KEPALA MADRASAH SEBAGAI ADMINISTRATOR


KEPALA MADRASAH SEBAGAI ADMINISTRATOR

(Telaah Dari Sudut Pandang Kepemimpinan)

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

A.     Pengantar

Dalam Islam setiap pekerjaan harus dilakukan secara profesional, dalam arti dilakukan secara benar. Untuk meningkatkan profesionalisme pendidik, salah satunya dapat dilakukan dengan adanya seorang pemimpin yang bijak dan tepat. Seorang pemimpin yang benar-benar menjadi seorang leader dalam sebuah organisasi yang berjulukan noble industry. Untuk menjadi pemimpin yang tepat dalam organisasi tersebut memerlukan sifat-sifat tertentu.

Di dalam lembaga pendidikan Islam, pemimpin ini benar-benar harus dipersiapkan dan dipilih secara selektif, mengingat peran yang dimainkan pemimpin dapat mempengaruhi keseluruhan organisasi. Maju-mundurnya lembaga pendidikan lebih ditentukan oleh faktor pemimpin daripada faktor-faktor lainnya. Memang ada keterlibatan faktor-faktor lain itu dalam memberikan konstribusi kemajuan lembaga atau sebaliknya turut menghancurkan lembaga, tetapi posisi pemimpin masih merupakan faktor yang paling kuat dan paling menentukan nasib ke depan dari suatu lembaga pendidikan Islam. Teori-teori kepemimpinan pendidikan yang berkembang di kalangan ahli pendidikan terutama pendidikan umum kurang mampu diadopsi oleh seorang pemimpin di dalam lembaga pendidikan Islam khususnya. Hal itu dikarenakan teori-teori tersebut banyak dirumuskan oleh orang-orang dari kalangan orientalis sehingga kulturnya tidak sesuai dengan sifat dan dimensi pendidikan Islam..

Dalam menjalankan tugasnya dengan baik, seorang pemimpin harus mampu menjalankan fungsi dan perannya dengan baik. Maka dari itu, sebagai seorang pemimpin hendaknya mengetahui fungsi dan peran tersebut. Salah satu fungsi kepala madrasah adalah sebagai administrator. Maka kepala madrasah harus mengerti mengenai  masalah-masalah administrasi, surat menyurat dan lain sebagainya.

B.     Pengertian Administrasi

Administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri dari kata “ad” dan “ministrate“. Kata “ad” mempunyai arti sama dengan “to” dalam bahasa Inggris yang berarti “serve” atau “conduct” yang berarti melayani, membantu dan mengarahkan, dalam bahasa Inggris “to administer” berarti pula mengatur dan memelihara. Banyak orang yang menganggap bahwa administrasi lebih cenderung pada kegiatan tulis menulis, padahal sebenarnya administrasi jauh lebih luas daripada itu. Kegiatan perkantoran hanyalah merupakan bagian dari kegiatan administrasi saja. Hal itu akan dijelaskan ketika masuk dalam pengertian secara istilah mengenai administrasi.

Secara istilah, Menurut Dadang Suhardan, Administrasi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang membahas pendidikan dari sudut pandang proses kerjasama antar manusia dalam mengembangkan potensi peserta didik melalui perubahan sikap dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Menurut Ordway Tead, sebagaimana yang dikutip oleh Sagala, administrasi adalah usaha yang luas mencakup segala bidang untuk memimpin, mengusahakan, mengatur kegiatan, kerjasama manusia yang ditujukan pada tujuan dan maksud tertentu. Menurut Ngalim Purwanto, administrasi adalah suatu proses keseluruhan dari semua kegiatan atau bersama dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik material, personal, maupun spiritual dalam usaha mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Sedangkan menurut Muwahid Sulhan, administrasi adalah merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka usaha kerjasama sekelompok manusia yang diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Sedangkan Hadari Nawawi mengemukakan bahwa administrasi madrasah adalah serangkaian kegiatan atau keseluruhan pengendalian proses kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan madrasah secara terencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan madrasah sebagai lembaga pendidikan formal.

Jadi administrasi adalah suatu kegiatan dengan memanfaatkan fasilitas yang tersebut yang diselenggarakan dengan usaha bersama dalam usaha mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Menurut Arifin Abdurrachman yang dikutip oleh Purwanto, kegiatan administrasi ini lebih luas cakupannya daripada kegiatan manajemen dan manajemen merupakan bagian dari administrasi. Namun, karena administrasi mempunyai fungsi-fungsi pokok sama dengan manajemen, maka pada prinsipnya kata administrasi dapat digunakan untuk menjelaskan kata manajemen, walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa istilah administrasi dalam pemahaman sebagian orang mengalami penyempitan makna, yaitu lebih mengarah kepada kegiatan tulis menulis dan surat menyurat. Begitu juga administrasi pendidikan Islam secara otomatis ada yang mengatakan lebih luas cakupannya, ada yang mengatakan sama dan ada yang mengatakan lebih sempit daripada manajemen pendidikan Islam.

Dalam sebuah konteks tertentu, sebagaimana diterangkan di atas, manajemen lebih luas daripada administrasi, manajemen sama dengan administrasi, dan juga manajemen lebih sempit daripada administrasi. Manajemen dikatakan lebih luas daripada administrasi, karena dalam manajemen terdapat kegiatan administrasi. Administrasi adalah salah satu kegiatan yang terdapat dalam fungsi manajemen. Sedangkan manajemen dikatakan sama dengan administrasi, karena administrasi dan manajemen sama-sama merupakan usaha menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama demi kemaslahatan bersama. Sedangkan manajemen dikatakan lebih sempit daripada administrasi, karena inti dari seluruh administrasi adalah manajemen.

Kegiatan administrasi madrasah ini diperankan oleh personal madrasah yang terdiri dari kepala madrasah sebagai penanggung jawab manajemen madrasah dan pengambil kebijakan madrasah, wakil kepala madrasah sebagai manajer pada bidang tugas yang menjadi tanggung jawabnya, tenaga guru sebagai penanggung jawab tugas-tugas pembelajaran dan layanan belajar, tenaga kependidikan sebagai pelayan teknis kependidikan, dan tenaga administrasi atau tata usaha yang melaksanakan tugas-tugas teknis ketatausahaan dengan latar belakang keahlian dan latar belakang pendidikan masing-masing.

Jadi kegiatan administrasi pendidikan yang ada di madrasah pada prinsipnya dilakukan oleh seluruh personal pengelola pendidikan tersebut yang diketuai oleh kepala madrasah sebagai administratornya. Tugas kepala madrasah sebagai administrator pendidikan akan penulis terangkan dalam pembahasan di bawahnya.

C.     Ruang Lingkup Administrasi Madrasah

Administrasi madrasah pada dasarnya merupakan kegiatan administrasi yang ada di madrasah yang dilakukan oleh seluruh komponen atau personel madrasah dengan kepala madrasah sebagai administrator intinya. Ruang lingkup administrasi madrasah dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu sudut pandang luas dan sudut pandang sempit.

Administrasi jika dilihat dari sudut pandang luas merupakan kegiatan yang sangat luas, yang tidak dapat diringkas dalam satu sub bahasan atau satu makalah saja. Mungkin jika ada kesempatan dan waktu, penulis akan meluangkan waktu untuk menulis mengenai administrasi pendidikan Islam. Jika dipandang dari sudut sempit, maka terdapat empat bagian garapan administrasi madrasah. Bidang garapan tersebut antara lain:

Pertama, administrasi tata laksana madrasah, yang meliputi: (1) organisasi dan struktur pegawai tata usaha; (2) otorisasi dan anggaran belanja madrasah (RAPBM); (3) masalah kesejahteraan personalia madrasah; (4) masalah kepegawaian; (5) masalah perlengkapan dan perbekalan madrasah; (6) keuangan dan pembukuannya; (7) korespondensi atau surat menyurat; (8) laporan kegiatan; (9) pengangkatan, pemindahan, penempatan dan pemberhentian pegawai; dan (10) pengisian buku pokok, klepre, raport dan lain-lain.

Kedua, administrasi guru dan pegawai madrasah, yang meliputi: (1) seleksi calon guru dan pegawai madrasah; (2) pengangkatan dan penempatan guru (3) rencana orientasi bagi guru baru; (4) penilaian atas konduite guru; (5) in service training dan up grading guru-guru; (6) kesejahteraan serta jaminan guru dan pegawai madrasah. Untuk PNS, pengangkatan dan pembinaannya oleh pemerintah, sedangkan untuk swasta, oleh yayasan atau lembaga penyelenggara madrasah tersebut.

Ketiga, supervisi pendidikan, yang meliputi: (1) menilai dan membina guru dan seluruh staf madrasah dalam bidang teknis edukatif dan administratif; (2) usaha mencari, mengembangkan dan mempergunakan berbagai metode belajar-mengajar yang lebih baik untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor siswa; (3) mengusahakan dan mengembangkan kerja sama yang baik antara guru, kepala madrasah, siswa dan pegawai madrasah; (4) mengembangkan kerja sama antara KKG, MGMP, KKKS dan MKS; (5) upaya mempertinggi kualitas guru dan kepala madrasah  melalui penataran, orientasi dan up grading.

Keempat, pelaksanaan dan pembinaan kurikulum, yang meliputi: (1) mempedomani dan menjabarkan apa yang tercantum pada kurikulumdalam proses belajar mengajar; (2) melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi, sumber-sumber dam metode yang disesuaikan dengan perubahan dan pembaharuan kurikulum tersebut, termasuk dalam penerapan KBK; (3) kurikulum bukanlah yang harus diikuti dan dijiplak secara mutlak, melainkan pedoman umum bagi guru dalam melaksanakan program-program pengajaran. Guru dengan prinsip kreativitas dan inovasi memiliki hak dan kewajiban memilih dan menambah materi, sumber dan metode yang dianggap sesuai dengan kebutuhan peserta didik, masyarakat dan lingkungan setempat.

Sedangkan Suhardan memberi batasan ruang lingkup administrasi pendidikan meliputi sumber daya manusia (SDM), sumber belajar, fasilitas dan berbagai unsur lainnya.

Pada dasarnya masing-masing ahli mengemukakan ruang lingkup administrasi yang berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan perbedaan pandangan para ahli tersebut terhadap administrasi. Kepala madrasah sebagai administrator utama harus mampu menggerakkan personel madrasah untuk melaksanakan kegiatan administrasi tersebut, agar madrasah bisa berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien.

D.     Kepala Madrasah Sebagai Administrator Pendidikan

Kepala madrasah sebagai administrator pendidikan bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran dimadrasahnya. Oleh karena itu, untuk dapat melakukan dengan baik, kepala madrasah hendaknya memahami, menguasai dan mampu menerapkan serta melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan fungsi dirinya sebagai administrator pendidikan.

Sebagaimana yang telah lazim diketahui bahwa dalam administrasi terdapat beberapa fungsi, antara lain: perencanaan, pengorganisasian dan lain-lain. Maka kepala madrasah harus dapat mengaplikasikan fungsi-fungsi tersebut ke dalam pengelolaan madrasah yang ia pimpin.

1.    Membuat Perencanaan

Salah satu fungsi utama dan pertama dari kepala madrasah adalah membuat perencanaan. Perencanaan adalah mutlak diperlukan agar suatu organisasi dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, setiap kepala madrasah paling tidak harus membuat rencana tahunan. Sesuai dengan ruang lingkup madrasah, maka rencana tahunan tersebut hendaklah mencakup bidang-bidang berikut ini:

  1. Program pengajaran, seperti pembagian tugas mengajar, kebutuhan tenaga guru, pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat pembelajaran dan yang lainnya.
  2. Kesiswaan, antara lain syarat-syarat penerimaan murid baru, pengelompokan siswa atau murid, pembagian kelas, pelayanan bimbingan dan konseling, pelayanan kesehatan.
  3. Kepegawaian, seperti penerimaan guru baru, pembagian tugas guru dan pegawai, mutasi atau promosi guru dan pegawai.

d. Keuangan, mencakup pengadaan dan pengelolaan keuangan untuk berbagai kegiatan yang telah direncanakan.

  1. Perlengkapan, meliputi perbaikan, rehabilitasi gedung, penambahan ruang kelas, pembuatan pagar dan gapuran dan lain sebagainya.

Perlu diperhatikan oleh kepala madrasah, bahwa dalam membuat perencanaan, harus diperhitungkan secara matang, karena tanpa perhitungan yang matang, maka perencanaan tersebut akan sulit untuk diwujudkan. Di samping itu, perencanaan yang dilakukan hendaklah transparan dan dilakukan dengan musyawarah bersama dengan dewan guru dan komite madrasah.

2.    Menyusun Organisasi Madrasah

Organisasi menggambarkan adanya pembidangan fungsi dan tugas dari masing-masing kesatuan. Dalam suatu susunan atau struktur organisasi dapat dilihat bidang, tugas dan fungsi masing-masing kesatuan, serta hubungan vertikal horizontal antara kesatuan-kesatuan tersebut. Dengan kata lain, dengan melihat struktur organisasi dapat diketahui bentuk pola hubungan.

Maka dari itu, kepala madrasah sebagai administrator pendidikan harus menyusun organisasi madrasah yang dipimpinnya dan melaksanakan pembagian tugas dan wewenangnya kepada guru-guru dan pegawai madrasah sesuai dengan struktur organisasi yang telah disusun dan disepakati.

Menyusun organisasi madrasah bukanlah semudah membalik, telapak tangan. Perbedaan madrasah yang satu dengan yang lainnya adalah masalah yang terdapat dalam penyusunan organisasi tersebut. Organisasi madrasah yang satu berbeda dengan organisasi madrasah yang lain. Di bawah ini akan penulis kemukakan faktor yang mempengaruhi perbedaan organisasi madrasah tersebut: meliputi: tingkat madrasah, Jenis madrasah, Besar kecilnya madrasah, Letak dan lingkungan madrasah.

Untuk menyusun organisasi madrasah yang baik, perlu diperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Mempunyai tujuan yang jelas.
  2. Para anggota menerima dan memahami tujuan tersebut.
  3. Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan kesatuan pikiran, dsb.
  4. Adanya kesatuan perintah; para bawahan/anggota hanya mempunyai seorang atasan langsung dan daripadanya ia menerima perintah dan bimbingan, serta kepadanya ia harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya.
  5. Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang di dalam organisasi tersebut.
  6. Adanya pembagian tugas pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, keahlian, dan atau bakat masing-masing.
  7. Struktur organisasi hendaknya disusun sesederhana mungkin, sesuai dengan kebutuhan koordinasi, pengawasan dan pengendalian.
  8. Pola organisasi hendaknya relatif permanen.
  9. Adanya jaminan keamanan dalam bekerja.
  10. Garis-garis kekuasaan dan tanggung jawab serta hierarki tata kerjanya jelas tergambar dalam struktur atau bahan organisasi.

3.    Bertindak sebagai Koordinator dan Pengarah

Adanya bermacam-macam tugas dan pekerjaan yang dilakukan oleh bermacam-macam orang, seperti yang tersebut dalam struktur organisasi di atas, memerlukan koordinasi serta pengarahan dari kepala madrasah. Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan dari adanya persaingan yang tidak sehat, baik antar personal maupun antar bagian yang ada dalam madrasah tersebut.

Dengan adanya koordinasi atau manajemen yang baik, maka antar atau sesama personal dapat bekerja sama saling membantu antara satu dengan yang lainnya, untuk menggapai tujuan bersama, baik dalam hal pembelajaran maupun dalam hal administrasi dan yang lainnya. Dengan demikian, kualitas madrasah dapat segera ditingkatkan.

4.    Melaksanakan Pengelolaan Kepegawaian

Kepala madrasah harus dapat melakukan pengelolaan kepegawaian, atau manajemen pegawai, yang meliputi (1) perencanaan pegawai, (2) pengadaan pegawai, (3) pembinaan dan pengembangan pegawai, (4) promosi dan mutasi, (5) pemberhentian pegawai, (6) kompensasi, dan (7) penilaian pegawai. Semua itu perlu dilakukan dengan baik dan benar agar apa yang diharapkan tercapai, yakni tersedianya tenaga kependidikan Islam yang diperlukan dengan kualifikasi dan kemampuan yang sesuai serta dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan berkualitas.

Perencanaan pegawai merupakan kegiatan untuk menentukan kebutuhan pegawai, baik secara kuantitatif maupun kualitatif untuk sekarang dan masa depan. Penyusunan rencana personalia yang baik dan tepat memerlukan informasi yang lengkap dan jelas tentang pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan dalam organisasi. Karena itu, sebelum menyusun ren­cana, perlu dilakukan analisis pekerjaan dan analisis jabatan untuk memperoleh deskripsi pekerjaan.

Pengadaan pegawai merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pegawai pada suatu lembaga, baik jumlah maupun kualitasnya. Untuk mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan, dilakukan kegiatan rekruitmen, yaitu usaha untuk mencari dan mendapatkan calon-calon pegawai yang memenuhi syarat sebanyak mungkin, untuk kemudian dipilih calon terbaik dan tercakap. Namun adakalanya, pada suatu organisasi, pengadaan pegawai dapat didatangkan secara intern atau dari dalam organisasi saja, apakah melalui promosi atau mutasi.

Selanjutnya diadakan pembinaan dan pengembangan pegawai-pegawai yang sudah direkrut. Hal ini sangat perlu untuk memperbaiki, menjaga, dan meningkatkan kinerja pegawai. Kegiatan pembinaan dan pengembangan ini tidak hanya menyangkut aspek kemampuan, tetapi juga menyangkut karier pegawai.

Setelah diperoleh dan ditentukan calon pegawai yang akan diterima, kegiatan yang selanjutnya adalah mengusahakan supaya calon pegawai tesebut menjadi anggota organisasi yang sah sehingga mempunyai hak dan kewajiban sebagai anggota organisasi atau lembaga. Di Indonesia, untuk pegawai negeri sipil, promosi atau pengangkatan pertama biasanya diangkat sebagai calon PNS dengan masa percobaan satu atau dua tahun, kemudian ia mengikuti latihan prajabatan, dan setelah lulus diangkat sebagai pegawai negeri sipil penuh. Setelah pengangkatan pegawai, kegiatan berikutnya ada­lah penempatan atau penugasan.

Pemberhentian pegawai adalah putusnya suatu hubungan kerja sama antara pegawai tersebut dengan organisasi atau lembaga yang sebelumnya ia bekerja disana. Dalam kaitannya dengan tenaga kependidikan di madrasah, khususnya pegawai negeri sipil, sebab-sebab pemberhentian pegawai ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga jenis (1) pemberhentian atas permohonan sendiri; (2) pemberhentian oleh dinas atau pemerintah; dan (3) pemberhentian sebab lain-lain.

Kompensasi adalah balas jasa yang diberikan organisasi kepada pegawai, yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecenderungan diberikan secara tetap. Pemberian kompensasi, selain dalam bentuk gaji, dapat juga berupa tunjangan, fasilitas perumahan, kendaraan dan lain-lain.

Selanjutnya yang terakhir adalah perlu adanya evaluasi atau penilaian dari pelaksanaan fungsi-fungsi yang dikemukakan di atas. Penilaian tenaga kependidikan ini difokuskan pada prestasi individu dan peran sertanya dalam kegiatan madrasah. Penilaian ini tidak hanya penting bagi madrasah, tetapi juga bagi pegawai itu sendiri.

Ketujuh fungsi manajemen  di atas harus dilaksanakan dengan cermat, rapi dan teratur.  Karena hal itulah yang menjamin keberhasilan pengelolaan kepegawaian dalam lembaga pendidikan Islam. Dan untuk itu semua tidak terlepas dari kepiawaian dalam memanajemen dari seorang kepala madrasah sebagai pemimpin dari organisasi madrasah di samping juga adanya kerja sama yang selaras antar pegawai.

Referensi

Arikunto, Suharsimi, Lia Yuliana, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: Aditya Media, 2008.

Nawawi, Hadari, Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas, Jakarta: Gunung Agung, 1989.

Purwanto, Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.

Purwanto, Ngalim, Administrasi Pendidikan, Jakarta: Mutiara, 1979.

Sagala, Syaiful,  Manajemen Strategik Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan: Pembuka Ruang Kreativitas, Inovasi, dan Pemberdayaan Potensi Sekolah dalam Sistem Otonomi Sekolah, Bandung: Alfabeta, 2009.

Suhardan, Dadang, Nugraha Suharto, “Filsafat Administrasi Pendidikan” dalam Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2009.

Sulhan, Muwahid, Administrasi Pendidikan, Jakarta: Bina Ilmu, 2004.

Sulistiyorini, Manajemen Pendidikan Islam,  Surabaya: eLKAF, 2006.

Syihriyah, Laili Faridatus, Pengaruh Pelayanan Bimbingan dan Konseling terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII MTsN Pulosari Ngunut Tulungagung Tahun Ajaran 2008/2009, STAIN Tulungagung: Skripsi Tidak Diterbitkan, 2009.

Zahro’, Durotul Fatimatuz, Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Fiqih di MAN Tulungagung I, STAIN Tulungagung: Skripsi Tidak Diterbitkan, 2009.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 554 other followers

%d bloggers like this: