SHOLAT JANAZAH


SHOLAT JANAZAH

By. Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

Pendahuluan

Sholat janazah adalah sholat yang dilakukan untuk menghormati dan mendo’akan mayyit. Teknis pelaksanaannya berbeda dengan sholat lain, karena semua rukun-rukunya dilaksanakan dengan berdiri, tanpa ada ruku’ sujud dan duduk sama sekali. Sholat tersebut merupakan salah satu rangkaian ritual penghormatan pada mayyit.

Dalam urutannya, sholat janazah dilaksanakan setelah mayyit dimandikan dan dikafani, kemudian setelah sholat, prosesi selanjunya adalah menguburkan mayyit.

Hukum pelaksanaannya adalah fardlu kifayah, dalam arti : apabila dalam satu desa sudah ada satu orang yang melaksanakan maka kewajiban bagi yang lain sudah gugur[1], sebaliknya apabila dalam satu desa tidak ada yang melaksanakan sama sekali, maka seluruh penduduk desa berdosa.

 Syarat-syarat Sholat Janazah

Syarat-syarat sholat janazah dibagi menjadi dua :

  1. Syarat bagi musholli.

Dalam hal ini, syaratnya sama persis dengan sholat lainnya, yaitu harus suci dari hadats dan najis yang tidak dima’fu, mengahadap kiblat dan lain sebagainya.

  1. Syarat bagi mayyit atau janazah, yaitu :

@  Telah selesai dimandikan

@  Posisi mayyit berada didepan mushlli dan jarak antara keduanya tidak kurang dari 300 dziro’ ( + 144 m )[2]

Rukun-rukun Sholat Janazah

  1. Niat
  2. Takbir empat kali
  3. Salam
  4. Membaca fatihah setelah takbir yang pertama
  5. Membaca sholawat pada Rosululloh setelah takbir kedua
  6. Mendo’akan mayyit setelah takbir ketiga
  7. Berdiri bagi yang mampu

Teknis dan Tahap-tahap  Pelaksanaan Rukun :

  1. Niat.

Niat harus disertakan dengan takbirotul ihrom sebagaimana niat yang lain. Yang terpenting dalam niat adalah menyebutkan keinginan menyolati mayyit dan menyebutkan status kefardluannya, tanpa harus menyebutkan nama si mayyit. Contoh niat :

أُصَلِّى عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ ( الْحَاضِرِ / الْغَائِبِ ) أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ ِللهِ تَعَالىَ

 Takbir Pertama

Takbir yang pertama adalah takbirotul ihrom (yang disertai dengan niat). Teknis, tata cara maupun kesunahannya  sama dengan takirotul ihrom dalam sholat lain.

Setelah itu membaca surat fatihah bagi yang mampu. Apabila tidak bisa, maka diganti dengan surat maupun ayat yang lain, apabila masih tidak bisa, maka diam dengan kadar waktu sesuai durasi fatihah.

› Catatan

Dalam sholat janazah, setelah takbirotul ihrom tidak disunahkan membaca do’a iftitah, begitu juga surat lain setelah fatihah, yang disunahkan hanya membaca ta’awwudz sebelum fatihah, hal ini karena secara prinsip, sholat janazah itu dikerjakan secara ringkas dan cepat.

  1. Takbir Kedua.

Lalu membaca sholawat pada Rosululloh. Minimal membaca : اللهم صل على محمد, sedangkan yang afdhol, dengan memakai sighot sholawat sebagaimana sholawat setelah tahiyyat dalam sholat lain. Selain itu disunahkan mengiringi dengan sighot salam lalu menambahinya dengan hamdalah, dan kemudian diakhiri dengan mendo’akan orang – orang mu’min.

Secara akurat, sighot yang afdhol dalam rangkaian sholawat adalah sebagai berikut :

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْت عَلَى سَيِّدِِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِِنَا إبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْت عَلَى سَيِّدِِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِِنَا إبْرَاهِيمَ فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْد. أَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

  1. Takbir Ketiga.

Lalu mendo’akan mayyit. Do’a disini haruslah berupa do’a ukhrowi atau untuk kebaikan mayyit diakhirot, tidak boleh dengan do’a yang berhubungan dengan dunia saja. Minimal dengan mengucapkan suatu lafadz yang bisa dikategorikan do’a. Sedangkan yang lebih afdhol adalah sebagai berikut:

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ , وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا , كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

 

F   Apabila mayyitnya anak kecil, maka do’anya sebagai berikut :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيمَانِ , ثُمَّ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا ِلأبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيعًا وَثَقِّلْ بِهِ مَوَازِينَهُمَا وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ عَلَى قُلُوبِهِمَا , وَلاَ تَفْتِنْهُمَا بَعْدَهُ وَلاَ تَحْرِمْهُمَا أَجْرَهُ

 Takbir keempat.

Lalu membaca do’a :

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

  1. Membaca salam

Minimal :    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ

Yang lebih afdhol : السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kesunahan – kesunahan lain

F  Mengangkat kedua tangan ketika takbir empat kali, sejajar dengan pundak dan setelah itu meletakkannya dibawah dada sebelah kiri sebagaimana dalam sholat yang lain

F  Mengeraskan suara ketika takbir dan salam bagi imam dan muballigh

F  Melirihkan suara ketika membaca fatihah, sholawat dan do’a  meskipun sholat dilakukan pada tengah malam

Catatan .­

  • Posisi orang yang menyolati harus berada dibelakang jenazah. Jika jenazahnya laki- laki maka Imam atau orang yang sholat sendirian berdiri tepat pada kepala mayit, dan jika jenazahnya perempuan maka ia berdiri tepat pada pantatnya mayjt.
  • Ketika mayitnya perempuan maka dlomirnya diganti Mu’annats ( ها )[3]

Sholat Ghoib

Sholat ghoib adalah menyolati janazah yang tidak hadir didekat orang yang hendak menyolati. Hal ini disebabkan dua perkara :

  1. Mayit berada jauh dari orang yang hendak menyolati

Dalam hal ini ulama’ terjadi perbedaan pendapat mengenai kategori jauhnya mayyit :

F  Menurut sebagian ulama’, kriterianya adalah sekira mayyit berada jauh diluar daerah musholli sehingga memberi kesan bahwa mayyit bukan penduduk daerah musholli

F  Menurut ulama’ yang lain, kategorinya adalah apabila mayyit  diluar tempat yang wajib ditempuh bagi orang yang tayammum ketika tidak ada air

  1. Mayit sudah dikubur meskipun tidak jauh dari orang yang hendak mensholati.[4]

F  Niatnya sebagai berikut :

أُصَلِّى عَلَى الْمَيِّتِ الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ ِللهِ تَعَالَى

Catatan :

Sebagaimana keterangan diatas, dalam menyolati mayit disyaratkan harus dimandikan terlebih dahulu, dalam sholat ghoib juga disyaratkan : musholli harus mempunyai dugaan kuat bahwa mayyit telah dimandikan, apabila masih ragu, musholli boleh menta’liq ( menggantungkan niatnya ).

F  Sighotnya sebagai berikut :

أُصَلِّى عَلَى الْمَيِّتِ الْغَائِبِ إِنْ غُسِلَ

Artinya : saya menyolati mayyit yang ghoib apabila telah dimandikan

Sedangkan teknis dan tata cara sholat, sebagaimana keterangan diatas.

Masbuk Sholat Janazah

Dalam sholat janazah, ma’mum juga bisa berstatus masbuq sebagaimana dalam sholat jama’ah yang lain. Kriteria maupun hukumnya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat lain, hanya saja dalam sholat janazah yang menjadi tolok ukur ketertinggalan ma’mum yang bisa menyebabkan sholatnya batal adalah takbir, berbeda dengan jama’ah lain. Hal ini karena rukun dan teknis pelaksaannya memang tidak sama.

Hukum-hukum Ma’mum Masbuq dalam Sholat Janazah :

a      Ketika ma’mum menjumpai imam ditengah-tengah sholatnya, maka ia tetap harus melaksanakan rukun-rukun sesuai dengan urutan yang semestinya meskipun tidak sesuai dengan rukun imam.

b      Ketertinggalan ma’mum dari imam yang sampai menyebakan sholatnya batal adalah satu takbir[5] apabila tanpa ada udzur, dan dua takbir apabila ada udzur. Dalam hal ini, udzurnya ada dua : lambannya bacaan ma’mum dan lupa.

œ  Contoh 1 & 2 : Ketika imam sedang membaca do’a pada mayyit (setelah takbir ketiga), ma’mum baru menempat pada barisan sholat, lalu ia melakukan takbirotul ihrom. Yang harus dilaksanakan ma’mum pada waktu itu adalah membaca fatihah bukan membaca do’a sebagaimana imam, karena urutan rukun yang mestinya ia jalani adalah membaca fatihah.

Dalam posisi seperti itu, hendaknya ia tidak membaca  iftitah maupun ta’awwudz terlebih dahulu sebelum fatihah, kecuali ia mempunyai dugaan akan bisa menyelesaikan fatihahnya sebelum imam takbir selanjutnya[6]. Apabila sebelum ia menyelesaikan fatihahnya, imam sudah melakukan takbir selanjutnya, maka ia pun harus mengikutinya tanpa menyelesaikan fatihahnya terlebih dahulu, karena sudah ditanggung oleh imam. Apabila ia tidak mengikutinya sampai imam melakukan takbir selanjutnya maka sholatnya batal.

c      Apabila ma’mum ketinggalan dari imam dan masih mempunyai tanggungan rukun yang belum ia selesaikan, maka harus diselesaikan setelah imam salam[7].

Apabila ma’mum masbuq masih dalam tengah-tengah mengerjakan sholatnya, disunnahkan mayyit tidak diangkat dahulu, karena menunggu masbuq tersebut selesai.


[1] Meskipun sudah gugur, apabila dilakukan tetap mendapatkan pahala.

[2] Syarat yang kedua ini untuk sholat mayyit yang hadir

[3] Boleh – boleh saja menggunakan dlomir Mudzakkar ( ه ) ketika yang dihendaki mayit seseorang.

[4] selain itu, orang tersebut termasuk orang yang terkena hukum wajib kifayah ketika mayit meninggal ( islam, Mukallaf dan suci )

[5] Namun hukum terssebut tidak berlaku pada salam. Artinya apabila ma’mum kletinggalan satu takbir, namun rukun setelah takbir tersebut adalah salam, maka ma’mum boleh berlama-lamaan menunggu sholatnya selesai.

[6] Apabila ia terlanjur membaca iftitah atau ta’awwudz, dan ternyata sebelum menyelesaikan fatihahnya, imam sudah takbir berikutnya maka ia harus menambah bacaan fatihah sesuai dengan durasi yang digunakan untuk membaca iftitah maupun ta’awwudz. Setelah itu ia harus segera takbir dan melaksanakan rukun setelahnya sesuai dengan urutannya.

[7] Apabila hal yang yang menjadi tanggungan hukumnya wajib, maka hukum menyelesaikannya juga wajib. Apabila sunnah, hukum menyelesaikannya juga sunnah.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 555 other followers

%d bloggers like this: