KRITERIA PEMILIHAN MEDIA PENDIDIKAN


KRITERIA PEMILIHAN MEDIA PENDIDIKAN

Oleh: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

 

A.   Latar Belakang

Pada dasarnya media pendidikan merupakan sarana komunikasi dalam proses belajar mengajar yang berupa perangkat keras maupun lunak untuk mencapai proses dan hasil intraksional yang efektif dan efisien serta tujuan intraksional dapat dicapai dengan mudah. Oleh karena itu media pendidikan harus dibuat sebaik mungkin agar dapat menarik peserta didik dalam memahami sesuatu.

Dewasa ini banyak sekali berkembang media pendidikan, baik yang berupa perangkat lunak maupun keras. Maka dari itu diperlukan filter atau penyaringan media tersebut agar sesuai yang dibutuhkan oleh peserta didik dan pendidik. Keduanya harus selektif dalam memilih media pendidikan agar dapat digunakan secara efisien dan mudah.

Pendidik harus memiliki pandangan luas dalam memilih media yang tepat untuk digunakan, karena hal itu menentukan keberhasilan pembelajaran pada waktu itu. Pendidik juga harus memperhatikan kondisi peserta didik dalam memilih media tersebut, agar peserta didik tidak merasa diberatkan dengan media yang dipakai. Disamping itu pendidik juga harus memperhatikan kondisi dari proses pembelajaran yang sedang berlangsung, karena media yang digunakan akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan kegiatan pembelajaran tersebut.

Demikian juga, dalam pemilihan media pendidikan seseorang harus memperhatikan tempat dan fasilitas yang ada, dan biaya pengadaan media tersebut. Jangan sampai pengadaan media tersebut menjadi beban bagi para pendidik dan juga peserta didik. Maka dari itu kami dalam tulisan ini akan membahas tentang cara-cara dan kriteria pemilihan media pembelajaran yang tepat untuk digunakan, yang sesuai dengan kondisi sekarang dan tidak memberatkan bagi salah satu pihak.

Sebelum kita lebih jauh membahas mengenai kriteria pemilihan media pendidikan, maka terlebih dahulu hendaklah kita membahas tentang pemilihan media pendidikan.

B.  Pemilihan Media Pendidikan

Pengajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam proses pengajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Pemilihan media yang tepat akan membantu guru untuk menyampaikan materi pelajaran yang diberikan kepada siswa. Karena dengan media akan memberikan motivasi, kejelasan, rangsangan atau stimulus bagi siswa dalam mengikuti pelajaran.

Meskipun demikian kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa biasanya seorang guru atau pendidik lebih memilih menggunakan satu media dalam pembelajarannya setiap hari dengan berbagai alasan, antara lain: ia sudah merasa akrab dengan media tersebut, ia merasa bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik daripada dirinya sendiri, atau media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian siswa.

Padahal pada kenyataannya alasan-alasan diatas hanyalah merupakan alasan menurut pemikiran guru saja atau pemikiran dari satu pihak. Sedangkan peserta didik sudah merasa bosan dengan media yang digunakan atau media yang digunakan kurang tepat dan terlalu monoton.

Heinich dan kawan-kawan (1982) mengajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE. Model ini menyarankan enam kegiatan utama dalam perencanaan pengajaran sebagai berikut.

(A) menganalisis karakteristik umum kelompok sasaran, apakah mereka siswa sekolah lanjutan atau perguruan tinggi, anggota organisasi pemuda, perusahaan, usia, jenis kelamin, latar belakang, budaya dan sosial skonomi, serta menganalisis karakteristik, khusus mereka yang meliputi antara lain pengetahuan, ketrampilan dan sikap awal mereka. (S) menyatakan atau merumuskan tujuan pengajaran. (S) memilih, memodifikasi, atau merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat. (U) menggunakan materi dan media. (R) meminta tanggapan dari siswa. (E) mengevaluasi proses belajar.

Jadi pada intinya seorang harus menguasai media pendidikan atau pengajaran yang dipilihnya. Karena tanpa penguasaan yang baik maka guru tidak akan dapat menjalankan perannya dengan baik. Disamping itu guru atau pendidik juga harus memilih media yang tepat yang digunakan pada waktu penyampaian materi pelajaran.

Pada tingkat yang menyeluruh dan umum pemilihan media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  1. Hambatan, pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia (waktu mengajar dan pengembangan materi dan media), sumber-sumber yang tersedia (manusia dan material).
  2. Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran. Isi pelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya penghafalan, penerapan, ketrampilan pengertian hubungan-hubungan, atau penalaran dan pemikiran tingkatan lebih tinggi. Setiap kategori pembelajaran itu menuntut perilaku yang berbeda-beda, dan dengan demikian akan memerlukan tehnik dan media penyajian yang berbeda pula.
  3. Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan ketrampilan awal, seperti membaca, mengetik dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lainnya.
  4. Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru dan pelajar)dan keefektifan biaya.
  5. Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula:
    1. Kemampuan mengakomodasi penyajian, stimulus yang tepat (visual dan/audio).
    2. Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat (tertulis, audio dan/ kegiatan fisik).
    3. Kemampuan mengakomodasikan umpan balik.
    4. Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi atau stimulus, dan untuk latihan dan tes (sebaiknya latihan dan tes menggunakan media yang sama)

6.  Media sekunder harus mendapat perhatian karena pengajaran yang berhasil menggunakan media yang beragam. Dengan penggunaan media yang beragam siswa memiliki kesempatan untuk menghubungkan dan berinteraksi dengan media yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan belajar mereka secara perorangan.

C.  Kriteria Pemilihan Media

Kriteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media merupakan bagian dari sistem instruksional secara keseluruhan. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam memilih media.

  1. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
  2. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi. Media yang berbeda, misalnya filin dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda, dan oleh karena itu memerlukan proses dan ketrampilan-ketrampilan mental yang berbeda untuk memahaminya.
  3. Praktis, luwes, dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang mahal dan memakan waktu lama untuk memproduksinya bukanlah jaminan sebagai media yang terbaik.
  4. Guru terampil menggunakannya. Ini merupakan salah satu kriteria utama. Apapun media itu guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran.
  5. Pengelompokan sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan.
  6. Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograph harus memenuhi persyaratan teknis tertentu. Misalnya, visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu pada elemen lain yang berupa latar belakang.
  7. Kemudahan memperoleh media; artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Media grafis umumnya dapat dibuat guru tanpa biaya yang mahal, disamping sederhana dan praktis penggunaannya.
  8. Tersedia waktu untuk menggunakannya; sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.
  9. Sesuai dengan taraf berpikir siswa; memiliki media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat dipahami oleh para siswa.

Denga kriteria pemilihan media di atas, guru dapat lebih mudah menggunakan media mana yang dianggap tepat untuk mempermudah tugas-tugasnya sebagai pengajar. Kehadiran media dalam proses pengajaran jangan dipaksakan sehingga mempersulit tugas guru, tapi harus sebaliknya yakni mempermudah guru dalam menjelaskan bahan pengajaran. Oleh sebab itu media bukan sebagai keharusan tetapi  sebagai pelengkap jika dipandang perlu untuk mempertinggi kualitas belajar dan mengajar.

Maka dari itu dalam penggunaan media harus memenuhi kriteria minimal tiga dari kriteria di atas agar proses pembelajaran tidak berlangsung secara sia-sia dan penggunaan media dapat berhasil dan bermanfaat dengan baik.

Sekian

Semoga Bermanfaat

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 555 other followers

%d bloggers like this: