FIQIH MUAMALAH 1


FIQIH MUAMALAH 1

PEMBAHASAN HAK

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) dan Akademisi UIN Maliki Malang)

A.     Pengantar

Manusia merupakan makhluk sosial yang satu sama lain saling membutuhkan. Manusia tidak mungkin mampu mencukupi semua kebutuhannya sendiri. Maka dari itu manusia mengadakan hubungan, baik dengan penciptanya maupun dengan sesama makhluk , baik sesama manusia maupun dengan alam.

Pengertian muamalah dapat dilihat dari dua segi, pertama dari segi bahasa dan kedua dari segi istilah. Menurut bahasa, muamalah berasal dari kata: معاملة sama dengan wazan: مفاعلة artinya saling bertindak, saling berbuat dan saling mengamalkan.

Sedangkan menurut istilah pengertian muamalah dapat dibagi menjadi dua macam: arti luas dean arti sempit. Definisi muamalah dalam arti luas yaitu seperti yang dijelaskan oleh para ulama antara lain:

menurut Abu Bakar As-Syatha:

التحصيل الدنياوي ليكون سببا للاخر

“Menghasilkan duniawi, supaya menjadi sebab suksesnya akhirat”

Muhammad Yusuf Musa berpendapat bahwa muamalah adalah peraturan-peraturan Allah yang harus diikuti dan ditaati dalam hidup bermasyarakat untuk menjaga kepentingan manusia.

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa muamalah menurut arti yang luas adalah aturan-aturan Allah untuk mengatur manusia dalam hubungannya dalam kaitannya dengan urusan duniawi.

Sedangkan menurut arti sempit muamalah adalah seperti yang didefinisikan oleh para ulama berikut:

Menurut khudhari bik:

المعاملات جميع العقود التي بها يتبادل منافعهم

Muamalah adalah semua akad yang memperbolehkan manusia saling tukar menukar manfaatnya.”

Menurut Rasyid Ridha, muamalah adalah tukar-menukar barang atau  sesuatu yang bermanfaat dengan cara-cara yang ditentukan.

Dari pandangan diatas dapat dipahami bahwa muamalah dalam arti sempit adalah aturan-aturan Allah bagi manusia yang berkaitan dengan usaha mengembangkan harta seperti jual beli, sewa menyewa, gadai dan lain-lain. Adapun hal-hal yang lain bukan termasuk muamalah menurut definisi ini.

Muamalah menurut Ibn Abidin dibagi menjadi 5 bagian yaitu: Muamalah maliyah (hukum kebendaan), munakahat(hukum perkawinan), muhasanat(hukum acara), tirkah (harta peninggalan).

Ruang lingkup fiqih muamalah yang sesuai dengan pembagian muamalah , juga terbagi dua. Ruang lingkup muamalah yang bersifat adabiyah ialah ijab dan qobul, saling meridhoi, tidak ada keterpaksaan, hak dan kewajiban dll.

Adapun ruang lingkup Madiyah ialah masalh jual beli, gadai, jaminan dan tanggungan, pemindahan hutang, sewa menyewa, barang titipan dll.

B.      Hak

Islam telah melindungi hak-hak asasi manusia, bahkan dalam fiqih hal tersebut telah menjadi bahasan tersendiri dan sangat ramai diperdebatkan, yang pada mulanya dinamakan Nadhariyatul hak.

Nadhariyatul hak atau fikriyatul hak adalah tata aturan yang mengatur penghidupan manusia. Segenap syariat masa yang telah lalu kemudian diakhiri dengan syariat islam mengadakan aturan-aturan untuk menentukan hak tersebut. Fiqih islam telah menetapkan beberapa aturan, beberapa hukum, baik yang merupakan dasar meupun yang merupakan cabang dengan cara yang sangat sempurna yang belum dikenal dengan tasyri’-tasyri’ yang lain.

1.    Pengertian Hak

Hak mempunyai dua makna yang asasi:

Pertama:

مجموعة القواعد والنصوص الشرعية التي تنتظم على سبيل الالزم علائق الناس من حيث الاشخاص والاموال.

“Sekumpulan kaidah dari nash yang mengatur dasar-dasar yang harus ditaati dalam hubungan manusia sesama manusia, baik mengenai orang maupun mengenai harta.”

Dalam istilah yang pertama ini, hak sama dengan makna hukum dalam istilah sarjana ushul. Inilah yang dikehendaki di waktu kita mengatakan Al haqqul madaniyah.

Kedua:

السلطة على الشيء اوما يجب على شخص لغيره

“Kekuasaan mengenai sesuatu atau sesuatu yang wajib atas seseorang bagi selainnya”.

Hak menurut pengertian yang umum, ialah:

اختصاص يقرربه الشرع سلطة اوتكليفا

“Suatu ketentuan yang dengannya syara’ menetapkan suatu kekuasaan atau suatu beban hukum.”

Pengertian hak sama dengan arti hukum dalam istilah ahli Ushul yaitu:

مجموعة القواعد والنصوص الشرعية التي تنتظم على سبيل الالزم علائق الناس من حيث الاشخاص والاموال.

“Sekumpulan kaidah dan nash yang mengatur atas dasar yang harus ditaati untuk mengatur hubungan manusia dengan manusia, baik mengenai orang maupun harta”.

Ada juga yang mendefinisikan sebagai berikut:

السلطة على الشيئ او ما يجب على شخص لغيره

“Kekuasaan mengenai sesuatu atau sesuatu yang wajib dari seseorang kepada yang lainnya”.

Milik dalam buku ;Pokok-pokok Fiqh Muamalah dan Hukum Kebendaan dalam Islam, didefinisikan sebagai berikut:

اختصاص يمكن صاحبه شرعا ان يستبد بالتصرف والانتفاع عند عدم المانع الشرعي

“Kekhususan terdapat pemilik suatu barang menurut syara’ untuk bertindak secara bebas bertujuan mengambil manfaatnya selama tidak ada penghalang syar’i.”

Jadi yang dimaksud hak adalah kekuasan yang dimiliki seseorang atas sesuatu, baik yang berkaitan dengan orang lain maupun benda yang ditetapkan dengan ketentuan hukum.

2.     Dasar Hak Menurut Islam

Al Qur’an.

قل ان صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين* لاشريك له وبذلك امرت وانا اول المسلمين*

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya dan demikian itu yanbg diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama tama menyerahkan diri.”

ولاتاءكلوا اموالكم بينكم بالباطل وتدلوا بها الى الحكام لتاءكلوا فريقا من اموال الناس بالاثم وانتم تعلمون*

“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang batil dan(janganlah) kamu membawa(urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain dengan(jalan berbuat) dosa , padahal kamu mengetahui.”

Jadi berdasarkan dalil diatas, islam melindungi hak-hak manusia, dan pelaksanaannya juga diatur dalam fiqih yang akan kita bahas berikutnya. Disamping dalil-dalil diatas, masih banyak lagi yang belum disebutkan, yang disini tidak disebutkan karena dua dalil diatas kami rasa sudah mencukupi.

3.       Pembagian Hak

Sebenarnya pembagian hak ini berversi-versi, setiap buku berbeda-beda dalam membagi hak tersebut, tetapi jika ditarik kesimpulan akan menuju ke titik yang sama. Kami akan memerinci pembagian tersebut.

HAM yang dijamin oleh agama Islam bagi rakyat dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori:

  1. HAM dasar yang telah diletakkan oleh Islam bagi seseorang sebagai manusia.
  2. HAM yang dianugerahkan oleh Islam bagi kelompok rakyat yang berbeda dalam situasi tertentu, status, posisi, dan lain-lainnya yang mereka miliki. Hak-hak khusus bagi nonmuslim, kaum wanita, buruh/pekerja, anak-anak, dan lainnya merupakan beberapa contoh dari kategori hak-hak ini. Hak-hak tersebut antara lain:

HAK HIDUP

Dalilnya yaitu:

ولاتقتلوا النفس التي حرم الله الابالحق ومن قتل مظلوما

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan suatu (alasan) yang benar”

HAK-HAK MILIK

ولاتاءكلوا اموالكم بينكم بالباطل

“Dan janganlah sebagian diantara kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang batil”.

PERLINDUNGAN KEHORMATAN

ياايهاالذين امنوا لايسخر قوم من قوم عسى ان يكون خيرا منهم ولانساءمن نساء عسى ان يكن خيرا منهن ولاتلمزواانفسكم ولاتنابزوا بالالقب,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka(yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka(yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita(mengolok-olokkan) wanita-wanita lain(karena)boleh jadi (wanita-wanita yang diolok-olokkan) lebih baik dari pada wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar yang buruk.”

KEAMANAN DAN KESUCIAN KEHIDUPAN PRIBADI

ياايها الذين امنوا لاتدخلوا بيوتا غيربيوتكم حتى تستاءنسواوتسلمواعلى اهلها ذلكم خيرلكم لعلكم تذكرون

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum  meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu,lrbih baik bagimu agar kamu selalu ingat.”

KEAMANAN KEMERDEKAAN PRIBADI

ان الله ياءمركم ان تؤدواالامانات الى اهلها واذاحكمتم بين الناس ان تحكموا بالعدل…

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.”

PERLINDUNGAN DARI HUKUMAN PENJARA YANG SEWENANG-WENANG

ولاتكسب كل نفس الاعليها ولاتزر وازرة وزر اخرى

“Dan tidaklah seseorang berbuat dosa melainkan kemadharatannya kembali kepada dirinya sendiri dan seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain…”

HAK UNTUK MEMPROTES TIRANI

لايحب الله الجهر بالسؤ من القول الا من ظلم….

“Allah tidak menyukai ucapan yang buruk ( yang diucapkan)dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya”

KEBEBASAN HATI NURANI DAN KEYAKINAN

لااكره في الدين

“Tidak ada paksaan untuk(memasuki) agama (islam)…”

Hak yang dijelaskan dimuka,adakalanya merupakan sulthah , adakalanya merupakan taklif.

Sulthah terbagi menjadi dua, yaitu sulthah ‘ala al nafsi dan sulthah ‘ala syai’in mu’ayanin.

  • Shulthah ‘ala al nafsi ialah hak seseorang terhadap jiwa, seperti hak hadhanan(pemeliharaan anak).
  • Sulthah ‘ala syai’in mu’ayanin ialah hak manusia untuk memiliki sesuatau, seperti seseorang berhak memiliki sebuah modal.

Taklif adalah orang yang bertanggung jawab, taklif adakalanya tanggungan pribadi (‘ahdah syakhsiyah) seperti seorang buruh menjalankan tugasnya, adakalanya tanggungan harta (‘ahdah maliyah) seperti membayar hutang.

Hak dalam pengertian yang umum dibagi kepada dua bagian yang asasi yaitu : mali dan ghairu mali.

Mali ialah:

مايتعلق بالمال كملكية الاعيان والديون.

“Sesuatu yang berpautan dengan harta, seperti kepemilikan, benda-benda dan hutang-hutang”

Ghairu mali: seperti hak wali.

Hak ghairu mali dibagi dua:

hak syakhshi

Yang dimaksud hak syakhshi adalah

مطلب يقره الشرع لشخص على اخر

“ Suatu tuntutan yang ditetapkan syara’ untuk seseorang terhadap orang lain”

Yang termasuk hak ini misalnya: pembeli berhak menerima barang dan penjual berhak menerima uang

Hak ‘aini

Yang dimaksud hak ini yaitu hak yang mempunyai wujud benda.

Macam-macam hak ‘aini dan hak yang serupa ‘aini :

  1. Haqqul milkiyah dalam pandangan ahli fiqih ialah hak yang memberikan kepada pemiliknya, hak wilayah.
  2. Haqqul intifa’ yaitu hak mendapat kemanfaatan dari suatu barang.
  3. Haqqul irtifaq dalam pandanmgan ahli fiqih masuk ke dalam milkul manfaat.
  4. Haqqul irtihan yaitu hak yang diperoleh dari harta yang digadai.
  5. Haqqul ihtibas ialah hak menahan suatu benda.
  6. Haqqul qarar ialah hak menetap atas tanah waqaf.

Yang termasuk hak menetap atas tanah waqaf ialah:

  • Haq al hakr ialah hak menetap diatas tanah yang disewa, untuk yang lama dengan seizing hakim.
  • Haq al ijarataini ialah hak yang diperoleh karena ada akad ijarah dalam waktu yang lama, dengan seizin hakim atas tanah waqaf yang tidak sanggup dikembalikan kedalam keadaan semula, misalnya karena kebakaran, dengan harga yang menyamai harga tanah, sedangkan sewanya setiap tahun.
  • Haq al qadar ialah hak menambah bangunan yang dilakukan oleh penyewa.
  • Haq al marashad ialah hak mengawasi atau mengontrol.
  1. Haq al murur ialah:

حق مرور الانسان الى ملكه من طريق عام ام طريق خاص في ملك غيره.

“Hak lewatnya manusia pada miliknya yang terdiri dari jalan umum atau jalan khusus pada milik orang lain.”

  1. Haq ta’ali ialah:

ان يكون للانسان حق ان يعلوا بناءه بناء غيره

“ Hak manusia untuk menempatkan bangunannya diatas bangunan orang lain”.

  1. Haq al jiwar ialah hak-hak yang timbul disebabkan oleh berdempetnya batas-batas tempat tinggal.
  2. Haq Syafah atau haq syurb ialah:

حاجة الانسان الى الماء لشربه ولشرب دوابه وانفاعه المنزلي

“ Kebutuhan manusia terhadap air untuk diminum sendiri dan untuk diminum binatangnya serta untuk kebutuhan rumah tangganya.”

Sedangkan hak-hak yang mirip dengan ‘ainiyah seperti yang diterangkan oleh fuqaha’:

حق الشخص في ان يتملك كحق الشفعة وحق المجاهدين في الغنيمة بعد اخرازها وحق المحني عليه في مال الجاني.

“Hak seseorang dalam memiliki benda,seperti hak syuf’ah dan hak para mujahid dalam harta rampasan perang sesudah dikumpulkan nya hak orang yang ditindak dirinya”

Jika begitu dapat disimpulkan bahwa contoh hak sibhi ‘aini adalah hak mendapatkan bagian dari suatu syirkah(perseroan) jika kita menanam modal.

Apabila hak-hak tersebut banyak sekali dan berdesakan, maka tidak boleh didahulukan salah satu kecuali terdapat beberapa sebab, antara lain: Yang pertama yaitu mendahuhuinya salah satu dari hak-hak tersebut. Yang kedua yaitu kuatnya salah satu hak dari yang lain. Contohnya yaitu hubungan antara penjual dan pembeli.

Sedangkan menurut versi yang lain pembagian hak itu dibagi menjadi lima pokok dasar yang dinamakan ushul al khamsah, antara lain:

Hifzh al din: memberikan jaminan hak kepada umat islam untuk memelihara agama dan keyakinannya (al-din). Sementara itu Islam juga menjamin sepenuhnya atas identitas (kelompok) agama yang bersifat lintas etnis, oleh karena itu Islam menjamin kebebasan beragama dan larangan adanya pemaksaan agama yang satu dengan yang lainnya.

Hifzh al nafs wa al-‘irdh: memberikan jaminan hak atas setiap jiwa(nyawa) manusia, untuk tumbuh dan berkembang secara layak. Dalam hal ini Islam menuntut adanya keadilan, pemenuhan kebutuhan dasar(hak atas penghidupan) pekerjaan, hak kemerdekaan dan keselamatan, bebas dari penganiayaan dan kesewenang-wenangan.

Hifzh al-aql: adalah adanya suatu jaminan atas kebebasan berekpresi, kebebasan mimbar, kebebasan mengeluarkan opini, melakukan penelitian dsan berbagai aktivitas ilmiah. Dalam hal ini Islam melarang terjadinya perusakan akal dalam bentuk penyiksaan, penggunaan ekstasi, minuman keras dan lain-lain.

Hifzh al-nasl: merupakan jaminan atas kehidupan privasi setiap individu, perlindungan atas profesi (pekerjaan), jaminan masa depan keturunan dan generasi penerus yang lebih baik dan berkualitas. Free sex ,zina menurut syara’, homoseksual adalah perbuatan yang dilarang karena bertentangan dengan hifzh al nasl.

Hifzh al-mal: dimaksudkan sebagai jaminan atas pemilikan harta benda, properti dan lain-lain. Dan larangan adanya tindakan mengambil hak dari harta orang lain, seperti mencuri, korupsi, monopoli, oligopoli, monopsoni dan lain-lain.

Lima prisip dasar (al huquq al insaniyah) diatas sangatlah relevan dan bahkan seiring dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia(HAM).

Sebenarnya semua pembagian hak dalam islam, tidak ada yang menyimpang dari hak-hak asasi manusia(HAM), karena islam merupakan agama yang kaffah dan rahmatan lil ‘alamin.

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: