MODEL-MODEL PEMBELAJARAN


MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

Oleh: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

Istilah “model” dalam perspektif yang dangkal hampir sama dengan strategi. Jadi model pembelajaran hampir sama dengan strategi pembelajaran. Menurut Sagala, istilah model dapat dipahami sebagai suatu kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan. Model dapat dipahami juga sebagai: 1) suatu tipe atau desain; 2) suatu deskripsi atau analogi yang dipergunakan untuk membantu proses visualisasi sesuatu yang tidak dapat dengan langsung diamati; 3) suatu sistem asumsi-asumsi, data-data dan inferensi-inferensi yang digunakan menggambarkan secara sistematis suatu objek atau peristiwa; 4) suatu desain yang disederhakan dari suatu sistem kerja, suatu terjemahan realitas yang disederhanakan; 5) suatu deskripsi dari suatu sistem yang mungkin atau imajiner; dan 6) penyajian yang diperkecil agar dapat menjelaskan dan menunjukkan sifat bentuk aslinya. Model dirancang untuk mewakili realitas yang sesungguhnya walaupun model itu sendiri bukanlah realitas dari dunia yang sebenarnya. Maka model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Secara lebih konkrit dapat dikemukakan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang mendeskripsikan dan melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman dalam perencanaan pembelajaran bagi para pendidik dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran.

Pandangan yang sama dikemukakan oleh Eggen dan Kauchak, dalam Trianto, bahwa model pembelajaran memberikan kerangka dan arah bagi guru untuk melakukan pembelajaran. Sedangkan menurut Arends, model pembelajaran sebagai pedoman dalam menentukan strategi dan metode pembelajaran. Model pembelajaran merupakan operasionalisasi dari teori psikologi yang melandasinya yang berfungsi sebagai pedoman bagi perencana pembelajaran yang diejawantahkan melalui strategi pembelajaran untuk mengembangkan semua aspek kecerdasan peserta didik.

Joyce, sebagaimana yang dikutip Sagala, mendefinisikan model pembelajaran sebagai suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran. Model pembelajaran: merupakan suatu pendekatan – pendekatan pembelajaran yang menyeluruh. Sedangkan menurut Arends, model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang disiapkan untuk membantu peserta didik mempelajari secara lebih spesifik berbagai ilmu pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Jadi yang dinamakan model pembelajaran adalah suatu rencana yang berpijak dari teori psikologi yang digunakan sebagai pedoman bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang menggambarkan kegiatan dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.

Model-model pembelajaran memiliki beberapa atribut yang tidak dimiliki berbagai strategi dan metode yang spesifik. Atribut-atribut sebuah model adalah adanya basis teoritis yang koheren atau sebuah sudut pandang tentang apa yang seharusnya dipelajari dan bagaimana mereka belajar. Penggunaan model pembelajaran haruslah sesuai dengan materi pelajaran supaya dapat menciptakan lingkungan belajar yang menjadikan peserta didik belajar. Dalam model pembelajaran terdapat  strategi  pencapaian kompetensi  peserta didik dengan pendekatan,  metode, dan teknik pembelajaran tertentu

Adapun ciri-ciri model pembelajaran adalah 1) rasional teoritis logis yang disusun oleh para pengembang model pembelajaran; 2) memiliki landasan pemikiran yang kuat mengenai tujuan pembelajaran yang akan dicapai; 3) tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan berhasil; 4) lingkungan belajar yang kondusif diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Ciri-ciri di atas nampaknya mendeskripsikan bahwa suatu model pembelajaran ditentukan berdasarkan pertimbangan ilmiah dan menggunakan prosedur yang sistematik.

Nieveen, sebagaimana dikutip Trianto, mengemukakan bahwa model pembelajaran dikatakan baik apabila memenuhi kriteria 1) shahih (valid) yaitu apakah model yang dikembangkan didasarkan pada rasional teoritis yang kuat, dan apakah terdapat konsistensi internal; 2) praktis, hal ini diuji oleh para ahli dan praktisi yang menyatakan bahwa model yang dikembangkan dapat diterapkan; dan 3) efektif, yaitu para ahli pengembang model berdasarkan pengalamannya menyatakan bahwa model tersebut efektif.

Arends mengemukakan bahwa term model pembelajaran mempunyai 4 atribut yang tidak dimiliki term strategi dan metode pembelajaran secara spesifik, yakni: 1) rasional teoritis yang koheran, yang dibuat secara eksplisit oleh pencipta atau pengembang model; 2) pandangan tentang apa dan bagaimana peserta didik belajar; 3) perilaku mengajar yang diperlukan yang membuat model bekerja; dan struktur ruang kelas yang dibutuhkan.

Model pembelajaran dalam perkembangannya berkembang menjadi banyak. Terdapat model pembelajaran yang kurang baik dipakai dan diterapkan, namun ada model pembelajaran yang baik untuk diterapkan. Ciri-ciri model pembelajaran yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Adanya keterlibatan intelektual – emosional  peserta didik melalui kegiatan mengalami, menganalisis, berbuat, dan pembentukan sikap
  2. Adanya keikutsertaan peserta didik secara aktif dan kreatif selama pelaksanaan model pembelajaran
  3. Guru bertindak sebagai fasilitator, koordinator, mediator dan motivator kegiatan belajar peserta didik
  4. Penggunaan berbagai metode, alat dan media pembelajaran

Apabila model pembelajaran memenuhi ciri-ciri yang penulis sebutkan, maka model pembelajaran tersebut dikatakan model pembelajaran yang baik. Namun sebaliknya apabila tidak memenuhi ciri-ciri yang penulis sebutkan, maka dikatakan model pembelajaran yang jelek.

Pada tulisan ini, penulis akan berusaha mengungkapkan rumpun model pembelajaran, model pembelajaran yang berpusat pada guru, dan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan beberapa model pembelajaran aplikatif.

  1. Rumpun model pembelajaran

Model pembelajaran menurut Joyce dan Weil, dikelompokkan dalam empat rumpun, yaitu model interaksi sosial, model pemrosesan informasi, model personal, model perilaku.

  1. Model interaksi sosial (The Social Models of Teaching)

Model ini menekankan pada usaha mengembangkan kemampuan peserta didik agar memiliki kecakapan untuk berhubungan dengan orang lain sebagai usaha membangun sikap peserta didik yang demokratis dengan menghargai setiap perbedaan dalam realitas sosial. Model ini mempunyai rumpun sebagai berikut:

Tabel 2.1 Rumpun Model Interaksi Sosial

Model

Tokoh

Tujuan

Penentuan kelompok Herbert Telen John Dewey Perkembangan ketrampilan untuk partisipasi dalam proses sosial yang demokratis melalui penekanan yang dikombinasikan pada ketrampilan antar pribadi (kelompok) dan ketrampilan-ketrampilan penentuan akademik. Aspek perkembangan pribadi merupakan hal penting dalam hal ini.
Inquiri (penemuan sosial) Byron Massialas Benjamin Cox Pemecahan masalah sosial terutama melalui penemuan, sosial dan penalaran logis.
JurispundensialInquiry Donald Oliver James P.Shaver Dirancang terutama untuk mengajarkan kerangka acuan jurispundensial sebagai cara berpikir dan penyelesaian isu-isu sosial.
Bermain peran (Role Playing) Fainnie Fhafel George Shafel Dirancang untuk mempengaruhi peserta didik agar menemukan nilai-nilai pribadi dan sosial. Perilaku dan nilai-nilainya diharapkan anak menjadi sumber penemuan berikutnya.
Simulasi sosial Sarene Bookock Harold Guetzkow Dirancang untuk membantu peserta didik mengalami bermacam-macam proses dan kenyataan sosial, dan untuk menguji reaksi mereka, serta untuk memperoleh konsep ketrampilan pembuatan keputusan.
  1. Model pemrosesan informasi (Information Processing Models)

Model ini menjelaskan bagaimana cara individu memberi respon yang datang dari lingkungannya dengan cara mengorganisasikan data, memformulasikan masalah, membangun konsep dan rencana pemecahan masalah serta penggunaan simbol-simbol verbal dan non verbal. Model ini mempunyai rumpun sebagai berikut:

Tabel 2.2. Rumpun Model pemrosesan Informasi

Model

Tokoh

Tujuan

Model berpikir induktif Hilda Taba Didesain utama untuk mengembangkan proses mental dan alasan akademik atau membangun teori, tetapi kapasitas ini bermanfaat untuk pribadi dan tujuan sosial dengan baik.
Model latihan inkuiri RicardSuchman Didesain utama untuk mengembangkan proses mental dan alasan akademik atau membangun teori, tetapi kapasitas ini bermanfaat untuk pribadi dan tujuan sosial dengan baik.
Inkuiri ilmiah Joseph J.Schwab Didesain untuk mengajar penelitian sistem disiplin, tetapi juga diharapkan dapat memperoleh dampak domain lainnya (seperti metode sosiologis yang dapat menciptakan pemahaman sosial dan pemecahan masalah sosial).
Penemuan konsep Jerome Bunner Didesain terutama untuk mengembangkan alasan induktif, tetapi juga untuk pengembangan konsep dan analisis.
Pertumbuhan kognitif Jean PiagetIrving Sigel

Edmung Sulivan

Lewrence

Kohiberg

Didesain untuk menciptakan pengembangan intelektual umum, khususnya alasan logis, tetapi dapat diaplikasikan untuk pengembangan sosial dan moral dengan baik.
Model penata lanjutan David Ausubel Didesain untuk menciptakan efisiensi kemampuan dalam informasi-pemrosesan untuk mendapatkan dan menghubungkan “bodie of knowledge”
Memori Harry LorayneJerry Lucas Didesain untuk menciptakan kemampuan memori
  1. Model Personal (Personal Family)

Model ini merupakan rumpun model pengajaran yang menekankan pada proses mengembangkan kepribadian individu peserta didik dengan memperhatikan kehidupan emosional. Model ini banyak memusatkan pada usaha individu dalam menciptakan hubungan yang baik dengan lingkungannya. Model ini mempunyai rumpun sebagai berikut:

Tabel 2.3. Rumpun Model Personal

Model

Tokoh

Tujuan

Pengerjaan non-direktif Carl Rogers Penekanan pada pembentukan kemampuan untuk perkembangan pribadi dalam arti kesadaran diri, pemahaman diri, kemandirian dan konsep diri.
Latihan kesadaran William Schutz Fritz Perls Meningkatkan kemampuan seseorang untuk eksplorasi diri dan kesadaran diri. Banyak menekankan pada perkembangan kesadaran dan pemahaman antar pribadi.
Sinektik William Gordon Perkembangan pribadi dalam kreativitas dan pemecahan masalah kreatif.
Sistem-sistem konseptual David Hunt Dirancang untuk meningkatkan kekomplekan dan keluwesan pribadi.
Pertemuan kelas William Glasser Perkembangan pemahaman diri dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan kelompok sosial.
  1. Model perilaku (Behavioral Model of Teaching)

Model ini dibangun dengan berdasar pada teori perubahan perilaku. Melalui teori ini peserta didik dibimbing untuk dapat memecahkan masalah belajar melalui penguraian perilaku ke dalam jumlah kecil dan berurutan. Model ini mempunyai rumpun sebagai berikut:

Tabel 2.4. Rumpun Model Perilaku

Model

Tokoh

Tujuan

Manajemen kontingensi dan kontrol diri B.F. Skinner Fakta-fakta, konsep, ketrampilan dan perilaku/ketrampilan sosial.
Relaksasi santai dan pengurangan ketegangan Rimm & Masters Wolpe Tujuan-tujuan pribadi (mengurangi ketegangan dan kecemasan). Mengalihkan kesantaian kepada kecemasan dalam situasi sosial.
Latihan asertif desensitasi latihan langsung Wolpe, Lazarus, Selter Wolpe Ekspresi perasaan secara langsung dan spontan dalam situasi sosial. Pola-pola perilaku, ketrampilan.
  1. Model pembelajaran yang berpusat pada guru

Model pembelajaran ini mempunyai landasan teoritis teori belajar sosial, teori belajar behavioral dan teori pemrosesan informasi. Model-model pembelajaran yang didalamnya merupakan model pembelajaran dengan pendekatan berpusat pada guru. Model ini difokuskan pada tatap muka aktual antara pendidik dengan peserta didik, dengan cara mempresentasikan, menerangkan, dan lain sebagainya. Model ini meliputi:

Tabel 2.5. Tabel model pembelajaran yang berpusat pada guru

Model Pembelajaran

Hasil belajar peserta didik

Model presentasi dan menerangkan (Presenting and Explaining) Memperoleh dan mengasimilasikan informasi baru.
Memperluas struktur konseptual
Mengembangkan kebiasaan mendengarkan dan berpikir
Model pengajaran langsung (Direct Teaching) Penguasaan pengetahuan yang distrukturisasikan dengan baik
Penguasaan ketrampilan
Model pengajaran konsep (Concept Teaching) Konsep-Konsep Spesifik
Sifat konsep
Penalaran logis dan berpikir tingkat tinggi
Komunikasi
  1. Model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

Model ini berpijak dari pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Model ini mendasarkan diri pada asumsi yang berbeda tentang mengajar dan belajar.  Model ini meliputi:

Tabel 2.6. Tabel model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

Model Pembelajaran

Hasil belajar peserta didik

Cooperative Learning Prestasi akademis
Toleransi dan menerima keberagamaan
Model Problem Based Learning Ketrampilan penyelidikan dan ketrampilan mengatasi masalah
Perilaku dan ketrampilan sosial sesuai
Peran orang dewasa
Ketrampilan untuk belajar secara mandiri
Model diskusi kelas (Classroom Discussion) Pemahaman konseptual
Keterlibatan dan engangement
Ketrampilan berkomunikasi dan proses berpikir
Studi Kasus Melakukan analisa, sintesa dan evaluasi terhadap fakta-fakta atau situasi dalam kasus
Mengaitkan dengan situasi tertentu
Tukar pengalaman mengenai satu kasus

Model pembelajaran kooperatif mempunyai cukup banyak tipe model pembelajaran. Model tersebut antara lain:

Jigsaw (pertama kali oleh Aronson dkk)

Pada model ini, kelas dibagi menjadi beberapa kelompok 4 – 6 orang. Setiap kelompok oleh aronson dinamai kelompok Jigsaw (gigi gergaji). Pelajaran dibagi dalam beberapa bagian/seksi sehingga setiap siswa mempelajari salah satu bagian pelajaran tersebut. Semua siswa dengan bagian pelajaran yang sama belajar bersama dalam sebuah kelompok, dan dikenal sebagai ” counterpart group ” (CG). Dalam setiap CG siswa berdiskusi  dan mengklarifikasi bahan pelajaran dan menyusun sebuah rencana bagaimana cara mereka mengajar kepada teman mereka dari kelompok lain jika sudah siap, siswa kembali ke kelompok jigsaw mereka, dan mengajarkan bagian yang dipelajari masing – masing kepada temannya dalam kelompok jigsaw tersebut.

Langkah-langkah penerapan:

  1. Peserta didik dikelompokkan ke dalam + 4 anggota tim
  2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
  3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
  4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
  5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian menjelaskan kepada teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
  6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
  7. Guru memberi evaluasi
  8. Penutup

Numbered Head Together (NHT, Kagan)

Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan  akademik. Tipe ini dikembangkan oleh Kagan  dalam Ibrahim  dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Langkah-langkahnya adalah:

  1. Peserta didik dibagi dalam kelompok, setiap peserta didik dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/ mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor peserta didik dan peserta didik yang nomornya dipanggil melaporkan hasil kerjasama diskusi kelompoknya.
  5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain, dst
  6. Kesimpulan

Student Teams Achievment Division (STAD, Slavin)

Bagian esensial dari model ini adalah adanya kerjasama anggota kelompok dan kompetisi antar kelompok. Siswa bekerja di kelompok untuk belajar dari temannya serta ” mengajar ” temannya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Membentuk kelompok yang anggotanya + 4 orang secara  heterogen (prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
  2. Guru menyajikan pelajaran
  3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok
  4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh peserta didik. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
  5. Memberi evaluasi
  6. Kesimpulan

Team Assited  Individualization  atau Team Accelarated Instruction (TAI)

Slavin membuat model pembelajaran ini dengan beberapa alasan. Pertama mengkombinasikan keampuhan kooperatif  dan program pengajaran individual. Kedua, model ini memberikan tekanan pada efek sosial dari belajar kooperatif. Ketiga, TAI disusun untuk memecahkan masaah dalam program pengajaran, misalnya dalam hal kesulitan belajar siswa secara individual.

Teams Games Tournament (TGT, Devries dan Slavin)TGT menekankan adanya kompetisi. Kegiatannya seperti STAD, tetapi kompetisi dilakukan dengan cara membandingkan kemampuan antar anggota tim dalam suatu bentuk ” turnamen ”

Demikian deskripsi model pembelajaran yang mampu penulis kemukakan. Model-model pembelajaran yang penulis kemukakan adalah model yang merupakan grand teory, bukan model yang sekupnya kecil atau mirip dengan metode mengajar. Titik tekan model pembelajaran yaitu berlandaskan pijakan teori psikologi dalam aplikasinya dan penentuannya, tidak hanya asal menentukan model. Berbeda dengan metode yang akan dibahas pada pembahasan yang berada di bawahnya, metode mempunyai ruang lingkup yang lebih kecil daripada model. Uraian mengenai model pembelajaran selengkapnya dapat dilihat dalam buku penulis yang akan terbit tahun 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: