Tag Archives: Metode Cerita Anak PAUD

MENGENAL METODE CERITA


MENGENAL METODE CERITA

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I
(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

Hakikat cerita menurut Horatius adalah dulce et utile yang berarti menyenangkan dan bermanfaat. Cerita memang menyenangkan anak sebagai penikmatnya, karena cerita memberikan bahan lain dari sisi kehidupan manusia, pengalaman hidup manusia. Selain itu, cerita juga bermanfaat karena mengandung nilai nilai kehidupan yang dapat diresapi dan dicerna oleh siapapun, termasuk oleh anak-anak. Cerita sebagai sarana penuntun perilaku yang baik dan yang tidak baik. Cerita tersebut juga menjadi sarana penuntun yang halus dan sarana kritik yang tidak menyakitakn hati. Dan cerita untuk anak usia dini tetap memiliki unsur-unsur yang utama pembangunan fiksi, seperti tema dan amanat, tokoh, alur, setting, sudut pandang dan sarana kebahasaan.

Fase belajar anak adalah masa yang dilalui sebelum anak memasuki fase belajar lanjutan, selepas dari usia balita hingga menjelang akhir usia masa kanak kanak. Fase ini mencangkup masa pengasuhan, pendidikan di taman kanak-kanak, sekolah dasar, sampai anak memasuki sekolah lanjutan pertama. Masa ini adalah masa menjelang usia dewasa. Anak mulai dapat mendengarkan cerita sejak ia dapat memahami apa yang terjadi di sekelilingnya dan mampu mengingat apa yang disampaikan orang kepadanya. Hal ini terjadi pada masa akhir usia 3 tahun. Pada usia ini anak mampu mendengarkan dengan baik dan cermat cerita pendek yang sesuai untuknya, yang diceritakan kepadanya. Dan bahkan akan meminta cerita tambahan. Dalam cerita terdapat ide, tujuan, imajinasi, bahasa, dan gaya bahasa. Unsur tersebut berpengaruh dalam pembentukan pribadi anak. Maka definisi dari buku cerita adalah buku yang memiliki awal, tengah, akhir, berisi sebuah plot cerita dimana sebuah masalah muncul atau suatu kejadian penting berlangsung, mempunyai pemecahan atas masalah atau memberi akhir kepada peristiwa dan mempunyai karakter karakter yang dikembangkan diseluruh cerita. Dan apabila isi dari cerita tersebut mengandung unsur negatif, maka akan berpengaruh terhadap moral anak. Informasi yang terkandung dalam cerita-cerita tersebut akan berpengaruh pada pembentukan moral dan akal anak, dalam kepekaan rasa, imajinasi, dan bahasanya. Cerita merupakan bagian dari seni sastra. Yang mana arti dari seni tersebut adalah sumber dari rasa keindahan dan bagian dari pendidikan. Seni itu ada beberapa macam diantaranya ada seni fotografis, lukis, patung, musik dan seni sastra termasuk bagian dari cerita. Cerita merupakan salah satu bentuk sastra yang memiliki keindahan dan kenikmatan tersendiri dan akan menyenangkan bagi anak anak maupun orang dewasa, jika pendongeng, dan penyimaknya sama sama baik. Dalam cerita, ada beberapa hal pokok yang masing masing tidak dapat dipisahkan yaitu karangan, pengarang, penceritaan, pencerita atau pendongeng, dan penyimakan serta penyimak. Yang mana karangan adalah pembuatan cerita dan penyusunan. Pengarang adalah peneliti cerita, yang mengarang cerita, baik idenya berdasarkan imajinasi sendiri  maupun berasal dari tema yang sengaja dipilihnya. Penceritaan adalah penyampaian cerita kepada pendengar atau membacakannya. Dalam penceritaan mencangkup posisi duduk pencerita atau pendongeng dari pendengarnya, bahasa, suara, gerakan gerakan, peragaan, dan peristiwa peristiwa. Pencerita atau pendongeng adalah orang yang mengalihkan cerita dan menyampaikannya kepada pendengar dengan bahasa pengarang atau bahasanya sendiri. Penyimakan adalah mendengarkan cerita, mencangkup kondisi pendengar duduk atau berdiri, tingkat perhatian dan jiwa mereka atas pengaruh cerita tersebut. Penyimak adalah  indvidu atau banyak orang yang mendengarkan cerita atau membacanya. Dan didalam mengarang cerita mencangkup tiga unsur. Pertama, ide yang terkandung dalam cerita, sisi kejiwaan kesesuainnya dengan pembaca atau pendengar, baik dalam cerita panjang maupun cerita pendek Kedua,  susunan ide yang teratur. Dan yang ketiga, bahasa dan gaya bahasa yang dibentuk oleh ide.

Dan definisi cerita adalah salah satu bentuk seni sastra yang bisa dibaca atau hanya didengar oleh orang yang tidak bisa membaca. Bercerita merupakan seni yang alami sebelum menjadi sebuah keahlian. Maka dari itu definisi dari penceritaan adalah pemindahan cerita atau penyampaian kepada penyimak atau pendengar. Dalam penceritaan atau bercerita yang baik secara otomatis akan menyebarkan ruh baru yang kuat dan menampakkan gambaran yang hidup dihadapan pendengar dengan cara memberikan potret yang jelas dan menarik, intonasi, gerakan gerakan, dan emosinya.

Metode cerita merupakan salah satu srategi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak usia dini. Cerita yang dibawakan oleh guru secara lisan harus menarik, dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak. Berkaitan dengan penyampaian cerita guru dapat menggunakan teknik dalam bercerita diantaranya yaitu guru dapat membaca langsung dari buku, menggunakan ilustrasi dari buku gambar, menggunakan papan flannel, menggunakan boneka, atau bermain peran dalam suatu cerita. Hal lain yang harus di perhatikan oleh guru dalam kegiatan bercerita, sebaiknya dalam bercerita menggunakan kelompok kelompok kecil. Karena dengan menggunakan kelompok kecil yang tidak melibatkan banyak anak, guru dengan mudah mengontrol kegiatan yang berlangsung sehingga penyampaian metode cerita akan berjalan efektif. Sebelum melaksanakan kegiatan bercerita, guru dapat mengatur anak untuk duduk melingkar serta guru duduk diantara mereka karena dengan posisi seperti itu, dapat menambah keakraban antar anak dan guru serta nuansanya akan lebih komunikatif.

Adapun teknik bercerita dengan membacakan langsung dari buku cerita dapat dilakukan jika guru memiliki buku cerita yang sesuai dengan anak, terutama dikaitkan dengan pesan pesan yang tersirat dalam cerita tersebut. Teknik bercerita dengan membacakan langsung perlu memperhatikan teknik dalam  membaca. Hal ini perlu agar cerita yang dibawakan menjadi menarik terhadap anak serta ’berjiwa’ karena guru membacakannya dengan intonasi suara, lafal dan ekspresi wajah yang tepat. Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran, maka dari itu guru sebagai pendidik harus memperhatikan hal hal sebagai berikut diantaranya:

a. Isi cerita harus terkait dengan dunia kehidupan anak

b. Kegiatan bercerita diusahakan dapat memberikan perasaan gembira, lucu, dan mengasyikkan sesuai dengan dunia kehidupan anak yang penuh suka cita.

c.  Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi pengalaman bagi anak usia dini yang bersifat unik dan menarik.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 554 other followers