Sekilas Mengenai Sosiologi Pendidikan


Sekilas Mengenai Sosiologi Pendidikan

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

A.     Pengertian Sosiologi Pendidikan

Perubahan tatanan sosial kehidupan masyarakat Eropa pada sekitar awal abad ke-20 menyebabkan manfaat sosiologi menjadi penting dalam mendampingi proses-proses pendidikan di Eropa. Perkembangan tersebut merupakan efek dari revolusi sosial di berbagai penjuru wilayah Eropa yang memicu akselerasi perubahan arah perkembangan masyarakat Eropa. Era transisi perubahan sosial tersebut menimbulkan konsekuensi-konsekuensi logis yang tak terduga-duga kedatangannya, antara lain merebaknya keraguraguan akan nilai dan tatanan normatif yang telah mapan mengalami erosi jika tidak dilakukan penguatan orientasi. Bantuan ilmu sosiologi dengan segala komponen konsepsionalnya mendapat sambutan positif dari kalangan praktisi pendidikan, sebagai wujud alternatif untuk memperkuat ketahanan sosial melalui pendidikan.

Manifestasi tersebut ditandai dengan kelahiran sosiologi pendidikan sebagai produk keilmuan baru. Kajian sosiologi pendidikan menekankan implikasi dan akibat sosial dari pendidikan dan memandang masalah-masalah pendidikan dari sudut totalitas lingkup sosial kebudayaan, politik dan ekonomisnya bagi masyarakat. Apabila psikologi pendidikan memandang gejala pendidikan dari konteks perilaku dan perkembangan. pribadi, maka sosiologi pendidikan memandang gejala pendidikan sebagai bagian dari struktur sosial masyarakat.

Jika dilihat dari segi etimologinya, sosiologi pendidikan berasal dari kata sosiologi dan pendidikan. Sosiologi berasal dari bahasa latin socius yang berarti kawan atau masyarakat dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang kawan atau masyarakat. Pengertian sosiologi secara terminologi, menurut Soemantri dan temannya, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan sosial.

Jadi yang dimaksud dengan sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat dengan segala seluk beluknya. Sehingga hakekatnya sosiologi tersebut adalah ilmu kemasyarakatan dan yang dipelajari adalah manusia dalam hubungannya dengan masyarakat.

Sosiologi merupakan salah satu dari cabang ilmu sosial. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:

  1. sosiologi bersifat empiris
  2. sosiologi bersifat teoritis
  3. sosiologi bersifat kumulatif
  4. sosiologi bersifat non etis.

Sementara itu, Soemantri mengemukakan sifat ilmu sosiologi, sebagai berikut:

  1. sosiologi adalah ilmu sosial
  2. sosiologi bukan merupakan disiplin yang normative akan tetapi suatu disiplin yang kategoris
  3. sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni bukan terapan.
  4. sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak bukan konkrit.
  5. sosiologi bertujuan menghasilkan pola-pola dan pengertian-pengertian umum.
  6. sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasionil
  7. sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum bukan khusus.

Sementara itu, istilah pendidikan dalam bahasa Indonesia, berasal dari kata “didik” dengan memberinya awalan “pe” dan akhiran “kan” yang mengandung arti perbuatan. Secara terminologi terdapat beberapa pendapat, antara lain secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Menurut Zahroh, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam upaya mendewasakan manusia melalui usaha pengajaran dan latihan. Menurut Brubacher, sebagaimana yang dikutip Aziz, adalah proses timbal balik dari tiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan alam dan dengan alam semesta. Darmaningtyas, sebagaimana yang dikutip Naim dan Sauqi, mengemukakan pendidikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup dan kemajuan yang lebih baik. Sementara itu, Koentjaraningrat, sebagaimana yang dikutip Naim dan Sauqi, mendefinisikan pendidikan adalah usaha untuk mengalihkan adat istiadat dan seluruh kebudayaan dari generasi lama ke generasi baru.

Menurut Langeveld, sebagaimana yang dikutip Hasbullah, pendidikan ialah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak, tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (atau yang diciptakan oleh orang dewasa, seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa.

Menurut Ahmad D.Marimba, pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Menurut Ahmad Tafsir, pendidikan adalah “berbagai usaha yang dilakukan oleh seseorang (pendidik) terhadap seseorang(anak didik) agar tercapai perkembangan maksimal yang positif”. Menurut Indra Kusuma, pendidikan adalah ” suatu usaha sadar yang teratur dan sistematis yang dilakukan oleh orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai cita-cita pendidikan.”

Menurut Undang-Undang No.20 Tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Jadi pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan mengembangkan potensi manusia agar mampu menuju kedewasaannya.

Jadi yang dimaksud dengan sosiologi pendidikan adalah ilmu yang menekankan implikasi dan akibat sosial dari pendidikan dan memandang masalah-masalah pendidikan baik formal, informal maupun nonformal dari sudut totalitas lingkup sosial kebudayaan, politik dan ekonomisnya bagi masyarakat.

Dilihat dari objek penyelidikannya sosiologi pendidikan adalah bagian dari ilmu sosial terutama sosiologi dan ilmu pendidikan yang secara umum juga merupakan bagian dari kelompok ilmu sosial. Sedangkan yang termasuk dalam lingkup ilmu sosial antara lain: ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmu pendidikan, psikologi, antropologi dan sosiologi. Dari sini terlihat jelas kedudukan sosiologi dan ilmu pendidikan.

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan telah memiliki lapangan penyelidikan, sudut pandang, metode dan susunan pengetahuan yang jelas. Objek penelitiannya adalah tingkah laku manusia dan kelompok. Sudut pandangnya memandang hakikat masyarakat, kebudayaan dan individu secara ilmiah. Sedangkan susunan pengetahuannya terdiri dari atas konsep-konsep dan prinsip-prinsip mengenai kehidupan kelompok sosial, kebudayaan dan perkembangan pribadi.

Objek penelitian sosiologi pendidikan adalah tingkah laku sosial, yaitu tingkah laku manusia dan institusi sosial yang terkait dengan pendidikan. Tingkah laku itu hanya dapat dimengerti dari tujuan, cita-cita atau nilai-nilai yang dikejar. Sebagaimana dalam terminologi sosiologi, sosiologi pendidikan berbicara tentang pandangan tentang kelas, sekolah, keluarga, masyarakat desa, kelompok-kelompok masyarakat dan sebagainya, masing-masing terangkum dalam wilayah suatu sistem sosial. Tiap-tiap sistem sosial merupakan kesatuan integral yang mendapat pengaruh dari (1) sistem sosial yang lain, (2) lingkungan alam, (3) sifat-sifat fisik manusia dan (4) karakter mental penghuninya.

Sosiologi pendidikan telah memiliki lapangan penyelidikan, sudut pandang, metode dan susunan pengetahuan yang jelas. Menurut Dodson sebagaimana dilaporkan Faisal, sosiologi pendidikan mempersoalkan pertemuan dan percampuran dari lingkungan sekitar kebudayaan secara totalitas sedemikian rupa sehingga terbentuknya tingkah laku tertentu dan sekolah atau lingkungan pendidikan dianggap sebagai bagian dari total cultural miliu. Selaras dengan pendapat di atas, E. Goerge Payne sebagaiman dikutip Faisal yang merupakan bapak sosiologi pendidikan memberikan penekanan bahwa dalam lembaga-lembaga, kelompok-kelompok sosial dan proses sosial terdapat hubungan yang saling terjalin, di mana di dalam interaksi sosial itu individu memperoleh dan mengorganisasikan pengalamannya. Penjelasan tersebut melekat kuat aspek sosiologisnya. Sementara dari segi paedagogisnya, bahwa seluruh individu dan masyarakat dari anak-anak sampai orang dewasa, kelompok-kelompok sosial dan proses-proses sosialnya, berlangsung di seputar sistem pendidikanyang selalu bergerak dinamis.

B.     Ruang Lingkup Sosiologi Pendidikan

Masalah-masalah yang diselidiki sosiologi pendidikan antara lain meliputi pokok-pokok berikut ini.

1.      Hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat

    1. Hubungan pendidikan dengan sistem sosial atau struktur sosial,
    2. Hubungan antara sistem pendidikan dengan proses kontrol sosial dan sistem kekuasaan,
    3. Fungsi pendidikan dalam kebudayaan,
    4. Fungsi sistem pendidikan dalam proses perubahan sosial dan kultural atau usaha mempertahankan status quo, dan
    5. Fungsi sistem pendidikan formal bertalian dengan kelompok rasial, kultural dan sebagainya.

2.      Hubungan antar manusia di dalam sekolah

Lingkup ini lebih condong menganalisis struktur sosial di dalam sekolah yang memiliki karakter berbeda dengan relasi sosial di dalam masyarakat luar sekolah, antara lain yaitu:

  1. Hakikat kebudayaan sekolah sejauh ada perbedaannya dengan kebudayaan di luar sekolah, dan
  2. Pola interaksi sosial dan struktur masyarakat sekolah, yang antara lain meliputi berbagai hubungan kekuasaan, stratifikasi sosial dan pola kepemimpinan informal sebagai terdapat dalam clique serta kelompok-kelompok murid lainnya.
  3. Pengaruh sekolah terhadap perilaku dan kepribadian semua pihak di sekolah/lembaga pendidikan
    1. Peranan sosial guru-guru/tenaga pendidikan,
    2. Hakikat kepribadian guru/ tenaga pendidikan,
    3. Pengaruh kepribadian guru/tenaga kependidikan terhadap kelakuan anak/peserta didik, dan
    4. Fungsi sekolah/lembaga pendidikan dalam sosialisasi murid/peserta didik.
  4. 4.      Lembaga Pendidikan dalam masyarakat

Di sini dianalisis pola-pola interaksi antara sekolah/ lembaga pendidikan dengan kelompok-kelompok sosial lainnya dalam masyarakat di sekitar sekolah/lembaga pendidikan. Hal yang termasuk dalam wilayah itu antara lain yaitu

  1. Pengaruh masyarakat atas organisasi sekolah/lembaga pendidikan,
  2. Analisis proses pendidikan yang terdapat dalam sistem-sistem sosial dalam masyarakat luar sekolah,
  3. Hubungan antarsekolah dan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan, dan
  4. Faktor-faktor demografi dan ekologi dalam masyarakat berkaitan dengan organisasi sekolah, yang perlu untuk memahami sistem pendidikan dalam masyarakat serta integrasinya di dalam keseluruhan kehidupan masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: