HUKUM KARIKATUR NABI MUHAMMAD


HUKUM KARIKATUR NABI MUHAMMAD

(Tinjauan Analisis Hukum Pembuatan Karikatur

yang Mendistorsikan Nabi Muhammad)

Oleh: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

 

A.      Latar Belakang

Perkembangan zaman yang semakin modern ini memunculkan dinamika yang komplek dalam kehidupan baik yang berarti sebuah kejayaan atau perkembangan maupun sebuah tantangan. Bahkan agama islam sekarang ini berkembang dengan pesat di Eropa khususnya dan dunia pada umumnya.

Buktinya ialah kutipan berikut ini Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001.

Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur’an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa “serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia”, dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.

Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini, yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. Perkembangan ini, yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu, sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia.

Di belahan dunia Islam lainnya, Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis, laporan, dan tulisan seputar “kedudukan kaum Muslim di Eropa” dan “dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim.” Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini, media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim.

Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi. Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi.

Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul “Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa” membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis. Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah, terutama pasca peristiwa serangan 11 September. Misalnya, jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja.

Namun dibalik hal itu terdapat bermacam-macam cobaan ataupun tantangan baik yang disebabkan karena perkembangan islam itu sendiri maupun dari orang non islam. Karena perkembangan yang demikian pesatnya maka akan menimbulkan masalah-masalah fiqih yang sangat komplek dan membutuhkan pemecahan dengan cepat. Maka dari itu kita membutuhkan yang namanya ijtihad untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Tetapi dalam islam juga diperbolehkan taqlid. Asalkan taqlid yang dilakukan masih mempunyai dasar, karena seorang tersebut sudah mengerti, apalagi sekarang ini, kebiasaan bertaqlid sudah berakar kuat di dalam umat islam. Tanpa bertaqlid kepada madzhab, maka secara otomatis kita akan menjadi tersesat. Karena kita tidak mampu memahami secara langsung al Qur’an dan Hadist.tentang sebagian hukum islam.

Namun jika permasalahan tersebut tidak selesai dengan hanya mencari hukum yang sudah ditentukan atau dengan taqlid maka harus diijtihadi dengan cara ijtihad jam’I, karena sekarang ini tidak ada yang dapat memenuhi kriteria sebagai seorang mujtahid mutlak.

Disamping itu juga muncul masalah yang berkaitan dengan perkembangan islam, yaitu tantangan dari orientalis yang selalu berusaha untuk menghancurkan islam. Dari dulu sampai sekarang orientalis selalu berusaha mencari kelemahan dan kesalahan umat islam dan juga selalu berusaha agar umat islam merasa marah dan kesal dengan tindakan mereka. Salah satu perbuatannya ialah terdapatnya Surat kabar terbesar di Negara Bagian Queensland, Australia, The Courier Mail, mengikuti jejak media cetak Denmark, Norwegia dan Perancis, dengan memuat karikatur Nabi Muhammad SAW yang telah menyulut kemarahan kaum Muslimin se-dunia dalam edisi akhir pekannya.

Pemuatan salah satu dari 12 karikatur yang pada mulanya dipublikasi surat kabar Denmark, Jyllands-Posten itu, menurut radio ABC dalam beritanya yang dipantau ANTARA, Senin (06/02), diyakini Abdul Jalal dari Dewan Islam Queensland tidak akan dibalas masyarakat Muslim di negara bagian itu. Hal tersebut pada mulanya dikembangkan di Denmark yang bertujuan sebagai penghinaan kepada Nabi Muhammad saw. Dan hal itu merupakan tantangan bagi kita umat islam dalam menanggapi hal tersebut.

Kita sebagai umat islam harus dapat menanggapi hal tersebut dengan jiwa yang sabar tetapi juga kritis. Dalam fiqih proses menggambar atau pelukisan terhadap sesuatu tersebut dibahas dalam sub bab tersendiri.  Hal itu memberikan ilham pada saya sebagai penulis untuk menulis tentang hukum dari karikatur nabi Muhammad tersebut menurut kacamata fiqih.

Saya  menulis hal ini berdasarkan dari referensi yang ada dan dari kitab yang sudah dapat dikategorikan sebagai kitab masyhur, agar umat islam tidak meniru pembuatan gambar tersebut dan juga agar umat islam sadar bahwa kita sedang dijajah dan berusaha dihancurkan oleh pihak oerientalis.

Perkembangan zaman menimbulkan berbagai polemik yang sangat banyak, karena banyak alat-alat modern yang bermunculan dan juga banyak persoalan-persoalan baru yang ikut bertebaran seiring dengan adanya perbuatan-perbuatan baru, yang hal itu belum jelas hukumnya. Tugas kita sebagai umat islam adalah memfilter hal tersebut dengan mencari hukum apakah hal tersebut sudah sesuai dengan hukum dan syariat islam atau belum. Maka dari itu perlu adanya ijtihad untuk menggali hukum dari permasalahan tersebut.

Salah satu permasalahan yang muncul adalah seputar menggambar atau melukis yang menjadi polemik antara para ulama mutaakhirin. Apalagi baru-baru ini muncul karikatur yang memuat Nabi Muhammad saw. Maka kita perlu menanggapi hal tersebut.  Apakah hal itu cocok dengan syariat atau tidak ataui bahkan menghina kita. Kali ini akan saya tampilkan masalah-masalah seputar hal tersebut.

B.      Pengertian Menggambar dan Macam-macamnya

Menggambar merupakan kata kerja yang berasal dari kata benda yaitu gambar. Menurut bahasa Arab berasal dari kata:

صور—فعل ماض                  صورة—-ممصدر

التصوير—-menggambar/melukis

Menggambar merupakan bagian dari seni rupa yang berkembang dengan pesat, karena mengandung wujud estetik dan mengandung berbagai pesan yang hanya dapat dibaca oleh orang yang mengapresiasinya dan juga oleh orang yang mempunyai jiwa seni.

Secara istilah menggambar adalah pembabaran gagasan dan ide ke dalam bentuk ekspresi visual dua dimensi, yang menggunakan media tulis yang berupa kertas maupun kanvas.

Menurut penulis menggambar adalah penuangan gagasan baik yang berasal dari pikiran atau angan-angan maupun yang berasal dari keadaan yang sebenarnya ke dalam media dua dimensi, yang bertujuan agar dapat dinikmati oleh dirinya sendiri maupun oleh orang lain.

Menggambar mempunyai macam yang banyak dilihat dari model atau hasilnya, antara lain menggambar reklame, abstrak, karikatur dan obyek nyata atau pemandangan alam, dan lain-lain.

Sedangkan dilihat dari alatnya menggambar atau melukis dibagi menjadi dua macam.

  1. Melukis dengan tangan.
  2. Melukis dengan alat.

Sedangkan karikatur yang merupakan macam-macam gambar adalah menggambar obyek yang dibuat dengan tidak jelas atau dibuat lucu sehingga menarik si pembaca dan mempunyai tujuan tertentu.

C.      Hukum Menggambar

Gambar itu adakalanya berupa gambar selain hewan seperti matahari, bulan, tumbuhan pohon, dan masjid atau adakalanya berupa gambar hewan baik yang berakal maupun yang tidak berakal. Mengenai bagian yang pertama tidak ada pembicaraan didalamnya.

Menurut ulama malikiyah gambar atau menggambar itu haram dengan syarat empat:

  1. Apabila gambar itu berupa binatang baik yang berakal maupun yang tidak berakal, adapun menggambar selain hewan seperti perahu masjid itu diperbolehkan secara mutlak.
  2. Medianya berupa media yang tetap seperti kayu, besi dan lain-lain(maksudnya apabila dibiarkan tahan lama), sedangkan yang tidak tetap hukumnya boleh.
  3. Keadaan gambar tersebut sempurna anggotanya lahir, yang makhluk tersebut tidak mungkin dapat hidup tanpa anggota tersebut.
  4. Mempunyai bayangan, jika tidak mempunyai bayangan maka hukumnya tidak haram.

Sedangkan menurut ulama Syafi’iyah diperbolehken menggambar selain hewan seperti tumbuhan, perahu, matahari dan bulan. Adapun hewan hukumnya haram untuk menggambarnya baik yang mempunyai akal maupun yang tidak mempunyai akal. Akan tetapi jika seseorang menggambar hewan maka disyaratkan bukan berupa jasad. Dan boleh jika dibuat seperti bantal, tempat tidur, lantai. Dan jika berupa jasad maka hendaklah yang tidak berperan penting dalam kehidupan manusia atau hewan tersebut. Demikian juga menurut Hanabilah.

Adapun larangan menggambar ini terdapat dalam hadist sebagai berikut:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ أَخْبَرَنَا عَوْفٌ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا إِذْ أَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَبَا عَبَّاسٍ إِنِّي إِنْسَانٌ إِنَّمَا مَعِيشَتِي مِنْ صَنْعَةِ يَدِي وَإِنِّي أَصْنَعُ هَذِهِ التَّصَاوِيرَ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ لَا أُحَدِّثُكَ إِلَّا مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَمِعْتُهُ يَقُولُ مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فَإِنَّ اللَّهَ مُعَذِّبُهُ حَتَّى يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ فِيهَا أَبَدًا فَرَبَا الرَّجُلُ رَبْوَةً شَدِيدَةً وَاصْفَرَّ وَجْهُهُ فَقَالَ وَيْحَكَ إِنْ أَبَيْتَ إِلَّا أَنْ تَصْنَعَ فَعَلَيْكَ بِهَذَا الشَّجَرِ كُلِّ شَيْءٍ لَيْسَ فِيهِ رُوحٌ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ سَمِعَ سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ مِنْ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ هَذَا الْوَاحِد

Abdullah bin Abdul Waqab menceritakan kepadaku, Yazid bin Zurai’ menceritakan kepadaku, ‘auf menceritakan kepadaku dari Sa’id bin Abul Hasan,dia berkata, saya berada disamping Ibnu Abbas ketika dating laki-laki kepadanya, dan berkata Hai Ibn abbas, sesungguhnya aku ini manusia dan seungguhnya mata pencaharianku adalah dari perbuatan tanganku, dan sesungguhnya aku membuat lukisan-lukisan ini, ibnu Abbas berkata,apakah aku belum menceritakan kepadamu kecuali dari sesuatu yang aku mendengarnya dari Rasulullah saw, Ibnu Abbas berkata, aku mendengar Rasulullah dia berkata, barang siapa menggambargambar, maka Allah akan menyiksanya sampai ia meniupkan ruh pada gambar tersebut, dan dia tidak bisa meniup ruh tersebut selamanya, maka banyak laki-laki yang takut dengan ketakutan yang sangat dan wajahnya berubah menjadi kuning,kemudian ibn Abbas berkata celaka kamu jika kamu tetap demikian, kecuali jika kamu ingin membuat maka buatlah tumbuhan ini, yang didalamnya tidak terdapat ruh.abu Abdillah berkata Sa’id bin Urbah mendengar dari Nadhri bin Anas kata-kata satu ini.

Hadist ini menyatakan bahwa mengambar barang yang mempunyai ruh itu dilarang, sedangkan yang diperbolehkan adalah menggambar yang tidak mempunyai ruh saja seperti tumbuhan dan lain-lain.

قَالَ مُسْلِم قَرَأْتُ عَلَى نَصْرِ بْنِ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيِّ عَنْ عَبْدِ الْأَعْلَى بْنِ عَبْدِ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَقَالَ إِنِّي رَجُلٌ أُصَوِّرُ هَذِهِ الصُّوَرَ فَأَفْتِنِي فِيهَا فَقَالَ لَهُ ادْنُ مِنِّي فَدَنَا مِنْهُ ثُمَّ قَالَ ادْنُ مِنِّي فَدَنَا حَتَّى وَضَعَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ قَالَ أُنَبِّئُكَ بِمَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُورَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ و قَالَ إِنْ كُنْتَ لَا بُدَّ فَاعِلًا فَاصْنَعْ الشَّجَرَ وَمَا لَا نَفْسَ لَهُ فَأَقَرَّ بِهِ نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ

Muslim berkata, saya membaca pada Nasri bin ali al Jahdhomi, dari abdul A’la bin abdul A’la Yahya bin abi Ishaq menceritakan kepadaku dari Sa’id bin Abul Hasan dia berkata, laki-laki telah datang pada Ibn Abbas kemudian berkata, saya laki-laki yang menggambar lukisan ini maka berilah fatwa saya terhadapnya, Ibnu Abbas berkata pada laki-laki itu, mendekatlah padaku, kemudian laki-laki itu mendekat padanya, mendekatlah padaku kemudian laki-laki itu mendekat padanya, sampai Ibn abbas meletakkan tangannya dikepalanya, Ibn Abbas berkata: saya akan mencerikan padamu tentang sesuatu yang kudengar dari Rasulullah saw, Aku mendengar dari Rasulullah dia berkata setiap orang yang menggambar masuk neraka, yang menjadikan obyekj yang digambar mempunyai ruh, maka ia akan disiksa dijahannam, kemudian ia berkata, apabila kamu harus melakukan maka buatlah tumbuhan (gambar tumbuhan)dan sesuatu yang tidak punya ruh, kemudian Nasr bin Ali mengakui hal tersebut.

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا اشْتَرَتْ نُمْرُقَةً فِيهَا تَصَاوِيرُ فَلَمَّا رَآهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ عَلَى الْبَابِ فَلَمْ يَدْخُلْ فَعَرَفْتُ فِي وَجْهِهِ الْكَرَاهِيَةَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ مَاذَا أَذْنَبْتُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا بَالُ هَذِهِ النُّمْرُقَةِ قَالَتْ فَقُلْتُ اشْتَرَيْتُهَا لَكَ لِتَقْعُدَ عَلَيْهَا وَتَوَسَّدَهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ وَقَالَ إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي فِيهِ الصُّوَرُ لَا تَدْخُلُهُ الْمَلَائِكَة

Ismail menceritakan kepadak, dia berkata; Malik menceritakan padaku dari Nafi’ dari Al Qasim ibn Muhammad dari Aisah istri Nabi saw sesungguhnya dia mengabari nabi bahwa dia telah membeli bantal yang padanya terdapat gamba, ketika nabi merlihatnya, nabi berdiri di pintu jangan masuk, saya tahu di wajah nabi terdapat kebencia, kemudian saya berkata, hai Rasulullah saya bertaubat kepada Allah dan rasulnya, apa salahku? Nabi berkata, apa guna bantal ini,?Aisah berkata, saya berkata, kubeli bantal ini untukmu supaya kamu duduk diatasnya dan kamu berbantalan dengannya. Nabi berkata sesungguhnyapemilik gambar ini akan disiksa dihari kiamat dan akan dikatakan kepada mereka, hidupkanlah sesuatu yang telah kamu jadikan, nabi berkata sesungguhnya rumah yang didalamnya terdapat gambar maka malaikat tidak akan masuk ke rumah itu.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا اشْتَرَتْ نُمْرُقَةً فِيهَا تَصَاوِيرُ فَلَمَّا رَآهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ عَلَى الْبَابِ فَلَمْ يَدْخُلْهُ فَعَرَفْتُ فِي وَجْهِهِ الْكَرَاهِيَةَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاذَا أَذْنَبْتُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا بَالُ هَذِهِ النُّمْرُقَةِ قُلْتُ اشْتَرَيْتُهَا لَكَ لِتَقْعُدَ عَلَيْهَا وَتَوَسَّدَهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُعَذَّبُونَ فَيُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ وَقَالَ إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي فِيهِ الصُّوَرُ لَا تَدْخُلُهُ الْمَلَائِكَةُ.

Abdullah bin Yusuf menceritakan padaku Malik menceritakan padaku dari Nafi’ dari Al Qasim ibn Muhammad dari Aisah istri Nabi saw sesungguhnya dia mengabari nabi bahwa dia telah membeli bantal yang padanya terdapat gamba, ketika nabi merlihatnya, nabi berdiri di pintu jangan masuk, saya tahu di wajah nabi terdapat kebencia, kemudian saya berkata, hai Rasulullah saya bertaubat kepada Allah dan rasulnya, apa salahku? Nabi berkata, apa guna bantal ini,?Aisah berkata, saya berkata, kubeli bantal ini untukmu supaya kamu duduk diatasnya dan kamu berbantalan dengannya. Nabi berkata sesungguhnyapemilik gambar ini akan disiksa dihari kiamat dan akan dikatakan kepada mereka, hidupkanlah sesuatu yang telah kamu jadikan, nabi berkata sesungguhnya rumah yang didalamnya terdapat gambar maka malaikat tidak akan masuk ke rumah itu.

Keterangan dari beberapa hadist diatas mengambarkan bahwa menggambar sesuatu yang bernyawa itu hukumnya diharamkan dan subyeknya akan dimasukkan di neraka dan disiksa di dalamnya apalagi menggambar manusia. Akan tetapi jika hal tersebut bertujuan untuk mendidik maka diperbolehkan,  apalagi jika gambar tersebut berupa gambar nabi yang ditujukan menghina nabi maka hukumnya haram dan berdosa besar dan pelakunya dianggap kufur.

D.      Hukum Memfoto dan Menyimpannya Serta Mengoleksi Berbagai Lukisan

Sedangkan melukis dengan alat (kamera)  dimana gambar terbentuk tanpa adanya perbuatan photographer yang berupa menarik garis gambar dan membentuknya, maka hal ini termasuk masalah yang diperselishkan oleh para ulama mutaakhirin. Diantara mereka ada yang melarangnya dan adapula yang membolehkannya.

Ulama yang melihat lafadz hadist (yang melarang) berpendapat hal ini dilarang, karena mengambil gambar dengan alat termasuk dalam taswir (melukis). Seandainya tidak didukung oleh perbuatan manusia dalam menggerakkan, menyusun dan mencuci gambar tersebut maka gambar itu tidak akan muncul.

Sedangkan ulama yang melihat kepada ma’na dan illah (dari hadist tersebut) mereka membolehkannya., karena pelarangan dalam hal ini adalah menyaingi penciptaan Allah, sementara pengambilan gambar dengan alat tidak menyaingi penciptaan Allah, bahkan perbuatan ini tidak lebih dari sekedar memindahkan benda yang diciptakan Allah tanpa mengubahnya.

Namun yang paling utama tentu saja apabila kita meninggalkannya, karena hal ini termasuk barang syubhat(samara-samar) dan barang siapa yang meninggalkan perkara yang samar maka ia telah menyelamatkan dirinya dan agamanya.

Adapun hukum memakai dan menyimpan atau mengoleksi suatu gambar terbagi menjadi dua:

Pertama, apabila gambar atau lukisan tersebut mempunyai bentuk jasad atau patung, maka menyimpannya adalah haram.

Kedua, apabila lukisan ini tidak berbentuk jasad, seperti gambar di atas sesuatu, jenis ini bisa dibagi menjadi beberapa macam.

  1. Apabila lukisan tersebut digantung dengan tujuan untuk diagungkan dan dibesar-besarkan seperti digantungkannya gambar raja, dan lain-lain, maka hal itu termasuk haram.
  2. Apabila gambar atau lukisan yang digantung itu dijadikan kenang-kenangan, maka hal ini juga haram,dan didasari dua hal: dapat menyebabkan cintanya kepada Allah dan rasulnya terbagi, malaikat tidak akan mau masuk rumah tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadist diatas.
  3. Apabila gambar tersebut digantung dengan tujuan memperindah dan menghiasi ruangan, hal ini juga dilarang oleh Rasulullah. Sebagaimana keterangan hadist di atas tadi.
  4. Apabila gambar tersebut digunakan sebagai barang yang hina dan remeh, seperti gambar diatas tikar atau bantal atau bejana, maka Imam Nawawi telah menukil pendapat jumhur ulama tentang bolehnya hal tersebut.
  5. Jika penggunaan gambar tersebut sudah melekat dan tidak dapat terpisahkan seperti zaman sekarang ini maka saya rasa boleh untuk menggunakannya karena kemasyaqatan yang timbul tersebut. Sebab Allah tidak pernah menjadikan dalam agama tersebut kesulitan.

Sedangkan mengenai photo maka hukumnya menjadi dua seperti yang disebutkan di atas tadi, yaitu, ada yang mengharamkan dan ada yang membolehkan, baik menyimpannya maupun membuat dan memphoto tersebut tinggal kita memilih untuk memakai yang mana.

E.     Perkembangan Karikatur di Eropa dan Tanggapan Umat Islam Terhadapnya.

Pada mulanya karikatur ini dimulai di Denmark, karena mereka menganggap bahwa berkreasi itu tidak dilarang, disana terdapat karikatur yang memuat gambar nabi Muhammad, akan tetapi perkembangan tersebut mulai diikuti oleh Negara-negara yang lain.

Karikatur Yang Menista Nabi Muhammad SAW Juga Muncul di Media Australia Kapanlagi.com – Suratkabar terbesar di Negara Bagian Queensland, Australia, The Courier Mail, mengikuti jejak media cetak Denmark, Norwegia dan Perancis, dengan memuat karikatur Nabi Muhammad SAW yang telah menyulut kemarahan kaum Muslimin se-dunia dalam edisi akhir pekannya. Pemuatan salah satu dari 12 karikatur yang pada mulanya dipublikasi suratkabar Denmark, Jyllands-Posten itu, menurut radio ABC dalam beritanya yang dipantau ANTARA, Senin (06/02), diyakini Abdul Jalal dari Dewan Islam Queensland tidak akan dibalas masyarakat Muslim di negara bagian itu.

Hanya saja, ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa sejumlah kalangan Muslim fanatik di bagian selatan negara bagian itu bisa saja memberi respons terhadap pemuatan salah satu karikatur di The Courier Mail tersebut. Presiden Federasi Dewan Islam Australia (AFIC), Dr.Ameer Ali, seperti dikutip ABC, mengatakan, penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW akan menimbulkan banyak sekali ketersinggungan. “Reaksinya sudah tampak dimana para imam yang memberi khotbah di masjid-masjid (di Australia-red.) berpendapat bahwa aksi semacam ini hanya melahirkan lebih banyak (Osama) bin Laden daripada menguranginya,” kata Ameer.

Terkait dengan isu karikatur dan hubungannya dengan propaganda Barat, Analis intelijen, AC Manulang, mengatakan, dunia Islam harus bersatu menghadapi “propaganda abu-abu” (grey propaganda) dari negara-negara Barat yang mengidentikkan Islam dengan terorisme seperti tampak dalam pencitraan Nabi Muhammad dalam karikatur oleh media Denmark, Norwegia, dan Perancis.”Dunia Islam harus bersatu menghadapi grey propaganda ini,” kata Manullang.

Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen, kata Manullang, menilai keadaan ini sebagai politik seperti terlihat dari pernyataannya bahwa pemerintahannya boleh-boleh saja meminta maaf namun tidak mempunyai hak apapun untuk melarang atau menghentikan kebebasan berekspresi dan kebebasan pers. Karikatur itu antara lain menggambarkan Nabi Muhammad memakai sorban yang bagian atasnya dilekati bentuk bom waktu dan memperlihatkan Nabi sebagai orang Badui dengan mata terbeliak sedang menghunus pedang, ditemani dua wanita berbusana hitam.

Gambar tersebut dicetak kembali dalam sebuah majalah Norwegia pada awal bulan lalu, sehingga memicu kemarahan di kalangan negara Islam. Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen, sempat mengatakan, pemerintahnya tidak dapat bertindak atas pemuatan kartun-kartun Nabi Muhammad yang memicu kemarahan umat Islam itu. Sejak Jyllands-Posten menerbitkan kartun-kartun itu September lalu, pemerintah Denmark berulang kali membela dan berlindung di balik hak kebebasan berbicara. “Pemerintah tidak dapat mempengaruhi media. Pemerintah dan negara Denmark karena itu tidak dapat bertanggungjawab atas apa yang diterbitkan oleh media independen,” kata Fogh Rasmussen.

Bahkan Pemerintah Denmark mendapat dukungan luas dari publik atas sikapnya menyangkut kartun-kartun itu. Satu jajak pendapat pendapat menunjukkan 79% warga Denmark berpendapat bahwa Fogh Rasmussen tidak perlu menyatakan permintaan maaf dan 62% mengatakan suratkabar itu hendaknya tidak meminta maaf. Akibat pemuatan karikatur itu, gelombang unjuk rasa umat Islam terjadi di berbagai negara.

Di Afghanistan, seorang dilaporkan tewas, sedangkan di Beirut, kantor Kedutaan Besar Denmark dan Swedia dibakar para pengunjuk rasa yang tersinggung atas pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW itu. Ratusan anggota dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berunjuk rasa di depan Kedubes Denmark di Jakarta, pada Senin guna memprotes pemuatan karikatur yang mereka anggap sangat menyakiti hati kaum Muslimin Indonesia dan dunia. (*/lpk)[1]

Wakil Presiden (Wapres) Iran Esfandjar Rahim Mashaee mengatakan, pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW di media barat merupakan upaya mengadu domba umat Islam dan non Islam. “Ada yang sangat sensitif yang harus diperhatikan yaitu mereka berusaha untuk mengadu domba antara umat Islam dan umat non Islam,” kata Wapres Iran usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Kamis (9/2). Menurut Esfandjar, hal itu terjadi karena penghinaan terhadap seorang nabi khususnya Nabi Muhammad SAW penting artinya bagi umat Islam dan bagi umat non muslim juga. “Saya percaya bahwa semua kebijakan barat itu dilakukan untuk mengadu domba antara umat Islam dan non Islam dan itu dilakukan oleh zionis,” katanya.

Oleh karena itu ia mengajak umat Islam untuk menyadari hal ini. Menuru dia, dirinya akan memanfaatkan secara maksimal kekuatan umat Islam di seluruh dunia guna mewujudkan perdamaian dan stabilitas internasional. Sebelumnya telah terjadi reaksi yang keras umat Islam di seluruh dunia atas pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW di beberapa media barat. Karikatur tersebut awalnya dimuat media Denmark namun kemudian oleh beberapa media barat lainnya.

Esfandjar juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas kesadarannya dalam menghadapi penghinaan atas Nabi Muhammad SAW oleh negara-negara barat. “Dalam kesempatan ini saya akan ucapkan terima kasih atas kesadaran masyarakat Indonesia dalam menghadapi penghinaan Nabi Muhammad SAW oleh negara barat,” katanya. (ant)

Jadi pada intinya umat islam sangat geram dengan adanya pemuatan salah satu karikatur nabi Muhammad di Denmark. Karena hal itu merupakan pelecehan terhadap nabi Muhammad saw, dan juga pelecehan terhadap umat islam, bahkan seluruh umat islam di dunia. Pelecehan sekecil apapun tidak dapat dibenarkan walaupun hal itu dalam dunia seni sekalipun. Untuk itu banyak reaksi yang muncul terhadap hal itu baik di Arab Saudi maupun di Negara-negara yang lain, seperti Iran, Afganistan dan lain lain.

Sebagai bentuk protes terhadap hal itu banyak Negara yang menarik duta besarnya dari Denmark, khususnya Negara-negara islam. Dan banyak yang memboikot produk-produk Denmark.

F.      Hukum Menghina Nabi

Hukumnya kufur atau menyebabkan kufur orang yang mengatakan jelek tentang nabi, semua nabi dan rosul, demikian juga mengatakan jelek terhadap malaikat. Penyusun berkata dalam kitab sifa’ barang siapa yang menghina nabi dan menyamakan dengan yang selain nabi, maksudnya disini adalah semua nabi yang disepakati, dari segi apapun baik dari segi kekurangannya, atau menyamakan dengan yang lain dalam kemiripannya atau mencari kesalahannya, atau mengharap nabi tersebut ditimpa bahaya, maka hukumnya adalah kufur.

Apabila orang tersebut selain orang islam, maka ia akan menyebabkan bertambah siksanya dineraka, atau akan menambahi siksanya di akhirat. Apalagi jika orang tersebut hanya mengira-ngira saja, ia belum pernah melihat atau menyaksikan nabi, maka ia termasuk berbohong yang murakab. Atau dapat dikatakan bahwa orang yang menghina nabi itu akan tidak akan mendapat hidayah dari Allah, karena hidayah tersebut pada mulanya diturunkan melalui nabi, sedangkan bagaimana bisa orang mendapatkan hidayah bila perantaranya atau kekasihNya ia hina dengan segala macam cara.

Atau mungkin orang tersebut kalau selain dari umat islam ia memiliki tujuan untuk mengadu domba antara umat islam dan lainnya, maka hal itu akan menjadikan siksanya bertambah berat lagi. Intinya dalam hal ini tidak hanya bagi Nabi Muhammad tetapi seluruh nabi yang disepakati keberadaannya dan seluruh malaikat yang disepakati juga. Karena hal itu tidak mungkin untuk menggambar nabi, sebab sebagai orang islam saja jarang yang ditemui nabi atau bahkan berbanding seribu satu, apalagi jika non islam, bagaimana bisa ia menggambar orang yang tidak pernah ia lihat tanpa khayalan? Sedangkan semua khayalan tersebut adalah kebohongan.

G.      Hukum Karikatur Nabi Muhammad.

Sebagaimana keterangan di atas tadi bahwa karikatur merupakan gambar yang tidak jelas yang bertujuan sebagai obyek untuk ditertawakan atau untuk menarik konsumen karena gambar yang ditampilkan tersebut lucu.

Pemuatan atau pembuatan karikatur yang demikian ini, merupakan penghinaan yang ditujukan kepada seseorang atau orang tertentu, karena orang tersebut akan merasa terhina bila gambar atau fotonya ditampilkan di media massa dalam keadaan yang tidak sempurna dan sebagai obyek tertawaan. Hanya orang-orang yang tidak waras yang bila harga dirinya atau dirinya itu dijadikan obyek tertawaan tidak marah.

Permasalahannya sekarang,  bagaimana jika karikatur yang di buat tersebut merupakan karikatur nabi Muhammad saw? Apakah hal itu bukan berarti menghina nabi? Sedangkan orang yang menghina salah satu nabi, maka ia sama saja dengan menghina umat dari nabi tersebut.

Orang yang membuat sesuatu yang menghina nabi baik disengaja maupun tidak disengaja (tidak ada tujuan yang jelas), sebagaimana diterangkan diatas tadi baik dalam kitab Is’adur Rafiq maupun Yas alunaka Fiddini wal hayah, hukumnya adalah berdosa besar bahkan sampai menyebabkan kufur, jika orang itu orang islam. Permasalahan berikutnya, bagaimana jika pembuat karikatur tersebut bukan orang islam, yang pada akhirnya dihukumi menyebabkan kufur atau tidak, hal tersebut sama saja atau tidak berpengaruh apa-apa?

Orang tersebut akan dijauhkan dari rahmat Allah dan juga hidayahNya. Karena jika dilogikakan bagaimana bisa ia mendapatkan pertolongan dari orang yang kekasihnya atau utusannya atau orang kepercayaannya ia hina? Hal tersebut juga berkaitan jika pemuatan karikatur tersebut dilandasi oleh kebebasan berekpresi dalam dunia seni.

Ekpresi dalam dunia seni memang bebas tetapi kebebasan tersebut haruslah kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan yang tidak mengganggu kebebasan orang lain dan juga hak-hak orang lain. Karena kalau kebebasan itu mengganggu hak-hak orang lain maka sama artinya ia melakukan pelanggaran terhadap HAM, atau al-huquq al-insaniyah, dan ia menghina orang tersebut. Apalagi jika yang dijadikan obyek tersebut nabi, berarti ia menghina Nabi Muhammad.

Jika pemuatan karikatur tersebut bertujuan untuk mengadu domba umat islam dengan non islam, maka hukumnya juga haram dan tidak diperbolehkan juga berdosa besar dan nabi melaknat orang tersebut, dan akan menambahkan siksanya di hari akhir nanti, juga akan menjauhkan dari rahmatNya. Orang tersebut termasuk orang yang munafik karena berusaha mengadu domba antara muslim dan non muslim. Dan orang tersebut dapat dikenai hukuman yaitu dita’zir, karena mengganggu perdamaian dunia. Menggambar saja hukumnya khilaf antara boleh dan tidak apalagi menggambar yang bertujuan menghina, apalagi yang dihina adalah Nabi, bahkan sayyidil anbiya’ wal mursalin.

Intinya hukum karikatur nabi Muhammad saw menurut kacamata fiqih ialah haram dan pelakunya berdosa besar dan juga dijauhkan dari rahmatNya, juga akan menambah siksanya di hari kiamat.

H.      Kesimpulan

  1. Menggambar adalah penuangan gagasan baik yang berasal dari pikiran atau angan-angan maupun yang berasal dari keadaan yang sebenarnya ke dalam media dua dimensi, yang bertujuan agar dapat dinikmati oleh dirinya sendiri maupun oleh orang lain. Menggambar dilihat dari alatnya dibagi menjadi dua yaitu menggambar dengan alat dan dengan tangan.
  2. Hukum menggambar dengan tangan apabila yang digambar itu berupa jisim maka hukumnya adalah haram, apabila tidak berupa jisim yang punya ruh maka tidak haram. Hukum menggambar dengan alat atau memphoto masih diperdebatkan para ulama.
  3. Memphoto itu hukumnya terjadi khikaf ada yang membolehkan dan ada yang mengharamkan. Sedangkan hukum menyimpan gambar  jika hal itu bukan merupakan barang yang hina atau tidak diletakkan ditempat yang hina, maka dilarang. Dan dapat mencegah malaikat masuk kedalam rumah. Sedangkan hukum menyimpan foto itu masih terjadi khilaf.
  4. Karikatur yang memuat nabi Muhammad muncul pertama kali di Denmark dan kemudian diikuti oleh negara-negara lain seperti Australia. Hal tersebut menimbulkan tanggapan negatif atau kontra versi dari umat islam diseluruh dunia. Karena dianggap menghina Nabi.
  5. Orang yang menghina nabi dengan cara apapun baik nabi Muhammad maupun seluruh nabi adalah haram dan menyebabkan kufur, jika orang non islam menyebakan dijauhkan dari rahmat.
  6. Hukum karikatur nabi adalah haram dan kufur orang yang membuatnya, karena hal itu menghina nabi Muhammad saw, jika non muslim maka akan menambah siksanya dineraka dan tidak akan mendapat hidayahNya.

I.       Saran

Hendaklah kita sebagai umat islam kritis terhadap perkembangan yang terjadi karena banyak tantangan yang harus kita hadapi dengan penuh kesabaran dan ketawakalan kepada Allah. Kita harus tanggap dengan apa yang dilontarkan oleh kaum orientelis baik itu berupa penghinaan maupun pujian. Kita juga harus memfilter tindakan mereka dengan segenap kemampuan kita untuk mencegah pengaruh buruk yang dikembangkan dari mereka tersebut.

Janganlah kita bersantai-santai saja, kita harus selalu berusaha memajukan islam dengan segala kemampuan kita dan dengan segenap kemampuan kita. Dan kita juga mempertebal iman dan taqwa kita agar tidak mudah tergoda dengan ajakan yang sifatnya kesenangan sementara.


[1] 0000101799.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: