Tag Archives: indeks kesukaran

TINGKAT KESUKARAN


TINGKAT KESUKARAN

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

Tingkat kesukaran suatu butir soal adalah proporsi/persentase subjek yang menjawab butir tes tertentu dengan benar. Sedangkan angka yang menunjukan sukar atau mudahnya butir soal dinamakan indeks kesukaran yang dilambangkan dengan huruf  p, nilai p  ini terletak antara 0 dan 1.

Persoalan yang penting dalam melakukan analisis tingkat kesukaran soal adalah penentuan proporsi dan kriteria soal yang termasuk mudah, sedang dan sukar. Tingkat kesukaran soal harus dipandang dari kesanggupan atau kemampuan siswa dalam menjawabnya, bukan dilihat dari sudut guru.

Ada beberapa alasan untuk menyatakan tingkat kesukaran soal. Bisa saja tingkat kesukaran soal ditentukan oleh kedalaman soal, kompleksitas, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kemampuan yang diukur oleh soal. Namun demikian, ketika kita mengkaji lebih mendalam terhadap tingkat kesukaran soal, akan sulit menentukan mengapa sebuah soal lebih sukar dibandingkan dengan soal yang lain.

Intinya, bermutu atau tidaknya butir-butir item tes hasil belajar pertama-tama dapat diketahui dari derajat kesukaran atau taraf kesukaran yang dimiliki oleh masing-masing butir item tersebut. Butir-butir item tes hasil belajar dapat dinyatakan sebagai butir-butir item yang baik, apabila butir-butir item tersebut tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah dengan kata lain derajat kesukaran item itu adalah sedang atau cukup. Angka yang dapat memberikan petunjuk mengenai tingkat kesulitan item itu dikenal dengan istilah difficulty index (angka indeks kesukaran item), yang dalam dunia evaluasi hasil belajar umumnya dilambangkan dengan huruf P, yaitu singkatan dari kata proportion (proporsi = proporsa).

Beberapa pertimbangan dalam menentukan proporsi jumlah soal kategori mudah, sedang, dan sukar, diantaranya:

Adanya keseimbangan jumlah soal untuk ketiga kategori tersebut.

Misalnya tes objektif pilihan ganda dalam pelajaran matematika disusun sebanyak 42 butir, dari ke-42 pertanyaan tersebut soal kategori mudah sebanyak 14, kategori sedang sebanyak 14, dan kategori sukar sebanyak 14.

Proporsi jumlah soal untuk ketiga kategori tersebut didasarkan atas kurva normal. Maksudnya, sebagian besar soal berada pada kategori sedang, kemudian butir soal kategori mudah dan sukar proporsinya seimbang.

Dalam konsep teori tes klasik, tingkat kesukaran soal dapat diketahui melalui beberapa cara yaitu:    a. proporsi menjawab benar

b. skala kesukaran linear

c. indeks Davis

d. skala bivariat.

Namun pada kesempatan ini hanya akan dibahas dengan cara 1 yaitu  proporsi menjawab benar. Formula yang digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kesukaran soal (dengan simbol  p)

Meliputi

pi          =    Tingkat kesukaran butir i atau proporsi menjawab benar butir i

∑xi       =    banyaknya testee yang menjawab benar butir i, (untuk tes uraian, jumlah skor butir i yang dijawab oleh testee)

                   Smi          =    skor maksimum

N          =    jumlah testee

 

TK : Tingkat Kesukaran

B    : Banyaknya siswa yang jawab benar

N   : Banyak peserta tes

 

 

Kriteria yang digunakan untuk menentukan jenis tingkat kesukaran butir soal adalah sebagai berikut:

p < 0.30                  butir soal sukar

0.3 < p < 0.70         butir soal sedang

p> 0.70                   butir soal mudah

 

Tindak Lanjut Hasil Analisis

Interpretasi Item

Tindak Lanjut

Sukar

1.        butir item dibuang atau didrop dan tidak dikeluarkan lagi dalam tes-tes hasil belajar yang akan datang

2.        diteliti ulang, dilacak, dan ditelusuri sehingga dapat diketahui faktor yang menyebabkan butir item yang bersangkutan sulit dijawab oleh testee, apakah kalimat soalnya kurang jelas, apakah petunjuk cara mengerjakan soalnya sulit dipahami, ataukah dalam soal tersebut terdapat istilah-istilah yang tidak jelas, dsb. Setelah dilakukan perbaikan, butir-butir item tersebut dikeluarkan lagi dalam tes hasil belajar yang akan datang.

3.        butir-butir yang terlalu sulit dapat digunakan kembali dalam tes (terutama tes seleksi) yang sifatnya sangat ketat.

Sedang

Butir item ini dapat dikeluarkan lagi dalam tes-tes hasil belajar pada waktu-waktu yang akan datang

Mudah

1.        butir item dibuang atau didrop dan tidak dikeluarkan lagi dalam tes-tes hasil belajar yang akan datang

2.        diteliti ulang, dilacak, dan ditelusuri sehingga dapat diketahui faktor yang menyebabkan butir item yang bersangkutan sulit dijawab oleh testee, apakah kalimat soalnya kurang jelas, apakah petunjuk cara mengerjakan solnya sulit dipahami, ataukah dalam soal tersebut terdapat istilah-istilah yang tidak jelas, dsb. Setelah dilakukan perbaikan, butir-butir item tersebut dikeluarkan lagi dalam tes hasil belajar yang akan datang.

3.        butir-butir yang terlalu sulit dapat digunakan kembali dalam tes (terutama tes seleksi) yang sifatnya longgar.

 Sekian

Semoga Bermanfaat

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 555 other followers