KONSEP DASAR PEMBAGIAN KINERJA GURU


KONSEP DASAR PEMBAGIAN KINERJA GURU

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

Pada dasarnya kinerja guru yang profesional dapat dibagi menjadi dua, yaitu kinerja guru dalam mendesain program pengajaran dan kinerja guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Kinerja guru dalam mendesain program pengajaran yaitu kinerja guru dalam membuat rencana pembelajaran. Mengenai tahap-tahap dan cara-cara membuat rencana pembelajaran akan dijelaskan lebih rinci dibawah. Sedangkan kinerja guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar meliputi hal-hal sebagaimana ditetapkan oleh Depdikbud yang dikutip Oleh Nurdin, antara lain ” menggunakan metode, media dan bahan pengajaran, mendorong dan menggalakkan keterlibatan siswa dalam pengajaran dan melaksanakan evaluasi pengajaran siswa dalam proses belajar mengajar.”

Kinerja guru dalam mendesain program pengajaran

Pendesainan program pengajaran dilakukan oleh guru dengan membuat perangkat pembelajaran, yaitu Prota (Program Tahunan), Promes (Program Semester), silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum).

Prota adalah program pengajaran satu tahun, yang berisi inti dari program pembelajaran yang kemudian dijabarkan promes. Promes adalah program pengajaran satu semester. Sedangkan silabus adalah “seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar”. Sedangkan RPP adalah “rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi”. Sementara itu, KKM adalah “kemampuan minimal yang harus dimiliki oleh siswa menurut perkiraan guru sesuai dengan kompetensi dasar”

Kinerja guru dalam proses belajar mengajar

Kinerja guru dalam hal ini, meliputi:

1)   Menggunakan metode pengajaran

Metode merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Metode adalah suatu cara kerja yang sistematik dan umum, yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai suatu tujuan. Makin baik suatu metode makin efektif pula dalam pencapaiannya. Tetapi tidak ada satu metode pun yang dikatakan paling baik/dipergunakan bagi semua macam usaha pencapaian tujuan. Baik tidaknya, tepat tidaknya suatu metode dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor utama yang menentukan metode adalah tujuan yang akan dicapai.

Metode mengajar ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Metode, cara atau teknik pengajaran merupakan komponen proses belajar mengajar yang banyak menentukan keberhasilan pengajaran. Metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh  guru pada saat menyajikan bahan pelajaran, baik secara individual atau secara kelompok.

Secara umum metode diartikan sebagai cara melakukan sesuatu, sedangkan secara khusus, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan serta berbagai teknik dan sumber daya terkait lainnya agar terjadi proses pembelajaran pada diri pembelajar.

Guru harus dapat memilih, mengkombinasikan, serta memprak-tekkan berbagai cara penyampaian bahan sesuai dengan situasi. Keberhasilan dalam melaksanakan suatu pengajaran sebagian besar ditentukan oleh pilihan bahan dan pemakaian metode yang tepat. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru guna kepentingan pembelajaran. Dalam melaksanakan tugas, guru sangat jarang menggunakan satu metode, tetapi selalu memakai lebih dari satu metode. Karena karakteristik metode yang memiliki kelebihan dan kelemahan menuntut guru untuk menggunakan metode yang bervariasi.

Metode pembelajaran yang digunakan pada dasarnya hanya berfungsi sebagai bimbingan agar siswa belajar. Metode pembelajaran pada umumnya ditujukan untuk membimbing belajar dan memungkinkan setiap individu siswa dapat belajar sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing. Metode pembelajaran menekankan pada proses belajar siswa secara aktif dalam upaya memperoleh kemampuan hasil belajar. Guru seharusnya memikirkan bagaimana cara (metode) yang membuat siswa dapat belajar secara optimal. Dalam arti sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Belajar secara optimal dapat dicapai jika siswa aktif di bawah bimbingan guru yang aktif pula.

2)   Menggunakan alat pengajaran

Alat pengajaran, sebagaimana diutarakan Sudirman yang dikutip Nurdin, adalah “segala alat yang dapat menunjang keefektifan dan efisiensi pengajaran”. Alat pengajaran sering disebut juga sebagai sarana pengajaran. Alat pengajaran mempengaruhi tingkah laku siswa sebab juga merupakan sumber pengajaran. Setiap guru dapat memilih alat yang tepat yang mampu menunjang lancarnya proses belajar mengajar.

3)   Menggunakan media pengajaran

Sebagaimana yang ditulis oleh Asnawir dan M. Basyiruddin Usman, “kata media memiliki arti “perantara” atau “pengantar””. Sedangkan dalam aktivitas pembelajaran, media dapat didefinisikan, sebagaimana dikemukakan oleh Pupuh Fatkhurrohman dan M. Sobry Sutikno, “sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik.” Fungsi media disini tidak hanya sebagai alat yang digunakan oleh guru, namun juga mampu mengkomunikasikan pesan kepada peserta didik. Penggunaan dan pemilihan media pembelajaran akan dapat membuat kinerja guru dalam proses belajar mengajar lebih berhasil dan lebih sukses.

4)   Menggunakan bahan pengajaran

Bahan adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses interaksi edukatif. Tanpa bahan pelajaran proses interaksi edukatif tidak akan berjalan. Karena itu, guru yang akan mengajar pasti mempelajari dan mempersiapkan bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada anak didik. Bahan atau materi merupakan medium untuk mencapai tujuan pengajaran yang “dikonsumsi” oleh peserta didik. Bahan ajar merupakan materi yang terus berkembang secara dinamis seiring dengan kemajuan dan tuntutan perkembangan masyarakat. Bahan ajar yang diterima anak didik harus mampu merespon setiap perubahan dan mengantisipasi setiap perkembangan yang akan terjadi di masa depan.

Bahan pelajaran adalah isi yang diberikan kepada siswa pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar. Melalui bahan pelajaran ini siswa diantarkan kepada tujuan pengajaran. Dengan perkataan lain tujuan yang akan dicapai siswa diwarnai dan dibentuk oleh bahan pelajaran atau bidang studi yang diberikan kepada siswa sesuai dengan kurikulum yang digunakannya.

Penguasaan bahan oleh guru, seyogyanya mengarah pada spesifik atas ilmu kecakapan yang diajarkannya. Mengingat isi, sifat, dan luasnya ilmu, maka guru harus mampu menguraikan ilmu atau kecakapan dan apa-apa yang akan diajarkannya ke dalam bidang ilmu atau kecakapan yang bersangkutan. Penyusunan unsur-unsur atau informasi-informasi yang baik itu bukan saja akan mempermudah peserta didik untuk mempelajarinya, melainkan juga memberikan gambaran yang jelas sebagai petunjuk dalam menetapkan metode pengajaran.

Bahan atau materi pengajaran harus menunjang tujuan yang telah ditetapkan. Dengan perkataan lain tujuan pengajaran berpengaruh dalam penyusunan materi. Bahan pelajaran harus pula sesuai dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswa, menarik dan merangsang serta berguna bagi siswa baik untuk pengembangan pengetahuannya maupun untuk keperluan tugasnya di lapangan. Kemampuan guru dalam menyusun bahan pelajaran sangat berpengaruh terhdap kegiatan belajar siswa, berarti berpengaruh pula terhadap pencapaian tujuan instruksional.

Penetapan atau penentuan materi pengajaran harus didasarkan pada upaya pemenuhan tujuan pengajaran itu, ia tidak boleh menyimpang dari tujuan pengajaran. Jika sesuatu materi sudah tersimpul dalam perumusan tujuan khusus pengajaran yang baik dan jelas, maka pada umumnya mudah diduga bahwa perhitungan/pertimbangan penetapan metode atas dasar materi tidak akan jauh berbeda hasilnya dengan dasar pertimbangan tujuan.

Penguasaan bahan atau materi merupakan syarat mutlak yang harus dikuasai oleh guru dengan baik, sebelum ia melakukan proses belajar mengajar. Dan ini merupakan tuntutan utama dalam profesi kegururan. Karena seseorang guru tidak boleh melakukan kesalahan atau penyimpangan dalam menyampaikan materi kepada siswa, sebab itu akan merugikan guru itu sendiri. Di dalam proses belajar mengajar, guru sebelum memberikan materi kepada siswa, sebaiknya melakukan penyeleksian bahan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan masyarakat sekitar, juga sesuai dengan tingkat penguasaan siswa bukan memberikan bahan yang sulit untuk dicerna dan diterima oleh siswa.

Bahan pembelajaran yang baik harus mempermudah dan bukan sebaliknya mempersulit siswa dalam memahami materi yang sedang dipelajari. Akhirnya, bahan pelajaran adalah unsur inti dalam kegiatan interaksi edukatif dan merupakan komponen yang tidak bisa diabaikan dalam pengajaran. Maka dari itu, guru harus mampu memilih bahan pelajaran yang tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

5)   Menggalakkan keterlibatan siswa dalam pengajaran

Guru dalam proses belajar mengajar harus mampu menggalakkan keterlibatan siswa untuk ikut didalamnya. Kegiatan ini terdiri dari: menggunakan prosedur yang melibatkan siswa pada awal pengajaran, memberi kesempatan siswa untuk berprestasi, memelihara keterlibatan siswa dalam pelajaran, dan menguatkan keterlibatan siswa untuk memelihara keterlibatan.

Pada dasarnya kemampuan ini sudah terkandung dalam ketrampilan dasar yang dimiliki guru dalam proses pengajaran, antara lain sebagaimana yang diungkapkan Turney, yang dikutip Mulyasa, mengungkapkan bahwa 8 ketrampilan mengajar yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, yaitu ketrampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi, kelompok kecil, mengelola kelas serta mengajar kelompok kecil dan perorangan.

6)   Melaksanakan evaluasi dalam proses belajar mengajar

Evaluasi, menurut Djamarah, adalah “suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan data tentang sejauh mana keberhasilan anak didik dalam belajar dan keberhasilan guru dalam mengajar”. Evaluasi pengajaran adalah penilaian/penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan peserta didik ke arah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam hukum. Evaluasi belajar dan pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan penilaian atau pengukuran belajar dan pembelajaran.

Keberhasilan proses belajar mengajar dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai siswa. Kriteria keberhasilan guru dan siswa dalam melaksanakan program belajar mengajar dilihat dari kompetensi dasar yang dimiliki oleh siswa. Evaluasi akan memberikan informasi tingkat pencapaian belajar siswa.

Berdasarkan pengertian di atas, tujuan evaluasi pengajaran antara lain adalah untuk mendapat data pembuktian yang akan menunjukkan sampai di mana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler/pengajaran. Maka dari itu, guru harus mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa, yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai feedback kepada siswa.

Dari sekian pembagian kinerja guru, guru harus melakukan semuanya dengan penuh semangat dan profesional. Motivasi guru dalam melaksanakan pekerjaan sebagai panggilan dari hati nurani tidak boleh mengendur. Karena apabila mengendur, cita-cita pendidikan dan tujuan pendidikan tidak akan dapat tercapai dengan baik.

Selain itu, sebagaimana disinggung di depan, bahwa seyogyanya kepala sekolah sebagai atasan guru mampu memotivasi dan memberikan support agar guru lebih giat dalam bekerja. Bahkan fenomena yang terjadi pada dekade belakangan ini adalah guru yang bekerja secara profesional mendapatkan sertifikasi, yang imbasnya yaitu guru memperoleh tunjangan profesional yang besarnya sama dengan gaji pokok. Hal itu merupakan motivasi ekstrinsik tersendiri untuk meningkatkan kinerja seorang guru, baik dalam mengorganisasikan pembelajaran maupun melaksanakan pembelajaran.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: