BACK UNDERSTANDING OF PENELITIAN DESKRIPTIF


BACK UNDERSTANDING OF PENELITIAN DESKRIPTIF

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

A.     Pengantar

Penelitian pada hakekatnya adalah suatu kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah. Pengetahuan yang diperoleh dari penelitian terdiri dari fakta, konsep, generalisasi dan teori yang memungkinkan manusia dapat memahami fenomena dan memecahkan masalah yang dihadapinya. Masalah penelitian dapat timbul karena adanya kesulitan yang mengganggu kehidupan manusia atau semata-mata karena dorongan ingin tahu sebagai sifat naluri manusia.

Baik untuk masalah penelitian yang timbul karena adanya kesulitan yang dihadapi manusia maupun karena ingin tahu, diperlukan jawaban yang dapat diandalkan berdasarkan pengetahuan yang benar. Kebenaran yang dipegang teguh dalam penelitian adalah kebenaran ilmiah, yaitu kebenaran yang bersifat relatif atau nisbi, bukan kebenaran yang sempurna dan bersifat mutlak. Penelitian berusaha memperoleh pengetahuan yang memiliki kebenaran ilmiah yang lebih sempurna dari pengetahuan sebelumnya, yang kesalahannya lebih kecil daripada pengetahuan yang telah terkumpul sebelumnya.

Kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar sebagai penyempurnaan pengetahuan sebelumnya telah dilaksanakan oleh para peneliti dan ilmuwan dalam ilmunya masing-masing. Secara akumulatif, pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, generalisasi-generalisasi, dan teori-teori yang telah dihasilkan dari berbagai penelitian itu merupakan sumbangan penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bidang. Di samping itu, Tanzeh mengemukakan, “hasil penelitian juga memungkinkan menjadi metode yang lebih baik dalam memecahkan, menjawab dan menyelesaikan masalah-masalah praktis yang dihadapi manusia dalam hidupnya.” Maka dari itu, hendaklah setiap akademisi yang merupakan kiblat dari pengembangan ilmu pengetahuan atau pendidikan, mengadakan penelitian dalam diskursus ilmunya masing-masing.

Salah satu cabang penelitian jika dibagi menurut tujuannya yaitu penelitian deskriptif. Penelitian ini terdapat dalam pendekatan kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian ini mempunyai tujuan dan orientasi yang berbeda dengan penelitian-penelitian lainnya. Penelitian ini juga biasa digunakan dalam skripsi, tesis atau bahkan disertasi. Sehingga penelitian ini penting untuk diketahui oleh mahasiswa, baik strata satu, strata dua, maupun program doktoral.

Agar mengenal lebih jauh mengenai penelitian deskriptif ini, maka penulis akan menyusun sebuah tulisan yang berjudul “Penelitian Deskriptif ” yang penulis kumpulkan dari berbagai referensi yang ada.

B.     Penelitian Deskriptif

Metode deskripsi adalah suatu metode dalam penelitian status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Whitney berpendapat, metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Penelitian deskriptif, menurut Sudjana adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang. Sedangkan menurut Wasito, adalah penelitian yang terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah atau keadaan sebagaimana adanya, sehingga hanya terbatas pada mengungkapkan fakta.

Dalam metode deskriptif, peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena tertentu sehingga merupakan suatu studi komparatif. Adakalanya peneliti mengadakan klasifikasi, serta penelitian terhadap fenomena-fenomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu, sehingga banyak ahli meamakan metode ini dengan nama survei normatif (normatif survei). Dengan metode ini juga diselidiki kedudukan (status) fenomena atau faktor dan memilih hubungan antara satu faktor dengan faktor yang lain. Karenanya mentode ini juga dinamakan studi kasus (status study).

Metode deskriptif juga ingin mempelajari norma-norma atau standar-standar sehingga penelitian ini disebut juga survei normatif. Dalam metode ini juga dapat diteliti masalah normatif bersama-sama dengan masalah status dan sekaligus membuat perbandingan-perbandingan antarfenomena. Studi demikian dinamakan secara umum sebagai studi atau penelitian deskritif. Perspektif waktu yang dijangkau, adalah waktu sekarang atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.

Penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara komponen yang diselidiki. Secara lebih rinci, tujuan dari penelitian deskriptif adalah sebagai berikut:

  1. Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada.
  2. Mengkaji bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan fenomena
  3. Dalam penelitian ini tidak dilakukan manipulasi, hanya menggambarkan suatu kondisi apa adanya
  4. Metode deskriptif lebih luas dari survai (survai merupakan bagian dari deskriptif.)

Metode deskriptif mempunyai beberapa kriteria pokok, yang dapat dibagi atas kriteria umum dan khusus. Kriteria tersebut sebagai berikut:

  1. Kriteria umum
    1. Masalah yang dirumuskan harus patut, ada nilai ilmiah serta tidak terlalu luas.
    2. Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum
    3. Data yang digunakan harus fakta-fakta yang terpercaya dan bukan merupakan opini.
    4. Standar yang digunakan untuk membuat perbandingan harus mempunyai validitas.
    5. Harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan.
    6. Hasil penelitian harus berisi secara detail yang digunakan, baik dalam mengumpulkan data maupun dalam menganalisis data serta serta study kepustakaan yang dilakukan. Deduksi logis harus jelas hubungannya dengan kerangka teoritis yang digunakan jika kerangka teoritis untukitu telah dikembangkan.
  2. Kriteria Khusus
    1. Prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai (value).
    2. Fakta-fakta atupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai masalah status
    3. Sifat penelitian adalah ex post facto, karena itu, tidak ada kontrol terhadap variabel, dan peneliti tidak mengadakan pengaturan atau manupulasi terhadap variabel. Variabel dilihat sebagaimana adanya.

C.     Langkah-Langkah Pelaksanaan Penelitian Deskriptif

Dalam melaksanakan penelitian deskripif, maka langkah-langkah umum yang sering diikuti adalah sebagai berikut:

  1. Perumusan masalah: Memilih dan merumuskan masalah yang menghendaki konsepsi ada kegunaan masalah tersebut serta dapat diselidiki dengan sumber yang ada.
  2. Menentukan tujuan dari penelitian yang akan dikerjakan. Tujuan dari penelitian harus konsisten dengan rumusan dan definisih dari masalah.
  3. Menelusuri sumber-sumber kepustakaan yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan.
  4. Merumuskan hipotesis-hipotesis yang ingin diuji baik secara eksplisit maupun implisit. Hal ini berlaku khusus bagi penelitian yang bersifat kuantitatif.
  5. Menentukan jenis informasi yang diperlukan. Dalam hal ini peneliti perlu menetapkan informasi apa yang diperlukan untuk menjawab masalah atau pertanyaan yang telah dirumuskan di atas.
  6. Menentukan prosedur pengumpulan data. Setelah informasi yang diperlukan ditetapkan, langkah selanjutnya adalah menentukan cara pengumpulan data. Dalam hal ini diperlukan instrumen pengumpulan data yang tepat untuk mengumpulkan data, sehingga data yang dikumpulkan dapat tepat sasaran dan tidak salah.
  7. Melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data, gunakan teknik pengumpulan data yang cocok untuk penelitian.
  8. Menentukan prosedur pengolahan data yang tepat. Untuk yang menggunakan pendekatan kuantitatif dapat ditempuh dengan membuat tabulasi serta analisis statistik dilakukan terhadap data yang telah dikumpulkan. Kuranggi penggunaan statistik sampai kepada batas-batas yang dapat dikerjakan dengan unit-unit pengukuran yang sepadan. Sedangkan untuk yang kualitatif dapat dimulai dengan mengumpulkan data yang mempunyai fokus yang sama lalu dilanjutkan dengan memberi kode.
  9. Memberikan interpretasi dari hasil dalam hubungannya dengan kondisi sosial yang ingin diselidiki serta dari data yang diperoleh dan referensi khas terhadap masalah yang ingin dipecahkan.
  10. Mengadakan generalisasi serta deduksi dari penemuan serta hipotesis-hipotesis yang ingin diuji. Berikan rekomendasi-rekomendasi untuk kebijakan yang dapat ditarik dari penelitian.
  11. Menarik kesimpulan penelitian sebagai hasil dari penelitian.

Pada bidang ilmu yang telah mempunyai teori-teori yang kuat, maka perlu dirumuskan kerangka teori atau kerangka konseptual yang kemudian diturunkan dalam bentuk hipotesis-hipotesis untuk diverivikasikan, untuk penelitian kuantitatif. Sedangkan untuk penelitian kualitatif juga dirumuskan kerangka teori dan paradigma penelitian sebagai alur penelitian dan pijakan persepsi seorang peneliti.

D.     Jenis-Jenis Penelitian Deskriptif

Ditinjau dari segi masalah yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan dalam meneliti, serta tempat dan waktu, penelitian ini dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu:

  1. Penelitian survei, Digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang suatu populasi dengan menggunakan sampel. Penelitian ini mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1) Informasi diperoleh dari sampel (bukan populasi), 2) Informasi dikumpulkan melalui pengajuan pertanyaan (lisan, tertulis), 3) Informasi dikumpulkan untuk mendeskripsikan aspek tertentu. Survei yang dilakukan tentunya juga dalam bidang pendidikan dan manfaatnya adalah untuk pemecahan masalah-masalah pendidikan termasuk kepentingan perumusan kebijakan pendidikan, bukan untuk pengembangan ilmu pendidikan Islam. Oleh sebab itu, survei tidak menguji hipotesis.
  2. Penelitian studi tindak lanjut, penelitian jenis ni dilakukan dengan mempelajari perkembangan dan perubahan subjek setelah subjek sampel diberikan perlakuan khusus atau kondisi tertentu dalam kurun waktu tertentu sampai selesai.
  3. Penelitian studi kasus. Penelitian ini pada dasarnya mempelajari secara intensif seorang individu yang dipandang mengalami kasus tertentu, misalnya mempelajari anak nakal, anak yang mengalami kekerasan atau anak yang berprestasi rendah dan lain sebagainya.
  4. Penelitian pengembangan, penelitian ini mempelajari karakteristik individu dan bagaimana karakteristik itu berubah dalam pertumbuhannya. Karakteristik individu mencakup segi-segi intelektual, emosional sosial dan kepribadian individu.
  5. Penelitian tindakan (action research): merupakan suatu pencarian sistematik yang dilaksanakan oleh pelaksana program dalam kegiatannya sendiri. Tujuannya adalah melakukan kegiatan penyempurnaan / perbaikan dari kegiatan yang sudah ada.Menggabungkan kegiatan penelitian dengan penggunaan hasil penelitian secara timbal balik sehingga membentuk spiral
  6. Peneltian perpustakaan dan dokumenter. Penelitian ini bersifat litered yang mengandalkan data dari berbagai referensi yang ada, baik dari buku-buku maupun akses internet.
  7. Penelitian kecenderungan; pada dasarnya meramalkan keadaan masa depan berdasarkan keadaan, gejala, data yang ada pada masa sekarang. Keadaan masa sekarang dapat diperoleh dari penelitian jenis lain, misalnya dengan survey atau studi kasus. Prediksi masa depan tersebut bisa dalam waktu jangka panjang atau bisa dalam waktu jangka pendek.
  8. Penelitian korelatif yaitu penelitian yang mencari hubungan timbal balik berdasarkan pendekatan yang dilakukan dengan mengambil dan mengemukakan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat populasi. Penelitian ini digunakan karena berbagai alasan, pertama ingin mendiskripsikan terlebih dahulu situasi dan kondisi yang terjadi di lokasi penelitian, kedua ingin mencari pengaruh variabel-variabel yang ada dalam judul tersebut.

Jenis penelitian deskriptif cukup beragam, dan mencakup penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Maka sebagai seorang peneliti, hendaknya para mahasiswa atau dosen mengetahui hal itu semua.

Referensi

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta:Rineka Cipta, 2006.

Kamarga, Hansiswany, Metode Penelitian Dalam Kurikulum Dan Pembelajaran, Makalah tidak dipublikasikan.

Nazir, Muh., Metodologi Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988.

Sudjana, Nana, Ibrahim, Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2009.

Tanzeh, Ahmad, Suyitno, Dasar-Dasar Penelitian, Surabaya: eLKAF, 2006.

Wasito, Hermawan, Pengantar Metodologi Penelitian, Jakarta: Gramedia Pustaka, 1992.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: