LEMBAGA PENDIDIKAN KELUARGA


LEMBAGA PENDIDIKAN KELUARGA

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

            Keluarga bisa diartikan sebagai a group of two or more persons residing together who are related by hood, mariage or adoption (sebuah kelompok untuk dua orang atau lebih yang bertempat tinggal bersama di mana terjadi hubungan darah, perkawinan atau adopsi. Am Rose  sebagaimana dikutip oleh ST Vembriarto mendefinisikan keluarga : a Family is a group of interacting person who recagnize a relation  ship with each other bayet onconimon  perentage, mariage, and/or adoption  (keluarga sebagai kelompok yang dijadikan interaksi orang-orang yang saling menerima satu dengan yang lain berdasarkan asal-usul, perkawinan atau adopsi). Dari dua pengertian ini dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah kelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah, perkawinan atau adopsi. Dengan demikian intisari pengertian keluarga adalah 1. Keluarga adalah kelompok sosial terkecil yang umumnya terdiri dari ayah, ibu dan anak. 2. Hubungan sosial diantara keluarga relatif tetap yang didasarkan pada ikatan darah, perkawinan, atau adopsi. 3. Hubungan antar keluarga dijiwai oleh susunan afeksi dan rasa tanggungjawab. 4. Fungsi keluarga memulihkan, merawat dan melindungi  anak dalam rangka sosialisasi agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial.

Keluarga mempunyai arti penting dalam kehidupan manusia dalam kehidupan di masyarakat. Terbentuknya keluarga bukan semata-mata mempunyai kepentingan yang sama, tetapi lebih dari itu adalah berdasarkan sukarela dan cinta kasih yang azasi diantara dua manusia (suami-istri). Berdasarkan rasa cinta kasih inilah kemudian lahir anak sebagai generasi penerus. Keluarga juga sangat penting sebagai wadah antara individu dan kelompok yang menjadi tempat pertama dan utama untuk sosialisasi anak. Ibu, ayah, saudara dan keluarga yang lain adalah orang yang pertama bagi anak untuk mengadakan kontak dan tempat pembelajaran sebagaimana hidup orang lain. Anak-anak menghabiskan waktunya dalam keluarga, sampai mereka masuk sekolah.

Fungsi dan peranan keluarga

Keluarga adalah merupakan institusi sosial yang bersifat universal multifungsional, yaitu fungsi pengawasan, sosial, pendidikan, keagamaan, perlindungan dan rekreasi. Menurut Oqburn, fungsi keluarga adalah kasih sayang, ekonomi, pendidikan, perlindungan, rekreasi, status keluarga dan agama. Sedangkan fungsi keluarga menurut Bierstatt adalah menggantikan keluarga, mengatur dan mengurusi impuls-impuls seksuil, bersifat membantu, menggerakkan, nilai-nilai kebudayaan dan menunjukkan status. Fungsi-fungsi keluarga ini membuat interaksi antar anggota keluarga eksis sepanjang waktu. Waktu terus berjalan dengan membawa konsekuensi perkembangan dan kemajuan. Keluarga dan masyarakat tidak lepas dari pengeruh-pengaruh tersebut, sehingga perubahan apa yang terjadi di masyarakat, berpengaruh pula di keluarga. Proses industrialisasi, urbanisasi dan sekulerisasi telah merubah sebagian dari fungsi-fungsi keluarga tersebut. Diantara fungsi-fungsi keluarga yang berubah adalah :

a. Fungsi pendidikan, pada awalnya keluarga adalah satu-satunya institusi pendidikan. Secara informal  fungsi keluarga tetap penting, tetapi secara formal fungsi pendidikan itu telah diambil oleh sekolah. Proses pendidikan di sekolah menjadi sangat penting, bukan hanya terbatas pada pendidikan intelek, tetapi sudah mengarah kepada pendidikan pribadi anak.

b. Fungsi rekreasi, dulu keluarga sebagai tempat rekreasi paling menarik tetapi sekarang sudah dialihkan ke tempat lain di luar lingkungan keluarga. gedung bioskop, lapangan olah raga, tempat alam indah, kebun binatang, night club, pusat perbelanjaan, dan sebagainya, merupakan tempat rekreasi keluarga. Keluarga hanya sebagai tempat berkumpul untuk istirahat selepas aktivitas sehari-hari.

c. Fungsi keagamaan, agama dan segala kegiatannya berpusat dalam keluarga. Sebagai pengendali nilai-nilai religius keluarga sudah tidak dapat dipertahankan karena pengaruh sekulerisasi. Segala bentuk ajaran agama telah diambil oleh institusi keagamaan sehingga yang disebut sekolah individual tidak lagi diakui oleh masyarakat. Sebaliknya masyarakat lebih melihat sekolah sosial sebagai tolak ukurnya. Agama lebih bersifat simbolik universal dengan maraknya kegiatan keagamaan sakralitas.

d. Fungsi perlindungan, dulu keluarga menjadi tempat yang nyaman untuk melindungi anggota keluarganya, baik fisik maupun sosial. Sekarang institusi sosial telah mengambil alih fungsi perlindungan tersebut, seperti tempat perawatan anak cacat tubuh dan mental, yatim piatu, anak nakal, panti jumpo, asuransi jiwa, dan sebagainya.

Tetapi ada fungsi-fungsi keluarga yang tidak bisa lapuk oleh irosi industrialisasi, urbanisasi dan sekulerisasi, yaitu :

a. Fungsi biologis, keluarga sampai sekarang masih dianggap tempat yang paling baik dan aman untuk melahirkan anak, keluarga adalah institusi untu lahirnya generasi manusia. Anak yang lahir di luar keluarga, seperti anak lahir tanpa bapak, anak lahir dengan jalan zina, anak lahir dari tabung, (bayi tabung) dipandang tidak sah oleh masyarakat. Tetapi dari sisi lain, fungsi biologik mengalami pergeseran dilihat dari sisi jumlahnya. Kecenderungan keluarga modern hanya menghendaki anak sedikit. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain : 1. Perubahan tempat tinggal keluarga dari desa ke kota. 2. Makin sedikitnya fasilitas perumahan. 3. Banyak anak dianggap sebagai penghambat untuk kerusakan keluarga. 4. Banyak anak dianggap menghambat untuk mencapai sukses material keluarga. 5. Meningkatnya taraf pendidikan wanita. 6. Berubahnya dorongan dari agama agar keluarga mempunyai anak banyak. 7. Makin banyak para ibu yang bekerja di luar rumah. 8. Makin luasnya pengetahuan dan penggunaan alat-alat kontrasepsi.

b. Fungsi sosialisasi, keluarga masih berfungsi sebagai institusi yang dominan dalam membentuk kepribadian anak. Melalui interaksi sosial dalam keluarga, anak mempelajari tingkah laku, sikap keyakinan cita-cita dan nilai-nilai masyarakat dalam rangka perkembangan kepribadian.

c. Fungsi afeksi, dalam keluarga terjadi hubungan sosial yang penuh dengan kemesraan dan afeksi. Afeksi muncul sebagai akibat hubungan cinta kasih yang menjadi dasar perkawinan. Hubungan cinta kasih dalam keluarga juga mengakibatkan lahirnya hubungan persaudaraan, persahabatan, kebiasaan dan persamaan  pandangan tentang nilai-nilai kehidupan.

Di samping keluarga mempunyai fungsi tersebut diatas, keluarga juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal-hal yang dianggap penting bahwa keluarga mempunyai peranan  kunci adalah :

a. Keluarga merupakan kelompok kecil yang angota-angotanya berinteraksi face to face secara tetap. Dalam kelompok yang demikian perkembangan anak dapat di ikuti dengan seksama oleh orang tuanya dan penyesuaian secara pribadi dalam hubungan sosial lebih mudah terjadi.

b. Orang tua mempunyai mortivasi yang kuat untuk mendidik anak, karena anak merupakan buah cinta kasih hubungan suami istri. Motivasi yang kuat ini melahirkan hubungan emosional antara orang tua dengan anak. Hasil penelitian membuktikan bahwa hubungan emosional lebih berarti dan efektif daripada hubungan intelektual dalam proses pendidikan.

c. Karena hubungan keluarga bersifat relatif tetap, maka orang tua memainkan peranan sangat penting terhadap proses pendidikan anak.

Jika suatu keluarga ingin berfungsi  secara efektif dan efisien maka anggota keluarga harus melaksanakan sejumlah besar pekerjaan sehari-hari tanpa ragu-ragu dan penuh rasa tanggungjawab. Cara yang sangat sederhana untuk menyakinkan pekerjaan anggota keluarga harus membagi sebagaian pekerjaan besar tersebut menjadi serangkaian peran yang ditetapkan dan mensosialisasikan peran tersebut kepada seluruh anggota keluarga guna menerima dan mengisi peran yang diberikan kepada mereka. Anggota akan melaksanakan perannya masing-masing berdasarkan status yang diberikan atau yang dimiliki.

Dilihat dari segi hubungan internal keluarga, ada keluarga otoriter, keluarga demokratis dan keluarga liberal. Status keluarga sebagai keluarga otoriter, maka orang tua yang akan menentukan perkembangan anak. Sifat pribadi anak yang otoriter, biasanya suka menyendiri mengalami kemunduran kematangan, ragu-ragu dalam semua tindakan serta lambat berinisiatif. Status keluarga demokrasi biasanya sikap anak lebih bisa menyesuaikan diri, fleksibel, dapat menguasai diri, mau menghargai pekerjaan orang lain, menerima kritik dengan terbuka, emosi lebih stabil, serta mempunyai rasa tanggungjawab. Status keluarga liberal, anak-anak lebih bebas bertindak dan berbuat, sifat keluarga liberal adalah agresif, tidak dapat bekerja sama dengan orang lain, sulit menyesuaikan diri, emosi kurang stabil, serta mempunyai sifat selalu curiga.

Dilihat dari segi sifatnya, ada keluarga terbuka dan keluarga tertutup.   Peran keluarga terbuka adalah selalu mendorong anggota anggota keluarganya untuk selalu bergaul dengan teman-temannya, ayah dan ibu mempunyai banyak kenalan, keluarga terbuka bagi tamu, angota keluarga mempunyai perhatian kepada masalah-masalah sosial. Keluarga terbukka lebih sedikit mengalami ketegangan-ketegangan dibanding keluarga yang bersifat tertutup, karena pergaulan di luar keluarga bisa mengurangi ketegangan-ketegangan emosional. Peran keluarga tertutup yaitu menutup diri terhadap hubungan dinia luar. Ciri keluarga tertutup antara lain : 1. menghadapi orang luar dengan penuh kecurigaan. 2. Hubungan terbatas hanya kepada lingkungan keluarga sendiri dalam hal keintiman kecintaan afeksi. 3. Ketegangan sering terjadi. 4. kekecewaan ditumpuk pada keluarga sendiri. Kelebihan keluarga tertutup adalah, diantara anggota keluarga mempunyai ikatan batin yang kuat, sehingga hubungan diantara keluarga lebih intim dan kompak, solidaritas antar anggota kelompok lebih besar.

Dilihat dari segi kelas keluarga, Bossard membagi kelas keluarga menjadi tiga bagian. Pertama, upper class, adalah sikap bangga dan menaruh perhatian kepada anak. Anak diharapkan dapat membantu keluarga. Mereka berjuang agar dapat mendidik anak sebaik mungkin baik secara jasmani, sosial maupun intelektual. Kedua midle class, keluarga meyiapkan anak dapat memakai pakaian sendiri, lebih awal mengambil bermacam-macam tanggung jawab, meyapih anak lebih cepat, lebih bebas mengasuh anak. Ketiga, lower claas, lebih disiplin yang ditandai dengan ciri, fisik, kekerasan dan konflik, lebih lama menyapih anak, anak-anak cenderung minder, bersifat menghormat dan lain sebagainya.

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: