Perjuangan dan Perjalanan yang Mengasyikkan


Perjuangan dan Perjalanan yang Mengasyikkan

By: Muhammad Fathurrohman

Mengajar itu memang ada kalanya mengasyikkan dan adakalanya penuh perjuangan. Terlebih lagi kalau untuk mengajar, harus menempuh puluhan kilometer. Tempat saya mengajar dari rumah tempat tinggal saya sekitar 45 km. Itu merupakan jarak yang tidak jauh juga tidak pendek. Namun, mengajar dalam jarak yang sekian jauhnya itu ternyata ada kesan-kesan tersendiri. Kesan tersebut memang terlalu banyak dan lebar untuk dilukiskan dalam kata-kata.
Pertama, untuk mencapai tempat mengajar memang diperlukan waktu yang tidak sedikit, kira-kira sekitar 45 menit – 1 jam namun ketika perjalanan tersebut juga terdapat fenomena menarik. Mulai dari medan yang penuh dengan tantangan karena ketinggian jalannya ada yang 45 derajat, jalan yang licin ketika hujan, belum lagi kemalasan yang melanda ketika hujan, suasana yang dingin ketika sudah sampai di tengah-tengah pegunungan. Tidak kalah mengasyikkannya pemandangan yang indah yang menghiasi perjalananku setiap hari, masyarakat yang ramah, dan sebagainya. Semua itu mewarnai dan menjadi kenangan tersendiri dalam kegiatan mengajarku sehari-hari.
Kedua, letak sekolah yang berada di daerah yang sepi dari perkampungan penduduk menambah sejuk suasana, terutama ketika terjadi kebersamaan yang setiap hari menyelimuti dan mewarnai aktivitas di tempat tersebut. Karena aku juga sebagai pembina pramuka, maka biasanya ketika ada perkemahan, maupun ada kegiatan malam aku pasti berada di sekolah. Tempat yang jauh dari perkampungan penduduk tersebut memberi kenikmatan alami tersendiri dalam diri pengajar atau bapak ibu guru yang bertugas jaga malam ketika ada kegiatan malam. Menurut saya di sana merupakan tempat yang cocok untuk merenung, sambil menikmati panorama keindahan kemacatan kauman, karangrejo dan kota Tulungagung yang gemerlap ketika malam hari.
Ketiga, karena sekolah tersebut berada pada ketinggian 1000 m di atas permukaan air laut, maka secara otomatis ketika malam hari suhunya terasa dingin. Bukan hanya malam hari, siang hari saja di sekolah tersebut tidak berkeringat kalau tidak berolahraga. Namun, hal itu menambah keasyikan mengajar di sana, karena biasanya ketika ada kegiatan sekolah tambahan baik siang maupun malam biasanya ada acara makan bersama, makanan biasa ketika dimakan bersama dan berada di sekolah nampak nikmat sekali, walaupun hanya sambal terong atau pecel lele, tapi sudah nikmatnya bukan main. Kebersamaan itulah yang juga menjadi warna khusus tersendiri ketika berada di sekolah tersebut.
Jadi walaupun perjalanan dan perjuangan yang melelahkan dilaksanakan oleh para guru, namun ada keasyikan tersendiri yang tidak bisa ditemukan di sekolah lainnya. Bravo SMPN 2 Pagerwojo!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: