MENGENAL LEBIH DEKAT MENGENAI PEMBELAJARAN


MENGENAL LEBIH DEKAT MENGENAI PEMBELAJARAN

Oleh: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

 

A.     Pengantar

Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupan, dan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia. Tanpa pendidikan, maka diyakini bahwa manusia sekarang tidak berbeda dengan generasi manusia masa lampau, yang dibandingkan dengan manusia sekarang, telah sangat tertinggal baik kualitas kehidupan maupun proses-proses pemberdayaannya. Secara ekstrim bahkan dapat dikatakan, bahwa maju mundurnya atau baik buruknya peradaban suatu masyarakat, suatu bangsa, akan ditentukan oleh bagaimana pendidikan yang dijalani oleh masyarakat bangsa tersebut. Dalam konteks tersebut, maka kemajuan peradaban yang dicapai umat manusia dewasa ini, sudah tentu tidak terlepas dari peran-peran pendidikannya. Diraihnya kemajuan ilmu dan teknologi yang dicapai bangsa-bangsa di berbagai belahan bumi ini, telah merupakan akses produk suatu pendidikan.

Perkembangan dunia pendidikan dewasa ini begitu cepat. Sejalan dengan kemajuan teknologi dan globalisasi. Dunia pendidikan sedang diguncang oleh berbagai perubahan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, serta ditantang untuk dapat menjawab berbagai permasalahan lokal dan perubahan global yang terjadi begitu pesat. Keadaan yang demikian semakin menyadarkan masyarakat terhadap tuntutan kehidupan yang mereka hadapi. Mereka juga merasa prihatin akan kehidupan generasinya, dengan cara bagaimana mereka dapat memberikan sesuatu yang lebih berarti bagi generasi lanjut untuk bisa menghadapi realitas hidup dan tantangan masa depan.

Bersamaan dengan itu, bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada fenomena yang sangat dramatis, yakni rendahnya daya saing sebagai indikator bahwa pendidikan belum mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Pertimbangan keadaan yang demikian itu, masyarakat nampaknya mendambakan akan hadirnya institusi sosial yang benar-benar memiliki tanggung jawab, berwibawa dan berperan aktif memperhatikan dan membina generasi sekaligus memberikan kontribusi positif untuk semua lapisan masyarakat. Institusi yang dimaksud tentunya adalah lembaga pendidikan yang dikelola oleh tenaga-tenaga kependidikan yang benar-benar profesional, khususnya tenaga pendidik (guru).

Suatu lembaga pendidikan dapat dikatakan bertanggung jawab, berwibawa dan memiliki keperanan aktif jika di dalamnya terdapat tenaga-tenaga kependidikan khususnya tenaga pendidik yang memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, profesional dibidangnya serta memiliki lekatan nilai-nilai moral untuk dapat diakui guru yang berwajah dan berwibawa.

Dalam interaksi edukatif unsur guru dan anak didik harus aktif, tidak mungkin terjadi proses interaksi edukatif bila hanya satu unsur yang aktif. Aktif dalam arti sikap, mental dan perbuatan. Sehingga semua unsur harus aktif dalam interaksi tersebut, agar dapat memperoleh keberhasilan belajar. Keberhasilan kegiatan belajar ditentukan oleh 2 faktor yang dominan, yaitu faktor pembawaan dan faktor lingkungan.

Dalam melakukan kegiatan pembelajaran, supaya dapat berhasil dengan baik, efektif dan efisien, juga cepat dan tepat, maka seorang guru atau pendidik harus memakai model, metode, strategi serta tahapan dalam melakukan pengajaran. Tanpa memakai hal-hal tersebut, maka keberhasilan mengajar atau kegiatan pembelajaran tidak akan mampu dicapai sepenuhnya.

B.      Paradigma Pengajaran/Mengajar dengan Pembelajaran

Mengajar ialah suatu efektifitas mengatur organisasi/lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak didik sehingga terjadi proses belajar mengajar. Menurut Mahmud, mengajar adalah memasuki dunia siswa untuk mengubah persepsi dan perilaku mereka. Hasibuan dan Moedjiono dalam buku berjudul proses belajar mengajar juga memberi pengertian bahwa mengajar adalah penciptaan system yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar. Sistem lingkungan terjadi komponen – komponen yang saling mempengaruhi yakni tujuan instruksional yang ingin dicapai, materi yang akan diajarkan guru – guru kepada siswa, jenis kegiatan yang dilakukan serta sarana dan prasarana belajar yang tersedia.

Menurut kajian Nasution, terdapat dua pengertian mengajar atau pengajaran. Pertama, mengajar adalah menanamkan pengetahuan kepada peserta didik, dengan tujuan agar pengetahuan tersebut dikuasai dengan sebaik-baiknya oleh peserta didik. Mengajar tipe ini dianggap berhasil apabila peserta didik mampu menguasai pengetahuan yang ditransfer oleh pendidik sebanyak-banyaknya. Kedua, mengajar adalah menyampaikan kebudayaan kepada peserta didik. Definisi yang kedua ini intinya sama dengan definisi yang pertama yang hanya menekankan pada keaktifan pendidik sedangkan peserta didik hanya pasif. Jadi pada intinya definisi pengajaran adalah proses transfer knowledge yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik.

Pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah usaha mempengaruhi emosi, intelektual, dan spiritual seseorang agar mau belajar dengan kehendaknya sendiri. Melalui pembelajaran akan terjadi proses pengembangan moral keagamaan, aktivitas, dan kreativitas peserta didik melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Pada prinsipnya pembelajaran tidak sama dengan pengajaran. Pembelajaran menekankan pada aktivitas peserta didik, sedangkan pengajaran menekankan pada aktivitas pendidik. Menurut Nasution, pembelajaran adalah suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan peserta didik sehingga terjadi proses belajar. Uno mengemukakan bahwa hakikat pembelajaran adalah perencanaan atau perancangan (desain) sebagai upaya untuk memberlajarkan siswa.

Menurut Degeng, pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan peserta didik. Pembelajaran memusatkan pada ”bagaimana membelajarkan peserta didik” dan bukan pada ”apa yang dipelajari peserta didik”. Sedangkan Nata menyebutkan bahwa pembelajaran adalah usaha membimbing peserta didik dan menciptakan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar untuk belajar. Pada intinya pembelajaran adalah usaha yang dilakukan oleh pendidik untuk membelajarkan peserta didik yang pada akhirnya terjadi perubahan perilaku.

Penyelenggaraan pembelajaran merupakan salah satu tugas utama guru dimana pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Pembelajaran dimaksudkan agar tercipta kondisi yang memungkinkan terjadinya belajar pada diri siswa. Dalam suatu kegiatan pembelajaran, terdapat dua aspek penting yaitu hasil belajar berupa perubahan perilaku pada diri siswa dan proses hasil belajar berupa sejumlah pengalaman intelektual, emosional dan fisik pada diri siswa. Pembelajaran juga berarti meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif (daya pikir), afektif (tingkah laku) dan psikomotorik (ketrampilan siswa), kemampuan-kemampuan tersebut dikembangkan bersama dengan perolehan pengalaman-pengalaman belajar. Jadi pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan membelajarkan siswa yang dinilai dari perubahan perilaku dan meningkatnya pengetahuan dan pengalaman pada diri siswa

C.     Kesimpulan

Dari pembahasan tersebut, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: Pengajaran adalah proses transfer knowledge yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik. Sedangkan pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah usaha mempengaruhi emosi, intelektual, dan spiritual seseorang agar mau belajar dengan kehendaknya sendiri. Pembelajaran menekankan pada aktivitas peserta didik, sedangkan pengajaran menekankan pada aktivitas pendidik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: