Tag Archives: Tujuan Kepemimpinan Pembelajaran

MANFAAT DAN TUJUAN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN SERTA OPTIMALISASINYA DALAM MEMBENTUK SEKOLAH BERMUTU


MANFAAT DAN TUJUAN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN SERTA OPTIMALISASINYA DALAM MEMBENTUK SEKOLAH BERMUTU

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

Kepemimpinan pembelajaran mencakup perilaku-perilaku kepala sekolah dalam merumuskan dan mengkomunikasikan tujuan sekolah, memantau, mendampingi, dan memberikan umpan balik dalam pembelajaran, membangun iklim akademik, dan memfasilitasi terjadinya komunikasi antarstaf.

Pengaruh kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) terhadap peningkatan hasil belajar siswa sudah tidak diragukan lagi. Sejumlah ahli pendidikan telah melakukan penelitian tentang pengaruh kepemimpinan pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar. Peningkatan hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan pembelajaran.Artinya, jika hasil belajar siswa ingin dinaikkan, maka kepemimpinan yang menekankan pada pembelajaran harus diterapkan.

Pada dasarnya kepemimpinan pembelajaran adalah kepemimpinan yang memfokuskan pada pembelajaran yang secara terprinci meliputi: (1) kurikulum, (2) proses belajar mengajar, (3) asesmen,  (4) penilaian, (5) pengembangan guru, (6) layanan prima dalam pembelajaran, dan (7) pembangunan komunitas belajar di sekolah.

Tujuan kepemimpinan pembelajaran adalah memberikan layanan prima kepada semua siswa agar mampu mengembangkan potensinya untuk menghadapi masa depan yang belum diketahui dan penuh dengan tantangan.

Dengan kata-kata lain, tujuan kepemimpinan pembelajaran adalah untuk memfasilitasi pembelajaran agar siswanya meningkat dalam hal: (1) prestasi belajarnya, (2) kepuasan belajarnya, (3) motivasi belajarnya, (4) keingintahuannya, (5) kreativitasnya, (6) inovasinya, (7) jiwa kewirausahaannya, dan (8) kesadarannya untuk belajar sepanjang hayat karena ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni senantiasa berkembang dengan pesat.

Kepemimpinan pembelajaran sangat penting untuk diterapkan di sekolah karena memberikan banyak manfaat, anatara lain: (1) meningkatkan prestasi belajar peserta didik secara signifikan; (2) memberikan dorongan dan arahan terhadap warga sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didiknya; (3)  memfokuskan kegiatan-kegiatan warganya untuk menuju pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah; (4) membangun komunitas belajar warganya; dan (5) menjadikan sekolahnya sebagai sekolah belajar (learning school).

Indikator sekolah belajar dapat dilihat pada hal-hal sebagai berikut: (1) memberdayakan warga sekolah secara optimal, (2) memfasilitasi warga sekolah untuk belajar secara berkelanjutan, (3) mendorong kemandirian setiap warga sekolah, (4) memberi kewenangan dan tanggung jawab kepada warga sekolah (5) mendorong warga sekolah untuk bertanggung jawab terhadap proses dan hasil kerjanya, (6) mendorong teamwork yang kompak, cerdas, dinamis, harmonis, dan cepat tanggap terhadap peserta didik,(7) mengajak warga sekolah untuk fokus pada layanan siswa, (8) mengajak warga sekolah untuk siap dan akrab menghadapi perubahan, (9) mengajak warga sekolah untuk berpikir sistem, (10) mengajak warga sekolah memiliki komitmen terhadap keunggulan mutu, dan (11) mengajak warga sekolah untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Kepemimpinan pembelajaran yang efektif membutuhkan 12 kompetensi sebagai berikut: (1) mengartikulasikan pentingnya visi, misi, dan tujuan sekolah yang menekankan pada pembelajaran, (2) mengarahkan dan membimbing pengembangan kurikulum, (3) membimbing pengembangan dan perbaikan proses belajar mengajar yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan kelas, (4) mengevaluasi kinerja guru dan mengembangannya, (5) membangun komunitas pembelajaran, (6) menerapkan kepemimpinan visioner dan situasional, (7) melayani kegiatan siswa, (8) melakukan perbaikan secara terus menerus, (9) menerapkan karakteristik kepala sekolah efektif, (10) memotivasi, mempengaruhi, dan mendukung prakarsa, kreativitas, inovasi, dan inisiasi pengembangan pembelajaran, (11) membangun teamwork yang kompak, dan (12) menginspirasi dan memberi contoh.

Kepemimpinan pembelajaran tidak langsung bekerja pada proses pembelajaran di kelas, namun dengan kepemimpinan pembelajaran akan terbangui iklim akademik yang positif, komunikasi yang baik antarstaf di sekolah, perumusan tuntutan akademik yang tinggi, dan tingginya tekad seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan sekolah.

Secara teoritis ataupun praktis sudah tidak ada yang meragukan bahwa kepala skolah sebagai leader merupakan fiugur sentral yang diharpkan mampu menerapkan kepempinan pembelajarn yang kuat dalam mewujudkan sekolah yang bermutu.

Berdasarkan Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Sekolah disebutksan bahwa seorang kepala sekolah untuk dapat mnenjalanklan tugasnya secara baik harus memenuhi 5 kompetensi, yaitu: (1) kompetensi kepribadian, (2) kompetensi sosial, (3) kompetensi menajerial, (40 kompetensi suprvisi, dan (4) kompetensi kewirausahaan.

Dalam konteks kepemimpinan pembelajaran, Komisi Redesain Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah di Tennesee, Amerika  Serikat (2007), merumuskan kompetensi praktis kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya mewujudkan 7 kompetensi standar sebagai berikut.

 

No.

Standar

Tugas

1.

Standar A:

Peningkatan secara berkelanjutan

Melaksanakan pendekatan yang sistematik dan koheren untuk menuju peningkatan secara berkelanjutan dalam prestasi akademik seluruh siswa

2.

Standar B: Kultur pembelajaran Menciptakan kultur pembelajaran yang progresif/kondusif di sekolahnya agar hasil belajar siswa dapat ditingkatkan setinggi-tingginya.

3.

Standar C: Kepemimpinan -pembelajaran dan penilaian hasil belajar (Asesmen) Memfasilitasi peningkatan mutu pembelajaran di sekolahnya berdasarkan hasil evaluasi dan dilakukan secara terus menerus dalam rangka untuk meningkatkan hasil belajar siswa seoptimal mungkin.

4.

Standar D: Pengembangan profesionalisme guru secara terus-tenerus Melakukan pengembangan profesionalisme warga sekolahnya terutama guru yang dilakukan secara terus-menerus dalam rangka untuk meningkatkan hasil belajar siswa seoptimal mungkin.

5.

Standar E: Manajemen sekolah Memfasilitasi warga sekolah (guru, siswa, karyawan) agar menjadi pebelajar yang baik dan mengembangkan pembelajaran yang efektif melalui pemanfaatan berbagai sumber belajar yang tersedia dan yang perlu disediakan jika belum ada.

6.

Standar F: Etika Memfasilitasi peningkatan secara berkelanjutan dalam meningkatkan keberhasilan belajar siswa melalui proses pembelajaran yang sesuai dengan standar etika paling tinggi dan mendorong pendampingan berupa tindakan politis apabila diperlukan.

7.

Standar G: Perbedaan Memfasilitasi toleransi terhadap perbedaan latar belakang siswa, baik dari suku, agama, ras, jenis kelamin, dan asal usul.

 

Selain itu, dapat juga diterapkan 15 kiat untuk mengoptimalkan kepemimpinan pembelajaran dalam rangk mewujudkan sekolah yang bermutu.

  1. Merumuskan dan mengartikualasi tujuan pembelajaran
  2. Mengarahkan dan membimbing pengembangan kurikulum
  3. Membimbing pengembangan dan perbaikan proses pembelajaran
  4. Mengevaluasi kinerja guru dan mengembangkannya
  5. Membangun komunitas pembelajaran
  6. Menerapkan kepemimpinan visioner dan situasional
  7. Melayani siswa dengan prima.
  8. Melakukan perbaikan secara terus menerus
  9. Menerapkan karakteristik kepala sekolah efektif

10.Membangun warga sekolah agar pro perubahan

11.Membangun teamwork yang kompak

12.Memberi contoh dan menginspirasi warga sekolah

13.Menciptakan kultur bagi pembelajaran yang progresif/kondusif

14.Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan pembelajaran.

15.Menyediakan sebagian besar waktu untuk pembelajaran

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 554 other followers