AGAMA YAHUDI


AGAMA YAHUDI

(Sebuah Kajian Perbandingan Agama)

Oleh: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

 

  1. A.      Latar Belakang

Di Eropa, Asia dan Afrika bertebaran suatu bangsa yang mempunyai bahan pemikiran paling kaya tentang keagamaan. Selain itu, juga merupakan suatu bangsa yang paling mudah memahami peristilahan-peristilahan agama dan artinya. Mereka adalah orang-orang Yahudi. Akan tetapi mereka tidak menjadi faktor peradaban, politik dan agama yang berpengaruh terhadap bangsa-bangsa lain. Selama berabad-abad mereka ditakdirkan bernasib buruk dan dikuasai oleh bangsa-bangsa lain, menjadi sasaran pengejaran dan penindasan, pengusiran dan pembuangan, siksaan dan bencana.

Mereka mewarisi sejarah khusus nenek moyang yang telah melakukan tindakan-tindakan luar biasa terhadap bangsa-bangsa lain, seperti perbudakan politik, pengejaran-pengejaran bengis, kecongkakan rasial, mendewa-dewakan asal keturunan, serakah mengejar kekayaan dan pemerasan riba. Semuanya itu mewariskan komplikasi mental yang aneh, yang tidak terdapat di kalangan bangsa mana pun di luar mereka. Mereka mempunyai ciri-ciri moral yang khas yang mereka banggakan turun-temurun sepanjang zaman. Di antara ciri-ciri tersebut ialah merendahkan diri di saat lemah, bengis dan kasar di saat kuat, gemar menipu dan bersikap munafik dalam keadaan biasa, kejam, egois dan suka makan harta orang lain tanpa hak serta bersemangat tinggi dalam upaya membendung jalan Allah.

 

  1. B.       Sejarah
    1. 1.         Bani Israel Pendukung Agama Yahudi

Pada mulanya orang-orang Yahudi menganut agama orang-orang Khaldea. Kemudian mereka menganut pula syariat yang dibawa Nabi Ibrahim. Oleh karena mereka menjadi suku bangsa yang berpindah-pindah, maka kepercayaan mereka telah bercampur aduk dengan adat kepercayaan suku-suku lain yang mereka bercampur gaul dengannya.

Setelah keutusan Nabi Musa, kepercayaan mereka berangsur-angsur bersih dan mereka dibawa mengenal ajaran-ajaran Tuhan yang sesungguhnya.

Sebagai pendukung agama Yahudi, maka bani Israel populer dengan nama umat atau golongan Yahudi. Kalau boleh, penamaan bani Israel sebagai umat Yahudi ini, dapat diawali dari kisah Musa mulai usahanya menyelamatkan mereka keluar dari Mesir untuk pertama kali. Karena pada waktu itulah Tuhan mulai menurunkan wahyu, memerintahkan Musa, supaya berbuat untuk keselamatan kaumnya.

Dengan demikian, kisah yang sudah ditulis, sudah sekaligus merangkum kisah sejarah umat Yahudi, paling kurang kisah semenjak usaha Musa mengeluarkan bani Israel dari Mesir. Semua ini sudah terungkapkan di atas. Yang perlu ditambahkan adalah kelanjutan sejarah mereka semenjak menjelang abad Masehi, sampai mereka menetap kembali di tanah Palestina sebagai kaum.

Ummat Yahudi berpegang teguh kepada kebenaran janji Tuhan. Sebagai telah disinggung dahulu, di masa sebelum Masehi, memang ada dua macam kerajaan yang sempat mereka bangun, yaitu kerajaan Yahuda dan kerajaan Israel.  Kedua kerajaan ini mulai berdiri sekitar abad ke-9 sebelum Masehi. Menurut catatan, kerajaan Yahuda bisa bertahan dengan segala pasang naik dan surutnya sampai abad ke-5 sebelum Masehi. Kerajaan Israel hanya sampai tahun 722 sebelum Masehi, yaitu sampai mereka dikalahkan dan dijadikan penduduk tawanan oleh kerajaan Asyur.

Setelah kedua kerajaan yang dibangun kaum Yahudi ini hancur, maka sejarah ummat Yahudi menjadi satu kesatuan, mengalami nasib bersama, timbul tenggelam sebagai orang Yahudi.

  1. 2.         Sejarah Agama Yahudi

Sudah dikatakan, bahwa yang dimaksud agama Yahudi di sini adalah agama yang diturunkan Tuhan kepada Nabi Musa, dan diajarkan kepada bani Israel dengan Taurat sebagai kitab sucinya yang esensinya terletak pada sepuluh perintah Tuhan.

Tuhan berfirman: “Dan sesungguhnya kami telah berikan al-Kitab    -Taurat- kepada Musa, agar mereka –bani Israel- mendapat petunjuk.” Seterusnya Tuhan berfirman: “Dan sesungguhnya kami telah memberikan al-Kitab -Taurat- kepada Musa dan kami telah menjadikan Harun saudaranya menyertai dia sebagai wazir.

Oleh sebab pembatasan pengertian agama Yahudi sebagaimana yang dimaksud di atas, maka sejarah agama ini, tentu harus dimulai pula dari Musa atau zaman Musa. Sudah dicatat bahwa Musa dilahirkan di Mesir pada tahun 1593  sebelum Masehi. Ayah ibunya berasal dari suku Lewi, salah satu suku yang dinasabkan kepada salah seorang putra Ya’qub dengan isterinya Liah.

Beliau semenjak masa kanak-kanak hingga dewasa dan diangkat Tuhan menjadi Nabi, mengalami dan menyaksikan secara langsung, bagaimana nasib kaum Isarel hidup di Mesir. Bekerja sebagai budak yang tertindas. Melihat penderitaan bangsa ini, Musa berjuang, membawa mereka keluar dari kegelapan hidup dalam penindasan, berpindah ke negeri yang telah dijanjikan untuk mereka. Tugas menyelamatkan bangsa ini, dilaksanakan oleh Musa dengan baik, karena itulah tugas yang diberikan oleh Tuhan dalam firman-firmanNya yang diterima Musa, setelah Dia mengetahui keadaan kaum ini.

Dalam masa pertama, yaitu masa lahirnya agama Yahudi di Mesir ini, agama ini mengajarkan tentang berbagai hal yang berhubungan dengan:

  1. Diri Tuhan, siapa Dia dan bagaimana Dia. Inilah ajaran pokok yang disampaikan Musa kepada kaumnya atas perintah Tuhan sebelum menyampaikan yang lain-lain.
  2. Tuhan menugaskan Musa untuk menyelamatkan bani Israel keluar Mesir karena mereka sedang mengalami hidup teraniaya. Tugas ini dilaksanakan Musa dengan bimbingan langsung yang terus-menerus dari Tuhan sendiri, baik berupa petunjuk langsung, maupun berupa mu’jizat.
  3. Tuhan memerintahkan Musa supaya kembali ke Mesir dan Midian, di mana ia telah hidup beberapa tahun setelah membunuh seorang orang Mesir, ini sesuai dengan firman Tuhan; pergilah engkau, pulanglah ke Mesir, karena segenap yang akan membunuh akan dikau itu telah mati.
  4. Pada waktu ini pula Tuhan menetapkan Harun sebagai pembantu Musa dan berfirman juga pada Harun, jadi, Tuhan mengangkat Harun sebagai Nabi. Firman Tuhan: pergilah engkau mendapatkan Musa di Padang Tijah, maka pergilah ia, didapatinya akan dia di dekat bukit Allah, lalu diciumnya akan dia.
  5. Perintah Tuhan kepada Musa supaya menghadap Fir’aun, memberitahukan tentang Allah kepada Fir’aun dan meminta agar Fir’aun membolehkan segala orang Israel keluar dari negeri itu. Segala mu’jizat diperlihatkan kepada Fir’aun dan kaumnya. Ini semua diterima oleh Musa di Median dan Mesir.

Sepeninggal Musa, bani Israel melupakan Tuhannya –Yehovah- kembali. Mereka mulai memuja patung anak lembu emas lagi yang mereka buat sendiri. Karena pelanggaran dan keingkaran ini, mereka harus menanggung kepahitan hidup mengembara lagi selama 40 tahun di padang tandus. Musa, Nabi besarnya meninggal dunia sebelum dapat memimpin kaumnya memasuki negeri yang dijanjikan itu, sebab, sebagai yang dikatakan oleh seorang penulis Yahudi, “mereka belum siap memasuki negeri itu, dan negeri itupun belum sedia menerima mereka.”

Akhirnya, umat Yahudi berhasil juga memasuki Kanaan di bawah Yoshua, setelah lebih dahulu memerangi penduduk-penduduk daerah Arab itu selama beberapa tahun. Segera setelah Yoshua meninggal, umat Israel kembali lagi meninggalkan ajaran Musa, dan mulai menyembah Baal dan Astartes, unsur-unsur ketuhanan bangsa Kanaan. Atau mereka mulai membayangkan Tuhan, Yehovah untuk dilambangkan sebagai ular. Tapi pelambangan ini segera dihancurkan oleh Yehezekil. Di tempat lain, Yehovah disembah dalam bentuk anak sapi. Peti buatan Musa bersama umatnya, diangkat kemana-mana, dianggap sebagai salah satu tempat atau alat untuk disembah yang paling penting.- Israel melupakan Median dan Mesir.ri negeri itu.jah, maka pergial ia, didapatinya akan dia di dekat bukit Allah, lalu

 

  1. C.      Kitab-Kitab Agama Yahudi
    1. 1.         Kitab Suci

Kitab suci Agama Yahudi, diakui juga sebagai bagian dari kitab suci Agama Kristen dengan nama Perjanjian Lama. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, menjadi satu kitab suci dengan nama Bible. Namun bagian dari Bible yang terbesar, adalah Perjanjian Lama, yaitu lebih kurang 75% dari keseluruhan isi kitab itu, merupakan bagian Perjanjian Lama.

Menurut pengakuan umatnya, kitab suci itu memang suci. Akan tetapi, kitab suci itu juga adalah kitab. Kitab itu tidak turun langsung dari surge, tidak didikte atau diimlakan oleh Tuhan atau oleh Malaikat kepada manusia.

Umat Yahudi membagi Perjanjian Lama ini menjadi:

  1. Kitab Taurat, terdiri dari: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan
  2. Kitab Nabi-Nabi, meliputi: 1) Nabi-Nabi yang Dahulu, yaitu: kitab Yusak, Hakim-Hakim, Samuel dan Raja-Raja; 2) Nabi-Nabi Kemudian, yaitu: Yesaya, Jeremia, Yehezkiel dan 12 nabi kecil mulai dari Hose sampai dengan Maleakhi.
  3. Surat-surat, terdiri dari: Mazmur, Ayub, Amtsal, Syirul Atsar, Rut, Nudub, al Khatib, Ester, Daniel, Ezra, Nehemia dan Tawarekh.

Rupanya Perjanjian Lama ini adalah gabungan dari: Taurat yang dinasabkan kepada kitab yang diterima Nabi Musa, Zabur kitab yang dihubungkan dengan wahyu Tuhan yang diturunkan kepada Nabi Daud atau Psalm of David dan ajaran-ajaran yang diajarkan oleh Nabi Sulaiman dalam bentuk  perumpamaan-perumpamaan. Ketiga nabi ini diakui oleh Islam sebagai nabi yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umatnya masing-masing.

Musa telah menerima Taurat sekaligus, ketika ia sedang bermunajat kepada Allah di Bukit Tursina, Gunung Sinai, sebelah utara Laut Merah, dalam bahasa Ibrani.

  1. 2.         Kitab Taurat

Biasanya umat Yahudi mengenal Tuhan sebagai pemberi Undang-Undang atau Hukum pada mereka. Hukum yang dimaksud adalah Taurat dan lebih dikenal dengan Hukum Taurat, dalam bahasa Ibrani disebut Thora. Taurat atau Thora berarti: ajaran, atau pengajaran, atau petunjuk. Dalam bahasa Yunani dipakai nama Pentateuch, yang berarti lima jilid, dan dalam banyak hal, orang lebih sering mempergunakan nama ini.

Orang Yahudi menganggap bahwa yang mengarang kitab Taurat itu adalah Nabi Musa, maka sering juga Pentateuch itu diberi nama Taurat Musa atau Kitab Musa. Tapi banyak orang berpendapat bahwa Musa tidak pernah menulis Taurat tersebut. Kitab-kitab dalam Taurat itu ditulis orang kira-kira beberapa abad di belakang Musa. Kepastian waktu penulisannya tidak dapat diketahui, hanya dapat dikira-kirakan, yaitu antara abad kedelapan atau ketujuh sebelum Masehi dan selesainya ditulis pada abad yang kelima sebelum Masehi.

  1. 3.         Kitab Talmud

Talmud adalah suatu kumpulan uraian tentang kitab suci yang pertama-tama yaitu Taurat dengan berbagai keterangan dari guru-guru dari masa ke masa yang telah mengabdikan hidup mereka untuk mempelajari kitab suci itu. Ia merupakan sebuah ensiklopedi: hukum peradaban, kemanusiaan dan ketuhanan. Dengan demikian, ia lebih dari hanya sebagai kitab hukum dan perundang-undangan belaka. Kandungannya lebih banyak berwujud khayal dibandingkan dengan kenyataan dan kejadian yang sebenarnya tentang kehidupan kebangsaan umat Yahudi ribuan tahun yang lalu. Seluruh cerita-cerita rakyat, dikumpulkan dan dipelihara dengan tulus ikhlas secara seksama dan disimpan dalam kesederhanaannya. Dan diterima dengan segala senang hati sebagai dasar bagi kelengkapan pedoman hidup mereka yang mengaku umat Yahudi, karena mereka terlarang mengadakan pengurangan atau penambahan terhadap Hukum Musa atau Taurat itu.

 

  1. D.      Beberapa Ibadah Yahudi
    1. 1.         Penyembahan Kepada Tuhan

Sudah diketahui, bahwa Musa berhasil menyelamatkan kaumnya dari perbudakan di Mesir dengan membawanya keluar negeri itu menuju suatu negeri yang dijanjikan untuk mereka. Sekitar 3200 tahun yang lalu, Musa memimpin mereka keluar dari daerah perbudakan, merupakan satu rombongan besar, ada yang berkuda, ada yang naik kereta, berjalan kaki dan sebagainya. Semua mengikuti Musa menuju ke arah Timur dari tanah Mesir, ke tanah yang telah dijanjikan itu. Negeri yang telah dijanjikan itu digambarkan Musa pada pengikutnya sebagai suatu negeri yang digenangi susu dan madu, dijanjikan untuk bangsa Yahudi oleh Tuhan yaitu Yehovah.

Di Mesir, banyak terdapat Tuhan-tuhan dan berhala-berhala. Orang yang ingin melihat Tuhannya, dapat memenuhi keinginannya itu dengan pergi ke kuil terdekat. Orang-orang Israel yang sudah bebas itu menyangka, bahwa di kaki gunung Sinai mereka pun akan dapat menjumpai Tuhan mereka berbentuk sapi jantan, atau anak sapi. Atau sepeti seekor burung hantu. Tapi ternyata mereka tidak melihat sesuatu apapun selain dari gunung, maka mereka amat kecewa. Mereka bertanya, “mana Tuhan yang engkau janjikan itu dan siapa yang telah menjanjikan kepadamu untuk membawa kami dengan selamat ke negeri yang dijanjikan itu. “Musa menjawab, “Yehovah bukan seperti Tuhan yang lain, sebab itu barang siapa yang ingin melihat wajah Tuhan, dia harus mati dahulu.”

  1. 2.         Sembahyang Yahudi

Menurut Ameer Ali, hukum nabi Musa tidak mengandung aturan-aturan mengenai sembahyang, selain hanya mengenai pembayaran sepersepuluh prosen kepada pendeta, dan upacara rumah tangga waktu memperkenalkan anak pertama.

Ada rumusan-rumusan doa yang ditentukan dan ucapan terima kasih, apabila kepala rumah tangga karena telah patuh memenuhi hukum yang diperintahkan, memohon berkah dari Yehovah untuk Israel. Tapi dengan timbulnya gagasan yang lebih bersifat spiritual tentang ketuhanan di antara orang banyak dan pendeta-pendeta dengan mundurnya antropomorpisme yang kaku, maka sifat sembahyang yang sebenarnya sebagai cara untuk berhubungan dengan Tuhan, mulai difamahi orang. Adat dan kebiasaan karena tidak adanya sesuatu peraturan khusus dalam hukum, menyebabkan orang Yahudi akhirnya menjadi satu umat yang suka sembahyang.

Tiga jam dalam sehari dipergunakan untuk melakukan ibadat sembahyang, yaitu jam 9, jam 12, dan jam 3. Tapi kemestian, bahwa segala upacara harus melalui pendeta, ditambah pula dengan tidak adanya teladan pertama yang positif turun dari pembuat undang-undang sendiri, membuat doa sembahyang itu dalam kebanyakan hal, jadi seperti mesin semata-mata.

Kitab Ulangan hanya menggariskan supaya menyembah sujud dihadapan hadirat Tuhan. Talmud mengatur masalah sembahyang yang tiga waktu di atas dengan lebih terperinci, yaitu orang Yahudi harus melaksanakan sembahyang tiga waktu sehari semalam, sembahyang pagi, sembahyang siang, dan sembahyang malam.

Lebih lanjut, sembahyang tiga waktu sehari semalam itu dapat dijelaskan sebagai berikut: yang terpenting dalam tiap sembahyang itu adalah  apa yang disebut tefillah atau sekarang menurut Talmud lebih dikenal dengan istilah Amidah –tegak berdiri,- yaitu berdiri mengawali sembahyang. Amidah dilakukan dengan mengucapkan shalawat sebanyak 19 macam, asalnya 18 macam. Tiga yang pertama adalah memuji kekuasaan Tuhan, ke-Maha perkasaan-Nya dan kesucian-Nya. Tiga yang terakhir adalah ucapan terima kasih atas rahmat-Nya yang terus menerus. Doa penutup untuk keselamatan dan kedamaian. Sedang tiga belas lainnya merupakan permohonan untuk segala keperluan kemanusiaan, baik material, spiritual, maupun yang bersifat fisik, dan termasuk juga doa untuk kebangunan bangsa Israel.

Dalam sembahyang pagi dan malam, Amidah didahului oleh Shema yang syahadat pertama orang Israel. Shema ditandai dengan dua macam pujian yaitu pujian kepada Tuhan yang telah menciptakan terang bnderang, pada waktu sembahyang pagi, dan yang mengatur perjalanan hari dan malam, pada waktu sembahyang malam dan Pujian kepada Tuhan karena kecintaan-Nya kepada Israel sebagai Nampak dari wahyu-Nya.

Setelah mengucapkan pujian Shema, diucapkan suatu pujian terhadap Tuhan sebagai penyelamat yang ditambahkan pada sembahyang malam atau sembahyang sunat untuk keselamatan dan kedamaian. Setiap sembahyang hari-hari itu selalu diakhiri dengan Alenu wajib, berdoa atau doa wajib. Untuk sembahyang harian, diutamakan agar dapat dilaksanakan secara berjamaah dengan paling sedikit 10 orang laki-laki yang telah berusia lebih dari 13 tahun. Walaupun demikian, sembahyang bisa juga dilaksanakan sendiri, kecuali kalau melaksanakan ibadat tertentu.

  1. 3.         Puasa

Ada pendapat, bahwa semua umat hanya menjalankan puasa pada waktu berkabung, duka cita dan kemalangan. Ini diperkuat oleh banyak fakta. Pada umumnya di kalangan kaum Yahudi, puasa itu dilakukan sebagai tanda berkabung dan duka cita. Misalnya nabi Daud, diceritakan menjalankan puasa tujuh hari pada waktu putranya yang masih kecil sakit. Demikian pula puasa sebagai tanda berkabung diuraikan oleh Samuel I 13:13 dan di tempat-tempat lain dalam Perjanjian Lama.

Syariat Musa menetapkan, bahwa hari penebusan adalah hari puasa, yang intinya agar orang-orang merendahkan diri dan hatinya dengan berpuasa. Sementara itu para pendeta menebusi mereka agar suci dari pada dosa.

Di samping itu masih ada lagi beberapa hari puasa yang dipopulerkan setelah hari pembuangan, yaitu sekedar untuk memperingati kejadian yang menyedihkan tatkala kerajaan Yahudi dihancurkan. Di antaranya ada empat hari puasa yang dijalankan secara tertib yaitu memperingati permulaan kota Yerussalem dikepung, kota Yerussalem jatuh, kanisah dihancurkan, Gedaliah dibunuh.

Puasa dimulai pada waktu fajar menyingsing sampai kelihatan tiga buah bintang yang pertama terbit pada senja hari yang bersangkutan. Orang Yahudi mengenal adanya puasa kecil, yaitu puasa yang dilakukan pada hari-hari untuk memperingati kejadian-kejadian yang bersejarah di kalangan mereka, seperti puasa peringatan kehancuran pertama Haikal pada tahun 586 sebelum Masehi. Puasa ini diadakan pada tanggal 9 bulan Ab tau Juli-Agustus, dan kehancuran kedua Haikal pada tahun 70 Masehi, juga puasa pada hari penebusan dosa, puasa  9 hari, puasa berduka cita, di mana umumnya orang tidak minum anggur dan makan daging, juga puasa tiga minggu untuk mana tidak boleh diadakan perayaan-perayaan kawin.

  1. 4.         Korban

Korban adalah salah satu upacara ibadah umat Yahudi yang amat penting. Tapi keterangan mengenai korban yang diberikan oleh imam Yahudi, tidak bercorak theologis. Mereka mengutamakan “bagaimana korban dilaksanakan bukan untuk apa-apa.”

Kalau dibedakan bentuk atau macam korban di kalangan umat Yahudi, barang kali dapat dibagi pada tiga bagian, yaitu: korban perdamaian, korban pemujaan, dan korban-korban lain.

  1. Korban Perdamaian, adalah korban yang dilakukan dengan tujuan meminta perdamaian bagi dosa-dosa, dosa yang tidak disengaja. Korban ini terdiri atas:

1)     Korban penghapus dosa, yaitu korban yang dipersembahkan pada hari perdamaian besar untuk menebus dosa para imam dan segenap bangsa Israel.

2)     Korban penebus dosa; mirip sekali dengan korban penghapus dosa, hanya bedanya korban ini diadakan setelah seseorang pencuri mencuri, dan pencurian dilakukan dengan mengambil barang sesama manusia, atau orang tidak memenuhi nazarnya kepada Yehovah, atau tidak membayar iurannya kepada imam.

  1.  Korban Pemujaan, korban ini terdiri atas:

1)     Korban bakaran; waktu mempersembahkan korban ini, orang yang berkorban harus meletakkan tangannya di atas kepala binatang korban itu sebagai tanda, bahwa ia menyerahkan diri sama sekali kepada Yehovah dan sebagai gantinya, binatang itu dibakar.

2)     Korban keselamatan; caranya sama dengan mempersembahkan korban bakaran, tapi yang dibakar hanya lemaknya.

3)     Korban sajian; korban ini terdiri atas tepung yang terbaik dicampur minyak, beberapa roti yang tidak beragi.

  1. Korban Lain-lain; di samping korban-korban di atas masih terdapat korban-korban lain seperti:

1)     Korban Perjanjian; yaitu dipersembahkan waktu mengadakan perjanjian di gurun Sinai yaitu korban bakaran dan korban syukur berupa lembu jantan yang muda.

2)     Korban Pelantikan Imam; yaitu korban yang diadakan waktu pelantikan imam dengan cara: cuping telinga kanan dan ibu jari tangan kanan serta kuku kanan diperciki dengan sedikit darah domba yang dikorbankan, sebagai tanda bahwa seluruh tubuhnya adalah kepunyaan Yehovah.

3)     Korban Cemburuan; yaitu korban yang dipersembahkan oleh seorang lelaki yang menuduh isterinya berkhianat atau berzina.

4)     Korban Pembunuhan; ialah korban yang harus dikerjakan oleh para tua-tua dari sesuatu tempat yang terdekat pada tempat orang menemukan mayat yang terbunuh, sedang yang membunuhnya tidak diketahui sama sekali.

  1. 5.         Mensucikan Hari-hari Tertentu

Berhubungan erat dengan korban, orang Yahudi menganggap hari-hari tertentu sebagai hari-hari atau waktu-waktu suci. Sama dengan korban, maka hari atau waktu suci ini banyak pula dikenal mereka.

  1. Paskah

Bagi umat Yahudi, paskah merupakan hari raya yang dipestakan untuk merayakan pembebasan orang-orang Israel dari perbudakan di Mesir. Permulaan perayaan adalah pada waktu sore, hari keempat belas bulan Nissan atau bulan pertama penanggalan keagamaan, Maret – April dan berlangsung selama 7 hari.

  1. Pentakosta

Pantekosta dalam bahasa Inggris, Pantecost dan istilah Yunani, Pentecoste atau Hemara, yaitu hari kelima puluh. Hari ini adalah hari-hari pesta Yahudi yang penting. Menurut penanggalan Yahudi, hari ini jatuh pada 50 hari sesudah Paskah dan menandakan permulaan masa panen di Palestina, suatu masa 49 hari atau 7 minggu.

  1. Hari Perdamaian Besar

Hari ini jatuh pada hari yang kesepuluh bulan tujuh. Hari ini adalah hari penghentian penuh. Semua umat Yahudi harus berpuasa sebagai tanda penyesalan atas dosa mereka. Pada hari inilah imam besar mengadakan perdamaian karena dosa para imam dan segenap bangsa Israel.

  1. Hari Raya Pondok Daun

Dinamakan demikian sesuai dengan pondok-pondok yang diperbuat dari daun-daunan. Hari ini juga dikenal sebagai hari raya pengumpulan hasil, dirayakan dari tanggal 15 – 22 bulan yang ketujuh.

  1. Hari Penebusan Dosa

Salah satu hari penting yang lebih bernilai rohaniah bagi umat Yahudi, adalah hari Penebusan Dosa. Hari Penebusan Dosa dalam bahasa Ibraninya Yom Kippur. Hari ini merupakan hari yang paling dikeramatkan mereka. Hari ini jatuh pada sekitar akhir bulan ke 6, Elul atau awal bulan ke 7 setiap tahun, atau tanggal 10 bulan 7, tishri, hari puasa dan sembahyang untuk pengampunan dosa yang dilakukan satu tahun yang lampau.

  1. Bulan Baru

Orang Yahudi selalu merayakan dan mensucikan hari pertama tiap-tiap bulan baru. Acaranya selain mengadakan korban, juga dipersembahkan korban merayakan hari itu; dan para imam meniup dua nafiri “terompet perak.” Seterusnya dirayakan dengan perjamuan makan.

  1. Tahun Sabbat

Orang Yahudi mengajarkan, bahwa selama tahun yang ke 7, tanah tidak boleh dikerjakan atau ditanami. Semua orang harus istirahat.

  1. Tahun Yobel

Yobel dari bahasa Ibrani, Jobeel berarti nafiri atau terompet, yaitu bunyi terompet yang dipakai untuk mengawali tahun itu pada  hari perdamaian besar, yaitu pada tanggal 10 bulan ke 7 tahun ke 49 atau tahun Sabbat yang     ke 7.

  1. Hari Raya Pembebasan Bait Suci

Hari ini dirayakan setiap tanggal 25 bulan Kislev untuk memperingati Bait Suci yang dibangun oleh Yahudi pada tahun 165 sebelum Masehi dan dihancurkan oleh pasukan Asyyur.

  1. Hari Raya Purim

Purim adalah jamak kata pur yang berarti undian. Hari ini dirayakan pada hari ke 14 dan 15 bulan Adar untuk memperingati pembebasan orang Yahudi dari tangan Hamam.

  1. Hari Sabbat atau Hari Sabtu

Kata sabbat berarti perhentian. Yehovah mensucikan hari sabbat karena hari itu adalah khusus disediakan untuk beribadat padanya, karena pada jari itulah dia berhenti dari pekerjaannya.

Dengan demikian, hari suci atau waktu-waktu yang disucikan orang Yahudi dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu golongan sabbat dan golongan hari-hari raya besar.

  1. 6.         Mensucikan Tempat-tempat tertentu

Bumi Palestina yang Yerussalem sebagai pusatnya pada prinsipnya adalah tempat yang suci bagi umat Yahudi. Mereka yakin, bumi Palestina ini dikhususkan Yehovah untuk umat Yahudi pilihannya saja. Maka mereka menyebut Palestina dengan bumi yang suci dan Yerussalem sebagai tanah yang kudus. Selain itu mereka juga mengenal dan mensucikan apa yang dinamakan mereka Kemah Suci.

  1. 7.         Beberapa Contoh Hukum atau Perundang-undangan Yahudi
    1. Hukum Sipil atau Kriminil

Beberapa hukum Yahudi kalau dibandingkan dengan hukum-hukum perdaban kuno lainnya, kelihatan lebih manusiawi. Ini dapat dilihat dari contoh, bahwa orang tidak boleh menganiaya sesamanya dan merampas barang-barang orang lain atau menahan uang upah buruh yang dipekerjakan sendiri, sesuai dengan Taurat, “jangan kamu menganiaya sesamamu manusia, atau merampas barang-barangnya, dan uang pembayar upahanmu jangan bermalam sertamu sampai pagi hari.” Seseorang yang ingin menagih hutang, tidak dibenarkan memasuki rumah orang yang berhutang.”

  1. Mengenai Hukum Bersunat

Bersunat atau khitan bagi umat Yahudi, erat sekali hubungannya dengan korban. Dahulu, pada suatu waktu, manusia sendiri yang menyerahkan dirinya untuk dijadikan korban, kemudian Tuhan menganggap cukup, kalau sebagian saja dari tubuh manusia yang dikorbankan, dan sebagian itu adalah apa yang dipotong pada waktu bersunat itu.

Orang Yahudi telah mengambil upacara khitan itu dari tradisi orang Mesir dahulu, karena orang Mesir purba melakukan khitan itu untuk membersihkan kotoran-kotoran yang terdapat di celah-celah kelaminnya. Kemudian cara ini diambil orang Yahudi dan dijadikannya sebagai suatu hal yang ada hubungannya dengan korban dan pengorbanan yang dilakukan untuk mendapat keampunan dari Tuhan.

  1. Hukum Waris

Menurut hukum Yahudi, orang laki-laki atau anak laki-lakilah yang merupakan pewaris utama. Kalau anak laki-laki ini banyak, maka yang tertua lebih utama, karena dia memperoleh warisan dua kali lipat bagian saudaranya yang lain. Hak waris tidak membedakan anrtara anak yang dilahirkan dari hasil zina.

Kalau yang meninggal dunia tidak mempunyai anak laki-laki, maka hak waris jatuh kepada anak laki-laki dari anak laki-laki itu atau cucu anak laki-laki, dan jika tidak ada cucu lelaki dari anak laki-laki, barulah warisan pindah kepada anak perempuan dan seterusnya. Tapi golongan Pembaca berpendn Pembacaak ada cucu lelaki dari anak laki-laki, barulah warisan pindah kepada anak perempuan dan seterusnya. nak laki-laapat, bahwa anak perempuan berhak juga atas warisan walaupun ada anak laki-laki, cuma bagiannya hanya seperdua dari bagian anak laki-laki. Kalau anak perempuan tidak mempunyai keturunan, maka warisan jatuh kepada nenek atau datuknya. Yang paling berhak menjadi ahli waris menurut asal-usulnya adalah bapaknya sendiri, dan ia menerima semua warisan, jika tidak ada bapak, warisan jatuh kepada datuk.

  1. Hukum Perkawinan

Umur kawin bagi orang laki-laki adalah 13 tahun dan bagi orang perempuan 12 tahun. Namun orang yang telah memperlihatkan tanda-tanda dewasa atau akil baliq, boleh melakukan perkawinan, walaupun sebenarnya dia belum berumur 13 atau 12 tahun. Orang yang sudah mencapai 20 tahun tapi belum juga kawin, maka dia berhak mendapat kutukan. Poligami diharuskan, walaupun berapa jumlahnya, tidak terbatas, karena tidak terdapat larangan da batasan untuk itu, baik dalam Taurat maupun Talmud, sebaliknya apa yng digambarkan dalam Taurat menunjukkan, bahwa para nabi Israel dan juga yang bukan nabi, umumnya beristeri banyak.

  1. Kedudukan Anak Perempuan

Melihat perbedaan penghargaan yang diberikan kepada anak perempuan dengan yang diterima anak laki-laki, maka sangat berbahagialah orang yang diberikan Tuhan anak laki-laki. Anak laki-laki jauh lebih dihargai daripada anak perempuan.

Perkawinan dalam agama Yahudi seolah-olah peristiwa jual-beli. Seorang perempuan yang sudah dikawinkan, menjadi seolah-olah dia dibeli oleh suaminya dari bapaknya, dan suaminya menjadi tuannya ubanhnya sebagai anak kecil, atau sebagai burung patah sayap, ia tidak berhak membeli dan menjual.

 

  1. E.       Beberapa Aliran Penting dalam Agama Yahudi

Sebagaimana dialami oleh kehidupan agama-agama yang lain itu, maka agama Yahudi juga terpecah menjadi berbagai-bagai aliran. Masing-masing mempunyai prinsip dan dasar sendiri-sendiri, begitu juga pandangan hidup sehari-hari, pandangan terhadap alam dan kehidupan dibalik alam.

Diantara aliran-aliran yang akan disebutkan di sini sebagai aliran yang tumbuh dari agama Yahudi adalah: Parisi, Sadduki, Pembaca, Penulis, golongan Essenes dan golongan Zealots atau Fanatik.

  1. 1.         Parisi

Perkataan Parisi berarti menyendiri atau berpecah. Jadi aliran Parisi adalah aliran yang selalu menyendiri dan selalu berada dalam atau ingin kepada perpecahan.

  1. 2.         Sadduki

Seperti halnya dengan Parisi, Sadduki tergolong aliran atau partai penting yang muncul pada periode menjelang berakhirnya abad pertama sebelum Masehi, yaitu pada waktu John Hyrcanus menjadi raja di Yerussalem.

  1. 3.         Pembaca

Golongan ini merupakan golongan yang paling kecil di antara aliran-aliran Yahudi. Mereka baru memperoleh pendukung, bilamana keadaan Sadduki dan Parisi sedang dalam kemunduran atau pertentangan hebat.

  1. 4.         Penulis

Golongan ini merupakan sekumpulan umat Yahudi yang bertugas menuliskan syariat bagi siapa saja yang memerlukannya. Dengan demikian, mereka sering juga disebut golongan juru tulis agama.

  1. 5.         Essenes

Salah satu sekte lain dari golongan Yahudi adalah Essenes. Penemuan Dead Sea Scrolls di lembah Qamran, Yordania baru-baru ini, sudah memancarkan cahaya baru dalam mengenal kepercayaan dan adat kebiasaan sekte ini.

  1. 6.         Golongan Fanatik atau Zealots

Aliran ini erat hubungannya dengan golongan Parisi. Banyak masalah agama yang mereka sepakati bersama, begitu pun mereka keduanya bersikap keras terhadap golongan-golongan lain. Sikap mereka lebih keras lagi terhadap orang-orang yang dituduh tidak bertuhan atau mereka yang tunduk di bawah kekuasaan yang bukan Yahudi.

  1. F.       Kesimpulan

Sejarah agama Yahudi dimulai dari Bani Israel sebagai pendukung agama Yahudi. Sejarah agama Yahudi terjadi pada zaman Musa. Tuhan telah memberikan kepada Musa Kitab Taurat. Agama Yahudi mengajarkann tentang berbagai macam hubungan dengan Tuhan, penugasan Musa menyelamatkan bani Israel dan lain-lain.

Dalam agama Yahudi terdapat berbagai macam kitab-kitab, yaitu kitab suci yang terbentuk dalam Perjanjian Lama dan terdiri dari kitab Taurat, kitab nabi-nabi dan surat-surat. Kitab Taurat sebagai ajaran/ pengajaran/ petunjuk. Orang Yahudi menganggap bahwa pengarang kitab Taurat adalah nabi Musa. Kitab yang lain adalah kitab Talmud yang berisi tentang  guru-guru dari masa ke masa.

Orang-orang Yahudi melakukan beberapa ibadat antara lain: penyembahan terhadap Tuhan yang dilakukan 3 jam dalam sehari, puasa yang dilakukan pada waktu berkabung, korban salah satu upacara adat, mensucikan hari-hari tertentu.

Dalam agama Yahudi terdapat berbagai macam aliran-aliran penting, yaitu Parisi, Sadduki, Pembaca, Penulis, Golongan Essenes dan Golongan Zealots atau Fanatik.

2 responses

  1. Ana Althafun Nisa' | Reply

    Syukron Ustadz, bisa jadi tambahan referensi nich!!!
    Diposting lebih banyak lagi ya!!!

  2. Ni'matul Khoiriyah Isya | Reply

    Terkait Khulafaur Rasyidin ya tadz!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: