Hadits Keimanan


Hadits Keimanan

Oleh: Muhammad Fathurrohman

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا أَبُو حَيَّانَ التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ رجل فَقَالَ مَا الْإِيمَانُ قَالَ الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَبِلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ قَالَ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ قَالَ مَا الْإِحْسَانُ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ وَسَأُخْبِرُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الْأَمَةُ رَبَّهَا وَإِذَا تَطَاوَلَ رُعَاةُ الْإِبِلِ الْبُهْمُ فِي الْبُنْيَانِ فِي خَمْسٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ تَلَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ الْآيَةَ ثُمَّ أَدْبَرَ فَقَالَ رُدُّوهُ فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا فَقَالَ هَذَا جِبْرِيلُ جَاءَ يُعَلِّمُ النَّاسَ دِينَهُمْ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ جَعَلَ ذَلِك كُلَّهُ مِنْ الْإِيمَانِ(البخاري: 48)

Terjemah:

Musaddad menceritakan kepadaku, dia berkata, Ismail bin Ibrahim menceritakan kepadaku, Abu Hayyan At Taimiy memberi khabar kepadaku dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah, dia berkata Nabi SAW sedang berada diantara manusia pada suatu hari, kemudian seorang laki-laki datang  dan berkata apa itu Iman? Nabi berkata: Iman adalah kepercayaanmu kepada Allah, malaikatnya, kitab-kitabnya, bertemu dengannya, utusan-utusannya dan kerpercayaannmu kepada hari akhir. Laki-laki itu berkata: Apa itu Islam? Nabi berkata: Islam adalah penyembahanmu kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu, pendirian sholat, penunaianmu terhadap zakat yang difardhukan, dan puasamu di bulan Ramadhan. Laki-laki berkata: Apa Ihsan itu? Nabi berkata: penyembahanmu terhadap Allah seolah-olah kamu melihatnya, jika kamu tidak bisa melihatnya maka sesungguhnya Dia melihatmu. Laki-laki berkata: Kapan hari kiamat? Nabi berkata: Tidak ada orang yang ditanyai lebih mengetahui daripada orang yang bertanya, dan aku akan memberi khabar tentang indikasinya: ketika seorang budak melahirkan tuannya, ketika penggembala unta yang hitam berlomba-lomba dalam bangunan dan lima perkara yang tidak mengetahui hal tersebut kecuali Allah, kemudian Nabi SAW membaca ayat (sesungguhnya hanya pada Allah terdapat pengetahuan hari akhir…), kemudian laki-laki mundur dari tempatnya, Nabi berkata(kepada sahabat):kembalilah kalian kesini, maka mereka tidak melihat sesuatu apapun, kemudian Nabi berkata: itu Jibril, dia datang untuk mengajari manusia tentang agamanya, Abu Abdillah berkata: dia menjadikan semua itu termasuk iman.

Kandungan Dan Keterangan Hadits

v  Iman menurut hadits ini adalah percaya kepada Allah, Malaikat, bertemu denganNya, Rasul, dan Hari akhir atau hari kebangkitan.

Yang dimaksud dengan percaya kepada Allah disini adalah cukup dengan percaya saja, tapi iman disini adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan. Jadi dengan percaya kepada Allah manusia harus menghadirkan Allah dalam kehidupan sehari-hari, menjauhi sesuatu yang dilarang Allah dan mematuhi segala perintah Allah.

Sedangkan percaya kepada malaikat mengandung maksud dalam beritindak, manusia tersebut selalu  merasa diawasi oleh malaikat. Maka kalau manusia merasa diawasi,  manusia malu kalau melakukan perbuatan yang dilarang.

Sementara itu iman kepada bertemu Allah disini sangat fleksibel, kita disini percaya bahwa sesudah mati kita akan mempertanggung jawabkan semua yang telah kita lakukan. Disamping itu kita sebagai manusia nanti akan merasakan bertemu Allah di surga, yang hal itu merupakan kenikmatan tersendiri yang tiada tara.

Sedangkan percaya kepada rasul memberikan arti bahwa rasul merupakan utusan Allah di dunia untuk menyampaikan risalah kepada manusia. Tanpa adanya rasul manusia berada dalam kesesatan.

Sedangkan percaya dengan adanya hari akhir mengindikasikan bahwa manusia hidup hanya sementara, demikian juga dengan dunia, yang mempunyai awal pasti mempunyai akhir. Ini merupakan dorongan secara tidak langsung kepada manusia untuk berlomba-lomba berbuat baik karena semua perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan.

v  Islam adalah penyembahanmu kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu, maksud dari hal ini adalah manusia murni menyembah kepada Allah bukan yang lain. Akan tetapi fenomena sekarang berkata lain banyak sekali manusia menjadikan Tuhan selain Allah, walaupun hal tersebut samar-samar.

Pendirian sholat, maksud dari mendirikan sholat disini adalah mengamalkan nilai-nilai yang ada dalam sholat ke dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu sholat merupakan sarana hubungan kepada Allah, dengan menjalankan sholat tepat waktu berarti kita melakukan hubungan dengan Allah yang dapat menjadikan kita selalu terjaga dari perbuatan keji dan munkar.

Penunaianmu terhadap zakat yang difardhukan, maksud dari hal ini sebenarnya sangat fleksibel, manusia memberikan hak orang lain yang bukan haknya. Kalau dilihat dari segi bahasa zakat artinya bertambah, bertambah disini bukan berarti bertambah dalam konkritnya tapi kebanyakan dalam abstraknya. sebenarnya kalau manusia mau mengeluarkan zakat semua tidak ada orang yang kelaparan

Dan puasamu di bulan Ramadhan, puasa hukumnya wajib jika orang tersebut mampu dan memenuhi syarat-syarat berpuasa. Disamping itu menurut kesehatan puasa tersebut mendatangkan kesehatan.

v  Sementara itu: Ihsan berasal dari kata husn, yang artinya menunjuk pada kualitas sesuatu yang baik dan indah. Dictionary menyatakan bahwa kata husn, dalam pengertian yang umum, bermakna setiap kualitas yang positif (kebajikan, kejujuran, indah, ramah, menyenangkan, selaras, dll). Selain itu, bisa dikatakan bahwa ihsan (bahasa Arab: احسان ) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti kesempurnaan atau terbaik. Dalam terminologi agama islam, ihsan berarti seseorang menyembah Allah seolah-olah ia melihatNya, dan jika ia tidak mampu membayangkan malihatNya, maka orang tersebut mambayangkan bahwa sesungguhnya Allah melihat perbuatannya. Dengan kata lain ikhlas dalam berribadah atau ikhlas dalam melaksanakan islam dan iman. Jadi ihsan menunjukkan satu kondisi kejiwaan manusia, berupa penghayatan bahwa dirinya senantiasa diawasi oleh Allah. Perasaan ini akan melahirkan sikap hati-hati waspada dan terkendalinya suasana jiwa.

Kata husn sering disamakan dengan kata khayr. Namun perlu diketahui bahwa husn adalah kebaikan yang tidak dapat dilepaskan dari keindahan dan sifat sifat yang memikat, sementara itu khayr merupakan suatu kebaikan yang memberikan kegunaan konkrit, sekalipun sesuatu tersebut tidak indah dan tidak bersifat memikat. Jadi bisa dikatakan bahwa husn lebih dari sekedar khair (baik).Kata ihsan adalah sebuah kata kerja yang berarti berbuat atau menegakkan sesuatu yang baik atau indah. Al qur’an menggunakan kata ini dan bentuk aktifnya (fa’il) muhsin (orang yang mengerjakan sesuatu yang indah) dalam 70 ayat. Secara menonjol ia sering menunjuk pada Tuhan sebagai pelaku sesuatu yang indah, sehingga Muhsin merupakan salah satu dari nama-nama ketuhanan. Ihsan secara ringkas adalah ketulusan dari kehendak dari intelegensi, ia adalah keterikatan total kita kepada kebenaran dan kepatuhan sepenuhnya kepada hukum, yang berarti bahwa kita disatu pihak mengenal kebenaran sepenuhnya bukan hanya sebagian, dan dipihak lain mematuhi hukum dengan selureuh keberadaan kita yang terdalam dan tidak hanya dengan setengah-setengah dan pura-pura.

v  Sementara itu tanda-tanda atau indikasi hari akhir adalah ketika seorang budak melahirkan tuannya, ketika penggembala unta yang hitam berlomba-lomba dalam bangunan. Maksud dari budak melahirkan tuannya ini sangat fleksibel yaitu anak yang berani kepada orang tuanya, anak menganggap orang tuanya seperti budaknya. Sementara itu maksud dari penggembala unta yang hitam adalah penguasa yang batil yang bisanya mengumpulkan uang atau kekayaan dari masyarakat yang dijadikan untuk berlomba-lomba dalam kemewahan. Kedua hal tersebut sudah tampak sekarang, apakah dunia sudah memasuki zaman akhir? Apakah hari kiamat sudah dekat?

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ شَعِيرَةٍ مِنْ خَيْرٍ وَيَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ بُرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ وَيَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ قَالَ أَبَانُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنَا أَنَسٌ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِيمَانٍ مَكَانَ مِنْ خَيْر(البخاري42)

Terjemah: Nabi bersabda; orang yang mengucapkan Laa ilaha illa allah dan dalam hatinya terdapat kebaikan sebesar jagung, maka ia akan keluar dari neraka. Orang yang mengucapkan  Laa ilaha illa allah dan dalam hatinya terdapat kebaikan sebesar gandum, maka ia akan keluar dari neraka. Orang yang mengucapkan Laa ilaha illa allah dan dalam hatinya terdapat kebaikan sebesar semut pudak, maka ia keluar dari neraka. Abu Abdillah berkata sambil menjelaskan: Qatadah menceritakan kepada ku, Anas menceritakan kepadaku dari Nabi, sebagian dari iman terdapat tempat untuk kebaikan

Kandungan dan Keterangan

v  Hadits diatas memberikan maksud bahwa keimanan itu harus disertai dengan berbuat baik. Maksud dari berbuat baik disini yaitu berbuat baik secara vertikal dan horizontal.

v  Kebaikan walaupun hal itu sangat kecil akan diperhitungkan dan dinilai oleh Allah. Dan kebaikan tersebut muncul akibat manifestasi dari iman. Dari iman maka muncullah dorongan untuk berbuat baik kepada sesama makhluk Allah. Sementara itu iman agar amalnya diterima harus mengucapkan Laa ilaha illa allah dan konsekuensi dari pengucapan tersebut adalah orang harus menjalankan sesuatu yang diperintahkan Allah dan menghindarkan diri dari melakukan sesuatu yang dilarang Allah.

و حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِيَانِ الْفَزَارِيَّ عَنْ أَبِي مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَرُمَ مَالُهُ وَدَمُهُ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ ح وَحَدَّثَنِيهِ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ كِلَاهُمَا عَنْ أَبِي مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ وَحَّدَ اللَّهَ ثُمَّ ذَكَرَ بِمِثْلِهِ(مسلم:34)

Terjemah:Dari ayahnya Abu Malik dia berkata: Saya mendengar dari Rasulullah SAW, Dia bersabda, barang siapa yang mengucapkan Laa ilaha illa allah dan mengkufuri sesuatu yang disembah selain Allah, maka hartanya, darahnya dan hisabnya diharamkan atas Allah. Dan Abu Bakar bin abi Syu’bah menceritakan kepadaku, kholid al ahmar menceritakan kepadaku, dan menceritakan kepadanya Zuhair bin Harb, Yazid bin Harun menceritakan kepadaku, keduanya dari abu Malik dari ayahnya, sesungguhnya dia mendengar nabi berkata: man wahhada allah kemudian ia menyebutkan seperti hal itu.

Kandungan dan Keterangan

v  Hadits tersebut mengindikasikan atau bahkan menjustifikasi bahwa orang yang mengucapkan shyahadat dan tidak menyekutukanNya, maka ia terhindar dari siksa Allah dan memperoleh rahmatNya. Implikasi terhindar dari syirik disini sangat luas. Syirik ada dua, syirik khofi dan syirik jali. Kalau syirik jali itu syirik yang jelas dan nampak oleh mata seperti menyembah matahari, atau pohon. Sementara itu syirik khofi sangatlah lembut, orang percaya bahwa sesuatu tersebut mempunyai kekuatan yang dapat mendatangkan madharat bila tidak dipuja, itu sudah merupakan syirik, contohnya dalam realita yaitu orang yag memakai semisal cincin dan dia mempercayai bahwa hal itu akan membawa keberuntungan itu adalah syirik. Dan lagi yang merupakan syirik adalah melakukan amal karena manusia, semisal karena ada kekasihnya atau pacarnya orang itu melakukan sholat. Orang yang beramal seperti itu nanti diakhirat akan mendapat pahala yaitu berupa pujian dari kekasihnya.

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ(البخاري:13)

Terjemah: Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah bersabda: demi dzat yang diriku berada dalam kekuasaannya, tidaklah beriman salah seorang diantara kamu sehingga aku lebih dicintai oleh dia daripada orang tuanya dan anaknya.

Kandungan dan keterangan

v  Hadits ini merupakan hadits yang simple dan fleksibel namun sulit untuk dilakukan, yaitu orang tersebut tidak dinamakan orang yang beriman secara sempurna, jika ia selalu mementingkan dan mencintai keluarga, baik orang tuanya dan anaknya melebihi cintanya kepada Allah dan Nabi. Hal tersebut terbukti ketika anaknya melakukan sesuatu larangan agama, maka ia mengampuninya dan tidak memberikan hukuman kepadanya. Dari hal tersebut manusia dapat dikatakan lebih mencintai keluarganya daripada Nabi.

v  Bukti kecintaan kepada Nabi antara lain menjalankan syariat-syariat yang dibawa Nabi dan membenarkan kedatangan Nabi bahwa ia merupakan nabi akhiruz zaman. Bukan malah mempercayai orang yang mengaku menjadi nabi. Bukti lain adalah ia giat menjalankan perintah agama walaupun keadaan keluarganya sakit atau tidak mendukung.

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ(البخاري:71)

Terjemah: Dari Anas bin Malik RA dari Nabi SAW, Dia bersabda: tiga perkara yang apabila hal itu ada pada seseorang, maka orang itu akan menemukan manisnya iman, pertama adalah ketika Allah dan Rasulnya lebih dicintai daripada yang lain dari keduanya. Ketika orang mencintai orang lain yang orang lain tersebut tidak dicintainya kecuali karena Allah, dan ketika seseorang tersebut tidak suka (benci) kembali kepada kekufuran seperti bencinya ketika dilempar dalam neraka.

Kandungan dan Keterangan

v  Menurut hadits ini tiga perkara yang ketika ada manusia akan merasakan manisnya iman, pertama adalah ketika Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada lainnya. Ini sangatlah praktis, namun prakteknya sangat sulit. Karena manusia itu biasanya terbelenggu olah dunia yang kenikmatannya merayu sehingga melupakan Allah dan rasulNya. Keterangan mengenai yang lebih jelas sudah ada diatas.

v  Yang kedua adalah mencintai karena Allah. Maksudnya kita mencintai seseorang atau boleh dikatakan orang lain dengan dasar karena Allah. Cinta merupakan perwujudan dari implikasi cinta kepada Allah. Dapat didiskripsikan begini, jika mencintai seseorang didasarkan kepada cinta kepada Allah, maka cinta itu harus tidak boleh menjauhkan pecinta dari Allah. Disamping itu juga orang tersebut mencintai orang lain jika orang lain tersebut juga menaati perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.

v  Yang berikutnya adalah benci terhadap kekufuran, hal ini juga sangat praktis tetapi mempunyai aplikasi yang luas. Aplikasi hal tesebut adalah manusia membenci segala sesuatu yang mengajak kepada kekufuran, baik itu berupa manusia maupun benda dan juga perbuatan. Misalnya: seseorang menolak uang yang diberikan kepadanya jika karena uang itu ia menjadi kufur. Ini juga memberikan indikasi bahwa hal itu akan mengajak manusia untuk berdakwah dan amar ma;ruf nahi munkar, karena hal itu merupakan cara yang baik untuk menolak kekufuran.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْجُعْفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ(البخاري:8)

Terjemah:Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, dia bersabda iman itu mempunyai lebih dari 60 cabang dan malu merupakan salah satu cabang dari iman

Kandungan dan Keterangan

v  Dalam hadits ini juga sangat praktis yaitu malu merupakan bagian dari iman. Malu dalam bahasa sehari hari mengandung arti malu bila dilihat orang lain bila seseorang tersebut melakukan perbuatan yang jelek atau hina atau nista yang menyalahi adat atau agama. Akan tetapi pengertian malu disini bukan hanya malu kepada sesama manusia, tetapi lebih dari itu yaitu malu kepada Dzat yang selalu ada dan mengawasi manusia. Karena tidak sesuatu yang samar dihadapanNya.

v  Pengertian malu yang lebih sfesifik lagi apabila kita malu kepada Allah bila kita tidak mengerjakan sesuatu yang diperintahkanNya dan melakukan sesuatu yang dilarangnya. Misalnya kita melakukan judi atau minum bir, mestinya kita malu melakukan hal itu, kita malu, tetapi kebanyakan para pemuda zaman sekarang mengatakan hal itu gaul, kalau tidak begitu tidak gaul. Misalnya lagi, kita meninggalkan sholat, mestinya kita malu kepada Allah, karena itu merupakan perintah Allah.

v  Malu disini juga dapat diartikan kita menghadirkan Allah dalam kehidupan kita, sehingga kita akan merasa diawasi olehNya dan akan malu bila melakukan sesuatu yang menyalahi ketetapanNya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: