HAKEKAT MEDIA DALAM PENDIDIKAN ISLAM


HAKEKAT MEDIA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

(Telaah Konsep Filsafat Pendidikan Islam)

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 A.     Pengantar

Pendidikan berakar dari perkataan didik yang berarti pelihara, ajar dan jaga. Setelah dijadikan analogi, pendidikan boleh diuraikan sebagai satu proses yang berterusan untuk menjaga dan memelihara pembesaran tubuh badan dan pertumbuhan bakat manusia dengan rapi supaya dapat melahirkan orang yang berilmu, baik tingkah laku dan dapat mengekalkan nilai-nilai budaya di kalangan masyarakat.

Dalam pendidikan Islam, dikenal kata ta’lim, tarbiyah dan ta’dib yang merujuk kepada pendidikan. Kata ‘tarbiyah’ adalah kata yang sering digunakan dalam dunia akdemik dan ilmiah dalam suatu pendidikan. Ini adalah karena perkataan ‘tarbiyah’ menurut sarjana pendidikan Islam berasal dari “rabb” yang menunjuk kepada Allah s.w.t sebagai pendidik umat manusia. Menurut Marimba, pendidikan Islam adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama menurut usuran-ukuran Islam. Muhammad Quthb memberi pengertian pendidikan Islam, sebagaimana yang dikutip oleh Abdullah Idi, sebagai usaha untuk melakukan pendekatan yang menyeluruh terhadap wujud manusia, baik dari segi jasmani maupun rohani, baik dari kehidupan fisik maupun mentalnya, dalam melaksanakan kegiatannya di bumi ini.

Untuk dapat melakukan proses pendidikan Islam dengan efektif dan efisien diperlukan media pendidikan Islam. Tanpa menggunakan media, maka pendidikan Islam tidak akan berhasil sepenuhnya. Meskipun demikian kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa biasanya seorang pendidik lebih memilih menggunakan satu media dalam pembelajarannya setiap hari dengan berbagai alasan, antara lain: ia sudah merasa akrab dengan media tersebut, ia merasa bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik daripada dirinya sendiri, atau media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian siswa. Untuk mengetahui mengetahui mengenai media pendidikan Islam secara lebih jelas dan lengkap, maka penulis berusaha menulis tulisan ini.

B.     Hakekat Media Pendidikan Islam

Jika dianalisis menurut bahasanya, media berasal dari bahasa Latin dan bentuk jamak dari medium, yang berarti perantara atau pengantar. Dalam beberapa literatur nampaknya tidak dibedakan antara media dengan alat, seperti halnya Zakiyah Darajat, namun beberapa ahli yang lain membedakannya. Sedangkan menurut pendapat penulis media pendidikan lebih luas daripada alat pendidikan.

Sedangkan dalam aktivitas pembelajaran, media dapat didefinisikan, sebagaimana dikemukakan oleh Pupuh Fatkhurrohman dan M. Sobry Sutikno, “sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik.”

Untuk membedakannya maka penulis juga mengemukakan hal-hal yang berkaitan dengan alat pendidikan. Sebagaimana yang dikemukakan Djamarah, alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan, alat tidak hanya sebagai pelengkap tetapi juga sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan. Alat pembelajaran adalah segala alat yang dapat menunjang efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Termasuk di dalamnya adalah sarana belajar atau sarana pembelajaran. Alat pembelajaran termasuk bagian dari sumber pembelajaran karena dapat mempengaruhi tingkah laku siswa.

Alat dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu alat verbal dan alat bantu non verbal. Alat verbal berupa suruhan, perintah, dan larangan. Sedangkan alat bantu non verbal berupa globe, papan tulis, batu tulis, kapur tulis, gambar, diagram, slide, video, dan sebagainya. Untuk alat verbal bisa juga disebut sebagai alat non material sedangkan alat bantu non verbal disebut juga sebagai alat material atau alat bantu pengajaran. Alat material termasuk alat bantu audiovisual. Melalui alat bantu pengajaran yang tepat, diharapkan guru dapat memberikan pengalaman belajar yang banyak dengan cara sedikit.

Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara/teknik untuk mengantarkan bahan pelajaran agar sampai pada tujuan. Alat peraga dalam proses belajar mengajar penting, karena memiliki fungsi pokok sebagai berikut:

  1. Penggunaan alat peraga sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar yang efektif;
  2. Penggunaan alat peraga merupakan bagian integral dari keseluruhan situasi belajar;
  3. Alat peraga dalam pengajaran penggunaannya integral dengan tujuan dan isi pelajaran;
  4. Penggunaan alat peraga dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam pengertian yang diberikan guru.

Sebagaimana dikemukakan di atas, bahwa media lebih luas daripada alat, walaupun dalam kondisi tertentu bisa diartikan sama dan memiliki fungsi yang sama juga. Untuk lebih jelas mengetahui perbedaannya, maka penulis akan menyebutkan jenis-jenis media pendidikan Islam. Sebagaimana dikemukakan oleh Munardji, media pendidikan Islam meliputi:

  1. Alat, yaitu fasilitas-fasilitas dan sarana yang bisa menunjang dan melengkapi pendidikan Islam termasuk di dalamnya bangun sampai kepada alat-alat bantu yang dibutuhkan untuk memperjelas dan mencoba untuk mengetahui, menganalisa serta mempraktekkan teori tertentu.
  2. Kelembagaan, seperti organisasi sosial dan pendidikan.
  3. Perilaku, yaitu penampilan (performance) informasi.
  4. Alam semesta, sebagai lingkungan yang mempengaruhi individu juga merupakan media yang dapat membantu proses pendidikan.
  5. Situasi, ia dapat membentuk pola pikir, sikap dan tingkah laku.
  6. Kultur yang terdiri dari sistem norma, idea, pola perilaku, dan lain sebagainya.

Pada intinya hakekat media pendidikan Islam adalah sarana untuk perantara komunikasi antara pendidik dengan peserta didik untuk menyampaikan materi pendidikan Islam yang pada akhirnya bertujuan mencapai tujuan pendidikan Islam. Sebenarnya media bukan merupakan faktor pokok yang harus ada dalam sistem pendidikan Islam, namun media merupakan pelengkap yang mempermudah proses pendidikan Islam agar bisa berjalan secara efektif dan efisien serta cepat dan tepat.

Dalam al-Qur’an juga diisyaratkan penggunaan media dalam proses pendidikan sebagaimana ayat yang artinya sebagai berikut: Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (4). Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah mengajari makhluk-Nya dengan menggunakan perantara, maka sama jika diterapkan dalam pembelajaran yang diterapkan manusia, juga menggunakan perantara atau media. Fungsi dari media pendidikan Islam adalah untuk mempemudah pemahaman dan penyampaian materi pendidikan Islam.

C.     Kriteria Pemilihan Media Pendidikan Islam

Media pendidikan Islam terdiri dari berbagai jenis. Maka seorang pendidik harus pandai dalam memilih media yang tepat ketika akan melakukan suatu pembelajaran. Syaiful Bahri Djamarah mengutip pendapat Sudirman N, mengenai prinsip-prinsip pemilihan media (alat bantu) pengajaran ke dalam tiga kategori, yakni:

Tujuan Pemilihan

Memilih media (alat bantu) yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas.

Karakteristik Media Pembelajaran

Setiap media (alat bantu) pengajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi keampuhannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya.

Alternatif Pilihan

Bisa menentukan pilihan media mana yang akan digunakan apabila terdapat beberapa media yang diperbandingkan. Tapi apabila hanya ada satu media pengajaran maka gunakanlah apa adanya.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih alat bantu, diantaranya:

  1. Objektifitas
  2. Program pengajaran
  3. Sasaran program
  4. Situasi dan kondisi
  5. Kualitas teknik
  6. Keefektifan dan efisiensi penggunaan.

Pada tingkat yang menyeluruh dan umum pemilihan media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

  1. Hambatan, pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia (waktu mengajar dan pengembangan materi dan media), sumber-sumber yang tersedia (manusia dan material).
  2. Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran. Isi pelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya penghafalan, penerapan, ketrampilan pengertian hubungan-hubungan, atau penalaran dan pemikiran tingkatan lebih tinggi. Setiap kategori pembelajaran itu menuntut perilaku yang berbeda-beda, dan dengan demikian akan memerlukan tehnik dan media penyajian yang berbeda pula.
  3. Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan ketrampilan awal, seperti membaca, mengetik dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lainnya.
  4. Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru dan pelajar)dan keefektifan biaya.
  5. Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula:
    1. Kemampuan mengakomodasi penyajian, stimulus yang tepat (visual dan/audio).
    2. Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat (tertulis, audio dan/ kegiatan fisik).
    3. Kemampuan mengakomodasikan umpan balik.
    4. Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi atau stimulus, dan untuk latihan dan tes (sebaiknya latihan dan tes menggunakan media yang sama)

6.  Media sekunder harus mendapat perhatian karena pengajaran yang berhasil menggunakan media yang beragam. Dengan penggunaan media yang beragam siswa memiliki kesempatan untuk menghubungkan dan berinteraksi dengan media yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan belajar mereka secara perorangan.

Kriteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media merupakan bagian dari sistem instruksional secara keseluruhan. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam memilih media.

  1. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
  2. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi. Media yang berbeda, misalnya filin dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda, dan oleh karena itu memerlukan proses dan ketrampilan-ketrampilan mental yang berbeda untuk memahaminya.
  3. Praktis, luwes, dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang mahal dan memakan waktu lama untuk memproduksinya bukanlah jaminan sebagai media yang terbaik.
  4. Guru terampil menggunakannya. Ini merupakan salah satu kriteria utama. Apapun media itu guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran.
  5. Pengelompokan sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan.
  6. Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograph harus memenuhi persyaratan teknis tertentu. Misalnya, visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu pada elemen lain yang berupa latar belakang.
  7. Kemudahan memperoleh media; artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Media grafis umumnya dapat dibuat guru tanpa biaya yang mahal, disamping sederhana dan praktis penggunaannya.
  8. Tersedia waktu untuk menggunakannya; sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.
  9. Sesuai dengan taraf berpikir siswa; memiliki media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat dipahami oleh para siswa.

Dengan kriteria pemilihan media di atas, guru dapat lebih mudah menggunakan media mana yang dianggap tepat untuk mempermudah tugas-tugasnya sebagai pengajar. Kehadiran media dalam proses pengajaran jangan dipaksakan sehingga mempersulit tugas guru, tapi harus sebaliknya yakni mempermudah guru dalam menjelaskan bahan pengajaran. Oleh sebab itu media bukan sebagai keharusan tetapi  sebagai pelengkap jika dipandang perlu untuk mempertinggi kualitas belajar dan mengajar.

Referensi

Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.

Asnawir dan  M. Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers, 2002.

Azra, Azyumardi, Esei-Esei Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1998.

Darajat, Zakiah, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1984.

Djamarah, Syaiful Bahri, Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.

Djamarah, Syaiful Bahri, Guru Dan Anak Dalam Interaksi Edukatif :Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis, Jakarta: Rineka Cipta, 2005.

Fatkhurrohman, Pupuh, dan M.Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar:Strategi Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami, Bandung: PT Refika Aditama, 2007.

Idi, Abdullah, dan Toto Suharto, Revitalisasi Pendidikan Islam, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006.

Marimba, Ahmad D, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: Al Maarif, 1980.

Munardji, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bina Ilmu, 2004.

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2006.

Sujana, Nana, Media Pengajaran, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2005.

Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.

Suwarna, et, al, Pengajaran Mikro: Pendekatan Praktis dalam Menyiapkan Pendidik Profesional, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2005.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 555 other followers

%d bloggers like this: