PENGELOLAAN KELAS


PENGELOLAAN KELAS

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I
(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

A.          Pengantar

      Suatu sistem pendidikan dikatakan berkualitas jika proses pembelajaranya berlangsung secara menarik dan menantang sehingga peserta didik dapat belajar sebanyak mungkin melalui proses belajar yang berkelanjutan. Proses pendidikan yang berkualitas pula dan dengan demikian akan semakin meningkatkan kualitas kehidupan bangsa.

Dalam pendidikan disekolah, ada alur yang searah dan sebanding antara input pendidikan, proses pembelajaran, dan hasil belajar (output). Proses belajar yang berkualitas adalah proses pembelajaran yang memberi perubahan atas input menuju output (hasil) yang lebih baik dari sebelumnya. Karenanya, pembenahan yang menyeluruh dan sistematis perlu dilakukan terhadap input, proses, termasuk didalamnya sistem evaluasi pendidikan, sehingga dapat menjamin terciptanya kualitas hasil yang tinggi dan merata.

Pendekatan pengelolaan kelas ini dapat merancang dan dapat menjabarkan dari pendekatan-pendekatan tersebut sehingga para guru dan orang tua siswa dapat merancang dan melakukan bersama siswa proses pembelajaran yang mengasikkan, menyenangkan, dan mencerdaskan. Dengan proses ini diharapkan munculnya perubahan tingkah laku, iklim kerja sama dan saling menghormati, serta mengfungsikan otak sebagai alat berpikir dan dapat dilakukan secara sinergis dan seoptimal mungkin.

B.            Pengertian pengelolaan kelas 

Pengelolaan kelas adalah salah satu tugas guru yang tidak pernah ditinggalkan. Guru selalu mengelola kelas ketika dia melaksanakan tugasnya. Pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak didik sehingga tercapai tujuan pengajaran secara evektif dan evisien. Ketika kelas terganggu, guru berusaha mengembalikanya agar tidak menjadi penghalang bagi proses belajar mengajar.

Made pidarta mengatakan, pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problem dan situasi kelas. Ini berarti guru bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem atau organisasi kelas. Sehingga anak didik dapat memanfaatkan kemampuanya, bakatnya, dan energinya pada tugas-tugas individual. Sedangkan menurut Sudirman N. Pengelolaan kelas merupakan upaya dalam mendayagunakan potensi kelas. Karena itu, kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses interaktif edukatif. Maka memberikan dorongan dan rangsangan terhadap anak didik untuk belajar, kelas harus dikelola sebaik-baiknya oleh guru.

Pengelolaan kelas diperlukan karena dari hari ke hari dan bahkan dari waktu ke waktu tingkah laku dan perbuatan anak didik selalu berubah. Hari ini anak didik dapat belajar dengan baik dan tenang, tetapi besok belum tentu. Kemarin terjadi persaingan yang sehat dalam kelompok. sebaliknya, di masa mendatang boleh menjadi persaingan itu menjadi persaingan kurang sehat. Karena itu kelas selalu dinamis dalam bentuk perilaku, perbuatan, sikap mental dan emosional anak didik.

C.           Tujuan pengelolaan kelas

Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa.

Tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja efektif dan efisien. Menurutnya, sebagai indikator dari sebuah kelas yang tertib adalah apabila :

1)      Setiap anak terus bekerja, tidak macet, artinya tidak ada anak yang terhenti karena tidak tahu ada tugas yang harus dilakukan atau tidak dapat tugas yang diberikan kepadanya.

2)      Setiap anak terus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu, artinya setiap anak akan bekerja secepatnya supaya lekas menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Apabila ada anak yang walaupun tahu dan dapat melaksanakan tugasnya, tetapi mengerjakannya kurang bergairah dan mengulur waktu bekerja, maka kelas tersebut dikatakan tidak tertib.

D.           Berbagai pendekatan dalam pengelolaan kelas

Keharmonisan hubungan guru dengan anak didik, tingginya kerjasama diantara anak didik tersimpul dalam bentuk interaksi, interksi yang paling optimal tentu saja bergantung dari pendekatan seorang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas. Berbagai pendekatan tersebut adalah seperti dalam uraian berikut :

Pendekatan kekuasaan

Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Peranan guru disini adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas. Kedisiplinan adalah kekuatan yang menuntut kepada anak didik untuk menaatinya. Didalamnya ada kekuasaan dalam norma yang mengikat untuk ditaati anggota kelas. Melalui kekuasaan dalam bentuk norma itulah guru mendekatinya.

Pendekatan ancaman

Dari pendekatan ancaman atau intimidasi ini, pengelolaan kelas adalah juga sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik dilakukan dengan cara memberikan ancaman, misalnya melarang ejekan, sindiran, dan memaksa.

Pendekatan kebebasan

Pengelolaan diartikan sebagai suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didik.

Pendekatan resep

Pendekatan resep ini dilakukan dengan memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas.

Pendekatan pengajaran

Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah itu bila bisa dicegah. Pendekatan ini mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik.

Pendekatan perubahan tingkah laku

Sesuai dengan namanya, pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku anak didik. Peranan guru adalah untuk mengembangkan tingkah laku anak didik yang baik, dan mencegah tingkah laku kurang baik.

Pendekatan suasana emosi dan hubungan sosial

Di dalam kelas sebagai sekelompok individu cenderung pada pandangan psikologi klinis dan konseling (penyuluhan). Menurut pendekatan ini pengelolaan kelas merupakan suatu proses menciptakan iklim atau suasana emosional dan hubungan sosial yang positif dalam kelas.

Pendekatan proses kelompok

Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk menciptakan kelas sebagai suatu sistem sosial, dimana proses kelompok merupakan yang paling utama.

Pendekatan electis

Pendekatan electis ini menekankan pada potensialitas, kreatifitas dan inisiatif guru kelas dalam memilih sebagai pendekatan tersebut diatas berdasarkan situasi yang dihadapinya.

E.            Prinsip-prinsip pengelolaan kelas

Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas, prinsip-prinsip pengelolaan kelas dapat dipergunakan. Maka adalah penting bagi guru untuk mengetahui dan menguasai prinsip–prinsip pengelolaan kelas yang akan diuraikan berikut ini :

1        Hangat dan antusias

Hangat dan antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab dengan anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.

2        Tantangan

Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah anak didik untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang

3        Bervariasi

Penggunaan alat atau media atau alat bantu gaya mengajar guru. Pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan.

4        Keluwesan

Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan anak didik serta menciptakan iklim belajar mengajar yang evektif.

5        Penekanan pada hal-hal yang positif

Pada dasarnya, dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian anak didik pada hal-hal negatif.

6        Penanaman disiplin diri

Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri. Karena itu guru sebaiknya, selalu mendorong anak didik untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengenai pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab.

F.            Komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas

Komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas ini pada umumnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal dan keterampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal yaitu :

Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan

1)      Sikap tanggap

Komponen ini ditunjukkan oleh tingkah laku guru bahwa ia hadir bersama mereka. Guru tahu kegiatan mereka, tahu ada perhatian atau tidak ada perhatian, tahu apa yang mereka kerjakan. Seolah-olah mata guru ada dibelakang kepala, sehingga guru dapat menegur anak didik walaupun guru sedang menulis dipapan tulis.

2)      Membagi perhatian

Pengelolaan kelas yang efektif terjadi bila guru mampu membagi perhatianya kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama.

3)      Pemusatan perhatian kelompok

Guru mengambil inisiatif dan mempertahankan perhatian anak didik dan memberitahukan bahwa ia bekerjasama dengan kelompok atau subkelompok yang terdiri dari tiga sampai empat orang.

Ketrampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi belajar

Agar tercipta suasana belajar yang menggairahkan, perlu diperhatikan pengaturan/penataan ruang kelas belajar. Penyusunan dan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk bekelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu siswa dalam belajar. Dalam pengaturan ruang belajar, hal-hal berikut perlu diperhatikan :

  • ukuran dan bentuk kelas
  • bentuk serta ukuran bangku dan meja siswa
  • jumlah siswa dalam kelas
  • jumlah siswa dalam setiap kelompok
  • jumlah kelompok dalam kelas

Komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa yang pandai dan kurang pandai, pria dan wanita)

Dalam masalah penataan ruang kelas ini uraian akan di arahkan pada pembahasan masalah pengaturan tempat duduk, pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan kebersihan kelas, dan ventilasi serta tata cahaya. Tetapi yang akan di bahas pada makalah ini hanya tentang pengaturan tempat duduk.

Dalam belajar siswa memerlukan tempat duduk. Tempat duduk mempengaruhi siswa dalam belajar. Bila tempat duduknya bagus, tidak terlalu rendah, tidak terlalu besar, bundar, persegi empat panjang, sesuai dengan keadaan tubuh siswa. Maka siswa akan dapat belajar dengan tenang.

Bentuk dan ukuran tempat yang digunakan sekarang bermacam-macam, ada yang satu tempat duduk dapat di duduki oleh seorang siswa, adapula satu tempat diduduki oleh beberapa orang siswa. Sebaiknya tempat duduk siswa itu ukurannya jangan terlalu besar agar mudah di ubah-ubah formasinya. Ada beberapa bentuk formasi tempat duduk yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Apabila pengajaran itu akan ditempuh dengan metode ceramah, maka tempat duduknya sebaiknya berderet memanjang kebelakang.

Sudirman N mengemukakan beberapa contoh formasi tempat duduk, yaitu posisi berhadapan, posisi setengah lingkaran, dan posisi berbaris ke belakang. Masalah ini sebnarnya akan berhubungan dengan permasalahan siswa sebagai individu dengan perbedaan pada aspek biologis, intelektual, dan psikologis. Tetapi, di dalam perbedaan dari ketiga aspek itu ada juga terselip persamaannya.

Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono melihat siswa sebagai individu dengan segala perbedaan dan persamaannya. Pada intinya berisikan ketiga aspek di atas. Persamaan dan perbedaan dimaksud adalah:

  1. Persamaan dan perbedaan dalam kecerdasan (inteligensi).
  2. Persamaan dan perbedaan dalam kecakapan
  3. Persamaan dan perbedaan dalam hasil belajar
  4. Persamaan dan perbedaan dalam bakat
  5. Persamaan dan perbedaan dalam sikap
  6. Persamaan dan perbedaan dalam kebiasaan
  7. Persamaan dan perbedaan dalam pengetahuan/pengalaman
  8. Persamaan dan perbedaan dalam ciri-ciri jasmaniah
  9. Persamaan dan perbedaan dalam minat
  10. Persamaan dan perbedaan dalam cita-cita
  11. Persamaan dan perbedaan dalam kebutuhan
  12. Persamaan dan perbedaan dalam kepribadian
  13. Persamaan dan perbedaan dalam pola-pola dan tempo perkembangan
  14. Persamaan dan perbedaan dalam latar belakang lingkungan.

Berbagai persamaan dan perbedaan kepribadian siswa di atas, berguna dalam membantu usaha pengaturan siswa di kelas. Terutama berhubungan dengan masalah bagaimana pola pengelompokan siswa guna menciptakan lingkungan belajar aktif dan kreatif, sehingga kegiatan belajar yang penuh kesenangan dan bergairah dapat bertahan dalam waktu yang relatif lama.

Penempatan siswa memerlukan pertimbangan pada aspek postur tubuh siswa, dimana menempatkan siswa yang mempunyai tubuh tinggi atau rendah, dimana menempatkan siswa yang mempunyai kelainan

Ahmad menyatakan  “perabot kelas adalah segala sesuatu perlengkapan yang harus ada dan diperlukan di kelas”. Menurut Djauzak Ahmad perabot kelas meliputi : papan tulis, meja kursi guru, meja kursi siswa, almari kelas, jadwal pelajaran, papan absensi, daftar piket kelas, kalender pendidikan, gambar-gambar, tempat cuci tangan, tempat sampah, sapu dan alat pembersih lainnya, dan gambar-gambar alat peraga.

Dari pendapat Ahmad dapat diuraikan sebagai berikut:

Papan Tulis

Papan tulis harus cukup besar dan permukaan dasarnya harus rata.Warna dasar papan tulis yang mulai menipis atau belang harus segera di cat ulang. Papan tulis harus ditempatkan di depan dancukup cahaya. Penempatannya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, sehingga siswa yang duduk dibelakang masih melihat atau membaca tulisan yang paling bawah

Meja kursi Guru

Meja kursi guru ukurannya disesuaikan dengan standart yang ada, meja guru berlaci dan ada kuncinya, meja kursi guru ditempatkan di tempat strategis, misalnya di kanan atau di kiri papan tulis, supaya tidak menghalangi pandangan siswa ke papan tulis.

Meja kursi Siswa

Meja kursi siswa ditata sedemikian rupa sehinggga dapat menciptakan kondidsi kelas yang menyenangkan, ukuran mejadan kursi disesuaikan dengan ukuran badan siswa dan dilengkapi dengan tempat tas atau buku.

Almari Kelas

Almari kelas dapat ditempatkan di samping papan tulis atau sebelah kiri atau kanan dinding bisa juga diletakkan di sebelah meja guru.

Jadwal Pelajaran

Jadwal pelajaran ditempatkan di tempat yang mudah dilihat.

Papan Absensi

Papan absensi ditempatkan di sebelah papan tulis atau di dinding samping kelas. Guru juga harus memiliki catatan daftar hadir siswa di buku khusus, karena daftar hadir di papan diganti setiap hari sesuai keadaan.

Daftar Piket kelas

Daftar piket kelas ditempatkan di samping papan absensi atau yang lainnya yang mudah dilihat oleh semua orang.

Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan ditempel pada tempat yang mudah dilihat oleh semua orang.

Gambar-Gambar

Gambar Presiden, Wakil Presiden, dan lambang burung Garuda Pancasila ditempatkan di depan kelas di atas papan tulis, posisi penempatannya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Tempat Cuci Tangan dan Lap Tangan

Tempat cuci tangan dan lap tangan diletakkan di depan kelas dekat pintu masuk.

Tempat sampah

Tempat sampah diletakkan di sudut kelas atau luar kelas supaya anak-anak tidak membuang sampah sembarangan.

G.           Beberapa masalah pengelolaan kelas 

  1. Berdimensi banyak (multydimensionality)

Di kelas guru dituntut untuk melaksanakan berbagai tugas yang meliputi tugas-tugas akademik serta tugas penunjangnya, yaitu tugas-tugas administratif

Tugas edukatif, yaitu menyusun persiapan mengajar lengkap dengan alat serta sumber, menyampaikan pelajaran dan mengevaluasi.

Serentak (simultaneity)

Berbagai hal dapat terjadi pada waktu yang sama di kelas. Pekerjaan yang satu harus dikerjakan, tetapi pekerjaan yang lain tidak dapat ditunda. Keduanya harus dikerjakan dengan dalam waktu yang hampir bersamaan,dikerjakan secara serentak.

Segera (immediacy)

Proses pengajaran yang terjadi dikelas dapat dikatakan cukup cepat. Selama satu hari belajar kepada siswa disajikan beberapa mata pelajaran.

Iklim kelas yang tidak dapat diramalkan terlebih dahulu

Bahwa iklim yang terjadi dikelas bukan semata-mata hasil upaya guru, banyak faktor yang mempengaruhiterjadinya iklim dikelas, dan beberapa diantaranya datang tiba-tiba. Misalnya, ketika siswa sedang asiknya belajar dengan guru, tiba-tiba seekor cecak jatuh tepat ditubuh salah satu seorang siswi, maka secara refleks siswi tersebut terkejut dan langsung berteriak. Akibatnya suasana kelas menjadi gaduh.

1)      Masalah Individual :

  • Attention getting behaviors (pola perilaku mencari perhatian).
  • Power seeking behaviors (pola perilaku menunjukkan kekuatan)
  • Revenge seeking behaviors (pola perilaku menunjukkan balas dendam).
    • Helplessness (peragaan ketidakmampuan).

Keempat masalah individual tersebut akan tampak dalam berbagai bentuk tindakan atau perilaku menyimpang, yang tidak hanya akan merugikan dirinya sendiri tetapi juga dapat merugikan orang lain atau kelompok.

2)      Masalah Kelompok :

  • Kelas kurang kohesif, karena alasan jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi, dan sebagainya.
  • Penyimpangan dari norma-norma perilaku yang telah disepakati sebelumnya.
    • Kelas mereaksi secara negatif terhadap salah seorang anggotanya.
    • “Membombong” anggota kelas yang melanggar norma kelompok.
    • Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah digarap.
    • Semangat kerja rendah atau semacam aksi protes kepada guru, karena menganggap tugas yang diberikan kurang fair. Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: