CATATAN SEKILAS PERENCANAAN STRATEGIK


CATATAN SEKILAS PERENCANAAN STRATEGIK

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

(Guru Sang Dewo (SMPN 2 Pagerwojo) & Akademisi UIN Maliki Malang)

 

Manajemen strategis dengan model studi kasus di institusi pendidikan mana terserah dengan sumber data sekunder maksimal 25 halaman

Tinjauan kritis mengenai manajemen strategis: mengkritisi kelemahan dan kekuatan dari manajemen strategis, referensi utama dari jurnal. maksimal 10 halaman.

Membandingkan antara strategic planning dan manajemen strategic

Traditional planning and strategic planning.

Strategic berasal dari dunia militer. Kata strategic berasal dari bahasa Yunani. Berpikir dalam kerangka yang besar. Mempertimbangkan segala opsi yang mungkin, terutama berkaitan dengan lingkungan yang terus berubah.

Memfokuskan diri pada sesuatu yang jelas dan ke arah tujuan yang jelas.

Diambil ke dunia bisnis dipakai sebagai alat manajemen pada semua perusahaan besar, kemudian dimasukkan pada kurikulum pada sekolah-sekolah bisnis.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam manajemen strategic:

  1. Semua manajer adalah pembuat strategi dan pengimplementasi strategi.
  2. Perencanaan strategic bisa diajukan oleh para bawahan.

Perencanaan strategic masuk ke sector public pada tahun 80-an

Dasar asumsinya: perencanaan strategis relevan pada semua organisasi.

Semua organisasi yang baik, ingin menjangkau tujuan jangka panjang tertentu.

Semua organisasi akan berusaha keras menemukan jalan efisien dengan memperhatikan sumber daya yan g terbatas.

Perencanaan strategis tidak pernah bisa dterapkan dengan model tertentu sebagus apapun. Tetapi harus diadaptasikan dengan kebutuhan tertentu.

Pemerintah memerlukan strategic planning karena harus bisa membekrikan pelayanan kepada masyarakat dalam jumlah tertentu dan memuaskan, terutama pada lembaga=lembaga yang non-profit.

Perencanaan strategix diadopsi di amerika tahun 70 an. Tetapi diperguruan tinggi.

Pada pertengahan 80 an, 500 kabupaten menggunakan perencanaan strategis ini.

Perencanaan strategis yang berkembang di dunia pendidikan; ada istilah SWAp. (Sector Wide Approach)

Kesadaran Negara-negara maju akan pentingnya kepemimpinan. Dan pentingnya perncanaan strategis itu untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang tersebut untuk merumuskan pendidikannya.

Deklarasi paris: menyiapkan dan implementasi strategi berskala nasional.

Perencanaan traditional: temuan abad 20. Dulu ada indicate planning sebagai instrument bidang pendidikan, dibawah pengaruh ekonomi pasar. Tetapi perencanaan ini ditujukan untuk memberikan skala prioritas pada nasional yang digunakan membangun ekonomi. Setelah 60 an, perencanaan pendidikan dianggap keharusan bagi Negara berkembang. Dengan kata lain, perencanaan pendidikan itu fokusnya terlalu banyak pada persiapan, tetapi tidak melihat apakah ini bisa dilaksanakan apa tidak. Perencanaan itu dijalankan secara top down, sehingga yang di bawah tidak mengerti, dan dalam bahasa yang terlalu teknis. Pertimbangan terhadap perubahan lingkungan itu, tidak cukup diberikan.

Tujuan memakai strategic management adalah untuk keputusan yang strategic.

Apakah repelita merupakan strategic planning?

Tidak top down dan teknokratis dan tidak berorientasi pada dokumen.

Tradisional education planning:

At the beginning of the 1960s, educational planning was seen as a must for the newly independent contries in orderto allow them to move ahead

  1. Too much focus was placed on plan preparation and not enough on implementation
  2. Plans were being prepared in a top down, technocratic way
  3. Not enough consideration was given to the changing environment.

Key characteristic of strategic planning

Strategic planning is guided by an overall sense  of direction (harus bisa melebar sejauh mungkin, keandalannya adalah kemampuan kita melihat ke semua arah terlebih lagi yang skala global)

Merumuskan visi dan misi.

Tujuan itu harus dirumuskan sedemikian rupa dan harus diikuti alurnya. Prinsip-prinsip dasar yang mempedomani penilaian itu harus dipahami dengan benar.

Vision statement: broader than mission statement. Berisi gagasan-gagasan yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut.

Strategic planning is sensitive to the environment.

Strategic planning is based on the belief that successful development of an organization is the result of finding the right fif between its internal strengths and weaknesess and the external opportunities and threats.

Main assumption: in order to be effective organizations must be responsive to their environment, wich is continuously changing.

Strategic planning is result oriented: considers complianc monitoring as not good enough and prefer to concentrate on whether the expexted results have been obtained.

To measure properly the different types of results, the overall broad policy goals will have to be translated into more precise objectives in the medium-term plan (SMART) (specific, measurable, agreed upon, realistic, timely)

  1. Several indicators will have to be identified for each objective (specifying, what to be measured)
  2. For each indicator, precise targets must be fixed (what’s the expected level or result)

Contoh SMART in education

Policy goal: to increase the internal efficiency of the school system…. Obejective: to reduce repetition of learners in primary school….indicator: the average repetition rate in primary school….

Strategic planning is a mobilization instrument

Strategic planning cannot succed without the commitment of the plan implementers and the different stakeholders.

Strategic planning should be an inclusive process (involving implementers and stake holders)

The ultimate test of strategic plan is in the implementation. (tes akhirnya adalah implementasi)

Kata kuncinya: commitment. Can only be obtained if people identify with the plan, so that they are motivated to produce the expected results.

Strategic planning is flexible in its implementation: the belief in strategic planning: that no neat, final plan can be prepard, simply because:

  1. Situations have become too complex and environments too unpredictable.
  2. It is impossible to foresee every possible consequence of future decisionas that will be made.but flexible is not means “

Dimana kita hari ini: diagnosis

Dimana kita pada masa yang akan datang: perumusan kebijakan

Bagaimana kita seharusnya sampai disana: persiapan perencanaan: merusmuskan tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan pertimbangan tujuan dengan sarana.

Bagaimana seharusnya kita bisa tahu: monitoring, pengukuran kemajuan yang dilakukan seraya melakukan koreksi.

Diagnosis: an effort to plan has to start with a situation analysis in order to identify problems and successes and to determine the critical challenges to be faced. “Education Sector Analysis” from a strategic planning point of view, the sector analysis should not be limited in scope to the education system as such. But should also cover the environment in which the system is operating.

Ex: analysis of demographic trends, analysis of the social economics. Etc.

Policy formulation

Is related to long-term goals.

Is a complex process: start with a review of existibg policies. Implies intensive interaction between the planning experts and the political decision makers.

Is taken place at…: at the same time as the sector analysis. Or can be integrated into the sector analysis

Plan preparation (Medium-term strategic plan).

Step of monitoring

Measurement of targets by different indicators—the information is analyzed—the result is presented in progress reports

SEKIAN

SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: