PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN


PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN

Oleh: Muhammad Fathurrohman

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

A.    Latar Belakang

Kunci utama belajar adalah membaca. Mencari ilmu tanpa membaca buku adalah hal yang sulit atau bahkan mustahil. Melalui buku, manusia memanifestiskan pendidikan sebagai warisan terbaiknya. Ketika pencarian makna dan pemikiran mereka dibahasakan dalam lembar-lembar tulisan, proses regenerasi pengetahuan menjadi rantai yang tidak terputus. Sejarah perjalanan proses pemaknaan manusia terhadap dunianya melalui kerangka ilmu pengetahuan terekam melalui gambar dan tulisan. Bahkan hingga saat ini di era yang penuh dengan kemudahan teknologi semua informasi yang direkam telah membantu manusia mengembangkan peradabannya. Informasi-informasi tersebut disimpan di tempat khusus yang disebut perpustakaan.

Perpustakaan memiliki sejarah penjang dalam perkembangan ilmu pengetahuan manusia, dan hingga kini masih menjadi salah satu fasilitas yang penting di setiap sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai pada perguruan tinggi. Peran perpustakaan sebagai sumber ilmu dan informasi menjadi perhatian utama bagi setiap lembaga pendidikan.

Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan membahas mengenai pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar. Dan menjelaskan sedikit mengenai fungsi perpustakaan, jenis dan pengelolaannya.

B.    Pengertian dan Kegunaan

Ketika kita memasuki perpustakaan, yang kita lihat pertama adalah jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara rapi dirak buku, rak majalah maupun rak-rak bahan pustaka lain. Bahan-bahan pustaka tersebut diatur menurut suatu sistem tertentu sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan. Akan tetapi tidak berarti jajaran buku yang diatur secara sistematis bolah disebut perpustakaan.

Banyak batasan atau pengertian yang disampaikan oleh para pakar di bidang perpustakaan. Kita dapat mempelajari pengertian perpustakaan seperti dibawah ini:

  1. Menurut kamus “ The Oxfort English Dictionary”, kata “library” atau perpustakaan mulai  digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai “suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan”.
  2. Pengertian perpustakaan ini pada abad ke 19 berkembang menjadi “suatu gedung, ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yang dipelihara dengan baik, dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu”.
  3. Dalam perkembangannya lebih lanjut, pengertian perpustakaan memperoleh penghargaan tinggi, bukan sekedar gedung yang berisi koleksi buku yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
  4. Pada tahun 1970, The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian “pusat media, pusat belajar, pusat sumber pedidikan, pusat informasi, pusat dokumentasi, dan pusat rujukan”.
  5. Dalam pengertiannya yang muthakhir, seperti yang tercantum dalam Keputusan Presiden RI nomor 11 disebutkan bahwa “ perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Adapun pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggung jawabnya kepada kepala sekolah yang melayani civitas akademika sekolah yang bersangkutan.

Dalam dua dekade terakhir ini perpustakaan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sekolah. Hampir di setiap sekolah mulai dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi terdapat perpustakaan sekolah. Bahkan unit-unit perpustakaan keliling (mobile library) dari departemen pendidikan dan kebudayaan tersedia di kota-kota besar guna melayani kebutuhan para pelajar.

Perpustakaan merupakan pusat sarana akademis. Perpustakaan menyediakan bahan-bahan pustaka berupa barang cetakan seperti buku, majalah / jurnal ilmiah, peta, surat kabar, karya-karya tulis berupa monograf yang belum diterbitkan, serta bahan-bahan non cetakan seperti micro fish, micro film, foto-foto, film, kaset audio/video, lagu-lagu dalam piringan hitam, rekaman pidato (dokumenter) dan lain-lain. Oleh karena itu, perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat pada umumnya untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang keilmuan baik untuk tujuan akademis maupun rekreasi. Bahan-bahan yang tersedia itu dapat dikelompokkan ke dalam jenis (1) reverensi, (2) reserve, (3) pinjaman.

Bahan-bahan reverensi yang biasanya ditata dalam satu ruang khusus merupakan sumber-sumber untuk fakta-fakta tertentu yang sudah baku, misalnya ensiklopedia, kamus statistik, buku tahunan, biografi, buku pegangan, atlas, indeks (tesis, disertasi, artikel ilmiah) abstrak, dan lain-lain yang sejenis.

Bahan-bahan reserve terdiri dari buku-buku, artikel-artikel atau handauts untuk mata pelajaran tertentu atas permintaan tenaga pengajarnya. Ini dimaksudkan agar semua pelajar, mahasiswa yang mengikuti mata pelajaran ini dapat memperoleh akses terhadap bahan-bahan yang nerupakan bagian dari tugas-tugas materi yang dibebankan oleh pengajar. Dengan jumlah pelajar mahasiswa yang banyak, sedangkan jumlah buku atau artikel pada perpustakaan sangat terbatas, bahan-bahan reserve hanya dapat dibaca oleh seorang pelajar mahasiswa antara satu samapai dua jam.

Buku-buku dalam berbagai bidang keilmuan pada umumnya siap untuk dipinjamkan untuk jangka waktu antara dua minggu sampai satu bulan kepada pelajar-mahasiswa atau mesyarakat umum yang memiliki kartu anggota perpustakaan.

C.    Jenis-Jenis Perpustakaan Dan Fungsinya

Perpustakaan Nasional

Staf Perpustakaan Utama (PU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Drs Iskandar manyatakan bahwa Perpustakaan Nasional yang biasanya berkedudukan di Ibukota Negara berfungsi sebagai lembaga yang menyimpan dan melestarikan seluruh terbitan dari negara yang bersangkutan. Baik berupa karya cetak maupun karya rekam, semua terbitan tersebut dikumpulkan dan didayagunakan sebaagai bahan informasi.

Menurut Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989, pasal 3, Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan fungsi:

a)      Membantu presiden dalam rangka merumuskan kebijaksanaan mengenai pengembangan, pembinaan dan pendayagunaan perpustakaan.

b)      Melaksanakan pengembangan tenaga perpustakaan dan kerjasama antara badan/ lembaga termasuk perpustakaan di dalam maupun di luar negeri.

c)      Melaksanakan pembinaan atas semua jenis perpustakaan di instasi / lembaga pemerintah maupun swasta yang ada di pusat ataupun di daerah.

d)     Melaksanakan pengumpulan, penyimpanan dan pengolahan bahan pustaka dari dalqam maupun luar negeri.

e)      Melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan dan pelestarian bahan pustaka.

f)       Melaksanakan jasa koleksi rujukan dan naskah.

g)      Melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Presiden.

Perpustakaan Daerah

Di samping itu, Perpustakaan Daerah yang merupakan suatu organisasi di lingkungan Perpustakaan Nasional RI yang berada di daerah. Menurut Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI nomor 001/org/9/1990, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI, mempunyai fungsi:

  1. Mempersiapkan bahan perumusan kebijaksanaan, pembinaan dan pengembangan perpustakaan di daerah.
  2. Mempersiapkan pembinaan dan pengembangan pada semua jenis perpustakaan di daerah.
  3. Melaksanakan jasa informasi dan rujukan (reverensi).
  4. Melaksanakan kerjasama antar perpustakaan di daerah.
  5. Melaksanakan koordinasi dan evaluasi kegiatan perpustakaan di daerah.

Perpustakaan Umum dan Keliling

Perpustakaan Umum merupakan perpustakaan yang diselenggarakan di pemukiman penduduk (desa dan kota) diperuntukkan bagi semua golongan masyarakat, untuk melayani kebutuhannya akan informasi dan bahan bacaan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan sebagai sumber belajar.

Perpustakaan Umum baik yang berada di daerah tingkat II(Ibukota Kabupaten/kotamadya), di ibukota kecamatan maupun yang berada di desa, menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 8 tahun 1988, mempunyai fungsi:

a)      Menghimpun dan mengolah bahan pustaka dan informasi.

b)      Memelihara dan melestarikan bahan pustaka dan informasi.

c)      Mengatur dan mendayagunakan bahan pustaka dan informasi, sebagai pusat kegiatan belajar, pelayanan informasi, penelitian dan menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca bagi seluruh lapisan masyarakat.

Perpustakaan keliling berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani kebutuhan informasi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum. Pada hakekatnya fungsi perpustakaan keliling sama dengan perpustakaan umum. Perpustakaan keliling merupakan kepanjangan layanan perpustakaan umum.

Perpustakaan Khusus

Perpustakaan khusus merupakan perpustakaan yang didirikan untuk mendukung visi dan mis lembaga khusus dan berfungsi sebagai pusat informasi khusus terutama berhubungan dengan penelitian dan pengembangann. Biasanya perpustakaan ini berada di bawah badan, institusi lembaga atau organisasi bisnis, industri ilmiah, pemerintah dan pendidikan misalnya perguruan tinggi, perusahaan, departemen, asosiasi, profesi, instansi pemerintah dan sebagainya.

Perpustakaan Sekolah

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggung jawabnya kepada kepala sekolah, yang melayani civitas akademika sekolah yang bersangkutan.

Adapun fungsinya menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0103/0/1981, adalah sebagai berikut:

  1. Pusat kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tecantum dalam kurikulum sekolah.
  2. Pusat penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.
  3. Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktui luang (buku-buku hiburan).

Semua fungsi tersebut akan tergambar dalam koleksi perpustakaan yang bersangkutan.

Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan peguruan tinggi ini berada disuatu lembaga pendidikan, baik perpustakaan universitas, fakultas, institut dan sekolah tinggi maupun politeknik untuk menunjang proses belajar mengajar.

D.    Aspek-Aspek Pembinaan Perpustakaan Sekolah

Aspek status organisasi dan manajemen

Sampai saat ini status beberapa jenis perpustakaan, seperti perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi dan lain-lain belum jelas, khususnya tentang eselonisasinya. Hal ini mengakibatkan tidak jelas pula aspek-aspek lainnya, misalnya berapa luas gedung/ruangannya, berapa banyak pustakawannya, berapa banyak koleksinya dan lain-lain. Oleh karen itu status beberapa jenis perpustakaan masih menjadi masalah yang perlu diperjuangkan. Yang statusnya telah jelas adalah Perpustakaan Nasional RI (eselon I), Perpustakaan Daerah (eselon II), dan Perpustakaan Umum Dati II (eselon IV).

Karena status masih belum jelas maka organisasinya juga menjadi masalah sehingga organisasi perpustakaan dalam Undang-Undang Perpustakaan yang akan datang dapat disusun meliputi:

1)      Kepala perpustakaan (unsur pimpinan)

2)      Petugas tata usaha perpustakaan (unsur pembantu pimpinan)

3)      Unsur pelaksana yang terdiri atas:

Petugas pengadaan / pengolahan bahan pustaka

  1. Petugas pelayanan (sirkulasi dan referensi)
  2. Petugas penyuluhan /  pemasyarakatan.
  3. Petugas penelitan dan pengembangan.

Manajemen perpustakaan fungsi kegiatannya meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan (POAC= Planning, Organization, Actuating, dan Controlling). Dalam perencanaan kepala perpustakaan dapat menggunakan prinsip-prinsip managemen berdasarkan sasaran ( MBS atau Management By Objectives (MBO)).

Aspek ketenagaan

Keberhasilan suatu perpustakaan diukur berdasarkan tinggi rendahnya kemampuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat kegiatan belajar mandiri serta pusat pelayanan informasi, penelitian dan rekreasi masyarakat sekelilingnya. Untuk itu, sebuah perpustakaan dari segi fisiknya memerlukan pembinaan yang tepat yang memperhatikan perpaduan aspek lokasi gedung ruangan dan koleksi bahan pustaka agar serasi, selaras dan seimbang dengan baik. Tidak boleh terjadi alur kerja terhambat karena masalah ruang. Ini berarti bahwa petugas perpustakaan harus dapat mengatur ruang sedemikian rupa sesuai dengan kondisi yang ada. Maka dari itu dalam perpustakaan terdapat sistem pengelolaan yang sangat terstruktur agar perpustakaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan memenuhi kebutuhan para pengunjung.

E.     Ketrampilan Pemanfaatan Perpustakaan

  1. Ketrampilan mengumpulkan informasi yang meliputi ketrampilan (a) mengenal sumber informasi dan pengetahuan, (b) menentukan lokasi sumber informasi berdasarkan sistem klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dsan indeks, (c) menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperti ensiklopedia, kamus, buku tahunan, dan lain-lain.
  2. Ketrampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti (a) memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah, dan (b) mendokumentasikan informasi dan sumbernya.
  3. Ketrampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, seperti (a) memahami bahan yang dibaca, (b) membedakan antara fakta dan opini, dan (c) menginterpretasi informasi baik yang saling mendukung maupun yang berlawanan.
  4. Ketrampilan menggunakan informasi, seperti (a) memanfaatkan intisari informasi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah, (b) menggunakan informasi dalam diskusi, dan (c) menyajikan informasi dalam bentuk tulisan.

Terima Kasih

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: