TOKOH ALIRAN AL-MATURIDIYAH DAN PEMIKIRANNYA


TOKOH ALIRAN AL-MATURIDIYAH DAN PEMIKIRANNYA

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

A.  Tokoh-Tokoh Dan Ajaran-Ajarannya

Tokoh yang sangat penting dari aliran Al-Maturidiyah ini adalah Abu al-Yusr Muhammad al-Badzawi yang lahir pada tahun 421 Hijriyah dan meninggal pada tahun 493 Hijriyah. Ajaran-ajaran Al-Maturidi yang dikuasainya adalah karena neneknya adalah murid dari Al-Maturidi.

Al-Badzawi sendiri mempunyai beberapa orang murid, yang salah satunya adalah Najm al-Din Muhammad al-Nasafi (460-537 H), pengarang buku al-‘Aqa’idal Nasafiah. Seperti Al-Baqillani dan Al-Juwaini, Al-Badzawi tidak pula selamanya sepaham dengan Al-Maturidi. Antara kedua pemuka aliran Maturidiyah ini, terdapat perbedaan paham sehingga boleh dikatakan bahwa dalam aliran Maturidiyah terdapat dua golongan, yaitu golongan Samarkand yang mengikuti paham-paham Al-Maturidi dan golongan Bukhara yang mengikuti paham-paham Al-Badzawi.

B. Riwayat singkat Abu Al-Yusr Muhammad Al-Badzawi

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa Maturidiyah ini, terdapat perbedaan paham sehingga boleh dikatakan bahwa dalam aliran Maturidiyah terdapat dua golongan, yaitu golongan Samarkand yang mengikuti paham-paham Al-Maturidi dan golongan Bukhara yang mengikuti paham-paham Al-Badzawi.

Tokoh Maturidiyyah Bukhara adalah Abu Al Yurs Muhammad Al Bazdawi. Menurut Smani Bazdawi lahir pada tahun 421 H. {tidak diketahui dimana dilahirkan}. Kakek bazdawi adalah murid Maturidi,  Bazdawi mempelajari ajaran-ajaran Maturidi dari  orang tuanya. Tidak diketahui dengan pasti di kota-kota mana Bazdawi bermukim,kecuali  disebutkan bahwa ia berada di Bukhara  pada tahun 478 H / 1085 M, menjadi godhi di Samarkand pada tahun 481 H /1088 M. wafat di Bukhara pada tahun 493 H / 1099 M. Ia adalah tokoh ulama yang dalam bidang fiqh bermadzhab Hanafi.

C. Pokok-Pokok Pemikiran Al Bazdawi

Kemampuan Akal Manusia

Dalam hal ini Bazdawi sepaham dengan Maturidi yaitu akal mampu mengetahui adanya Tuhan dan mengetahui baik dan buruk. Kendati demikian sebelum datangnya keterangan wahyu, tidaklah ada kewajiban untuk mengetahui Tuhan dan bersyukur kepadanya, serta tidak ada kewajiban untuk mengerjakan perbuatan baik atau menjadi perbuatan jahat. Kewajiban-kewajiban kata bazdawi ditentukan hanya oleh tuhan dan ketentuan-ketentuan itu dapat diketahui melalui wahyu.
Perbuatan Manusia

Al-Bazdawi membedakan dengan jelas antara perbuatan Tuhan (Maf’ul) dengan perbuatan manusia (Fi’l). menurut al bazdawi perbuatan tuhan itu adalah menciptakan perbuatan manusia; sedangkan perbuatan manusia (daya) itu adalah melakukan perbuatan Tuhan.

Al Bazdawi dalam hal ini mengambil contoh tentang duduk. Duduk adalah ciptaan Tuhan, namun melakukan hal itu perwujudan daya manusia dalam bentuk perbuatan. Jadi duduknya manusia pada suatu tempat duduk itu hakekatnya melakukan perbuatan ciptaan Tuhan dan merupakan perbuatan manusia dalam arti yang sebenarnya. Dalam hal ini al Bazdawi (Maturidi Bukhara) tidak berbeda pendapat dengan Abu Mansur (Maturidi Samarkand).

Mengenai pendapat ini bazdawi dikritik oleh pihak lain. Dengan kritik ini bazdawi menjadi ragu-ragu dalam mengatakan bahwa perbuatan manusia adalah perbuatan manusia dalam arti yang sebenarnya. Akhirnya lagi-lagi golongan maturidiyah bukhara daya manusia tidaklah efektif dalam mewujudkan perbuatannya, seperti halnya juga dikatakan Asy’ari.

Kehendak dan Kekuasaan Tuhan

Bazdawi menegaskan bahwa Tuhan mempunyai kekuasaan mutlak. Tuhan berbuat apa saja yang dikehendaki Nya dan menentukan segala-gala Nya, menurut kehendak Nya. Dan Tuhan pasti memenuhi wa’adNya yakni memenuhi janji untuk memberi upah kepada orang yang berbuat baik.

Al Bazdawi dalam hal ini berpendapat : Tuhan tidak mungkin tidak memenuhi janjiNya  kepada manusia yang berbuat baik dan tidak mungkin pula meninggalkan ancamanNya terhadap yang berbuat jahat. Karena tidak mungkin, maka dengan kata lain Tuhan menjadi wajib memenuhi janji dan ancamanNya.

Sifat-sifat Tuhan

Menurut Bazdawi sifat-sifat tuhan itu kekal melalui kekuatan yang terdapat dalam dzat Nya, dan bukan melalui sifat-sifat itu sendiri. Tuhan bersama sifat-sifat-Nya kekal, tapi sifat-sifat itu tidaklah kekal karena diri mereka.

Ayat-ayat Tasybih

Tangan tuhan menurut bazdawi sifat bukan anggota badan Tuhan yaitu sama dengan sifat lain seperti pengetahuan, daya dan kemauan.

Ru’yatullah

Dalam hal ini Bazdawi sependapat dengan Asy’ari bahwa tidak mustahil Tuhan dapat dilihat nanti dengan mata kepala di akhirat. Ia dilihat nanti menerut apa yang dikehendaki Nya.

Al Quran

Bazdawi mengemukakan bahwa Al Quran bukanlah sabda tuhan, tapi merupakan tanda dari sabda tuhan. Al Quran disebut sabda (kalam) Tuhan hanya dalam arti kiasan, bukan dalam arti yang sebenarnya.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

About these ads

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 554 other followers

%d bloggers like this: