حديث اخلاق محمودة


حديث اخلاق محمودة

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ  [رواه البخاري]

  Terjemah hadits /ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW : (Ya Rasulullah ) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah. (Riwayat Bukhori )

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /الفوائد من الحديث :

  1. Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan nasihat dan mengenal perbuatan-perbuatan kebajikan, menambah wawasan ilmu yang bermanfaat serta memberikan nasihat yang baik.
  2. Larangan marah.
  3. Dianjurkan untuk mengulangi pembicaraan hingga pendengar menyadari pentingnya dan kedudukannya.

عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ “

 [رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح]

 Terjemah hadits /ترجمة الحديث :

Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma dari Rasulullah saw beliau bersabda : Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik “

(Riwayat Turmuzi, dia berkata haditsnya hasan, pada sebagian cetakan dikatakan hasan shahih).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /الفوائد من الحديث :

  1. Takwa kepada Allah merupakan kewajiban setiap muslim dan dia merupakan asas diterimanya amal shaleh.
  2. Bersegera melakukan ketaatan setelah keburukan secara langsung, karena kebaikan akan menghapus keburukan.
  3. Bersungguh-sungguh menghias diri dengan akhlak mulia.
  4. Menjaga pergaulan yang baik merupakan kunci kesuksesan, kebahagiaan dan ketenangan di dunia dan akhirat. Hal tersebut dapat menghilangkan dampak negatif pergaulan. Dan selalu memperbaiki akhlak dimanapun ia berada.

 عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلُّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَ تُمِيْطُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ . [رواه البخاري ومسلم]

Terjemah hadits /ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Setiap anggota tubuh manusia wajib disedekahi, setiap hari dimana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap dua orang (yang bertikai) adalah sedekah, engkau menolong seseorang yang berkendaraan  lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraanya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah ketika engkau berjalan menuju shalat adalah sedekah dan menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah.

(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /الفوائد من الحديث  :

  1. Bersyukur kepada Allah ta’ala setiap hari atas kesehatan anggota badan.
  2. Allah telah menjadikan  -sebagai rasa syukur terhadap ni’mat-Nya- setiap anggota badan untuk menolong hamba-hamba Allah ta’ala, bersedekah kepada mereka dengan menggunakannya sesuai kemaslahatannya.
  3. Temasuk sedekah adalah : Menahan tangan dan lisan untuk tidak menyakiti orang lain, justru seharusnya digunakan untuk menunaikan hak-hak setiap muslim.
  4. Jasad harus dikeluarkan zakatnya sebagaimana harta ada zakatnya. Zakat badan adalah melakukan perbuatan baik, bersedekah dan pintu-pintunya banyak.
  5. Anjuran untuk mendamaikan kedua belah fihak, tolong menolong, mengucapkan kalimat yang baik, berjalan menuju shalat dan menyingkirkan penghalang dari shalat.
  6. Anjuran untuk membersihkan sarana-sarana umum.
  7. Anjuran untuk melakukan keadilan, karena dengan keadilanlah ditegakkan langit dan bumi.
  8. semua itu merupakan akhlak terpuji yang hanya dimiliki oleh setiap muslim yang beriman dengan sungguh-sungguh. Namun sulit sekali melakukan atau mempunyai akhlak yang terpuji pada zaman sekarang ini, dimana pergaulan bebas terjadi.

عَنْ أَبِي الْعَبَّاس سَهْل بِنْ سَعْد السَّاعِدِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : ياَ رَسُوْلَ اللهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِيَ اللهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ، فَقَالَ : ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللهُ، وَازْهَدْ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبُّكَ النَّاسُ .

[حديث حسن رواه ابن ماجة وغيره بأسانيد حسنة]

 Terjemah hadits /ترجمة الحديث

Dari Abu Abbas Sahl bin Sa’ad Assa’idi radhiallahuanhu dia berkata : Seseorang mendatangi Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau berkata : Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allah dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda: Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia.

(Hadits hasan riwayat Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad hasan) .

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث:

  1. Menuntut kecukupan terhadap dunia adalah perkara wajib, sedang zuhud adalah tidak adanya keter-gantungan dan terpusatnya perhatian  terhadapnya .
  2. Bersikap qanaah terhadap rizki yang halal dan ridho terhadapnya serta bersikap ‘iffah dari perbuatan haram dan hati-hati terhadap syubhat.
  3. Jiwa yang merasa cukup dan iffah serta berkorban dengan harta dan jiwa di jalan Allah merupakan hakekat zuhud

حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَدِيُّ بْنُ ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ يَزِيدَ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى أَهْلِهِ يَحْتَسِبُهَا فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ

Arti hadits /ترجمة الحديث  :

Dari Nabi SAW, dia bersabda ketika seorang laki-laki memberi nafaqah kepada ahlinya dengan kecukupan (kadar yang cukup), maka baginya hal itu merupakan sedekah( Bukhori).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /الفوائد من الحديث :

  1. Sebenarnya kalau kita melihat hadist ini melakukan suatu amal itu tidak sulit. Dalam hadist ini dikatakan bahwa pemberian nafaqah laki-laki kepada ahlinya merupakan sedekah baginya.
  2. Namun lagi-lagi hal tersebut diperlukan niat yang benar dan keihklasan dari seseorang yang menafaqahi. Tanpa adanya niat yang benar maka sesuatu tersebut menjadi tidak bernilai. Seperti halnya ibadah jika memakai niat yang benar yang ikhlas karena Allah maka ibadah tersebut akan mempunyai muatan. Demikian halnya sebaliknya jika ibadah tersebut tanpa niat maka hal itu tidak ada bedanya dengan kebiasaan. Dan kebiasaan akan menjadi ibadah bila hal itu diniati dengan benar. Kalau berbicara masalah niat dan ikhlas itu mudah dibicarakan tetapi sulit diaplikasikan. Penulis sendiri belum tentu dapat mengaplikasikan hal tersebut.
  3. sedekah itu merupakan amal baik yang perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dan manusia hendaklah melakukan akhlak yang terpuji baik kepada sesama manusia maupun kepada makhluk lain.

 حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ

Arti hadits /ترجمة الحديث  :

Hakam ibn Nafi’ menceritakan kepadaku dia berkata Syuaib menceritakan kepadaku dari Zuhry dia berkata; Amir ibn Sa’ad menceritakan kepadaku dari Sa’ad ibn Abu Waqash, sesungguhnya dia memberi kabar kepadanya, sesungguhnya Rasulullah SAW berkata: sesungguhnya kamu tidak memberikan nafaqah dengan mengharap wajah Allah dengan nafaqah tersebut, kecuali kamu di beri pahala atas hal itu, sehingga sesuatu yang kamu jadikan dalam mulut istrimu. (Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /الفوائد من الحديث :

  1. Hadist ini pada intinya sama dengan hadist diatas menyatakan bahwa amal atau pekerjaan laki-laki memberi nafkah keluarganya termasuk sedekah dan akan diberi imbalan oleh Allah.
  2. Akan tetapi hal itu harus dilandasi dengan niat semata-mata karena Allah. Sebagaimana penulis kemukakan diatas bahwa sesuatu akan mempunyai indikasi yang berbeda dengan niat yang berbeda. Maka apabila seseorang berniat melakukan sesuatu hendaklah dilakukan karena Allah, agar menjadi akhlak yang terpuji.

لأبي بكر قالا حدثنا وكيع عن معاوية بن أبي مزرد عن يزيد بن رومان عن عروة عن عائشة قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الرحم معلقة بالعرش تقول من وصلني وصله الله ومن قطعني قطعه الله(مسلم)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Nabi bersabda: Sanak saudara itu dikaitkan dengan Ars, kamu berkata:Barang siapa yang menyambung persaudaraan denganku maka Allah akan menyambungkannya, barang siapa yang memutuskan persaudaraan denganku maka Allah akan memutuskannya.(Muslim)

Kandungan Hadist

  1. Salah satu ciri khas islam adalah saling menyambung persaudaraan. Dalam hadist ini diuraikan bahwa orang yang memutuskan persaudaraan seperti orang yang memutuskan persaudaraan dengan Nabi, yang Allah memutuskan rahmatNya kepada orang tersebut. Akan tetapi dalam fenomena sosial sekarang ini sulit sekali yang namanya menyambungpersaudaraan. Sebuah persaudaraan itu sangat berharga dan lebih berharga daripada uang sekarung.
  2. Agama islam menganjurkan agar umatnya saling bersaudara satu dengan lainnya. Satu menderita yang lain ikut merasakan penderitaan tersebut. Karena manusia merupakan makhluk sosial maka manusia itu saling membutuhkan satu sama lain baik kebutuhan pribadi maupun bersama.
  3. Itulah ciri khas umat islam selalu berakhlak yang baik lebih-lebih kepada sesama muslim.

حدثنا يحيى بن أيوب وقتيبة وابن حجر قالوا حدثنا إسماعيل وهو بن جعفر عن العلاء عن أبيه عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال حق المسلم على المسلم ست قيل ما هن يا رسول الله قال إذا لقيته فسلم عليه وإذا دعاك فأجبه وإذا استنصحك فانصح له وإذا عطس فحمد الله فسمته وإذا مرض فعده وإذا مات فاتبعه(مسلم)

Terjemah Hadist

Hak orang muslim yang digantungkan kepada orang muslim lainnya itu 6. dikatakan, apa itu hai Rasulullah, Nabi bersabda: apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam padanya, apabila dia mengajakmu maka bersedialah, apabila dia meminta nasehat maka berikanlah nasehat padanya, apabila ia bersin kemudian berkata alhamdulillah maka doakanlah ia, apabila ia sakit maka jenguklah, apabila ia mati maka layatlah. (Muslim)

Kandungan Hadist

  1. Hak seorang muslim itu antara lain mengucapkan salam seperti keterangan diatas.
  2. Bersedia diajak tapi dengan batasan bukan kepada hal-hal yang mendorong kepada kemunkaran atau kejelekan. Hadist ini juga mengandung arti kita harus menepati janji yang kita buat sendiri.
  3. Memberi nasehat yang baik kepada orang yang minta nasehat. Nasehat meruapakan petuah yang dapat diambil hikmahnya atau cerita atau suatu perintah kebaikan kepada seseorang tersebut.
  4. Mendoakaan orang yang bersin. Hal seperti itu hanyalah dilakukan oleh orang yang beriman dengan sempurna dan mengamalkan ajaran imannya dengan islam dan berusaha mencapai ihsan.
  5. Menjenguk orang sakit. Hal ini juga hak orang muslim, yang merupakan fenopmena sosial yang harus dipupuk agar subur. Pemupukan dapat dilakukan secara kontinue maupun bertahap.
  6. Berta’ziah kapada orang yang meninggal dunia sebagaimana keterangan diatas.
  7. semua hal diatas termasuk akhlak yang terpuji yang selalu diamalkan oleh umat islam dan orang yang mempunyai iman kaffah.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلُّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَ تُمِيْطُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ . [رواه البخاري ومسلم]

Terjemah hadits /ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : RasulullahSAW bersabda : Setiap anggota tubuh manusia wajib disedekahi, setiap hari dimana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap dua orang (yang bertikai) adalah sedekah, engkau menolong seseorang yang berkendaraan  lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraanya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah ketika engkau berjalan menuju shalat adalah sedekah dan menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah.

(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Kandungan Hadist

  1. Bersyukur kepada Allah ta’ala setiap hari atas kesehatan anggota badan. Karena bersyukur orang akan merasa bahwa ia tidak dapat hidup sendiri dan dengan bersyukur pula Allah telah menjadikan  -sebagai rasa syukur terhadap ni’mat-Nya- setiap anggota badan untuk menolong hamba-hamba Allah ta’ala, bersedekah kepada mereka dengan menggunakannya sesuai kemaslahatannya. Dan hal itu tidak dapat dilakukan kecuali dengan iman yang kuat.
  2. Temasuk sedekah adalah : Menahan tangan dan lisan untuk tidak menyakiti orang lain, justru seharusnya digunakan untuk menunaikan hak-hak setiap muslim. Hal itu pada intinya berbuat ihsan yang dapat dipakai sebagai tolok ukur kadar keimanan seseorang. Sementara jasad harus dikeluarkan zakatnya sebagaimana harta ada zakatnya. Zakat badan adalah melakukan perbuatan baik, bersedekah dan pintu-pintunya banyak. Dengan melakukan perbuatan baik dan bersedekah telah membuktikan bahwa seseorang tersebut beriman dengan sempurna. Namun kebanyakan manusia enggan untuk melakukannya karena mereka merasa harta tersebut hasil jerih payahnya.
  3. Hadist ini juga mengandung anjuran untuk mendamaikan kedua belah pihak, tolong menolong, mengucapkan kalimat yang baik, berjalan menuju shalat dan menyingkirkan penghalang dari shalat. Dan anjuran untuk membersihkan sarana-sarana umum. Hal-hal diatas memang sesuatu yang berbau sosial, akan tetapi hal itu sangat penting untuk dilakukan karena seseorang hidup secara sosial.
  4. Hadist ini juga menganjuran untuk melakukan keadilan, karena dengan keadilanlah ditegakkan langit dan bumi. Keadilan merupakan sesuatu yang sulit sekali diwujudkan. Namun walaupun manusia tidak dapat mewujudkan keadilan yang haqiqi, manusia bisa berusaha untuk mewujudkan keadilan sekemampuan mereka, dengan tetap berpegang teguh pada hukum Allah.
  5. Semua keterangan diatas merupakan contoh akhlak yang apabila dilakukan maka iman seseorang akan sempurna.

Demikian Hadist dan kandungannya dari saya apabila ada kekurangan saya mohon maaf karena itu semata-mata dari kesalahan pemahaman saya, sedangkan jika benar itu semata merupakan hidayah, I’anah dan taufiq dari Allah.

وبالله التوفيق والهداية والحمد لله رب العلمين

والله اعلم بالصواب

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: