ASURANSI DALAM PERSPEKTIF FIQIH


ASURANSI DALAM PERSPEKTIF FIQIH

(Telaah Hukum Asuransi dalam Perspektif Fiqih)

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

A.      Pengertian Asuransi

Kata asuransi berasal dari bahasa Inggris, insurance, yang dalam bahasa Indonesia telah menjadi bahasa yang populer dan diadopsi dalam kamus besar bahasa Indonesia dengan padanan kata “pertanggungan” . dalam bahasa Belanda biasa disebut dengan istilah assurantie (asuransi) dan verzekering (pertanggungan).

Sedangkan menurut istilah terdapat beberapa pengertian yang diberikan oleh para ahli terhadap asuransi ini, seperti yang tertulis dibawah ini.

Wirjono Prodjodikoro dalam bukunya Hukum Asuransi di Indonesia memaknai asuransi sebagai: “ suatu persetujuan dimana pihak yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin, untuk menerima sejumlah uang premi sebagai pengganti kerugian, yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin, karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas.

Dalam Ensiklopedi Hukum Islam disebutkan bahwa asuransi (Ar:at ta’min) adalah:”transaksi perjanjian antara dua pihak; pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran jika terjadi sesuatu yang menimpa pihak yang pertama sesuai dengan perjanjian yang dibuat.

Dalam KUHD pasal 246 dijelaskan bahwa yang dimaksud asuransi atau pertanggungan adalah” suatu perjanjian atau timbal balik, dimana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi , untuk memberikan penggantian kepadanya, karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa tank tentu (onzeker vooral).

Radiks Purba mendefinisikan asuransi sebagai suatu persetujuan, dimana penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan membayar premi, untuk mengganti kerugian karena kehilangan, kerugian atau tidak diperolehnya keuntungan yang diharapkan, yang dapat diderita karena peristiwa yang tidak diketahui lebih dahulu.

Definisi Asuransi menurut UU RI Nomor 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian bab I pasal 1:” Asuransi atau peretanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih. Denga mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada pihak tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggung jawabkan.

Dari beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud dengan asuransi yaitu hubungan antara pihak penanggung  dan  yang tertanggung, untuk memberikan ganti rugi kepada tertanggung bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan tertanggung membayar premi.

B.      Sejarah Asuransi

Konsep asuransi atau dapat dikatakan peristiwa yang merupakan dasar dari asuransi sudah ada sejak zaman sebelum masehi dan terjadi pada masa Mesir kuno yaitu pada nabi Yusuf yang mengartikan mimpinya bahwa di Mesir akan terjadi panen yang melimpah selama 7 tahun yang diikuti paceklik selama 7 tahun juga. Untuk berjaga-jaga terhadap bencana kelaparan tersebut Raja Fir’aun mengikuti saran nabi Yusuf dengan menyisihkan sebagian hasil dari panen 7 tahun pertama sebagai cadangan bahan makanan pada masa paceklik. Dengan demikian pada masa 7 tahun paceklik rakyat Mesir terhundar dari resiko kelaparan hebat yang seluruh negeri. Kemudian hal seperti itu berlanjut pada tahun-tahun dan pemerintahan sesudah itu seperti Alexander Agung dan tokoh-tokoh lain.

Dalam literatur Islam dikenal dengan konsep aqilah yang sering terjadi dalam sejarah pra-islam dan diakui dalamk literatur hukum islam. Jika ada salah satu anggota suku Arab pra-islam melakukan pembunuhan, maka dia (pembunuh) dikenakan duyat dalam bentuk blood money (uang darah) yang dapat ditanggung oleh anggota suku yang lain. Hadits Nabi SAW.

عن ابي هريرة (رض) قال: امراتان من هزيل فرمت احدهما الاخرى بحجر فقتلتها وما في بطنها فاختصموا الى النبي ص م فقضى ان دية جنينها غرة اووليدة وقضى دية المرءة على عاقلتها.

“Berselisih dua orang wanita dari suku Huzail, kemudian salah satu wanita tersebut melempar batu ke wanita yang lain, sehingga mengakibatkan kematian wanita tersebut beserta janin yang dikandungnya. Maka ahli waris dari wanita yang meninggal tersebut mengadukan peristiwa tersebut kepada Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW memutuskan ganti rugi terhadap pembunuhan janin tersebut dengan pembebasan budak laki-laki atau perempuan dan memutuskan ganti rugi kematian wanita tersebut dengan diyat yang dibayarkan oleh aqilahnya.

Hal itu merupakan praktek dasar asuransi pada masa nabi, kemudian hal itu terus berkembang samapi ke zaman revolusi industri Inggris, dan mulai memasuki fase bisnis.

William Gibbon adalah seorang yang berkewarganegaraan Inggris yang pertama kali memperkenalkan praktek asuransi dalam instrument perusahaan yang lebih teratur dan tertata dengan baik. Pada masa ini mulai dipakai jasa seorang underwriter  dalam operasional asuransi. Di Inggris bisnis asuransi mengalami perkembangan yang signifikan setelah pada tahun 1870 dikeluarkannya peraturan perusahaan asuransi jiwa. Setelah itu asuransi mulai berkembang ke penjuru negeri dan masuk ke dunia timur.

C.      Prinsip  Dasar Asuransi

Imdustri asuransi, baik asuransi kerugian ,maupun asuransi jiwa, memiliki prinsip-prinsip yang menjadi pedoman bagi penyelenggaraan perasuransian di mana pun berada.

Insurable interest(kepentingan yang dipertanggungjawabkan), secara sederhana hal ini dapat dipahami bahwa orang itu akan menderita apabila peristiwa yang dipertanggung jawabkan itu terjadi.

Ulmost good faith(kejujuran sempurna) adalah bahwa kita berkewajiban memberitahukan sejelas-jelasnya dan teliti mengenai segala fakta-fakta penting mengenai obyek yang diasuransikan.

Indemnity (indemnitas) adalah penggantian kerugian artinya penanggung menyediakan penggantian kerugian untuk kerugian yang nyata yang diderita yang tertanggung, dan tidak lebih besar daripada kerugian ini.

Subrogation (subrogasi), prinsip ini telah diatur dalam undang-undang yang berbunyi: apabila seorang penanggung telah membayar ganti rugi sepenuhnya kepada tertanggung, maka penanggung akan menggantikan kedudukan tertanggung dalam segala hal untuk menuntut pihak ketiga yang telah menimbulkan kerugian pada tertanggung.

Contribution (kontribusi) : tertanggung dapat saja mengasuransikan harta benda yang sama pada beberapa perusahaan asuransi. Namun apabila terjadi kerugian atas obyek yang diasuransikan, maka secara otomatis berlaku prinsip kontribusi.

Proximate cause (Kausa proksimal), apabila kepentingan yang diasuransikan mengalami musibah atau kecelakaan, maka pertama-tama penanggung akan mencari sebab-sebab yang aktif dan efisien yang menggerakkan suatu rangkaian peristiwa tanpa terputus sehingga pada akhirnya terjadilah musibah atau kecelakaan tersebut.

D.      Asuransi Dalam Perspektif Hukum Islam

Dalam bab ini kita akan membicarakan nilai filosofis asuransi syariah, landasan asuransi syariah, akad asuransi syariah, pandangan ulama tentang asuransi.

Mengenai nilai filosofisnya, hal  ini berkaitan dengan manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk lemah, manusia harus senantiasa sadar bahwa keberadaannya tidak mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain atau sesamanya. Solusinya adalah firman Allah SWT:

وتعاونوا على البر والتقوى ولاتعاونوا على الاثم والعدوان واتقواالله ان الله شديد العقاب

“Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong kamu dalam berbuat dosa dan pelanggaran dan bertaqwalah kamu kepada allah, sesunguhnya Allah amat berat sisaNya.”

Disamping itu masih banyak nilai filosofis lain yang dapat kita kaji dalam asuransi syariah misalnya manusia hanya mampu merencanakan tetapi tidak mampu menentukan, dan lain- lain.

Landasan asuransi syariah yang pertama yaitu al Qur’an (ayatnya sudah disebutkan diatas) dan juga dalam al Qur’an terdapat kisah nabi Yusuf yang merupakan sejarah asuransi, dan masih banyak ayat lain yang menerangkan tentang hubungan sesama.

Hadist nabi misalnya hadist tentang niat yang sudah sangat masyhur dan juga hadist tentang menghilangkan kesulitan seseorang. Yang berbunyi:

من نفس عن مؤمن كرب الدنيا نفس الله عنه كرب يوم القيامة ومن يسر على معسر يسر الله عليه في الدنيا والاخرة.

“Barang siapa yang menghilangkan kesulitan duniawinya mukmin maka allah akan menghilangkan kesulitan akhiratnya, dan barang siapa mempermudah kesulitan seseorang, maka allah akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat.”

Piagam madinah, praktik sahabat, ijma’, syar’u man qablana dan istihsan, yang kesemuanya itu sudah pernah dibahas di ushul fiqih.

Prinsip dasar asuransi syariah ada 10 macam yaitu: tauhid, keadilan, tolong-menolong, kerja sama, amanah, kerelaan, kebenaran, larangan riba, larangan judi, dan larangan gharar. Selanjutnya akan diperinci sedikit tentang itu.

Tauhid adalah dasar utama dari setiap bangunan dalam syariah islam. Maka dalam membangun usaha hendaklah dilandaskan atas tauhid.

Prinsip kedua dalam asuransi adalah terpenuhinya nilai-nilai keadilan antara pihak-pihak yang terikat dengan akad asuransi. Maka dari itu seseorang tidak merasa dirugikan bila mengikuti hal itu.

Prinsip dasar lain dalam melaksanakan kegiatan berasuransi adalah harus didasari dengan semangat tolong menolong antara anggota. Jadi setiap anggota yang masuk harus mempunyai niat untuk menolong temannya.

Kerjasama juga tidak boleh dilupakan karena ini merupakan prinsip universal yang selalu ada dalam setiap literatur fiqih, dan juga ini merupakan tujuan diciptakannya manusia.

Prinsip amanah dalam suatu organisasi dapat terwujud dalam nilai pertanggung jawaban dengan cara penyajian leporan keuangan tiap periode. Dan juga system tersebut juga harus didasari kerelaan.

Larangan riba, kebenaran, larangan judi dan gharar juga harus diterapkan, agar tidak berkembang menjadi praktek yang diharamkan.

Adapun mengenai praktik asuransi dalam pendangan penulis merupakan akad yang ghairu musamma (akad yang belum ada penamaannya) dan termasuk akad yang baru dalam literature fiqih. Dalam beberapa hal terjadi proses analogi hukum terhadap praktik operasional asuransi dengan beberapa akad yang telah dikenal (musamma). Salah satunya akad muwalat yaitu akad antara dua orang yang tidak terikat hubungan nasab(keturunan) yang salah satunya mengcover musibah pertanggungan diyat terhadap peristiwa pembunuhan.

E.      Pendapat Para Ulama Mengenai Asuransi

Dikalangan ulama terdapat empat pendapat mengenai asuransi.

a. mengharamkan asuransi tokohnya seperti Sayyid Sabiq, Muhammad Yusuf Al Qardhawi dll, mengharamkan dengan alasan antara lain:

  • asuransi pada hakekatnya sama dengan judi.
  • Mengandung unsure tidak jelas dan tidak pasti.
  • Mengandung unsur riba
  • Mengandung unsur eksploitasi.
  • Termasuk akad sharfi.

b. membolehkan semua asuransi tokohnya Abdul Wahab Khalaf, Mustofa Ahmad Zarqa, Muhammad Yusuf Musa. dengan alasan antara lain

  • Tidak nash al qur’an maupun hadist yang melarang.
  • Kedua pihak yang berjanji penuh kerelaan.
  • Asuransi tidak merugikan salah satu/dua belah pihak.
  • Termasuk akad mudharabah dan syirkah ta’awuniyah.
  • Diqiyaskan dengan system pension.
  • Untuk kemaslahatan umum.

c. membolehkan asuransi yang bersifat sosial dan mengharamkan asuransi yang bersifat komersial sementara. Hal ini dikemukakan oleh Abu Zahrah dengan penggabungan dua macam alasan diatas.

d. menganggap bahwa asuransi bersifat syubhat karena tidak dalil-dalil syar’I yang secara jelas mengharamkan dan yang secara jelas menghalalkanya.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: