MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM


MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM

(Teoritik & Praktik)

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

A.    Latar Belakang

Dalam Pembangunan pendidikan bukan hanya terfokus pada penyediaan faktor input pendidikan tetapi juga harus lebih memperhatikan faktor proses pendidikan. Input yang baik tidak menjadi jaminan peningkatan mutu suatu pendidikan. Selain input dan proses, juga perlu diperhatikan keragaman peserta didik, kondisi lingkungan dan peran serta masyarakat. Peningkatan mutu pendidikan tidak dapat terlaksana tanpa pemberian kesempatan kepada sekolah yang aktif dan mandiri mengambil keputusan tentang pendidikan. Sekolah harus menjadi bagian utama, sedangkan masyarakat dituntut partisipasinya dalam peningkatan mutu yang telah menjadi komtimen sekolah demi kemajuan masyarakat.

Hubungan sekolah-masyarakat adalah untuk meningkatkan kepedulian, keterlibatan,  kepemilikan dan dukungan masyarakat. Masyarakat disini meliputi masyarakat setempat dimana sekolah itu berada, orang tua murid dan masyarakat pengguna. Hubungan antara sekolah dan masyarakat pada hakikatnya adalah sarana yang mempunyai peranan dan menentukan dalam rangka usaha mengadakan pembinaan, pertumbuhan dan juga perkembangan peserta didik di sekolah. Ada kebutuhan yang sama dari keduanya, baik dari segi edukatif maupun dari segi psikologis.

Hubungan antara sekolah dan masyarakat lebih dibutuhkan dan terasa fungsinya karena adanya kecenderungan perubahan dalam pendidikan yang menekankan perkembangan pribadi dan sosial anak melalui pengalaman anak-anak dibawah bimbingan guru baik diluar maupun di dalam sekolah.

Sekolah islam dengan masyarakat memiliki hubungan yang erat dalam mencapai tujuan sekolah islam atau pendidikan islam secara efektif dan efisien. Sebaliknya sekolah juga harus menunjang pencapaian tujuan, pemenuhan kebutuhan masyarakat khususnya kebutuhan pendidikan. Dari hal tersebut dapat dipahami, bahwa organisasi pendidikan pada hakikatnya adalah suatu bentuk organisasi yang terbuka dalam arti lembaga pendidikan selalu kontak hubungan dengan lingkungannya. Hal ini perlu, karena untuk menjaga agar system atau lembaga itu tidak mudah mati. Karena hidup dan matinya pendidikan sebagian besar ditentukan oleh usaha lembaga itu sendiri.

Oleh karena itu, sekolah islam berkewajiban memberi penerangan tentang tujuan, program, kebutuhan serta keadaan masyarakat. Sekolah islam juga harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan, harapan dan tuntutan masyarakat. Jadi antara sekolah islam dengan masyarakat harus dibina hubungan yang harmonis.

Akan tetapi fenomena yang terjadi sekarang ini terlebih lagi sekolah di kota-kota besar, terjadi hubungan yang kurang harmonis antara sekolah islam dengan masyarakat. Dan juga untuk membangun hubungan yang baik antara sekolah dengan masyarakat, khususnya sekolah islam diperlukan waktu yang tidak sedikit. Sementara itu kebutuhan terhadap hubungan antara sekolah dengan masyarakat ini makin mendesak.

Berdasarkan hal-hal yang diuraikan diatas, maka penulis ingin menjelaskan dan mengungkapkan secara lebih detail tentang bagaimana manajemen hubungan masyarakat  di lembaga pendidikan Islam yang meliputi pelaksanaan, fungsi dan hal-hal yang lain yang berkaitan dengan hubungan dengan masyarakat.

Peningkatan mutu atau kualitas pendidikan tidak dapat terlaksana tanpa pemberian kesempatan sebesar-besarnya kepada sekolah untuk sebagai aktif dan mandiri dalam mengambil sebuah keputusan pendidikan. Sekolah disini menjadi bagian utama, sedangkan masyarakat dituntut partisipasinya dalam peningkatan mutu yang telah menjadi komitmen sekolah demi kemajuan masyarakat.

B.     Pengertian, Fungsi, Tujuan, Tugas dan Kewajiban Hubungan Masyarakat

1.    Pengertian Hubungan Masyarakat.

Menurut Oami Abdurrahman M.A. hubungan masyarakat adalah menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen pada suatu lembaga dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi. Semua ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan pengertian dan kemampuan publik dan opininya yang menguntungkan (saling kerja sama).

Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan masyarakat merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh goodwill, kepercayaan, saling pengertian dan citra yang baik dari publik. Sasaran hubungan masyarakat adalah menciptakan opini publik yang menguntungkan semua pihak (lembaga pendidikan islam dan masyarakat).

Hubungan masyarakat merupakan unsur yang sangat penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi atau perusahaan.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para petugas hubungan masyarakat, yaitu:

  1. Kemampuan mengamati dan menganalisis persoalan
  2. Kemampuan menarik perhatian
  3. Kemampuan mempengaruhi pendapat
  4. Kemampuan menjalin hubungan dan suasana saling percaya.

Dari keempat persyaratan dasar tersebut, kedudukan hubungan masyarakat adalah sebagai peneliti, penilai selera dan sikap masyarakat, menyelaraskan organisasi dengan kepentingan umum, serta merumuskan dan melaksanakan suatu program kerja untuk mendapatkan dukungan dan kepercayaan masyarakat.

2.    Fungsi Hubungan Masyarakat

Sekolah sebagai fungsi organisasi harus melaksanakan fungsi organisasinya dalam penerapan administrasi pendidikan, yaitu dengan memperhatikan komponen lingkungan sebagai salah satu faktor dalam pendidikan. Masyarakat sebagai lingkungan sekolah harus diperhatikan dan dikondisikan oleh sekolah agar masyarakat dapat terlibat dalam pengelolaan sekolah.

Fungsi utama hubungan masyarakat adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga organisasi dengan publiknya dalam rangka menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik supaya menciptakan pendapat atau opini yang menguntungkan lembaga atau organisasi.

Menurut Edwin Emery, ia menyatakan bahwa fungsi hubungan masyarakat adalah upaya yang terencana dan terorganisasi dari sebuah perusahaan atau lembaga untuk menciptakan hubungan-hubungan yang saling bermanfaat dengan berbagai publiknya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan masyarakat mempunyai fungsi timbal balik, dengan menumbuhkan sikap dan gambaran masyarakat yang positif terhadap segala tindakan dan kebijakan organisasi atau lembaganya. Serta berusaha mengenali hal-hal yang dapat menimbulkan sikap negatif dalam masyarakat sebelum sesuatu tindakan atau kebijakan dilakukan.

3.     Tujuan dan Sasaran Hubungan Masyarakat

Tujuan hubungan antara sekolah dan masyarakat adalah:

  1. Mengembangkan pembinaan pengertian masyarakat tentang semua aspek atau bidang pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Ini dilakukan agar masyarakat termotivasi untuk bisa memberikan bantuan yang maksimal terhadap terlaksananya program-program sekolah tersebut.
  2. Menampung harapan-harapan tentang tujuan pendidikan di sekolah, yang dapat dilakukan dengan mengadakan pertemuan-pertemuan rutin antara sekolah dengan masyarakat. Hal ini perlu karena lulusan sekolah akan kembali ke masyarakat, maka tujuan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  3. Memperoleh partisipasi, dukungan, bantuan secara konkrit dari masyarakat, baik berupa tenaga, sarana maupun dana demi kelancaran tercapainya tujuan pendidikan.
  4. Menumbuh dan membangkitkan rasa tanggung jawab yang lebih besar pada masyarakat terhadap kelangsungan program pendidikan di sekolah.
  5. Mengikutsertakan masyarakat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sekolah, menyangkut permasalahan siswa, guru, perlengkapan, keuangan dan perumusan tujuan sekolah.

Jadi pada intinya sekolah diharapkan dapat melaksanakan hubungan dengan masyarakat secara terus menerus dan berkesinambungan, sehingga masyarakat dapat membantu program sekolah dan kerjasama yang baik.

4.     Tugas dan Kewajiban Hubungan Masyarakat

Tugas dan kewajiban utama hubungan masyarakat adalah:

  1. Menyampaikan pesan, informasi dari perusahaan secara lesan, tulis atau visual kepada publiknya, sehingga masyarakat memperoleh pengertian yang benar, tepat mengenai kondisi perusahaan, tugas dan kegiatannya.
  2. Melakukan studi dan analisis atas tanggapan publik terhadap kebijaksanaan dan tindakan perusahaan.
  3. Menyampaikan fakta-fakta dan pendapat kepada para pelaksana tugas guna membantu mereka dalam memberikan pelayanan yang mengesankan publik.

C.     Praktek Hubungan Masyarakat

Bentuk-bentuk hubungan masyarakat dalam prakteknya antara lain adalah:

Menerbitkan majalah organisasi

Berdasarkan publik yang dituju, maka majalah organisasi diklasifikasikan sebagai:

  1. Majalah intern, untuk keperluan publik didalam organisasi, terutama karyawan yang sehari-harinya bekerja dalam lingkungan organisasi.
  2. Majalah ekstern, diterbitkan oleh perusahaan besar dalam bentuk yang indah dan penuh artikel yang dihiasi dengan gambar-gambar yang menarik.
  3. Majalah ekstern-intern, gabungan dari keduanya.
  4. Membuat film dokumenter yang melihat dari fakta yang terjadi seperti hubungan manusia dan alam.
  5. Menyelenggarakan pameran untuk memperkenalkan lembaga atau organisasi dengan memperlihatkan produksi yang dihasilkan.
  6. Menggunakan media massa, untuk mempromosikan lembaga atau organisasi yang baru atau produk baru yang merupakan unggulannya.

D.     Kerja Sama Hubungan Masyarakat Dengan Publik Luar

Salah satu tujuan dari hubungan masyarakat adalah mempererat hubungan dengan orang-orang diluar organisasi atau perusahaan, sehingga terjadi komunikasi dua arah.

Adapun bentuk-bentuk kerjasama dari humas dengan publik luar, yaitu:

  1. Hubungan melalui kontak pribadi

Seorang petugas dari Humas biasanya mempunyai pengalaman-pengalaman mereka dan mempunyai tugas memikirkan dan memperhatikan kepentingan publik. Yang pelru diperhatikan adalah perlakuan terhadap perorangan yang mempunyai hubungan dengan lembaga itu. Hubungan yang baik ditentukan oleh sikapnya yang ramah, sopan, hormat dan menaruh perhatian pada orang lain.

Hubungan dengan media massa

Media massa mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyebarkan informasi kapada masyarakat juga pemerintah. Dalam hal ini media massa mempunyai sasaran:

v  Untuk memperoleh publisitas seluas mungkin mengenai kegiatan serta langkah lembaga yang dianggap baik untuk diketahui publik.

v  Untuk memperoleh tempat dalam pemberitaan pers.

v  Untuk memperoleh umpan balik mengenai upaya dan kegiatan lembaga tersebut.

v  Melengkapi data pimpinan lembaga untuk keperluan kegiatan.

v  Mewujudkan hubungan stabil dan rasa saling percaya dan menghormati.

Kerjasama humas dengan masyarakat.

Agar keberhasilan suatu lembaga atau organisasi, maka hubungan dengan masyarakat perlu dibina dengan baik. Untuk memperlancar hubungan ini harus diupayakan adanya alat bantu yang memungkinkan lancarnya hubungan tersebut. Misalnya program komunikasi tatap muka dapat  diadakan dengan menggunakan alat bantu, seperti:

v  Penyelenggaraan pameran yang bersifat umum.

v  Pemberian ceramah atas inisiatif sendiri atau masyarakat.

v  Penyelenggaraan acara-acara pertunjukan atau ketentuan.

E.     Peranan Manajer Dalam Menangani Hubungan Dengan Masyarakat

Peranan manajer dalam memajukan hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat adalah menjalin kerjasama dengan masyarakat, tokoh masyarakat dalam memajukan sekolah islam dengan strategi menarik perhatian masyarakat melalui mutu pendidikan yang dihasilkan oleh staf mengajar, artinya para pengajar bisa dibina sehingga mereka bisa bekerja dengan baik, memberikan teladan kepribadian kepada siswa dan menanamkan ilmu pengetahuan.

Manajer diharapkan dapat membangkitkan semangat kerja badan-badan pembantu perhubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat seperti dewan penyantun dan BP3, agar mereka tetap rutin dan aktif. Peranan manajer lainnya adalah melakukan pendekatan kepada para pimpinan formal badan-badan pemerintah setempat, para tokoh masyarakat, para pemakai lulusan dan para pemimpin media massa di masyarakat, agar mereka aktif membantu lembaga dalam pembanguna pendidikan islam.

Apabila manajer pendidikan dapat mewujudkan kerjasama dengan baik dengan para wakil masyarakat, maka ia dapat merealisasikan misinya. Oleh karena itu masalah-masalah yang muncul dalam pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara lembaga, orang tua dan masyarakat. Manajer dituntut bekerja keras dalam meningkatkan pendidikan islam, seperti memantau pelaksanaannya, menilai dan merevisinya. Jadi pada intinya lembaga pendidikan islam adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Lembaga pendidikan islam dan masyarakat adalah saling melengkapi kebutuhan mereka akan prestasi belajar anak didiknya.

F.      Tehnik dan Bentuk Humas

Humas dalam satuan pendidikan islam dapat dilakukan dengan berbagai tehnik dan bentuk yang sesuai dengan kondisi masyarakat sekelilingnya. Oleh karena itu sebelum melakukan analisis tentang program, tehnik dan bentuknya, perlu terlebih dahulu mengenal dan mengkaji masyarakat yang bagaimana, yang menjadi sasaran lembaga pendidikan islam, sebagaimana lapisan masyarakat (elit, menengah, dan masyarakat bawah).

Dengan demikian untuk menghadapi berbagai ragam masyarakat membutuhkan tehnik tersendiri agar proses humas berjalan secara efektif dan efisien. Adapun tehnik dalam humas dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Tehnik humas dengan kata-kata (lisan atau tulisan).
  2. Tehnik humas dengan perbuatan.
  3. Tehnik terpadu (kata-kata dan perbuatan)

Mengenai bentuk-bentuk humas mengacu dari tehnik tersebut, dengan mencari bentuk apa yang dapat dilakukan dengan kata-kata, perbuatan atau perpaduan keduanya. Diantara bentuk-bentuk humas adalah: leafiet (brosur, selebaran), kontak melalui surat, silaturrahmi, buletin pres realase, pameran, open day, pidato, seminar, lokakarya, sarasehan dan lain-lain.

Dalam penerapannya perlu didukung prinsip-prinsip dalam islam, seperti:

v  Saling berperan dengan sabar dan kasih sayang

v  Menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.

G.     Pelaksanaan Hubungan Dengan Masyarakat (Praktik)

Dalam pelaksanaannya, hubungan MAN dengan masyarakat sangat baik. Lembaga pendidikan MAN berusaha menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi masyarakat sekitar untuk menciptakan suasana yang menguntungkan lembaga MAN sendiri. Hal ini sesuai dengan fungsi hubungan masyarakat pelaksanaan penelitian di MAN adalah didalam, oleh dan untuk maysarakat. Program-program yang dibuat hanya akan dapat berjalan dengan lancar apabila mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.

Dari sumber yang kami peroleh, MAN banyak memberi informasi kepada masyarakat tentang program dan problem yang dihadapi, agar masyarakat mengetahui dan memahami masalah-masalah yang dihadapi lebih lanjut. Dan pihak MAN sendiri mengaharapkan adanya rasa simpati masyarakat terhadap program-program sekolah dan adanya partisipasi aktif dari masyarakat sekitar.

Masyarakat sekitar memiliki hubungan yang baik dan tanggung jawab pada lembaga MAN tersebut. Mereka merasakan dan mengalami menjadi warga sekolah dan memperoleh layanan dari sekolah tersebut.

Kepala MAN memberikan tugas kepada para bawahannya (wakilnya) meliputi: kesiswaan, kurikulum, humas, dll. Untuk humas dipimpin oleh waka bagian humas. Kepala humas mencantumkan sasaran yang jelas agar komunikasi dengan masyarakat bisa dilakukan dengan baik. Mengenai tujuan humas dari MAN adalah memberikan pembinaan pada masyarakat tentang program-program pendidikan. Melalui  pertemuan atau rapat bisa disepakati bersama mengenai kelulusan karena mereka akan kembali ke masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut.

Tugas atau kewajiban dari Humas dilakukan dengan pihak MAN menyampaikan pesan atau informasi kepada masyarakat sekitar supaya mereka benar-benar mengerti mengenai kondisi kegiatan sekolah. Melakukan studi analisis terhadap kebijakan sekolah. Selain itu masyarakat sekitar ikut mengawasi siswa yang sering bolos, ada di warung kopi, bilyar atau ke tempat wisata dengan memakai seragam sekolah, dan mengawasi tamu-tamu atau orang-orang yang tidak dikenal, ketika ada siswa yang berada di warkop ketika jam pelajaran masyarakat ikut memperingatkan siswa tersebut, jika tidak didengar akan dilaporkan ke MAN agar mendapat bimbingan dan jika tidak digubris akan dilaporkan ke polisi. Kasus lain misalnya terjadi perkelahian antara MAN dengan sekolah lain, masyarakat mencoba melerai dan mendamaikan mereka. Karena hal ini sangat mengganggu ketenangan masyarakat sekitar.

H.     Praktek Hubungan Masyarakat

Kepala sekolah sebagai pemimpin atau manajer merupakan sumber dari pembaharuan sekolah. Kepala MAN jika tidak repot, ia datang ke sekolah pagi-pagi sekali dan mendorong para siswa, dan guru serta karyawan untuk melakukan hal yang sama. Mendukung dana kegiatan belajar mengajar. Kepala sekolah juga harus mengembangkan potensi-potensi yang ada. Guru dan siswa mengikuti jadwal belajar mengajar dengan baik. Siswa dididik disiplin dan bersemangat untuk belajar.

Humas juga cukup baik, masyarakat sekitar ikut memperhatikan siswa yang pulang lebih awal dan melaporkannya ke sekolah. Dalam acara keagamaan, guru dan siswa memberi kontribusi kepada masyarakat seperti isro’mi’raj, maulid nabi. Ketika hari raya idul adha dilakukan penyembelihan hewan kurban dan dibagikan kepada masyarakat sekitar, demikian juga mengenai zakat.

Kadang-kadang guru diundang untuk berperan serta dalam kegiatan pembangunan desa, mereka menyumbang beras kepada keluarga miskin di lingkungan sekolah, bahkan tidak lama, ketika terjadi bencana angin topan yang melanda masyarakat, dari MAN juga melakukan evakuasi korban bencana dan memberikan bantuan kepada masyarakat seperti beras, gula, dan sebagainya. Masyarakat juga ikut memantau keamanan sekolah, jika ada tamu yang tidak dikenal.

Dalam prakteknya MAN melakukan atau memperkenalkan lembaga pendidikannya melalui metode yang tepat, misalnya membuat kalender dan menerbitkannya dibantu oleh para siswa yang berorganisasi di OSIS. Dalam kalender terdapat gambar-gambar kepala sekolah, wakilnya, guru-guru, pengurus  administrasi, siswa, dan kegiatan yang dilakukan, sehingga masyarakat terutama orang tua bisa mengetahui keadaan sekolah tersebut.

Fasilitas yang dipakai untuk mendukung proses belajar mengajar sudah lengkap, selain dari pemerintah, pihak MAN juga mendapat sumbangan dari masyarakat sekitar yang peduli dengan pendidikan, terutama para alumnus dari MAN tersebut. Mereka  yang berhasil dalam pekerjaannya menyisihkan sebagian penghasilan untuk disumbangkan pada sekolah yang dulu pernah ditempatinya. Selain itu fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan lainnya adalah milik desa setempat. Mereka saling mendukung dan bekerja sama untuk memakai dan merawat lapangan tersebut. Dan lagi fotocopy untuk para siswa dan guru juga dibuka untuk umum.

Ketika ada kegiatan bazar, pentas seni, siraman rohani juga diadakan di lapangan desa tersebut. Setiap tahun MAN selalu memperingati ulang tahunnya, didalamnya dirangkai acara, seperti sepeda sehat, bazar yang mengenalkan kreasi para siswa juga pengajian dan band untuk menghibur masyarakat sekitar, yang hal itu tidak dapat berhasil tanpa partisipasi dari masyarakat.

Dalam memecahkan masalah, kepala desa kadang-kadang diundang untuk mengikuti atau menghadiri pertemuan dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Hal ini memberikan kesempatan kepada kepala desa untuk mengungkapkan gagasan dan keterlibatannya dalam pengembangan sekolah, karena mereka merupakan bagian dari sekolah. Ketika sekolah mengajukan program kepada BP3, masyarakat berperan serta dalam berdiskusi dan dalam melaksanakannya, contohnya pembangunan musholla yang merupakan salah satu kerja sama yang dilakukan pihak sekolah dengan masyarakat.

Dalam rapat program BP3, terkadang juga melibatkan tokoh masyarakat dalam membuat keputusan, disini mereka lebih terlibat dan memperoleh kesempatan untuk mengetahui dan mempelajari program-program baru, biaya yang diperlukan dan kegiatan yang perlu dilakukan. Dan mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai pengembangan sekolah. Orang tua juga diundang ke sekolah untuk membahas kemajuan belajar siswa. Setiap tahun semester diadakan dialog terbuka untuk meningkatkan keinginan orang tua untuk mendukung diadakannya pelajaran tambahan pada kelas 1 dan 2 juga 3 untuk persiapan ujian akhir. Melalui dana BP3 kegiatan tersebut dibiayai.

I.       Kerja Sama Hubungan Masyarakat Dengan Publik Luar

Kerja sama humas dengan publik luar dapat dilihat dari hubungan MAN dengan orang-orang atau instansi luar, dan terjadi komunikasi yang timbal balik, misalnya melalui kontak pribadi, media massa dan sebagainya. Dalam hubungan melalui kontak pribadi ketua humas telah mempunyai pengalaman di masyarakat karena mereka juga bagian dan tinggal di masyarakat. Petugas humas dari MAN bersikap ramah, sopan, hormat dan perhatian kepada tetangga dan masyarakat sekitar.

Sedangkan hubungan dengan media massa, kegiatan humas bekerja sama dengan media massa karena  media massa berperan sebagai penyebar informasi pada masyarakat, pemerintah dan pendapat umum, contohnya kerja sama dengan salah satu percetakan  sebagai penerbit majalah yang dibuat MAN.

J.      Peranan Manajer Dalam Menangani Hubungan Dengan Masyarakat

Peranan manajer tepatnya kepala sekolah dalam menangani hubungan dengan masyarakat, kepala sekolah MAN memberikan tanggung jawab kepada wakil kepala sekolah, para guru untuk memfokuskan tenaganya pada peningkatan program-program akademik dan cara-cara untuk mencapainya dan memberikan perhatian lebih pada pembentukan hubungan antara orang tua siswa dan masyarakat. Kepala sekolah mengumpulkan dukungan dari diskusi dengan para guru, orang tua dan masyarakat dalam usaha pengembangan sekolah untuk menerima umpan balik dan mengusulkan alternatif pendekatan dan juga pengembangan lainnya, biasanya mengadakan rapat rutin untuk menghadapi masalah. Anggaran sekolah didiskusikan secara terbuka, harapan dan tanggung jawab telah ditetapkan, sehingga semua pihak mempunyai pemahaman yang jelas. Meskipun tidak mudah menjadi kepala sekolah karena tidak semua program rencana bisa dijalankan dengan baik, tetapi berdasarkan kondisi yang ada kepala sekolah bekerja sama dengan masyarakat dan pihak-pihak yang terkait mengembangkan visi dan misi MAN.

K.     Tehnik dan Bentuk Humas

Dari pihak MAN, tehnik dan bentuk humas disesuaikan dengan keadaan masyarakat sekitar, karena seperti yang kita ketahui masyarakat sekitar terdiri dari beberapa lapisan, seperti masyarakat elit, terdiri atas para pejabat, pengusaha, ulama, kiai, dosen dan sebagainya mereka kebanyakan tinggal di perumahan sekitar MAN. Masyarakat menengah terdiri dari masyarakat pengusaha kecil, karyawan, mahasiswa, dan sebagainya. Masyarakat tingkat bawah meliputi, masyarakat pinggiran kota, petani, para buruh, masyarakat pedalaman dan sebagainya. Kebanyakan masyarakat sekitar MAN terdiri dari tiga lapisan masyarakat tersebut. Dengan demikian memerlukan tehnik yang berbeda agar dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Sedangkan bentuk humas mengacu pada tehnik tersebut. Melalui tehnik kata-kata pihak MAN melakukan kontak dengan masyarakat antara lain menerbitkan majalah atau buletin yang diberikan kepada siswa untuk memperkenalkan pendidikan yang ada di MAN dengan mencantumkan kegiatan-kegiatan siswa terkait dengan siswa dan masyarakat. Buletin juga diberikan kepada orang tua sebagai masyarakat supaya mereka mengetahui keadaan MAN. Mengeluarkan kalender setiap tahun dan masih banyak lagi yang lain.

Untuk tehnik perbuatan dilakukan melalui bakti sosial pada masyarakat setempat, pihak MAN gotong royong membersihkan jalan-jalan lapangan, karya wisata atau studi banding. Para guru dan wakil siswa melakukan studi banding dengan sekolah lain untuk meningkatkan pendidikan yang ada di MAN. Pertunjukan seni, ketika agustus, mengikuti pawai bineka, sepeda hias dan lomba-lomba prestasi, PCB yang biasanya diadakan 1 tahun sekali di Salah satu perguruan tinggi.

Dan tehnik perpaduan (kata dan perbuatan) dilakukan dengan silaturrahmi dengan masyarakat sekitar, iklan ditelevisi kegiatan perkemahan pramuka dan sebagainya.

Dalam penerapannya di MAN  sebagai lembaga pendidikan islam, maka menggunakan dasar islam seperti saling berpesan dengan sabar dan kasih sayang, menyuruh pada perbuatan yang baik dan meninggalkan yang dilarang, serta mempertebal keimanan.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 554 other followers

%d bloggers like this: