SEKILAS TENTANG PAUD SEBAGAI PENDIDIKAN FUNDAMENTAL DALAM INTERNALISASI NILAI


SEKILAS TENTANG PAUD SEBAGAI PENDIDIKAN FUNDAMENTAL

DALAM INTERNALISASI NILAI

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

Memiliki anak yang sholeh-sholehah merupakan idaman terutama bagi  orang tua. Pada umumnya, orang tua ingin memiliki anak yang cerdas. Maka dari itu kebanyakan orang tua menyekolahkan anak-anak mereka sejak dini, dalam hal ini menyekolahkan melalui pendidikan anak seusia dini yaitu pendidikan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai umur 6 tahun, dengan harapan dapat mengalami perkembangan anak yang berkualitas. Memelihara kelangsungan hidup anak bukanlah hal yang mudah karena mencangkup kita sebagai orang tua berkewajiban merawat, memberikan kasih sayang, mengasuh dan mendidik anak sebaik-baiknya. Baik buruk perilaku anak ketika sudah dewasa tergantung  bagaimana orang tua mendidik dasar-dasar agamanya dari kecil. Apabila keturunan kita menjadi anak yang sholeh-sholehah, maka dapat menjadikan salah satu aset amal jariyah di akhirat nanti terutama  bagi orang tua. Dalam pandangan Islam yang termasuk dalam kategori keturunan yang berkualitas yaitu mencangkup 3 hal pertama kulitas fisik, kedua kulitas akal, ketiga kualitas moral. Kualitas moral inilah yang harus diutamakan terutama bagi orang tua untuk mendidik anak usia dini.

Pendidikan anak usia dini menjadi esensial bagi perkembangan anak karena kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada usia dini. Usia dini sering disebut the golden age (usia emas dengan pembentukan kecerdasan yang dapat dibentuk 50 % pada masa umur 1-5 tahun). Dalam UU NO. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1,  Pasal 1, Butir 14 dinyatakan bahwa ”Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”.

Penelitian pendidikan anak usia dini telah dilakukan oleh Hckman dan Carneiro (2003), hasil penelitian menunjukkan partisipasi anak dalam progam pendidikan anak usia dini yang memberikan manfaat bagi perkembangan dan keberhasilan pendidikan, karena anak usia dini antara 0 sampai 6 tahun kemampuan emosional, sosial, intelektual dan verbal dapat dikembangkan dan dididik sejak dini. Apabila penanganan pendidikan anak usia dini dapat berhasil, penanganan yang terdiri dari pendidikan, perawatan, dan pemberian gizi yang optimal dapat mempengaruhi tampilan prima baik dari segi jasmani dan rohani. Dan apabila ini dilakukan secara sempurna, maka anak usia dini merupakan investasi bagi masa depan pengembangan kualitas sosial, ekonomi sebuah bangsa. Dalam penelitian lain Pieget mengemukakan bahwa anak menjalani tahap perkembangan kognitif sampai akhir proses berpikir anak menyamai proses berpikir orang dewasa dan sangat optimal dalam perkembangan intelektual anak. Kajian Paul Ramkin mendefinisikan bahwa 45 % waktu anak digunakan untuk menyimak, 30% untuk berbicara, 16% untuk membaca, dan  9% digunakan untuk menulis. Jadi menyimak atau mendengarkan merupakan fungsi sentral dalam kehidupan anak, selain itu menyimak atau mendengarkan merupakan aktivitas dasar manusia yang membuatnya memiliki banyak pengetahuan.

Menurut Campell dan Dickinson menunjukkan bahwa metode cerita merupakan metode yang sangat tepat untuk memberikan wawasan sejarah dan budaya yang bermacam macam kepada anak, anak lebih tertarik dengan metode cerita dibandingkan dengan metode tertulis. Selain itu, metode cerita dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi linguistik yang kuat dan dapat menghibur serta mengajarkan anak usia dini dalam mengenal ritme, pitch atau pola titik nada dan nuansa bahasa.

Usia dini merupakan masa yang sangat berharga bagi penyelenggaraan pendidikan karena usia dini merupakan masa-masanya anak dapat dibentuk dalam periode kehidupan manusia. Sanstrock  dan Yussen (1992) memandang usia dini sebagai masa yang penuh dengan kejadian kejadian penting dan unik yang meletakkan dasar bagi kehidupan seseorang dimasa dewasa. Fernie (1988) memandang pengalaman  pengalaman belajar awal tidak akan pernah bisa diganti oleh pengalaman pengalaman berikutnya, kecuali dimodifikasi.

Fasli Jalal (2000) memandang juga bahwa perkembangan kecerdasan terjadi sangat pesat pada awal tahun kehidupan anak yakni sekitar 50% dari kecerdasan orang dewasa yang mana telah terjadi ketika anak umur 4 tahun dan 80% telah terjadi pula ketika anak umur 8 tahun. Witdarmono (1996) menyimpulkan perkembangan potensi masing masing aspek perkembangan anak memiliki keterbatasan waktu yang sebagian besar terjadi pada masa usia dini. Misalnya, batas kesempatan emas untuk perkembangan matematika adalah 0 tahun sampai 4 tahun, untuk bahasa sampai 10 tahun, dan untuk musik 3 sampai 10 tahun. Goleman (1995) secara khusus mengkaji perkembangan kecerdasan emosi. Beliau juga berkesimpulan periode 3 sampai 4 tahun pertama kehidupan merupakan periode yang subur bagi perkembangan kecerdasan emosi anak.

Pada anak usia dini, anak mengalami perubahan dan peningkatan yang sangat pesat dalam berbagai aspek perkembangan motorik maupun fisik sehingga peluang untuk memberikan pendidikan terutama pendidikan Islami sangat besar. Jadi dapat disimpulkan dari berbagai pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa anak usia dini merupakan periode fundamental dalam arti bahwa anak yang sudah diberikan materi dalam hal dasar-dasar nilai agama Islam sejak dini hal tersebut dapat membekas dan dapat berjangka waktu lama. Sehingga nantinya akan mempengaruhi proses perkembangan anak selanjutnya. Dan banyak hal yang dapat diperbuat dan dicapai oleh pendidik pada anak dan apa yang dicapai tersebut selanjutnya nanti akan melandasi pola belajar dan perkembangan anak didik

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: