KAJIAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, AKSIOLOGI DAN HEURISTIKA ILMU HADITS


KAJIAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, AKSIOLOGI DAN HEURISTIKA ILMU HADITS

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

A.     Ontologi

Ilmu hadits adalah ilmu yang membahas hadits Nabi SAW. Hadits dalam berbagai kalangan dan istilah sering disebut dengan sunnah, khabar, atsar. Keempat term tersebut ada yang mengartikan dengan arti yang sama dan ada yang mengartikan dengan arti yang berbeda. Hadits secara bahasa adalah sesuatu yang baru. Sedangkan secara istilah adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapan maupun sifat, baik ketika Nabi sedang tidur maupun tidak tidur, serta himmah. Penjelasan Nabi Muhammad yang terwujud dalam bentuk hadits Rasulullah Saw merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Ia bukan hanya sebagai penjelas terhadap isi kandungan al-Qur’an yang masih bersifat universal dan global, tetapi juga merupakan ungkapan-ungkapan, pesan serta tindakan-tindakan yang lahir dari seorang Nabi dan Rasul.

Secara ringkas ilmu hadits adalah ilmu yang membahas mengenai sesuatu yang datang dari Nabi baik ucapan, perbuatan, ketetapan, maupun himmah. Pada hakikatnya ilmu hadits ini yang diteliti adalah sanad dan matan hadits. Ilmu ini dibagi menjadi dua, yaitu ilmu hadits dirayah dan ilmu hadits riwayah.

Ilmu hadits riwayah adalah ilmu yang menukilkan segala apa yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik perkataan, perbuatan, taqrir maupun sifat yang dinuqil secara terurai dan teliti. Topik pembahasannya adalah perkataan, perbuatan dan sifat-sifat dari segi penukilan. Ilmu ini mencakup pembahasan tentang segala yang berpautan dengan lafal dan periwayatan.

Ilmu hadits dirayah adalah ilmu untuk mengetahui hakikat riwayat yang mencakup syarat, macam dan hukumnya serta keadaan perawi yang mencakup syarat, jenis yang diriwayatkan dan segala yang berkaitan dengannya. Obyek pembahasan ilmu ini adalah sanad dan matan hadits.

Jadi hakikatnya ilmu hadits adalah ilmu yang dirancang untuk mengetahui keorisinilan dan tata cara periwayatan hadits yang benar dari Rasulullah.

B.     Epistemologi

Metode untuk memperoleh ilmu hadits ini secara substansial juga dibagi menjadi dua menurut pembagian ilmu hadits yang pertama tadi. Ilmu hadits riwayah diperoleh dengan menggunakan metode hafalan karena sifatnya adalah menjaga agar nuqilan dari Nabi tidak berubah. Sedangkan ilmu dirayah hadits cara memperolehnya adalah dengan melakukan penelitian sanad hadits dan matan hadits.

Sanad hadits diteliti dalam segi muttasil atau bersambung dan ke-tsiqahannya juga kedhabitannya. Hal ini dilakukan dengan cara melihat sejarah Islam dan melihat biografi perawi dalam buku-buku Tabaqat atau Tarikh. Sedangkan dalam segi matan dengan melakukan penelitian matan dengan cara meneliti dan menganalisis apakah dalam matan tersebut terdapat illat dan syadz. Hal itu dapat dilakukan dengan cara membandingkan dengan kaidah bahasa Arab, dengan menggunakan ilmu nahwu, sharaf dan balaghah.

Dengan ini dapat ditentukan apakah hadits tersebut diterima atau tidak untuk dijadikan pedoman. Maka dengan hal ini dapat juga dibuktikan bahwa ilmu hadits mempunyai metode tersendiri dan merupakan ilmu yang berdiri sendiri. Bahkan validitas ilmu ini sudah tidak diragukan lagi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri.

Dari metode kritik sanad atau penelitian sanad dan matan yang dilakukan di atas, maka ilmu ini akan memunculkan cabang-cabang ilmu, seperti ilmu jarh wa al-ta’dil, ilmu rijal al-hadits dan lain sebagainya. Namun semua itu masih dalam naungan ilmu hadits.

C.     Aksiologi

Ilmu ini dalam penerapannya terikat nilai. Karena ilmu ini menyeleksi para perawi yang meriwayatkan hadits dengan ketat dan tepat. Sedangkan kegunaan ilmu ini banyak sekali. Antara lain: tanpa adanya ilmu hadits ini, maka umat Islam tidak mempunyai pegangan untuk memfilter hadits yang akan dijadikan rujukan hukum, maka akibatnya hadits dhoif dan palsu juga masuk atau dijadikan rujukan. Sehingga kevalidan hukum Islam akan menjadi tidak valid, karena rujukan yang dipakai tidak memenuhi standar.

Dengan ilmu hadits ini kita dapat menyeleksi hadits yang kita terima sehingga, hadits yang kita terima tidak ada yang palsu dan dapat kita gunakan sebagai acuan amal kita. Maka amal kita akan mendapatkan nilai tersendiri.

Apabila tidak ada ilmu hadits maka fungsi hadits sebagai penjelas al-Qur’an akan menjadi bias, karena semua hadits akan masuk sebagai penjelas al-Qur’an termasuk hadits palsu yang biasanya hanya untuk kepentingan politik tertentu atau golongan tertentu, dan hal itu akan merusak pemahaman terhadap al-Qur’an. Fungsi hadits sebagai penguat-pun juga tidak dapat dijalankan apabila tidak diketahui mana hadits yang benar-benar orisinil dari Nabi.

D.     Heuristika

Pengembangan keilmuannya terbuka terhadap hal yang ada dalam konteks ilmu itu sendiri atau obyek ilmu tersebut., sehingga ilmu ini berkembang dan melahirkan berbagai cabang. Ilmu yang paling berkembang dari bagian ilmu hadits ini adalah ilmu hadits dirayah, sedangkan ilmu hadits riwayah nampaknya stagnansi. Perkembangan ilmu hadits tersebut melahirkan cukup banyak cabang ilmu hadits, antara lain, ilmu jarh wa al-ta’dil, ilmu rijal al-hadits, ilmu tarikh al-ruwat, ilmu gharib al-hadits dan lain sebagainya. Karena sumber utamanya adalah al-hadits, maka ilmu ini tidak dapat dikembangkan keluar, maksudnya digabungkan dengan ilmu lain yang tidak serumpun.

Walaupun perkembangan intern dalam ilmu itu sendiri sekarang sudah dapat dirasakan, seperti halnya penggunaan software dan lain sebagainya yang memudahkan meneliti hadits dan hal-hal yang berhubungan dengannya.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: