PENGEMBANGAN BAHAN PEMBELAJARAN DAN PEMANFAATAN MEDIA SERTA SUMBER BELAJAR


PENGEMBANGAN BAHAN PEMBELAJARAN DAN PEMANFAATAN MEDIA SERTA SUMBER BELAJAR

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

A.     Pengantar

Sumber belajar dan media pembelajaran merupakan sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Tanpa keduanya proses pembelajaran akan sulit untuk dijalankan. Sumber belajar merupakan inspirasi guru dalam memperoleh informasi pelajaran, demikian juga bagi siswa. Sedangkan media merupakan alat untuk penyampaian pesan pembelajaran agar lebih mudah dipahami.

Perkembangan dan penggunaan media pembelajaran, khususnya dalam pendidikan bukan lagi merupakan sesuatu yang asing di Indonesia. Pendidikan di Negara-negara maju sekarang makin mencabar selaras dengan perkembangan teknologi yang pesat. Sebagai sebuah negara yang berwawasan maka bidang pendidikan merupakan aset penting untuk melahirkan pakar-pakar dalam sesuatu bidang dalam menuju ke arah sebuah negara berteknologi yang tinggi.

Banyak muncul berbagai media pendidikan dalam wujud yang baru dan dengan teknologi terbaru. Berbagai media tersebut memunculkan suatu kesan yang berbeda bagi pendidik dalam menanggapinya. Ada pendidik yang langsung mengganti medianya dengan yang baru tanpa pikir panjang, ada juga yang monoton, tanpa adanya pergantian, ada juga yang mengadakan seleksi terlebih dahulu.

Sedangkan perkembangan sumber belajar juga ikut mengiringi perkembangan media pendidikan/pembelajaran. Perkembangan sumber belajar juga berlangsung secara cepat dan signifikan. Banyak sekali peserta didik yang terlebih dahulu mengerti sebuah materi karena mempunyai sumber belajar yang terbaru, sebelum diajar oleh gurunya.

Akan tetapi kedua hal tersebut pastilah terdapat dampak positifnya dan negatifnya. Kalau dampak positif pastilah akan membawa keuntungan, tetapi jika dampak negatif yang muncul maka yang dicapai atau dilihat adalah kegagalan dalam proses pembelajaran.

Dan permasalahannya lagi ialah sampai sekarang ini para pendidik yang mempunyai tingkat profesionalisme yang menjanjikan untuk dapat memanfaatkan media dan sumber belajar dengan baik sangat minim sekali. Kebanyakan dari mereka kurang mempunyai skill untuk memanfaatkan media dan sumber belajar.

Maka dari itu kami ingin menulis dan membahas tentang pengembangan bahan ajar dan pemanfaatan media serta sumber belajar agar memudahkan para pendidik untuk melaksanakan proses pembelajaran, yang kami ambil dari berbagai referensi yang ada dan dari pengetahuan yang kami miliki.

B.     Pengembangan Bahan Pembelajaran Atau Bahan Ajar

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru atau instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Dengan bahan ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau kompetensi dasar secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai kompetensi secara utuh dan terpadu.

Sebuah bahan ajar paling tidak mencakup antara lain:

v  Petunjuk belajar (petunjuk siswa atau guru)

v  Kompetensi yang akan dicapai

v  Informasi pendukung

v  Petunjuk kerja dapat berupa lembar kerja.

Adapun bentuk bahan ajar paling tidak dikelompokkan menjadi empat, yaitu:

Bahan ajar cetak (Printed)

Bahan cetak dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk, antara lain:

Handout

Handout adalah bahan tertulis yang disampaikan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Handout biasanya diambilkan dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan atau kompetensi dasar dengan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik.

Buku

Buku adalah bahan tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan. Oleh pegarangnya isi buku didapat dari berbagai cara, misalnya: hasil penelitian, hasil pengamatan, aktualisasi pengalaman, otobiografi atau hasil imajinasi seseorang yang disebut sebagai fiksi. Buku sebagai bahan ajar merupakan buku yang berisi suatu ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum dalam bentuk tertulis.

Modul

Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapar belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi paling tidak tentang segala komponen dasar bahan ajar yang telah disebutkan sebelumnya.

Lembar Kegiatan Siswa

Lembar Kegiatan Siswa (Student Work Sheet) adalah lembaran-lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar Kegiatan  biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Suatu tugas yang diperintahkan dalam Lembar Kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapainya. Lembar Kegiatan ini dapat digunakan untuk mata pelajaran apa saja.

Brosur

Brosur adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman yang dilipat tanpa dijilid atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tentang perusahaan atau organisasi (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua, Balai Pustaka).

Leaflet

Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tetapi tidak dimatikan atau dijahit. Agar terlihat menarik biasanya Leaflet didesain secara cermat, dilengkapi dengan ilustrasi dan menggunakan bahasa yang sederhana, singkat serta mudah dipahami. Leaflet sebagai bahan ajar juga harus memuat materi yang dapat menggiring peserta didik untuk menguasai satu atau lebih kompetensi dasar.

Wallchart

Wallchart adalah bahan cetak, biasanya berupa bagan siklus / proses atau grafik yang bermakna menunjukkan posisi tertentu. Wallchart biasanya masuk dalam kategori alat bantu mengajar, namun dalam hal ini Wallchart  didesain sebagai bahan ajar.

Foto atau gambar

Foto atau gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan dengan tulisan. Foto atau gambar sebagai bahan ajar tentu saja diperlukan satu rancangan yang baik agar setelah selesai melihat sebuah atau serangkaian Foto atau gambar, siswa dapat melakukan sesuatu yang pada akhirnya menguasai satu atau lebih kompetensi dasar.

Model atau Maket

Model atau maket yang didesain secara akan memberikan makna yang hampir sama dengan benda aslinya. Weiderman mengemukakan dengan melihat benda aslinya yang berarti dapat dipegang, maka peserta didik akan lebih mudah dalam mempelajarinya.

Bahan ajar dengar (Audio)

Kaset / piringan hitam / compact disk

Sebuah kaset yang direncanakan sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah program yang dapat dipergunakan sebagai bahan ajar. Media kaset dapat menyimpan suara yang  dapat secara berulang-ulang diperdengarkan kepada peserta didik yang menggunakannya sebagai bahan ajar.

  1. Radio

Radio Broadcasting adalah media dengar yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar, dengan radio peserta didik bisa belajar sesuatu. Radio juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.

  1. Bahan ajar pandang dengar (Audio visual)
    Video/film

Seperti halnya wallchart, video/film juga alat bantu yang didesain sebagai bahan ajar. Umumnya program video telah dibuat dalam rancangan lengkap, sehingga setiap akhir dari penayangan video siswa dapat menguasai satu atau lebih kompetensi dasar.

Orang/ narasumber

Orang sebagai sumber belajar dapat juga dikatakan sebagai bahan ajar yang dapat dipandang dan didengar, karena dengan orang, seseorang dapat belajar misalnya karena orang tersebut memiliki ketrampilan khusus tertentu.

Bahan ajar interaktif

Bahan ajar interaktif menurut Guidelines for Biliografic Description of Interaktive Multimedia p.1 dijelaskan sebagai berikut:

Multi media interaktif adalah kombinasi dari dua atau lebih media (audio, teks, grafik, gambar, animasi, dan video) yang oleh penggunanya dimanipulasi untuk mengendalikan perintah dan atau perilaku yang alami dari suatu presentasi. Saat ini sudah mulai banyak orang memanfaatkan bahan ajar ini, karena disamping menarik, juga memudahkan bagi penggunanya dalam mempelajari suatu bidang tertentu. Biasanya bahan ajar multimedia drancang secara lengkap mulai dari petunjuk penggunaannya hingga penilaian.

C.     Pemanfaatan Media Pembelajaran

Sebelumnya kita perlu mengingat kembali mengenai pengertian media pembelajaran itu sendiri. Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997).

Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.

Kata media berasal dari bahasa Latin yang adalah bentuk jamak dari medium batasan mengenai pengertian media sangat luas, namun kita membatasi pada media pendidikan saja yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran.

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan dan terkendali.

Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain itu media juga merangsang pembelajar untuk mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong mahasiswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar.

Kegunaan media dalam pembelajaran

Berbagai kajian teoritik maupun empirik menunjukkan kegunaan media dalam pembelajaran

    1. Media mampu memberikan rangsangan yang bervariasi kepada otak kita, sehingga otak kita mampu berfungsi secara optimal.
    2. Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para mahasiswa.
    3. Media dapat melampaui batas ruang kelas. Banyak hal yang tak mungkin untuk dialami secara langsung di dalam kelas oleh para mahasiswa.
    4. Media memungkinkan adanya interaksi langsung antara mahasiswa dengan lingkungannya.
    5. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
    6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
    7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang untuk belajar.
    8. Media memberikan pengalaman yang integral dan menyeluruh dari suatu yang konkrit maupun abstrak.
    9. Media memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mandiri, pada tempat dan waktu serta kecepatan yang ditentukan sendiri.
    10. Media meningkatkan kemampuan keterbacaan baru (New Literacy), yaitu kemampuan untuk membedakan dan menafsirkan obyek, tindakan dan lambang yang tampak, baik yang alami maupun yang buatan manusia yang terdapat dalam lingkungan.
    11. Media mampu meningkatkan efek sosialisasi, yaitu dengan meningkatnya kesadaran akan dunia sekitar.
    12. Media dapat meningkatkan kemampuan ekspresi diri dosen maupun mahasiswa.
  1. Prinsip Pemanfaatan Media Pembelajaran

Media pembelajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaannya yang antara lain:

  1. Penggunaan media pengajaran hendaknya dipandang sebagai bagian yang integral dari suatu sistem pengajaran dan bukan hanya sebagai alat bantu yang berfungsi sebagai tambahan yang digunakan bila dianggap perlu dan hanya dimanfaatkan bila sewaktu-waktu dibutuhkan.
  2. Media pengajaran hendaknya dipandang sebagai sumber belajar yang digunakan dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
  3. Guru hendaknya benar-benar menguasai tehnik-tehnik dari suatu media pengajaran yang digunakan.
  4. Guru seharusnya memperhitungkan untung ruginya memanfaatkan suatu media pengajaran.
  5. Penggunaan media pengajaran harus diorganisir secara sistematis bukan sembarang menggunakannya.
  6. Jika sekiranya satu pokok bahasan memerlukan lebih dari 1 macam media, maka guru dapat  memanfaatkan multimedia yang menguntungkan dan memperlancar proses belajar mengajar dan juga dapat merangsang siswa dalam belajar.
  7. Jenis-Jenis Media

Media cukup banyak macamnya, Raharjo (1991)  menyatakan bahwa ada media yang hanya dapat dimanfaatkan bila ada alat untuk menampilkannya. Ada pula yang penggunaannya tergantung pada hadirnya seorang guru, tutor atau pembimbing (Teacher Independent). Media yang tidak harus tergantung pada hadirnya guru lazim disebut media instruksional dan bersifat ”Self Contained” maknanya: informasi belajar, contoh, tugas dan latihan serta umpan balik yang diperlakukan telah diprogramkan secara terintegrasi.

Dari berbagai ragam dan bentuk dari media pengajaran, pengelompokan atas media dan sumber belajar dapat juga ditinjau dari jenisnya yaitu dibedakan menjadi:

  1. Media audio: radio, piringan hitam, pita audio, tape recorder dan telepon.
  2. Media visual:

v  Media visual diam: foto, buku, ensiklopedia, majalah, surat kabar, buku referensi dan barang hasil cetakan lain, gambar, ilustrasi dan lain-lain.

v  Media visual gerak: film bisu

Media audio visual

v  Media audio visual diam: televisi diam, slide dan suara, film rangkai dan suara, buku dan suara.

v  Media audio visual gerak: video, CD, film rangkai dan suara, televisi, gambar dan suara

Media Serba Neka

v  Papan dan display: papan tulis, papan pamer/pengumuman/majalah dinding, papan magnetic, white board, mesin pengganda.

v  Media tiga dimensi: realita, sampel, artifact, model , diarama.

v  Media rehnik dramatisasi: drama, pantomim, bermain peran, demonstrasi, pawai/karnaval, pedalangan/panggung boneka.

v  Sumber belajar pada masyarakat,: kerja lapangan, perkemahan.

v  Belajar terprogram.

v  Komputer.

Pola Pemanfaatan Media

Ada beberapa pemanfaatan media pembelajaran:

  1. Pemanfaatan media dalam situasi kelas(classroom setting). Dalam tatanan(setting) media pembelajaran dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya setting tertentu dan pemanfaatannya dipadukan dengan proses bnelajar mengajar dalam situasi kelas. Dalam merencanakan pemanfaatan media itu guru harus melihat tujuan yang dicapai, materi pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan itu, serta strategi belajar mengajar yang sesuai untuk mencapai tujuan itu. Media pembelajaran yang dipilih haruslah sesuai dengan ketiga hal itu, ialah tujuan, materi dan strategi pembelajarannya.
  2. Pemanfaatan media diluar situasi kelas.

Pemanfaatan media pembelajaran diluar situasi kelas dapat dibedakan dalam dua kelompok utama:

Pemanfaatan secara bebas

Yang dimaksud dengan pemanfaatan secara bebas ialah bahwa media itu digunakan tanpa dikontrol atau diawasi.

Contoh jenis media seperti ini ialah:

a.      Pemakaian kaset pelajaran bahasa Inggris.

b.      Pemanfaatan program siaran radio pendidikan.

Pemanfaatan media secara terkontrol

Yang dimaksud dengan pemanfaatan media secara terkontrol ialah bahwa media itu digunakan dalam suatu rangkaian kegiatan yang diatur secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu.

D.     Pemanfaatan Dan Pendayagunaan Sumber Belajar

Sering kita dengar istilah sumber belajar (Learning Resource), orang juga banyak telah memanfaatkan sumber belajar, namun umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. Padahal secara tidak terasa apa yang mereka gunakan, orang dan benda tertentu adalah termasuk sumber belajar.

Sumber belajar dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan belajar sehingga diperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan yang diperlukan. Dalam hal ini nampak adanya beraneka ragam sumber belajar yang masing-masing memiliki kegunaan tertentu yang mungkin sama atau bahkan berbeda dengan sumber belajar yang lain.

Aneka Ragam Sumber Belajar

Dari berbagai sumber belajar yang ada dan mungkin didayagunakan dalam pembelajaran sedikitnya dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Manusia (People)

Yaitu orang yang menyampaikan pesan pengajaran secara langsung; seperti guru, konselor, administrator, yang diniati secara khusus dan disengaja untuk kepentingan belajar (By design)

Bahan (material)

Yaitu sesuatu yang mengandung pesan pembelajaran, baik yang diniati secara khusus seperti film pendidikan, peta, grafik, buku paket dan sebagainya, yang biasanya disebut sebagai media pengajaran (instruksional media), maupun bahan yang bersifat umum; seperti film, dokumentasi pemilu preside bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran.

Lingkungan (Setting)

Yaitu ruang dan tempat ketika sumber-sumber dapat berinteraksi dengan peserta didik. Ruang dan tempat yang diniati secara sengaja untuk kepentingan pembelajaran, misalnya ruang perpustakaan, ruang kelas, laboratorium dan ruang mikro teaching.

Alat dan peralatan (Tool and equipment)

Yaitu sumber belajar untuk produksi dan memainkan sumber-sumber yang lain. Alat dan peralatan untuk produksi misalnya: kamera untuk produksi foto, tape recorder untuk rekaman. Sedangkan alat dan peralatan yang digunakan untuk memainkan sumber lain, misalnya proyektor film, pesawat tv dan pesawat radio.

Aktivitas (Aktivities)

Yaitu sumber belajar yang merupakan kombinasi antara tehnik dengan sumber lain untuk memudahkan (facilitates) belajar, misalnya pembelajaran berprogram merupakan kombinasi antara tehnik penyajian bahan dengan buku, contoh lainnya seperti simulasi dan karya wisata.

Berdasarkan aneka ragam sumber belajar diatas, sumber belajar yang tersedia di sekolah antara lain adalah:

v  Perpustakaan

Perpustakaan merupakan sumber belajar yang paling baik untuk mendapatkan informasi-informasi yang berkaitan dengan tugas-tugas pembelajaran. Untuk dapat mendayagunakan perpustakaan semaksimal mungkin, perlu dipahami hal-hal yang berkenaan dengan perpustakaan, seperti sistem katalog dan bahan-bahan referensi.

v  Media Massa

Media massa merupakan sumber belajar yang menyajikan informasi terbaru mengenai suatu hal. Informasi tersebut belum sempat dimuat oleh sumber berupa buku, meskipun buku terbitan baru. Radio, televisi, surat kabar, majalah merupakan sumber-sumber informasi terbaru mengenai kejadian-kejadian di daerah, tingkat nasional dan di dunia.

v  Sumber-sumber yang Ada di Masyarakat

Salah satu sumber terbaik untuk mendapatkan informasi mengenai suatu wilayah adalah orang-orang yang tinggal di sekitar wilayah itu.

Pendayagunaan sumber belajar dalam pembelajaran memiliki arti yang sangat penting, selain melengkapi, memelihara dan memperkaya khasanah belajar, sumber belajar juga dapat meningkatkan aktivitas dan kreatifitas peserta didik, yang sangat menguntungkan baik bagi guru maupun bagu para peserta didik. Pendayagunaan sumber belajar secara maksimal, memberikan kemungkinan untuk menggali berbagai jenis ilmu pengetahuan yang sesuai dengan bidang kajian, sehingga pembelajaran senantiasa “up to date” dan mampu mengikuti akselerasi teknologi dan seni dalam masyarakat yang semakin mengglobal.

Kegunaan Sumber Belajar

Secara umum kegunaan sumber belajar dapat dikemukakan sebagai berikut:

Meupakan pembuka jalan dan pengembang wawasan terhadap proses pembelajaran yang ditempuh.

Sebagai pemandu materi pembelajaran yang dipelajari, dan langkah-langkah operasional untuk menelusuri  secara lebih teliti materi standar secara tuntas.

Memberikan berbagai macam ilustrasi dan contoh-contoh yang berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi dasar.

Memberikan petunjuk dan diskripsi tentang hubungan antara apa yang sedang dikembangkan dalam pembelajaran dengan ilmu pengetahuan lainnya.

Menginformasikan sejumlah penemuan baru yang pernah diperoleh orang lain sehubungan dengan pembelajaran yang sedang dikembangkan.

Menunjukkan berbagai permasalahan yang timbul sebagai konsekuensi logis dari pembelajaran yang dikembangkan, yang menuntut adanya kemampuan pemecahan dari para guru dan peserta didik.

Cara Mendayagunakan Sumber Belajar

Dalam setiap pembelajaran, pendayagunaan sumber belajar seoptimal mungkin sangatlah penting, sehingga keefektifan pembelajaran ditentukan pula oleh kemauan dan kemampuan mendayagunakan sumber-sumber belajar tersebut. Kemauan  dan kemampuan mendayagunakan sumber-sumber belajar tidak hanya berguna untuk kepentingan akademik, tetapi merupakan ketrampilan umum yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan untuk mendayagunakan sumber belajar yang tepat dapat menghemat dana, daya dan tenaga.

Sehubungan dengan uraian diatas terdapat beberapa langkah umum yang perlu diperhatikan dalam mendayagunakan sumber belajar secara efektif.

Membuat persiapan yang matang dalam memilih dan mendayagunakan setiap sumber belajar, agar menunjang aktifitas pembelajaran dan pembentukan kompetensi dasar yang diinginkan.

Memilih sumber belajar yang sesuai dengan materi standar yang sedang dipelajari dan menunjang terhadap pencapaian tujuan dan kompetensi.

Memahami kelebihan dan kelemahan sumber belajar yang akan digunakan, dan analisalah sumbangannya terhadap proses dan hasil belajar bila menggunakan sumber belajar tersebut.

Menggunakan sumber belajar tidak hanya sekedar selingan dan hiburan, tetapi harus memiliki tujuan yang terintegrasi dengan materi standar yang sedang dipelajari.

Menyesuaikan pemilihan sumber belajar yang akan digunakan dalam mempelajari buku ajar dengan biaya yang tersedia secara efisien.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: