I’JAZ AL-QUR’AN


By: Dr. Muhammad Fathurrohman, M.Pd.I

Al-Qur’an merupakan salah satu nama dari nama wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada para nabi-Nya. Al-Qur’an, menurut Quraish Shihab, secara harfiah berarti “bacaan yang mencapai puncak kesempurnaan”. Sedangkan sebagaimana yang diriwayatkan dari al-Syafi’i, bahwa lafadh al-Qur’an murtajal yang khusus dan merupakan nama dari kalam allah yang bermu’jizat. Ada yang berpendapat bahwa al-Qur’an berasal dari lafadh qaraa atau qarana yang berarti kumpulan, menghimpun atau himpunan. Hal itu karena kumpulnya huruf yang satu dengan  yang lain dalam bacaannya. Ada lagi yang mengatakan al-Qur’an musytaq dari lafadh qarain (mirip), karena ayat al-Qur’an serupa antara satu dengan yang lainnya.

Secara terminologi terdapat 3 golongan besar dalam membuat definisi tentang al-Qur’an, yaitu golongan orang yang meringkas, golongan orang yang membuat definisi sedang-sedang saja (mutawassith), dan orang yang membuat definisi dengan panjang (muthnib). Sedangkan penulis berpendapat bahwa al-Qur’an adalah firman Allah yang bermu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sesuai dengan redaksinya melalui malaikat Jibril, secara berangsur-angsur, yang ditulis dalam mushaf-mushaf, yang diriwayatkan secara mutawatir dan bernilai ibadah bagi yang membacanya, yang dimulai dari surah al-fatihah dan diakhiri oleh surah al-nas. Dalam definisi tersebut, biasanya digunakan kata bermu’jizat untuk menyifati al-Qur’an. Itulah sifat yang dimiliki oleh al-Qur’an yang tidak dimiliki oleh yang lain.

Kata i’jaz atau bermu’jizat ini menimbulkan implikasi tersendiri, yaitu bisa menantang orang yang meragukannya, dan mengalahkannya. Maka dari itu, penulis akan melakukan  pembahasan tentang i’jaz al-Qur’an  agar menjadi lebih jelas sehingga masyarakat muslim menjadi lebih mengetahui dan mengenal dengan lebih rinci tentang kitab sucinya

Dari segi bahasa, kata i’jaz berasal dari kata ’ajaza, yu’jizu, i’jazan yang berarti melemahkan atau memperlemah, juga dapat berarti menetapkan kelemahan. Secara normative, i’jaz dapat berarti ketidakmampuan seseorang melakukan sesuatu namun bukan ketidakberdayaan. Oleh karena itu, apabila kemukjizatan itu telah terbukti, maka nampaklah kemampuan mukjizat yaitu orang lain tidak mampu untuk mengalahkannya. Maksudnya i’jaz itu adalah sesuatu yang luar biasa di luar adat istiadat manusia pada umumnya, yang hanya dimiliki oleh orang yang diutus oleh Allah.

Secara terminologi, kata i’jaz adalah menampakkan kelemahan manusia baik secara kelompok maupun perseorangan untuk menandingi hal yang serupa yang datangnya dari Allah yang diberikan kepada rasul-Nya. Jadi yang dimaksud dengan i’jaz atau mu’jizat adalah perkara yang luar biasa yang disertai dengan tantangan yang tidak mungkin dapat ditandingi oleh siapapun dan kapanpun yang diberikan kepada para utusan Allah yang bertugas untuk menyampaikan risalah kepada manusia.

Sementara itu, dalam konteks al-Qur’an, maka i’jaz al-Qur’an adalah sesuatu yang luar biasa yang ada dalam al-Qur’an yang berfungsi untuk melemahkan orang yang meragukan dan tidak percaya terhadap al-Qur’an yang sifatnya sepanjang zaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: