KARAKTERISTIK ORIENTALISME DAN TUJUANNYA


KARAKTERISTIK ORIENTALISME DAN TUJUANNYA

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

Orientalisme adalah kajian akademis yang dilakukan ilmuwan Barat mengenai Islam dan kaum Muslimin dari seluruh aspeknya, dengan tujuan untuk membentuk opini umum dalam hal tertentu, sebagai siasat menguasai dunia Timur Islam yang mencerminkan pertentangan latar belakang ideologi, historis dan kultur antara Barat dan Timur. Maka dari itu, orientalisme mempunyai karakteristik tertentu. Ibrahim mengungkapkan beberapa karakteristik orientalisme sebagai berikut:

  1. Kajian tentang orientalisme mempunyai suatu ikatan yang sangat kuat serta erat sekali hubungannya dengan kolonial Barat. Maka, dalam rangka mengkaji orientalisme, kita tidak dapat melepaskan diri dari hubungannya dengan kolonial Britania, Prancis dan lain sebagainya.
  2. Kajian tentang orientalisme juga tidak bisa lepas dari ikatan gerakan Kristenisasi (penyebaran agama Kristen). Buktinya adalah dengan semakin banyaknya mereka mencari kelemahan Islam dan membuat tuduhan palsu terhadap Islam, orang yang percaya terhadap tuduhan tersebut kemudian diajak untuk masuk agama Kristen.Dari pernyataan, tersebut dapat dikatakan bahwa orientalisme mempunyai kedekatan dengan imperialisme.
  3. Kajian tentang orientalisme yang dianggap mempunyai keterkaitan kuat dengan proses Kristenisasi, apabila diukur secara ilmiah dan obyektif, maka secara akademisi persyaratan dan pemikirannya tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan obyektif.
  4. Kajian orientalisme dalam pandangan dunia Barat merupakan suatu senjata yang paling ampuh untuk mengalahkan lawan (Islam). Menurut ilmu perpolitikan Barat, kajian tentang orientalisme sangatlah efektif serta efisien untuk mengalahkan musuh sampai ke akar-akarnya.

Dalam versi yang berbeda, Musthafa Mafaur, sebagaimana yang dikutip Mubarok, menyebutkan karakteristik orientalisme antara lain:

  1. Mentalisme orientalis merupakan suatu kajian yang memiliki satu keterkaitan kuat dengan penjajahan Barat di Dunia Timur, karena fenomena orientalisme mempunyai hubungan organis dengan fenomena imperialisme sehingga antara keduanya tidak dapat dipisahkan.
  2. Orientalisme merupakan kajian yang memiliki keterkaitan kuat dengan misionarisme, dalam hal ini misalnya orientalis Samuel Zwemmer, Mc Donald, dan Alfred Guilame
  3. Orientalisme adalah kajian yang disebabkan adanya keterkaitan kepentingan secara organis dengan imperialisme dan misionarisme, oleh karena itu kemungkinan untuk memiliki komitmen ilmiah khusunya pada kajian-kajian Islam kecil sekali.
  4. Orientalisme adalah kajian yang memberi andil secara efektif bagi pengambilan kebijakan Barat terhadap negeri-negeri Muslim. Untuk contoh ini dapat disebutkan Prof. Snouck Hougranje yang pernah menjadi penasehat utama Kolonial Belanda, yang meneliti kultur dan kebudayaan masyarakat Aceh dan Mekkah untuk kepentingan Belanda.

Tujuan orientalisme sebenarnya dapat dibaca dari berbagai definisi yang telah dikemukakan di atas, namun agar lebih paham, penulis akan menjabarkannya secara lebih jelas beserta motif-motifnya. Tujuan dari orientalisme sebenarnya adalah untuk mencari kelemahan-kelemahan dan kesalahan Islam yang digunakan untuk mendiskreditkan Islam. Tujuan inti orientalisme adalah upaya kristenisasi umat Islam. Karena dengan berusaha untuk mempelajari ilmu-ilmu umat Islam, maka akan mudah mendekati, mencari kesalahan dan melakukan kristenisasi terhadap umat Islam.

Apabila dilihat dari obyektifitas kajian yang dilakukan para orientalis, maka kajian yang mereka lakukan sangat tidak obyektif dan lebih cenderung subyektif. Hal itu dikarenakan kajian yang mereka lakukan bertujuan mencari kesalahan dan dipenuhi rasa kedengkian. Kajian yang mereka katakan ilmiah itu, menurut penulis malah menjadi tidak ilmiah, karena mereka tidak mengkaji secara benar dengan menggunakan metodologi yang benar. Hal itulah yang mewarnai sebagian besar orientalis. Walaupun masih terdapat pula orientalis yang bersifat obyektif, seperti Watt, yang telah berhasil membuat encyclopedi hadits.

Motivasi yang mendorong orientalis melakukan hal tersebut menurut Said, adalah perasaan superioritas dan hegemonitas Barat terhadap bangsa Timur (Islam) dalam segala lini kehidupan. Mustafa Al-Damiry dalam bukunya al-Tabsyir Wa al-Istisyroq, Hasanai Bath dalam bukunya Anotomi Orientalisme dan Muhammad Ahmad Syahatah dalam Bukunya al-istisyroq menjelaskan secara rinci motivasi orientlisme itu, sebagaimana dikutip oleh Hikmah, sebagai berikut:

  1. Faktor Agama. Ketika Agama Islam datang dengan membawa konsep akidah yang menentang keyakinan Nasrani, diikuti dengan membentuk paradigma baru dalam panggung sejarah peradaban manusia. Peradaban yang sangat menakjubkan, peradaban yang membuat masyarkat Eropa tercengang, sehingga banyak dari mereka yang memberanikan diri untuk segera melegitimasi kebenaran Islam dan kemudian memeluk Islam. Ketika mereka melihat kemajuan peradaban dan kekuatan militer Islam, timbullah rasa jengkel, hasud, dengki mereka. Akumulasi dari perasaan itu semuanya bermuara pada pandangan bahwa Islam sebagai musuh satu-satunya bagi agama Nasrani. Perseteruan pun mulai bergejolak. Berbagai siasat buruk dilakukan untuk menghancurkan Islam. Namun perseteruan itu selalu saja dimenangkan oleh Islam. Sehingga menimbulkan kemarahan dan dendam terhadap Islam. Berbagai strategi inovatif-pun dilakukan, diantaranya dengan melemparkan tuduhan-tuduhan non-argumentatif terhadap Islam seperti menggambarkan Islam sebagai agama yang apatis, tidak mampu mengikuti perkembangan zaman, bodoh, dan tidak berperadaban. Seperti yang diungkapkan Cromer tentang kearifan orientalis, Sir Alferd Lyall pernah berkata pada saya : “keakuratan adalah hal yang paling menjijikan bagi pikiran Timur. Setiap orang Timur Indo-India harus selalu mengingat kebenaran umum ini.” Tiadanya keakuratan, yang dengan mudah menjadi ketidakbenaran. Dalam kenyataanya, begitulah pikiran orang Timur. Orang Eropa adalah penalar yang cermat, semua pernyataanya menunukkan fakta, bebas dari bentuk kekaburan. Ia adalah logikawan alami. sedangkan orang Timur atau Arab ditampilkan sebagai makhluk yang mudah dikecoh, tidak mempunyai energi dan inisiatif, suka menjilat, berpura-pura, licik tidak penyayang kepada binatang, pembohong, malas, selalu bertentangan dengan pikiran yang logis”. Padahal jika mereka mau jujur, berdasarkan fakta sejarah murni, sesungguhnya yang bodoh, tolol, dan primitif selama seribu tahun (1000) lamanya adalah bangsa Eropa. Tetapi karena perasaan mereka dipenuhi oleh sikap apriori, kebencian dan dendam, maka fakta sejarah keemasan peradaban Islam (The Golden Age Of Islamic Civilization) tidak diungkapkan bahkan dikubur dalam-dalam. Inilah sikap obyektif versi Eropa, obyektif menurut kesesuaian hawa nafsu dan keinginan mereka.
  2. Faktor Politik. Islam bagi Barat adalah peradaban di masa lalu yang telah tersebar dan menguasai peradaban dunia dengan begitu cepat. Barat yang baru bangkit dari kegelapan melihat Islam sebagai ancaman langsung yang besar bagi kekuatan politik dan agama mereka. Sebab itu harus di selesaikan segera. Barat sadar bahwa Islam bukan hanya memiliki istana-istana megah, bangunan-bangunan monumental, tapi Islam juga adalah ilmu pengetahuan, politik, ekonomi dan peradaban. Mereka pun segera merebut khazanah ini untuk kepentingan mereka, sekaligus untuk menaklukan Islam. Kemudian motif politik ini menjadi motif bisnis atau perdagangan yang kemudian menjadi kolonialisme.

Jadi kesimpulan yang dapat diambil adalah motif para orientalis adalah motif keagamaan, yaitu menyebarkan agama Kristen dan politik, yaitu menguasai dunia Timur dengan segala kekayaannya. Demikian juga tujuan mereka juga bermuara pada kristenisasi dan politik yang berupa kekuasaan.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: