orang itu tidak dikatakan muslim yang sempurna apabila lingkungannya masih merasakan keganasannya atau gelisah karena perbuatannya. Ini menunjukkan bahwa seseorang itu harus berbuat baik kepada lingkungan. Karena hal itu adalah standar  untuk mengetahui baik buruk seseorang. Akan tetapi lingkungan disini dibatasi untuk lingkungan yang muslim atau kafir yang dzimmi.

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ كِلَاهُمَا عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ وَهَذَا حَدِيثُ أَبِي بَكْرٍ قَالَ أَوَّلُ مَنْ بَدَأَ بِالْخُطْبَةِ يَوْمَ الْعِيدِ قَبْلَ الصَّلَاةِ مَرْوَانُ فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَقَالَ الصَّلَاةُ قَبْلَ الْخُطْبَةِ فَقَالَ قَدْ تُرِكَ مَا هُنَالِكَ فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ أَمَّا هَذَا فَقَدْ قَضَى مَا عَلَيْهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ رَجَاءٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَعَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ فِي قِصَّةِ مَرْوَانَ وَحَدِيثِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ شُعْبَةَ وَسُفْيَانَ(مسلم:70)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Abu Said berkata; ini merupakan sesuatu yang telah pasti padanya, Saya mendengar dari Rasulullah SAW, ia bersabda: barang siapa yang melihat kemunkaran dari kamu sekalian, maka ubahlah dengan tangannya, apabila tidak mampu maka dengan ucapannya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya. Dan itu termasuk paling lemahnya iman.(Muslim:70)

Kandungan Hadits

  1. Suatu kemunkaran itu harus diubah oleh umat islam sekemampuannya. Apabila mampu maka diubah dengan tangannya apabila tidak mampu maka dengan lisannya atau perkataannya, apabila tidak maka cukup hatinya ingkar. Namun hal seperti ini sulit sekali dilakukan apalagi kondisi yang sekarang ini dan gejolak yang semakin mengakar.
  2. Pengingkaran hati tersebut merupakan hal yang paling lemah dari kondisi dan situasi diatas. Karena hanya dengan ingkar. Namun itu lebih baik daripada tidak ingkar sama sekali.

 حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَعْمَشِ عَنْ يَحْيَى بْنِ وَثَّابٍ عَنْ شَيْخٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ إِذَا كَانَ مُخَالِطًا النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ خَيْرٌ مِنْ الْمُسْلِمِ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ قَالَ أَبُو عِيسَى قَالَ ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ كَانَ شُعْبَةُ يَرَى أَنَّهُ ابْنُ عُمَرَ(ترمذي:2431)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Nabi bersabda: orang muslim yang apabila bercampur dengan manusia dan sabar atas penderitaan yang dilakukan mereka lebih baik daripada orang muslim yang tidak bercampur dengan manusia dan tidak sabar atas penderitaan yang dilakukan mereka(kepadanya). (Tirmidzi:2431)

Kandungan Hadits

  1. orang yang mempunyai iman yang sempurna merupakan orang yang sabar atas penderitaan yang dibuat orang lain kepadanya asalkan tidak mengganggu larangan Allah dan tidak mengganggu agamanya. Orang tersebut lebih baik dari pada orang yang mengadakan uzlah di tepi gunung.
  2. Uzlah ditengah masyarakat lebih berat daripada uzlah ditepi gunung. Uzlah dimasyarakat seseorang harus pandai berinteraksi sosial dengan masyarakat. Dan hal itu merupakan hal yang sulit  terlebih saat-saat sekarang ini.

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ وَابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ(ترمذي:1082)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Nabi bersabda: Paling sempurnanya orang mu’min imannya yaitu yang paling budi pekertinya, dan pilihanmu adalah pilihanmu kepada wanita mu’min yang budi pekertinya baik( Tirmidzi:1082)

Kandungan Hadits

  1. Orang muslim yang sempurna yang keimanannya kuat kepadaNya dan menjalankan syariat dengan baik adalah orang yang mempunyai budi pekerti yang baik. Karena dengan budi pekerti yang baik orang disekitarnya atau lingkungannya akan merasakan manfaatnya.
  2. Para ulama membayangkan bahwa akhlak Islam mengatur empat perhubungan dasar : 1. Hubungan manusia dan jin dengan Allah (Pencipta).2. Hubungan manusia dan jin sesamanya. 3. Hubungan manusia dan jin dengan alam. 4. Hubungan manusia dan jin terhadap dirinya sendiri. Dalam hubungan akhlak dengan amal maka akhlak menurut Dr. Mohd Abdullah Darraz boleh dikategorikan kepada : 1. Akhlak al-Fardiyah — perseorangan. 2. Akhlak dalam bidang kekeluargaan. 3. Akhlak dalam bidang kemasyarakatan. 4. Akhlak dalam bidang kenegaraan. 5. Akhlak keagamaan dalam arti kata sempit.Budi pekerti atau AKHLAK ialah tingkah laku yang dipengaruhi oleh nilai-nilai yang diyakini oleh seseorang dan sikap yang menjadi sebagian daripada kepribadiannya. Nilai-nilai dan sikap itu pula terpancar daripada konsepsi dan gambarannya terhadap hidup. Dengan perkataan lain, nilai-nilai dan sikap itu terpancar daripada aqidahnya yaitu gambaran tentang kehidupan yang dipegang dan diyakininya

لأبي بكر قالا حدثنا وكيع عن معاوية بن أبي مزرد عن يزيد بن رومان عن عروة عن عائشة قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الرحم معلقة بالعرش تقول من وصلني وصله الله ومن قطعني قطعه الله(مسلم)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Nabi bersabda: Sanak saudara itu dikaitkan dengan Ars, kamu berkata:Barang siapa yang menyambung persaudaraan denganku maka Allah akan menyambungkannya, barang siapa yang memutuskan persaudaraan denganku maka Allah akan memutuskannya.(Muslim)

Kandungan Hadits

  1. Salah satu ciri khas islam adalah saling menyambung persaudaraan. Dalam hadits ini diuraikan bahwa orang yang memutuskan persaudaraan seperti orang yang memutuskan persaudaraan dengan Nabi, yang Allah memutuskan rahmatNya kepada orang tersebut. Akan tetapi dalam fenomena sosial sekarang ini sulit sekali yang namanya menyambungpersaudaraan. Sebuah persaudaraan itu sangat berharga dan lebih berharga daripada uang sekarung.
  2. Agama islam menganjurkan agar umatnya saling bersaudara satu dengan lainnya. Satu menderita yang lain ikut merasakan penderitaan tersebut. Karena manusia merupakan makhluk sosial maka manusia itu saling membutuhkan satu sama lain baik kebutuhan pribadi maupun bersama.

حدثنا يحيى بن أيوب وقتيبة وابن حجر قالوا حدثنا إسماعيل وهو بن جعفر عن العلاء عن أبيه عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال حق المسلم على المسلم ست قيل ما هن يا رسول الله قال إذا لقيته فسلم عليه وإذا دعاك فأجبه وإذا استنصحك فانصح له وإذا عطس فحمد الله فسمته وإذا مرض فعده وإذا مات فاتبعه(مسلم)

Terjemah Hadits

Hak orang muslim kepada orang muslim lainnya itu 6. dikatakan, apa itu hai Rasulullah, Nabi bersabda: apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam padanya, apabila dia mengajakmu maka bersedialah, apabila dia meminta nasehat maka berikanlah nasehat padanya, apabila ia bersin kemudian berkata alhamdulillah maka doakanlah ia, apabila ia sakit maka jenguklah, apabila ia mati maka layatlah. (Muslim)

Kandungan Hadits

  1. Hak seorang muslim itu antara lain mengucapkan salam seperti keterangan diatas.
  2. Bersedia diajak tapi dengan batasan bukan kepada hal-hal yang mendorong kepada kemunkaran atau kejelekan. Hadits ini juga mengandung arti kita harus menepati janji yang kita buat sendiri.
  3. Memberi nasehat yang baik kepada orang yang minta nasehat. Nasehat meruapakan petuah yang dapat diambil hikmahnya atau cerita atau suatu perintah kebaikan kepada seseorang tersebut.
  4. Mendoakaan orang yang bersin. Hal seperti itu hanyalah dilakukan oleh orang yang beriman dengan sempurna dan mengamalkan ajaran imannya dengan islam dan berusaha mencapai ihsan.
  5. Menjenguk orang sakit. Hal ini juga hak orang muslim, yang merupakan fenopmena sosial yang harus dipupuk agar subur. Pemupukan dapat dilakukan secara kontinue maupun bertahap.
  6. Berta’ziah kapada orang yang meninggal dunia sebagaimana keterangan diatas.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ .                                [رواه البخاري ومسلم]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah e bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya                 (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Kandungan

  1. Iman terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari. Jadi orang yang beriman harus mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena yang dimaksud dengan iman yaitu percaya didalam hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan. Tanpa amal maka iman tidak ada artinya. Akan tetapi hadits ini menerangkan tentang implementasi dari iman yakni berbuat baik secara horizontal.
  2. Islam menyerukan kepada sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dikalangan individu masyarakat muslim. Dalam suatu hadits yang lain yaitu orang muslim dengan yang lainnya adalah seperti satu bangunan. Apabila yang satu sakit maka yang lain akan merasakannya. Demikian juga sebaliknya.
  3. Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari selainnya . orang itu boleh berkata tapi tidak boleh menyakiti orang lain. Ini merupakan salah satu ukhuwah yang dibentuk oleh background iman. Apabila perkataannya dirasa tidak bermanfaat maka orang itu hendaklah diam. Berkata saja tidak boleh apalagi jika menggunjing, mengolok-olok dan lain sebagainya terlebih lagi jika memakai kekerasa.
  4. Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan kehancuran, sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan. Karena kebanyakan yang dapat menyebabkan permusuhan dan sebagainya itu awal mulanya berasal dari pembicaraan. Maka dari itu sebagai orang beriman harus dapat menjaga pembicaraannya. Hal ini sangat praktis untuk dibahas tapi implikasinya sulit sekali. Maka dari itu dalam islam dianjurkan ajaran tazkiyatun nafs. Karena asal usul pembicaraan yang tidak baik tersebut berawal dari kecenderungan hati menilai seseorang dengan nilai yang negatif.
  5. Hal ini merupakan kelanjutan dari keterangan diatas. Islam sangat menjaga agar seorang muslim berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi. Jadi dalam kondisi bagaimanapun perkataan itu harus dijaga, karena sebuah perkataan akan lebih tajam daripada sebuah pedang.
  6. Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal tersebut dapat menyeret kepada perbuatan yang diharamkan atau yang makruh. Maka dari itu jika orang itu berbicara sudah tidak bermanfaat walaupun perkataan yang diperbolehkan, maka hendaknya dicegah, karena lama-kelamaan suatu perkataan itu akan membawa pembicara menuju ke jalan kebohongan. Diam lebih bermanfaat ketika diam itu seseorang akan terhindar dari sesuatu yang akan membawa ke kemadharatan baik diri sendiri maupun kepada orang lain.
  7. Termasuk kesempurnaan iman adalah menghormati tetangganya dan memperhatikanya serta tidak menyakitinya. Menghormati tetangga termasuk ciri orang muslim. Bahkan dalam islam dianjurkan untuk menghormati tetangga yang jauh juga. Hal itu ditujukan agar umat islam selalu menjaga solidaritas bersama dan kerukunan antara umat islam.
  8.  Implementasi dari keimanan yaitu wajib berbicara saat dibutuhkan, khususnya jika bertujuan menerangkan yang haq dan beramar ma’ruf nahi munkar. Jika ada kemunkaran maka kita wajib mengubahnya sebagaimana keterangan hadits diatas.
  9. Memuliakan tamu termasuk diantara kemuliaan akhlak dan pertanda komitmennya terhadap syariat Islam. Pada prinsipnya orang islam itu disuruh untuk menghormati tamu. Prinsip bertamu itu apabila berada disitu selama 3 hari atau kurang dari itu. Dan dalam islam juga terdapat anjuran untuk mempergauli orang lain dengan baik. Karena setiap orang itu juga merupakan makhluk Allah, maka hendaklah tidak suatu deskriminasi terhadap seseorang atau kelompok.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

[حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا]

 Terjemah hadits :

Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata : Rasulullah ebersabda : Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya .

(Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)

 Kandungan

  1. Termasuk sifat-sifat orang muslim adalah dia menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang mulia serta menjauhkan perkara yang hina dan rendah. Perkara yang mulia meliputi setiap sesuatu perbuatan yang berguna baik bagi dirinya maupun masyarakat.
  2. Pendidikan bagi diri dan perawatannya dengan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat didalamnya. Peninggalan sesuatu yang tidak bermanfaat mengandung arti bahwa manusia harus melakukan sesuatu yang bermanfaat agar waktunya tidak terbuang sia-sia.
  3. Menyibukkkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat adalah kesia-siaan dan merupakan pertanda kelemahan iman.
  4. Anjuran untuk memanfaatkan waktu dengan sesuatu yang manfaatnya kembali kepada diri sendiri bagi dunia maupun akhirat. Karena waktu tidak akan kembali walaupun dinanti. Orang yang selalu memanfaatkan waktunya dengan baik maka ia akan beruntung.
  5. Ikut campur terhadap sesuatu yang bukan urusannya dapat mengakibatkan kepada perpecahan dan pertikaian diantara manusia. Seseorang dalam mencampuri suatu urusan ada batasannya yakni sesuatu yang dianggap pribadi dalam diri seseorang tidak boleh dicampuri.

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى  اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ                  [رواه البخاري ومسلم]

 Terjemah hadits :

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah e dari Rasulullah e, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.                                              (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Kandungan Hadits

  1. Seorang mu’min dengan mu’min yang lainnya bagaikan satu jiwa, jika dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri. Maka dari itu seorang mu’min harus menjauhkan perbuatan hasad (dengki) dan bahwa hal tersebut bertentangan dengan kesempurnaan iman. Ini juga menunjukkan bahwa implementasi keimanan dalam kehidupan sosial yaitu dengan saling menebarkan cinta kasih antara sesama muslim.
  2. Iman dapat bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Dalam meningkatkan keimanan harus secara keseluruhan jangan hanya sebagian yang ditingkatkan, jika demikian maka peningkatan keimanan tidak akan berhasil. Dan hadits ini juga menyatakan anjuran untuk menyatukan hati.

عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّاد ابْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ .                                            [رواه مسلم]

 

Terjemah hadits / ترحمة الحديث :

Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu . Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya. (Riwayat Muslim)

Kandungan Hadits

  1. Syariat Islam menuntut perbuatan ihsan kepada setiap makhluk termasuk diantaranya adalah hewan. Aplikasinya adalah tidak boleh menyiksa dan merusak tubuh sebagai sasaran dan tujuan, tidak juga boleh menyayat-nyayat orang yang dihukum qishash. Islam sangat menganjurkan berbuat sosial dan juga sangat menghormati hak-hak orang lain.
  2. Termasuk ihsan juga berbuat baik terhadap hewan ternak dan belas kasih terhadapnya. Tidak boleh membebaninya diluar kemampuannya serta tidak menyiksanya saat menyembelihnya

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلُّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَ تُمِيْطُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ . [رواه البخاري ومسلم]

 Terjemah hadits /ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : RasulullahSAW bersabda : Setiap anggota tubuh manusia wajib disedekahi, setiap hari dimana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap dua orang (yang bertikai) adalah sedekah, engkau menolong seseorang yang berkendaraan  lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraanya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah ketika engkau berjalan menuju shalat adalah sedekah dan menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah.

(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Kandungan Hadits

  1. Bersyukur kepada Allah ta’ala setiap hari atas kesehatan anggota badan. Karena bersyukur orang akan merasa bahwa ia tidak dapat hidup sendiri dan dengan bersyukur pula Allah telah menjadikan  -sebagai rasa syukur terhadap ni’mat-Nya- setiap anggota badan untuk menolong hamba-hamba Allah ta’ala, bersedekah kepada mereka dengan menggunakannya sesuai kemaslahatannya. Dan hal itu tidak dapat dilakukan kecuali dengan iman yang kuat.
  2. Temasuk sedekah adalah : Menahan tangan dan lisan untuk tidak menyakiti orang lain, justru seharusnya digunakan untuk menunaikan hak-hak setiap muslim. Hal itu pada intinya berbuat ihsan yang dapat dipakai sebagai tolok ukur kadar keimanan seseorang. Sementara jasad harus dikeluarkan zakatnya sebagaimana harta ada zakatnya. Zakat badan adalah melakukan perbuatan baik, bersedekah dan pintu-pintunya banyak. Dengan melakukan perbuatan baik dan bersedekah telah membuktikan bahwa seseorang tersebut beriman dengan sempurna. Namun kebanyakan manusia enggan untuk melakukannya karena mereka merasa harta tersebut hasil jerih payahnya.
  3. Hadits ini juga mengandung anjuran untuk mendamaikan kedua belah pihak, tolong menolong, mengucapkan kalimat yang baik, berjalan menuju shalat dan menyingkirkan penghalang dari shalat. Dan anjuran untuk membersihkan sarana-sarana umum. Hal-hal diatas memang sesuatu yang berbau sosial, akan tetapi hal itu sangat penting untuk dilakukan karena seseorang hidup secara sosial.
  4. Hadits ini juga menganjuran untuk melakukan keadilan, karena dengan keadilanlah ditegakkan langit dan bumi. Keadilan merupakan sesuatu yang sulit sekali diwujudkan. Namun walaupun manusia tidak dapat mewujudkan keadilan yang haqiqi, manusia bisa berusaha untuk mewujudkan keadilan sekemampuan mereka, dengan tetap berpegang teguh pada hukum Allah.

Demikian Hadits dan kandungannya dari saya apabila ada kekurangan saya mohon maaf karena itu semata-mata dari kesalahan pemahaman saya, sedangkan jika benar itu semata merupakan hidayah, I’anah dan taufiq dari Allah.

وبالله التوفيق والهداية والحمد لله رب العلمين

والله اعلم بالصواب

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 554 other followers

%d bloggers like this: