MEMAHAMI MOTIVASI KINERJA GURU


MEMAHAMI MOTIVASI KINERJA GURU

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

Motivasi kinerja guru terdiri dari tiga kata yang mempunyai pengertian sendiri-sendiri. Tiga kata tersebut adalah motivasi, kinerja dan guru. Dalam pembahasan ini tiga kata yang berbeda tersebut saling berhubungan membentuk satu arti. Motivasi amat penting untuk meningkatkan kinerja guru. Tanpa adanya motivasi, maka guru kadang-kadang juga akan mengalami jenuh dan bosan dalam bekerja.

Motivasi berasal dari kata motif. Motif menurut M. Ngalim Purwanto ialah “segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu”. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subyek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Berawal dari kata motif itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Apa saja yang diperbuat manusia yang penting maupun yang kurang penting, yang berbahaya maupun yang tidak mengandung risiko, selalu ada motivasinya.

Motivasi menurut Moh. Uzer Usman adalah “suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan tertentu”. Dalam hal kinerja guru motivasi diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri guru untuk menyelesaikan serangkaian pekerjaan yang telah disepakati untuk diselesaikan. Tugas kepala sekolah adalah membangkitkan motivasi guru sehingga ia mau menyelesaikan serangkaian pekerjaan yang telah dibebankan kepadanya.

Banyak para ahli yang memberikan batasan tentang pengertian motivasi, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Mc. Donald yang dikutip oleh Oemar Hamalik mengemukakan bahwa “Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan”.
  2. Menurut Thomas M. Risk yang dikutip oleh Zakiah Daradjat mengemukakan motivasi dalam kegiatan pembelajaran bahwa “Motivasi adalah usaha yang disadari oleh pihak guru untuk menimbulkan motif-motif pada diri murid yang menunjang kegiatan ke arah tujuan-tujuan belajar”.

Dari definisi-definisi di atas dapat dikatakan bahwa motivasi berkaitan erat dengan segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Motivasi merupakan dorongan yang datang dari dalam dirinya untuk mendapatkan kepuasan yang diinginkan, serta mengembangkan kemampuan dan keahlian guna menunjang profesinya yang dapat meningkatkan karir dan kinerjanya.

Kinerja berasal kata kerja yang artinya apa yang dilakukan, kegiatan. Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi lembaga. Sedangkan guru adalah “orang yang pekerjaannya sebagai pengajar.” Dalam paradigma jawa, pendidik diidentikkan dengan guru (gu dan ru) yang berarti ”digugu dan ditiru”. Namun dalam paradigma baru, pendidik tidak hanya bertugas sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator atau fasilitator dalam proses belajar mengajar yaitu relasi dan aktualisasi sifat-sifat ilahi manusia dengan cara aktualisasi potensi-potensi manusia untuk mengimbangi kelemahan-kelemahan yang dimiliki. Secara sederhana, guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Sedangkan menurut Akhyak guru adalah orang dewasa yang menjadi tenaga kependidikan untuk membimbing dan mendidik peserta didik menuju kedewasaan, agar memiliki kemandirian dan kemampuan dalam menghadapi kehidupan dunia dan akhirat.

Menurut penulis guru adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan berupaya mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki peserta didik baik potensi kognitif, afektif maupun psikomotorik dan bertanggung jawab dalam perkembangan jasmani dan rohani agar mencapai tingkat kedewasaan sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan. Jadi yang dimaksud kinerja guru adalah hasil pekerjaan yang dilakukan oleh guru sehari-hari sebagai profesinya, yang meliputi kinerja pra pembelajaran dan ketika pembelajaran.

Jadi yang dimaksud motivasi kinerja guru adalah adalah keseluruhan daya penggerak yang ada dalam diri individu (guru) yang menimbulkan kegiatan, yaitu bekerja dalam rangka mencapai tujuan pekerjaannya. Motivasi ini harus dimiliki oleh semua guru agar semua guru semangat dalam menjalankan pekerjaannya dan tidak malas. Karena apabila guru malas untuk menjalankan pekerjaannya, maka keberhasilan pendidikan juga pasti tidak dapat diharapkan lagi. Karena guru memikul tanggung jawab yang besar, yakni keberhasilan pendidikan terletak di bahunya.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

One response

  1. I simply want to say I am just newbie to blogs and definitely enjoyed your web site. Likely I’m want to bookmark your blog . You definitely come with awesome articles. Regards for revealing your webpage.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: