MEMAHAMI STRATEGI PEMBELAJARAN


MEMAHAMI STRATEGI PEMBELAJARAN

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

  1. Pengertian Pembelajaran

Dalam dunia pendidikan kita mengenal dua istilah kata kerja yang sangat mendasar yaitu “Belajar dan mengajar”. Definisi tentang belejar sebenarnya telah banyak dikemukakan oleh para ahli termasuk juga para ahli psikologi pendidikan. Akan tetapi pemaknaan belajar itu sendiri setiap orang tidaklah sama, karena masing-masing orang memaknai belajar dari perspektif yang berbeda. Berikut ini ada beberapa kutipan penting definisi belajar dari beberapa ahli diantaranya:

  1. Belajar adalah perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan.
  2. Menurut CRON BACH seperti yang dikutip oleh Sumadi bahwasannya dikutip “Learning is shown by change in behavior as a result of experience” dimana belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan menggunakan panca indra.
  3. Menurut Drs. Trusnan Hakim belajar adalah proses perubahan dalam pribadi siswa.
  4. Menurut Muhibbin Syah dalam bukunya psikologi pendidikan bahwa belajar dapat diartikan tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif, psikomotorik yang terjadi pada diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti orientasi kearah yang lebih maju dari pada keadaan sebelumnya.
  5. W.S Winke merumuskan bahwasannya belajar adalah suatu aktifitas mental dan psikis yang menghasilkan perubahan0perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat konstan dan berbekas.

Dari gambaran beberapa definisi belajar diatas penullis dapat menyimpulkan bahwa belajar merupkan proses tingkah laku di dalam kepribadian manusia sebagai aspek jasmani maupun rokhani yang disertai oleh usaha dari individu yang bersangkutan yang sifatnya konstan dan berbasis.

Selain itu belajar juga merupakan usaha sadar yang dilakukan individu atau manusia untuk memperoleh tingkah laku yang baru secara keseluruhan dalam imeraksinya dengan lingkkungan. Perubahan tingkah laku hasil belajar bersifat positif misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa dan lain-lain.

Walaupun mengajar dan belajar itu dua hal yang berbeda, keduanya saling berkaitan. Mengajar yang efektif bila kemampuan berfikir anak diperhtikan dan karena itu perhatikan ditunjukkan kepada kesiapan struktur kognitif siswa. Adapun kognitif mengacu pada organisasi pengetahuan atau pengalaman yang dikuasai oleh seorang siswa yang mungkin siswa itu mendapat ide-ide atau konsep-konsep baru.

Ada banyak definisi atau pengertian mengajar, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Mengajar berarti menyampaikan atau menularkan pengetahuan dan pandangan. Dalam hal ini murid maupun pengajar harus mengerti bahan yang akan dibicarakan.
  2. Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah.
  3. Mengajar adalah usaha mengorganisasikan lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa.
  4. Bagi Bruner mengajar adalah menyajikan konsep masalah secara bertahap dalam bentuk mudah dipahami dengan teknik.
  5. Enaktif, berupa gerak konkrit dalam kegiatan psikomotor
    1. Ironik, berupa penggunaan gambar dalam penyajian konsep, objek atau prinsip.
    2. Simbolik, berupa penggunaan bahasan.

Mengkaji dari beberapa definisi diatas tentang mengajar, dapat ditarik kesimpulan bahwa mengajar adalah suatu proses interaksi antara guru dan siswa, di mana guru mengharapkan siswanya dapat menguasai pengetahuan dan pandangan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diberi dan disesuaikan dengan struktur kognitif dan pengalaman belajar yang dimiliki siswa.

2.       Strategi Pembelajaran

Ada beberapa strategi pembelajaran yang dapat digunakan. Rowntree (1974) mengelompokkan ke dalam strategi penyampaian penemuan atau exposition-discovery learning, dan strategi pembelajaran kelompok dan strategi individual atau groups-individual learning.

Dalam strategi exposition, bahan pembelajaran disajikan kepada siswa dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan tersebut. Roy Killen menyebutkan dengan strategi pembelajaran langsung (direc instruction). Dikatatakan strategi pembelajaran langsung karena strategi pembelajaran disajikan begitu saja kepada siswa, siswa tidak dituntut untuk mengolahnya. Kewajiban siswa adalah menguasai secara penuh. Dengan demikian, dalam starategi exspositori guru berfungsi sebagai penyampai informasi. Berbeda dengan strategi discovery. Dalam strategi ini bahan pelajaran dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa melalui berbagai aktivitas, sehingga tugas guru lebih banyak sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswanya. Karena sifatnya demikian strategi ini dinamakan strategi pembelajaran tidak langsung.

Strategi individual dilakukan oleh siswa secara mandiri. Kecepatan, kelembapan dan keberhasilan pembelajaran siswa sangat ditentukan oleh kemampuan individu siswa yang bersangkutan. Bahan pelajaran serta bagaimana mempelajarinya didesain untuk brlajar sendiri. Contoh dari strategi pembelajaran ini adalah pembelajaran melalui modul, atau belajar melalui kaset audio.

Berbeda dengan strategi pembelajaran individual, belajar kelompok dilakukan secara ber regu. Oleh karena itu belajar dalam kelompok dapat terjadi siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan menghambat oleh siswa yang mempunyai kemampuan biasa-biasa saja, sebaliknya siswa yang memiliki kemampuan kurang akan merasa tergusur oleh siswa yang mempunyai kemampuan tinggi.

Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran juga dapat dibedakan antara strategi pembelajaran deduiktif dan induktif. Strategi pembelajaran deduktif adalah strategi pembelajaran yang dilakukan dengan mempelajari konsep-konsep terlebih dahulu untuk kemudian dicari kesimpulan dan ilustrasi-ilustrasi atau bahan pelajaran yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang abstrak, kemudian secara perlahan-lahan menuju hal yang konkret. Strategi ini disebut juga strategi pembelajaran dari umum ke khusus. Sebaliknya dengan strategi induktif, pada strategi ini bahan yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang konkret atau contoh-contoh yang kemudian secara perlahan-lahan siswa dihadapkan pada materi kompleks dan sukar. Strategi ini kerap dinamakan strategi pembelajaran dari umum ke khusus.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: