MENGENAL SEKILAS TENTANG PAIKEM GEMBROT


MENGENAL SEKILAS TENTANG PAIKEM GEMBROT

By: Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

A.      Makna Paikem Gembrot

 Arti paikem gembrot

Paikem gembrot (pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, efektif dan menyenangkan.

Aktif dapat diartikan: selalu mencoba. Tidak ingin menjadi penonton, memanfaatkan modalitas belajar ( visual, Auditorial atau kinestika). Pada hakikatnya, belajar adalah wujud keaktifan siswa walaupun derajatnya tidak sama antara siswa satu dengan yang lain dalam suatu proses belajar mengajar di kelas.

Kata “aktif” sendiri dapat dalam bermacam-macam bentuk seperti: mendengarkan, menulis, membuat sesuatu, mendiskusikan. Jadi yang dimaksud siswa belajar secara aktif adalah belajar dengan melibatkan keaktifan mental (intelektual-emosional) walaupun dalam banyak hal diperlukan keaktifan fisik.

Agar siswa dapat berhasil baik dalam belajar maka dia harus terlibat aktif dalam aspek mental dan fisiknya. Menurut Taslimuharrom (2008) dalam Syah dan Kariadinata (2009: 14-15), sebuah proses belajar dikatakan aktif (active learning) apabila mengandung:

Keterlekatan pada tugas (Commitment)

Dalam hal ini, materi, metode, dan strategi pembelajaran hendaknya bermanfaat bagi siswa (meaningful), sesuai dengan kebutuhan siswa (relevant), dan bersifat/memiliki keterkaitan dengan kepentingan pribadi (personal).

Tanggung jawab (Responsibility)

Dalam hal ini, sebuah proses belajar perlu memberikan wewenang kepada siswa untuk berpikir kritis secara bertanggung jawab, sedangkan guru lebih banyak mendengar dan menghormati ide-ide siswa, serta memberikan pilihan dan peluang kepada siswa untuk mengambil keputusan sendiri.

Motivasi (Motivation)

Motivasi belajar siswa akan meningkat  apabila ditunjang oleh pendekatan yang lebih berpusat pada siswa (student centered learning). Guru mendorong siswa untuk aktif mencari, menemukan dan memecahkan masalahnya  sendiri. Ia tidak hanya menyuapi murid, juga tidak seperti orang yang menuangkan air ke dalam ember.

  1. Inovatif, memunculkan hal-hal baru dari pengalaman siswa yang dikontruksikan dengan materi pembelajaran. Guru harus dapat memfasilitasi siswa dalam memunculkan daya inovatif.
  2. Kreatif dapat diartikan: menginginkan adanya perubahan yang baru, ingin mengadakan motivasi, mempunyai banyak cara untuk melakukan sesuatu, tidak cepat putus asa, tidak mudah puas dengan hasil kerja dan selalu ingin berbuat terus, menumbuhkan motivasi, percaya diri dan kritis serta mempunyai banyak cara.

Kriteria Kreatif  :

  1. Berpikir kritis
  2. Memecahkan masalah secara konstruktif
  3. Ide/ gagasan yang berbeda
  4. Berfikir konvergen (pemecahan masalah yang “benar” atau “terbaik”).
  5. Berfikir divergen (beragam alternative pemecahan masalah)
  6. Fleksibelitas dalam berpikir (melihat dari berbagai sudut pandang)
  7. Berfikir terbuka
    Efektif dapat diartikan:  mamanfaatkan alat peraga yang ada di sekitar, diajak ke sumber belajar, melakukan observasi, memanfaatkan waktu yang ada, mengoptimalkan panca indera dan mengatur strategi pembelajaran.

Kriteria Efektif:

Ketercapaian target hasil belajar, dapat berupa:

  1. Siswa menguasai konsep
  2. Siswa mampu mengaplikasikan konsep pada masalah sederhana
  3. Siswa menghasilkan produk tertentu
  4. Siswa termotivasi untuk giat belajar
  5. Menyenangkan dapat diartikan: penampilan guru yang menarik, suasana belajar tidak searah, kaya dengan metode, desain kelas yang tidak membosankan (enjoy learning), belajar sambil bermain dan bernyanyi, hasil belajar anak dipajang di kelas, didekatkan ke alam nyata, ada penghargaan bagi yang berprestasi.

Kriteria Menyenangkan:

Pembelajaran berlangsung secara:

  1. Interaktif
  2. Dinamik
  3. Menarik
  4. Menggembirakan
  5. Atraktif
  6. Menimbulkan inspirasi

Adapun Menurut  Syah dan Kariadinata (2009: 1) PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Selanjutnya, PAIKEM dapat didefinisikan sebagai: pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan bersama metode tertentu dan berbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

PAIKEM atau PAKEMI GEMBROT adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Inovatif, Gembira, dan Berbobot. Disini dituntut bukan hanya kreasi dari guru tetapi juga inovasi dari guru dalam mengatur siswa dan alokasi waktu dengan kondisi sekolah (Khoiru & Sofan, 2011: 19).

Aktif

Dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana yang sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan serta menekankan pada pengembangan kemampuan anak melalui “learning by doing” (belajar melalui berbuat).

Kreatif

Dimaksudkan bahwa seorang guru hendaknya berusaha memberi kesempatan siswa mengembangkan kreatifitasnya dalam pembelajaran. sehingga siswa mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa.

Menyenangkan

Adalah suasana belajar mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh kepada belajar sehingga curah perhatiannya (“time’on task”) tinggi.

Efektif

Yaitu pembelajaran mampu menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa, yaitu berhasil mencapai tujuan pembelajaran yang telah diterapkan sebelumnya. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.

Inovatif

Maksudnya pembelajaran yang dikelola guru di kelas diupayakan mampu membimbing siswa menciptakan hal-hal baru, atau hal-hal yang inovatif. Hal baru atau inovatif disini diartikan tidak harus hal benar-benar baru.

Berbobot

Maksudnya dalam kegiatan pembelajaran akhirnya siswa dapat menguasai materi sesuai dengan yang diharapkan dengan benar.

Adapun secara garis besar gambaran PAKEMI GEMBROT adalah sebagai berikut: siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara yang membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.

Pendidik mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’. Pengajar menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok. Guru mendorong siswa untuk menentukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

Berdasarkan pemaparan di atas, maka PAIKEM GEMBROT adalah suatu proses dimana lingkungan belajar siswa secara sengaja dikelola agar lebih meningkatkan pola belajar siswa. Dengan demikian, proses interaksi siswa merupakan suatu hal yang dapat dibina dan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Seiring dengan pergeseran paradigma metodologi pendidikan dari tradisional-konvensional ke kreatif-inovatif, seorang tenaga pendidik atau guru dituntut memiliki kompetensi agar dapat melakukan suatu perubahan dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.

B.       Hakikat Model Pembelajaran Paikem Gembrot

Istilah dan pengertian paikem gembrot juga dimaknai sebagai pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema yang disempurnakan. Dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran sebagai contoh: tema ”Air”  dapat ditinjau dari mata pelajaran fisika, biologi, kimia. Lebih luas lagi, tema itu dapat ditinjau dari bidang studi lain, seperti IPS, bahasa dan seni.  Paikem gembrot menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan kesempatan yang sangat banyak pada siswa untuk memunculkan dinamika dalam pendidikan. PAIKEM GEMBROT adalah epitom dari seluruh bahasa pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk secara produktif menjawab pertanyaan yang  dimunculkan sendiri dan memuaskan rasa ingin tahu dengan penghayatan secara alamiah tentang dunia disekitar mereka.

Paikem gembrot sebagai model pembelajaran termasuk salah satu tipe/jenis daripada model pembelajaran terpadu. Istilah PAIKEM GEMBROT pada dasarnya adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (Trianto dalam Depdiknas, 2006: 5).

Adapun Soekamto, dkk (Dalam Nurulwati, 2000: 10) mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah “kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematika dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktifitas dalam belajar mengajar”. Dengan demikian aktifitas pembelajaran benar-benar merupakan kegiatan bertujuan yang tertata sistematis.

C.      Prinsip Dasar paikem Gembrot

Secara umum prinsip-prinsip Paikem Gembrot dapat diklasifikasikan menjadi :

a)    Prinsip penggalian tema

Merupakan prinsip utama dalam paikem gembrot. Maksudnya tema-tema yang saling tumpang tindih dan ada keterkaitan  menjadi target utama dalam pembelajaran.

b)   Prinsip pengelolaan pembelajaran

Pengelolaan pembelajaran dapat optimal apabila guru mampu menempatkan dirinya dalam keseluruhan proses. Artinya guru harus mampu menempatkan diri sebagai fasilitator.

c)    Prinsip Evaluasi

Evaluasi pada dasarnya menjadi fokus dalam setiap kegiatan. Bagaimana suatu kerja dapat diketahui hasilnya apabila tidak dlakukan evaluasi.

d)   Prinsip reaksi

Guru harus bereaksi terhadap aksi siswa dalam semua peristiwa serta tidak mengarahkan aspek yang sempit melainkan kesuatu kesatuan yang utuh dan bermakana.

D.      Tujuan Paikem

Pembelajaran berbasis Paikem membantu siswa mengembangkan kemampuan berfikir tahap tinggi, berfikir kritis, dan berpikir kreatif (critical and creative thinking). Berpikir adalah suatu kecakapan nalar secara beratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah menarik keputusan, member keyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir creative adalah suatu kegiatan mental untuk mental untuk meningkatkan kemurnian (originality), ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Dalam pembelajaran pemecahan masalah, siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri, dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri, umpamanya masalah kemiskinan, kejahatan, kemacetan lalu lintas, pembusukan makanan, wabah penyakit, kegagalan panen, pemalsuan produk atau soal-soal dalam tiap mata plejaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi, dsb.

E.       Karakteristik PAIKEM

Menurut  Syah dan Kariadinata (2009: 3-4)

  1. Berpusat pada siswa (student-centered );
  2. Belajar yang menyenangkan (joyfull  learning);
  3. Belajar yang berorientasi pada tercapainya kemampuan tertentu (competency-based learning);
  4. Belajar secara tuntas (mastery learning);
  5. Belajar secara berkesinambungan (continuous  learning);
  6. Belajar sesuai dengan ke-kini-an dan ke-disini-an (contextual  learning).

Karakteristik PAIKEM GEMBROT sesuai dengan akronim jargon tersebut, dimana pembelajaran yang berfokus pada siswa, makna, aktivitas, pengalaman, kemandirian siswa, konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri, yaitu:

  1. Mengalami. Maksudnya mengalami pengalaman belajar, antara lain: melakukan pengamatan, melakukan percobaan, melakukan penyelidikan, melakukan wawancara, siswa belajar banyak melalui berbuat, pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera.
  2. Komunikasi, bentuknya antara lain: mengemukakan pendapat, presentasi laporan, memajangkan hasil kerja, ungkap gagasan.
  3. Interaksi, bentuknya antara lain: diskusi, tanya jawab, melempar kembali suatu pertanyaan, kesalahan makna berpeluang terkoreksi, makna yang terbangun semakin mantap dan kualitas hasil belajar meningkat.
  4. Refleksi. Kegiatan refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat atau dipikirkan, misalnya: mengapa demikian?, apakah hal itu berlaku untuk?, untuk perbaikan gagasan, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dan peluang melahirkan gagasan baru.

F.       Fase Model Pembelajaran Paikem Gembrot

Fase paikem gembrot pada dasarnya mengikuti langkah (sintaks) pembelajaran terpadu. Secara umum sintaks tersebut mengikuti tahab-tahab yang dilalui dalam setiap model pembelajaran yang meliputi tiga tahab yaitu tahab perencanaan, tahab pelaksanaan dan tahap evaluasi (Prabowo,2000: 6).

Yaitu :

Pertama, tahab perencanaan, hal-hal yang perlu dilakukan oleh guru:

  1. Menentukan Kompetensi Dasar
  2. Menentukan Indikator

Kedua, Tahap pelaksanaan yang mengikuti sub tahab proses pembelajaran oleh guru adapun langkah-langah yang ditempuh guru antara lain:

  1. Menyampaikan konsep pendukung yang harus dikuasai siswa
  2. Menyampaikan konsep-konsep pokok yang akan dikuasai siswa
  3. Menyampaikan ketrampilan proses yang akan dikembangkan
  4. Menyampaikan alat dan bahan yang dibutuhkan

Ketiga, Tahab Evaluasi yang meliputi :

  1. Evaluasi Proses adapun hal-hal yang menjadi perhatian dalam evaluasi proses yaitu
    1. ketepatan hasil pengamatan
    2. Keteptan penyusunan alat dan bahan
    3. Ketepatan menganalisa data.
    4. Evaluasi Hasil, yaitu penguasaan konsep-konsep sesuai indikator yang telah ditetapkan
    5. Evaluasi Psikomotorik yaitu Penguasaan penggunaan alat ukur.
    6. G.    Tabel Sintaks Paikem Gembrot dalam setting pembelajaran langsung dan pembelajaran kooperatif.

Tahab

Tingkah Laku Guru

Fase 1

Pendahuluan

 

  1. Mengaitkan pelajaran sekarang dengan pelajaran sebelumnya
  2. Memotifasi siswa
  3. Memberikan pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui konsep-konsep prasyarat yang sudah dikuasai oleh siswa
  4. Menjelaskan tujuan pembelajaran (kompetensi dasar dan indikator).

Fase 2

Presentasi Materi

  1. Presentasi konsep-konsep yang harus dikuasai oleh siswa melalui demontrasi dan bahasa bacaan
  2. Presentasi keterampilan proses yang dikembangkan
  3. Presentasi alat dan bahan yang dibituhkan melalui bagan
  4. Memodelkan penggunaan peralatan melalui bagan

Fase 3

Membimbing pelatihan

  1. Menempatkan siswa kedalam kelompok belajar
  2. Mengingatkan cara siswa bekerja dan mendiskusikan secara kelompok sesuai komposisi kelompok
  3. Membagi buku siswa dan LKS
  4. Mengingatkan cara menyusun laporan hasil kegiatan
  5. Memberikan bimbingan seperlunya
  6. Mengumpulkan hasil kerja kelompok setelah batas waktu yang ditentukan

Fase 4

Menelaah pemahaman dan memberikan umpan balik

  1. Mempersiapkan kelompok belajar untuk diskusi kelas
  2. Meminta salah satu anggota kelompok untuk  mempresetasikan hasil kegiatan sesuai dengan LKS yang telah dikerjakan
  3. Meminta anggota kelompok lain menanggapi hasil presentasi
  4. Membimbing siswa menyimpulkan hasil diskusi

Fase 5

Mengembangkan  dengan memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan

  1. Mengecek dan memberikan umpan balik terhadap tugas yang dilakukan
  2. Membimbing siswa menyimpulkan seluruh materi pebelajaran yang barusaja dipelajari
  3. Memberikan tugas rumah

Fase 6

Menganalisis dan mengevaluasi

Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap kinerja mereka

(Sumber : Trianto, 2005: 122)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: