MEMAHAMI KEKERASAN ORANG TUA KEPADA ANAK


MEMAHAMI KEKERASAN ORANG TUA KEPADA ANAK

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

Secara harfiah kekerasan diartikan sebagai “sifat atau hal yang keras; kekuatan; paksaan”. Sedangkan secara terminologi kekerasan berarti “perbuatan seseorang atau sekelompok orang yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain.” Segala macam perbuatan yang menimbulkan penderitaan bagi orang lain dapat diartikan sebagai kekerasan.

“Oleh karena itu, pengertian kekerasan itu mencakup keseluruhan makna dari suatu penderitaan yang diderita oleh manusia sebagai pribadi dan masyarakat sebagai obyek yang luas”. Secara umum dan luas makna kekerasan mencakup seluruh perbuatan yang menimbulkan penderitaan baik secara fisik, mental maupun psikologis manusia.

Perlu peneliti jelaskan juga bahwa yang dimaksud dengan orang tua adalah “orang yang sudah tua; ibu dan ayah”. Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama dalam lingkungan keluarga. Lingkungan pertama yang dialami oleh seorang anak adalah asuhan ibu dan ayah, karena itulah orang tua memegang peranan penting dalam pendidikan anak-anaknya, sejak anak dalam kandungan, setelah lahir hingga mereka dewasa.

Mengenai batasan seseorang dikatakan sebagai anak, Mujamil Qomar menjelaskan bahwa ” anak adalah bayi yang baru lahir (usia 0 tahun) sampai dengan 14 tahun.” Sedangkan dalam penelitian ini, peneliti mengambil batasan usia anak adalah 6 – 12 tahun, yaitu ketika anak memasuki usia sekolah dasar.

Dalam pedoman KKG dan tatalaksana penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Muhammad Thohir mengemukakan bahwa:

Kekerasan Terhadap anak adalah mencakup semua bentuk perlakuan menyakitkan secara fisik ataupun emosional, penyalahgunaan seksual, pelalaian, eksploitasi komersial atau ekspoitasi lain, yang mengakibatkan cedera atau kerugian nyata maupun potensial terhadap kesehatan anak, atau martabat anak, yang dilakukan dalam konteks hubungan tangguang jawab, kepercayaan atau kekuasaan.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kekerasan orang tua terhadap anak adalah segala bentuk perlakuan orang tua yang menyakitkan atau mengakibatkan kerugian atau cedera baik fisik, mental maupun psikis bagi anak. Meskipun dengan maksud mendidik atau mendisiplinkan, jika hal itu menimbulkan kerugian bagi anak tetap dikatakan sebagai kekerasan.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: